Baper…

Sebagai penjual…tentu punya prinsip. Sebagai pembeli…tentu juga punya prinsip. Sebaik-baik prinsip…adalah yang disebutkan dalam hadits Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, tentang sailng bermudah-mudahan dalam jual beli. Aku sendiri masih belajar. Sebagai perempuan yang biasanya memang lebih ketat dalam pengeluaran. Seringkali aku diingatkan oleh Abang, untuk masalah ini.

Secara kenyataan, masalah mudah memudahkan dalam jual-beli ini banyak tantangannya. Baik pas aku jadi penjual, maupun jadi pembeli.

Suatu hari kemarin, aku memutuskan untuk membeli baby walker tambahan. Karena sudah beberapa kali searching di salah satu media jual beli online, akhirnya ketemulah yang di Jogja. Ah, apalagi ada tulisan, “Gratis pengiriman untuk daerah Sleman dan Jogja bagian tertentu.”

Baca selengkapnya Baper…

Siwak: Cara Membersihkan Gigi Bayi Mudah, Aman, Sehat, Berpahala (Disertai Video Cara Menyiwaki Bayi)

Gigi susu mulai tumbuh di usia sekitar 6 bulan atau di atas itu. Seiring waktu, gigi yang tumbuh semakin banyak. Pun jenis makanan yang masuk ke mulut sang bayi juga semakin beragam. Bahkan bisa jadi setelah satu tahun ke atas, mulailah sang bayi mengenal berbagai jenis makanan manis.

Biasanya orang tua memulai membersihkan gigi bayi dengan handuk atau dengan sikat gigi khusus bayi – dengan atau tanpa pasta gigi bayi -.

Islam dan Kebersihan Mulut

Alhamdulillah, Islam memberikan tuntunan dalam kebersihan. Termasuk tentang masalah gigi. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam adalah sosok yang suka bersiwak.  Istri beliau tercinta, Aisyah rodhiallahu ‘anha menceritakan, bahwa hal yang pertama kali dilakukan Rosulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam saat masuk rumah adalah bersiwak*. Jika kita membaca sirah perjalanan nabi, maka di akhir hidupnya pun, beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam masih sempat juga bersiwak.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam pun menjelaskan keutamaan bersiwak dalam sabdanya,

السِّوَاكُ مَطْهَرَةٌ لِلْفَمِ مَرْضَاةٌ لِلرَّبِّ

“Bersiwak itu akan membuat mulut bersih dan diridhai oleh Allah.” (Shahih, HR. An Nasa’i, Ahmad, dll)

Siwak dan Bayi

siwak-air-for-baby3

Jadi, kenapa kita tidak terapkan siwak ini sejak dini pada bayi kita. Kayu siwak yang digunakan untuk bersiwak tidak melalui proses atau penambahan zat kimia apapun.  Kayu ini diambil dari pohon Siwak (atau lebih dikenal dengan pohon Arak). Sehingga insya Allah aman untuk bayi.

Bahkan, siwak telah direkomendasikan oleh WHO. Berikut kutipan dari wikipedia,

Dahan dan akar pohon ini selama berabad-abad digunakan sebagai pembersih gigi alamiah, sebagai mana dahan ranting yang berserat dan lembut telah direkomendasikan oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) untuk membersihkan gigi dan mulut secara alami. Penelitian menunjukkan bahwa di dalam serat pohon ini mengandung bermacam-macam zat yang sangat bermanfaat, seperti fluoride, abrasive, antiseptik, astringent, deterjen, danenzyme inhibitor. (wikipedia siwak)

Tips Penyimpanan Siwak

Saat digunakan orang dewasa, mungkin lebih mudah karena sering digunakan dan cepat habis. Nah, saat digunakan bayi sedikit butuh trik agar kayu siwak bisa dipergunakan semaksimal mungkin. Karena yang sering terjadi, kayu siwak masih panjang tapi sudah keburu kering.  Saya mencoba berbagai hal berikut agar siwak lebih awet.

  1. Setelah digunakan, masukkan siwak ke plastik kedap udara (plastik klip), Kemudian masukkan ke kulkas agar terjaga kelembabannya. Siwak paling awet jika disimpang dengan cara ini.
  2. Jika tidak ada kulkas, bisa diletakkan di gelas yang berisi air (tempat yang lembab).siwak for baby
  3. Jika terlanjur kering karena diletakkan di udara terbuka, rendam dalam air. Insya Allah kayu siwak akan kembali “berisi” dan segar.

    siwak for baby
    Siwak yang atas patah, jadi ketika direndam hanya setengah bagian yang terkena air yang menjadi segar kembali
  4. Potong ujung siwak setiap 2-3 hari.
  5. Saat bayi mulai besar, siwak bisa diletakkan di kamar mandi. Karena lokasinya yang lembab, insya Allah siwak tidak mudah kering.

Ini adalah contoh gambar siwak yang sudah kering.

Cara Penggunaan Siwak pada Bayi

  • Sama seperti cara penggunaan pada gigi orang dewasa. Kulit ujung siwak kita potong terlebih dahulu. Kemudian bagian serabutnya dilembutkan. Baru kemudian digosokkan ke gigi sang bayi.
  • Untuk awalan, Bunda bisa sekedar sekali mengusapkan siwak ke gigi bayi. Hal ini bisa dilakukan kapan saja, tidak harus ketika mandi.
  • Saat masih hanya beberapa gigi, untuk memudahkan, Bunda bisa menyiwaki si kecil dengan posisi tiduran (seperti pada video).
  • Saat mulai besar, Bunda bisa mulai menyiwaki si kecil di kamar mandi. Biasaya saya memposisikan tubuh di belakang sang anak. Dengan posisi ini, kita lebih mudah mengatur kepala anak, mudah membuka  mulutnya dan menyiwakinya dengan tangan kanan.

