Buat yang belum tahu, “Iya aku dah hamil lagi alhamdulillah!” ^^
Ini adalah kehamilan ketiga yang seharusnya ditunda selama satu tahun sejak kuret bulan Oktober tahun lalu (2009). Alhamdulillah, Allah memberi rezeki ini jauh lebih cepat dan alhamdulillah sejauh ini perkembangannya juga baik insya Allah.
Baca selengkapnya Trimester I Kehamilan Itu…
Category: Kesehatan
Kontrol Pasca Kuret
Alhamdulillah, kemarin (23 Okt), kami sampai di Jogja sekitar jam 8 pagi. Sampe rumah, ternyata sesuai dugaan berdebu sekali. Walaupun abang udah dari kereta bilang, “Nanti langsung istirahat aja, Dek.” Aku gak pernah jawab, soalnya udah ngebayangin dan mikir, “Kayanya gak mungkin deh…” Hehehe…
Cerita Kuretase Kehamilan Keduaku
Tanggal 9 September 2009, aku pendarahan. (pas bulan Ramadhan tu…). Mondok semalam di RSIB Sakina Idaman. Alhamdulillah udah ada kantong rahimnya. Usia kehamilan yang masih 5 minggu, jadi janin yang belum kelihatan waktu itu dianggap wajar.
Seminggu kemudian kontrol di bidan Harjuna, di USG. Kantung rahim membesar tapi blum ada janin. Ok…kita mulai khawatir deh. Mulai cari-cari info tentang blight ovum.
Dua minggu kemudian (tanggal 1 Oktober), kita cek lagi ke Sakina Idaman sama dr. Detty. Oh oh…ternyata belum juga muncul janinnya dan muncul massa. Mulai tambah khawatir, sebagaimana aku ceritain di post kemarin.
Seminggu kemudian (tanggal 6 Oktober), periksa ke bidan Harjuna. Tidak bisa memberi masukan apa-apa karena hasil USG gak bisa dibaca sang bidan (bukan bidangnya soalnya). Akhirnya besoknya, siang hari, aku periksa ke dr. Muzayanah. Massa dianggap gak membesar dan kelihatan seperti sudah ada janinnya. Tapi belum ada detaknya. Masih dengan kekhawatiran blight ovum (BO). Akhirnya disaranin 2 minggu lagi periksa. Kalo belum ada detaknya, berarti BO dan mesti kuret.
Besoknya, aku ngeflek dikiiit. Seperti keputihan tapi warnanya coklat.
Besoknya lagi, Jumat, seperti itu juga. Tapi cuma dikit banget. Dan sorenya, aku mulai merasakan perut orang mau haid (gak mules sih), tapi kerasa seperti ada yg mau keluar. Bolak balik aku liat ada bercak darah atau engga.
Sampai akhirnya…
Kantong Rahimku Masih Kosong? (Blight Ovum?)
Sejak kemarin aku menghitung hari menantikan hari ini – hari pemeriksaan ke dokter -. Ada banyak harapan/keputusan yang baru bisa ketahuan setelah pemeriksaan ini. Harapan bahwa janinnya berkembang dg baik dan kandungannya baik-baik aja. Harapan dokter menyatakan kandungannya sehat sehingga aman untuk melakukan perjalanan ke Jakarta. Harapan untuk benarn bisa pulang ke Jakarta dalam waktu dekat, beberapa hari setelah waktu pemeriksaan.
Baca selengkapnya Kantong Rahimku Masih Kosong? (Blight Ovum?)
Cerita Suka Duka Cita…
Banyaakk sekali kejadian beberapa bulan terakhir ini…dan bagi aku, semua kejadian itu lumayan besar pengaruhnya ke berbagai aktifitas. Dan kemarin uda cerita yang masalah penyapihan dan teman-teman akhwat.
Terakhir kemarin, kami disibukkan dengan pindahan rumah. Sebenarnya banyak juga yang bisa diceritain, intinya kami banyak mendapat banyak pelajaran dan hikmah. Gimana baiknya kalau insya Allah nanti punya rezeki dan bisa bangun rumah, apa aja yang mesti dipertimbangkan, terutama lingkungan.
Tips Penggunaan Diaper
Salam kenal untuk Mamanya Nayla yang menginspirasi tulisan ini 🙂
Sejauh ini, hampir selama satu setengah tahun ziyad menggunakan diaper, alhamdulillah hampir tidak pernah iritasi.
Tipsnya:
- Kalau diaper sudah terlihat berat dan penuh, walaupun baru sebentar dikenakan, sebaiknya segera diganti. (Saya pernah ke dokter anak, bahkan disarankan untuk mengganti tiap 3 jam sekali. Tapi saran ini tidak saya terapkan, hehehe, boros!).
Baca selengkapnya Tips Penggunaan Diaper
Mencoba Menjalani Gaya Hidup Lebih Sehat
Sebenarnya, ini juga sesuai dengan hadits Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam berkaitan dengan mengisi perut. Tapi aku lagi gak bisa nyari-nyari haditsnya.
Terkadang manusia lupa karena makan hanya karena sekedar mengisi perut, biar kenyang, mengecap kelezatan dan sebagainya. Padahal lebih penting lagi adalah makan itu untuk beribadah kepada Allah dan sangat penting juga kalau makan itu bukan menjadi hal yang membahayakan diri kita sendiri. Kok bisa? Baca selengkapnya Mencoba Menjalani Gaya Hidup Lebih Sehat