Ingin Tertawa dan Menangis…

Kejadiannya tadi malam, di usia Ziyad 3 tahun kurang 8 hari. Masya ALlah, rasanya bahagia, seneng, campur aduk. Ziyad tiba-tiba aja bisa baca al-Fatihah ngikutin aku baca dari awal sampe akhir…huhuhu…walaupun ada beberapa kalimah (kata) yang ketinggalan dan masih ngikutin aku baca, tapi ini benar-benar…apa ya…pokoknya hal yg luar biasa menurut aku, begitu pula Abang. Sampe tadi pagi pun, Abang masih ngebahas itu. Ada satu pelajaran yang pentiiingg banget yang aku makin sadari dari kejadian ini. Insya Allah di akhir ya, biar kita sama-sama merasakan hikmah dan pelajaran penting itu.

Baca selengkapnya Ingin Tertawa dan Menangis…

Ziyad, Tiga Tahun Kurang Satu Bulan (35 Bulan)

Huhu…akhirnya nulis lagi tentang Ziyad. Terakhir pas 2 tahun 9 bulan kalo gak salah ya. Sebenernya banyaaaaaaaak banget yang pengen ditulis, dan itu selalu ada aja setiap bulan perkembangan terbarunya. Tapi pengennya sebenernya ditulis selengkap-lengkapnya sama cerita-cerita lucu berkaitan dengan perkembangan si bujang satu ini. Tapi, menulis itu (hal lainnya juga kali ya), kalo menunggu sampai sempurna duluan, ternyata malah gak jadi-jadi. Oh ini berarti jangan di contoh *merunduk lesu*.

Baiklah *menyingsingkan baju*, mari kita catat perkembangan bujang satu kita ini.

Perkembangan Bahasa

HUWAAA!! Tau gak kalo anak umur empat tahun itu akan bertanya sebanyak 400 berapaa gitu dalam sehari. Pas baca tweet itu, aku langsung komen, “Kayanya Ziyad baru tiga tahun udah kaya gitu deh.” Hihi. Kalo yang pernah lihat film pendek cuma berapa menit yg dibikin sama negara mana itu, yang bapaknya nanya, “Itu burung apa?” Sampai beberapa kali, trus anaknya lama-lama marah, akhirnya bapaknya ngasih catatan pas dia masih kecil, dia juga nanya seperti itu berkali-kali, tapi bapaknya gakkk pernah marah. Konsep ini akhirnya diadopsi sama iklan Petronas yang tahun berapa, tapi kalo di iklan Petronas, ibunya yang nyatet gimana anaknya nanya berkali-kali. Oh, dan ternyata itu memang bagian dari perkembangan anak-anak tooh…

Baca selengkapnya Ziyad, Tiga Tahun Kurang Satu Bulan (35 Bulan)

Belum Hafal Al-Qur’an

Catatan usia 2th 10 bln (sambungan yg baca iqro)

Lanjut yang tadi, kenapa analisaku dia adalah pebelajar visual, ya karena lancar itu mengingatnya dari apa yang dilihat. Sedangkan ngajarin dia dengan ditalqin surat al-ikhlas udah lama banget, belum bisa-bisa. Masi kurang mau. Baru sampe qul huallohu adad. Dia nangkep qolqolahnya dilafalin, bukan dipantulin hehehe.

Doa yang sudah dia hafal adalah doa mau tiduuur…Masih pelan2, kadang masih diingetin dikit2. Tapi insya Allah dah hafal dan bisa melafalkannya. Bis mika allahumma amuutu wa ahyaa….

Karena lancar kata “bis”, keluar kamar mandi ingetnya, “Bisnaka”, hehehe, “Ghufronaka sayangg…”.

Iqro Ziyad

Ziyad, belajar iqro, baru-baru ini. Ya…lupa sih tepatnya. Sekitar 4 bulan-an. Tapi ketika beli iqro, gak langsung belajar kaya anak-anak di TPA. Sekedar beli dulu, sekedar ngasih tau ada huruf arabic.(Ini juga pertimbangan karena Ziyad baru “lancar” bicaranya ya baru-baru ini).

Alhamdulillah, di usia Ziyad 2 tahun hampir 10 bulan ini, hari ini Ziyad sudah masuk ke huruf ر.

Baca selengkapnya Iqro Ziyad

Buah Hatiku Trauma…

Yap yap…kemungkinan besar, Ziyad mengalami trauma, pada rumah sakit, dokter dan hal-hal berkaitan dengan kesehatan itu. Supaya runtun…aku cerita latar belakang dan hal-hal sebelumnya yang terjadi dan seterusnya…

Pertama

Kami, alhamdulillah, tidak memberikan hukuman atau ancaman kepada Ziyad ketika mengarahkan atau memerintah Ziyad dengan suatu hal yang positif atau hal yang memang tidak patut utk dijadikan hukuman. Misalnya, ketika dia melakukan kesalahan, maka kami tidak memberi ancaman, “Ayo, nanti kalo gak patuh sama ummi, disuntik sama dokter lho.” Atau misalnya, “Nanti ummi suruh makan sayur lho.”  atau misalnya lagi, “Nanti ummi taro tempat gelap lho ya.”

Tidak…kami alhamdulillah tidak memberikan hal-hal semacam itu.

Baca selengkapnya Buah Hatiku Trauma…

“Jadi anak sholeh ya sayang…”

Kejadiannya setelah kejadian yang tadi…beberapa jam kemudian…

Ziyad, dari dulu termasuk anak yang sulit tidur. (Tapi pernah baca di status facebook mba Lia yang mbicarain anaknya yg sulit tidur, dan banyak ibu-ibu lain yg komentar hal yang sama, akhirnya aku baru tahu, kalau aku tuh gak sendirian).