Silakan lihat video ini untuk melihat prakteknya secara langsung. Pada video ini, usia Luma sekitar 1 tahun. Giginya baru ada 6. Empat di atas dan dua di bawah. Jika gigi bayi sudah bertambah, maka disikat semuanya, termasuk geraham, lidah dan langit-langitnya. Insya Allah setelah terbiasa dan kita juga mempraktekkan dalam kehidupan sehari-hari, bayi tidak akan menolak saat kita hendak menyiwaki giginya.


Catatan hadits:

*  عَنْ عَائِشَةَ أَنَّ النَّبِىَّ -صلى الله عليه وسلم- كَانَ إِذَا دَخَلَ بَيْتَهُ بَدَأَ بِالسِّوَاكِ

Dari Aisyah rodhiallahu ‘anha bahwasanya dia berkata, “Adalah Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bila hendak masuk rumah beliau mulai dengan bersiwak.” (HR Muslim: 253)

Oleh: cizkah
Artikel: ummiummi.com

.

Dzikir Pagi dan Petang: Berlindung dari Kesyirikan

Berlindung dari Kesyirikan

Sudah sejak…(lupa), Ziyad kami biasakan membaca dzikir pagi dan petang. Baru 2 dzikir. Tapi lebih sering dipraktekkan yang satu, yaitu dzikir

بِاسْمِ اللهِ الَّذِي لاَ يَضُرُّ مَعَ اسْمِهِ شَيْءٌ فِي الأَرْضِ وَ لاَ فِي السَّمَاءِ وَ هُوَ السَّمِيْعُ العَلِيْمُ

dibaca 3x (1)

dan dzikir

أَعُوذُ بِكَلِمَاتِ اللَّهِ التَّامَّاتِ مِنْ شَرِّ مَا خَلَقَ

Lebih kepada supaya dia berdoa sendiri juga untuk minta perlindungan kepada Allah dari segala keburukan. Kami juga tentu saja tetap membaca doa perlindungan untuk anak-anak kami
Baca selengkapnya Dzikir Pagi dan Petang: Berlindung dari Kesyirikan

Cerita Sunat Metode Clamp Ziyad

Alhamdulillah, Ziyad sudah disunat tanggal 11 bulan Maret 2013 kemarin. Proses menuju kesana sebenernya gak secepat pengambilan keputusan tanggal sunatnya tanggal segitu hehe.

Aku lupa sejak kapan memotivasi Ziyad untuk disunat. Sunat itu ibadah. Sunat itu biar bersih. Aku juga kasih lihat ke dia foto anak-anak yang disunat pake metode clamp. “In sya Allah Ziyad pake cara ini. Biar gak terlalu sakit.”

sunat-clamp-ziyad

Dia semangat banget dan gak ada keraguan untuk disunat. Pas lagi seperti itu, aku bujukin abang untuk benar-benar ambil keputusan untuk sunat ini. Gak disangka malah pakai hitungan hari. Abang nelpon tempat yang menyediakan fasilitas sunat clamp itu hari sabtu,trus tau-tau bilang, “Hari Senin aja kalau gitu in sya Allah.” Jiaa… Mulai deh akunya yang deg-degan.

Kenapa Clamp?

Ziyad itu tipe yang kalau sakitnya agak berat mengalami perubahan kelakuan. Pas abis sakit DB itu, lumayan lama untuk balik lagi ke Ziyad yang ceria. Pas sempat sakit panas tinggi banget  tahun lalu karena main hujan-hujanan, abis itu juga bawaannya murung, marah-marah. Terutama ke Ab-nya sama ke Thoriq. Sedih banget ngelihatnya. Padahal udah sembuh. Tapi murung aja. Sampai dibawa nonton acara lumba-lumba. Cerianya sesaat aja. Habis itu tetep cemberut. Sampai bingung. Alhamdulillah trus kita kasih lihat dia video-video dia yang lama. Gimana dia ceria. Gimana dia baik banget sama adiknya masya Allah. Trus pelan-pelan balik lagi ke Ziyad yang heboh, ceria banget masya Allah hehe.

Nah, karena sebab itulah, aku pingin banget proses sunat ini berjalan tidak terlalu menyakitkan bagi dia. Rasanya gak pengen kalau dia jadi murung dan bersikap lain kaya kemarin-kemarin kalau sakit lumayan berat. Setelah browsing sana-sini tentang metode sunat, aku in sya Allah yakin dengan metode clamp ini. Dari hasil browsing itu, entah kenapa di otak aku tuh, kalo pake metode clamp itu gak pake acara sayat-menyayat :D. Atau paling tidak bukan seperti yang kemarin aku lihat pas Ziyad sunat. Kirainnya, kalo pake metode clamp itu, nanti kalau udah dipasang, trus nanti dibiarkan alat tersebut beberapa hari, trus nanti kulitnya kan bakal mati tuh yang terjepit. Jadi bakal gampang untuk “membuang”nya. Gak tau apa mau disayat atau tau-tau ngeletek sendiri kulit matinya (ini ko bisa banget ya pikiran kaya gini haha…).

Baca selengkapnya Cerita Sunat Metode Clamp Ziyad