Malam ini, seperti aku cerita barusan, aku kan dah capek banget. Gak seperti biasanya, jam 9 aku dah matiin laptop. Pingin istirahat, pingin tidur cepet. Pingin Ziyad juga ikut tidur cepet, biar dia bangun pagi, biar dia tidur siang, dan ritme kehidupan kembali normal seperti ketika kami berkomitmen utk merubah ritme kehidupan kami beberapa bulan yang lalu (dan alhamdulillah sempat berhasil).

Tapi, karena kemaren Ziyad habis sakit DB, dan kami sengaja membiarkan dia istirahat, ndak pingin bangunin dan ngeliburin dia dari sekolah selama hampir 10 harian…ritme kehidupan kembali berubah. Tidurnya jadi tengah malam, bangunnya siang, gak tidur siang, dan akan baru bisa tidur setelah tengah malam lagi.

Baca selengkapnya “Jadi anak sholeh ya sayang…”

“Cayang…”

Hum…malam ini pingin cerita-cerita….dah lama gak cerita ya…walau sebenernya pengen cerita…(kok mbulet…)

Langsung aja…Kejadian pertama yang pingin aku “catat” adalah…

Ketika malam ini, aku semakin penat, bercampur antara keadaan haid yang emang suka bikin mellow, terus jadi cepet capek, terus juga seharian ini qodarullah full banget kerjaan, cuci piring, masak, jemput Ziyad, termasuk abis itu langsung ke Indomaret di jln. Nyi Condro Lukito ituh (pake sepeda mini lho…), yang berarti pas pulang itu ngayuh sepeda, sambil bawa Ziyad di antara lalu lalang lalu lintas yang padat dan itu jalan adalah tanjakan….fiuwh….ya…intinya penat deh…kegerahan juga, ngerombak kamar Ziyad juga krn kalau malam Ziyad batuk-batuk, kayanya dindingnya bermasalah, jadi aku ubah posisi dan tata letak semua barang…nyapu2,ngepel2 seluruh rumah.

Baca selengkapnya “Cayang…”

Nyeta-in…Awalll…

Heuehehe…hayo apa ituu…

Itu adalah kalimat Ziyad yg sepertinya merasuk ke dia, jadi dia ocehin sendiri sambil main. Nadanya juga nada copy paste dari si Umm-nyah. Ceritanya beginih…

Udah sejak lama Ziyad mulai diperkenalkan dengan lafdzul jalalal Allah dan Dzatnya. Nah…kalau dulu-dulu kan cuma bisa diceritain, misalnya, “Ziyad yang menciptakan Allah.” Atau yang semacamnya. Memang untuk tahap awal, masih dalam tahap pengenalan tauhid rububiyah dulu. ^^ Nanti dengan sendirinya insya Allah pelan-pelan dia bakal tahu konsekuensi dari tauhid rububiyah itu.

Baca selengkapnya Nyeta-in…Awalll…

Ziyad 2,5 Tahun

Alhamdulillah, bulan Januari lalu, Ziyad genap berusia 2,5 tahun. Alhamdulillah (lagi), Ziyad sudah mulai bisa bicara (menyebutkan berbagai kata) sejak kira-kira 3 4 bulan yang lalu. Tepatnya sih waktu abis pulang ke Jakarta dalam rangka menghibur diri setelah dikuret. Hehehe. (Sekitar bulan Oktober)

Kebetulan di Jakarta, semuanya berbahasa Indonesia. Dan sang nenek (yang gak mau dipanggil mbah), sangat gencar mengajarkan Ziyad ngomong. Dan waktu di Jakarta, Ziyad baru bisa mengikuti kata “tadi.” Tapi nenek tercinta tetep ngajarin yg lain-lain.

Baca selengkapnya Ziyad 2,5 Tahun

Bujang Satu-ku, Dua Tahun Dua Bulan (1)

Udah 2 bln gak nyatet perkembangannya bujang satuku. Mari kita muleeii…

Kebanjiran Bahasa
Alhamdulillah ‘ala kulli haall..hehhe…Ziyad masih sedikit niii nambah-nambahnya. Setelah terjadi diskusi (lagi) sama Anik (Ummu Muhammad), – kan belio dr psikologi- terus ngebahas tentang pengajaran bahasa ke anak yang menurut penelitian lebih baik kalo satu bahasa dulu. Nah, nah, dulu kita (aku sama abang) dah pernah denger masalah ini. Tapi masih gak terlalu gubris. Masi pingin ngajarin bahasa Arab juga.

Baca selengkapnya Bujang Satu-ku, Dua Tahun Dua Bulan (1)

Bujang Satuku – Dua Tahun Dua Bulan (bag 2)

Hehehe…banyak yg ketinggalan di catatan kemarin…’ala kullia haall…kalo direnung-renungin, semua proses mengajarkan -bayi- yg tadinya tidak bisa apa-apa emang butuh proses yg panjang dan butuh perjuangan tersendiri.

– toilet training –
Ziyad akhirnya bisa menyampaikan dia mau pipis sendiri membutuhkan waktu 5 bulanan.

– penyapihan –
Ziyad lepas ASI stlh 4 bulan penuh.

– gosok gigi –
Butuh sekitar 8 bulan sampai akhirnya Ziyad mau buka mulutnya tanpa dipaksa dan digosok seluruh giginya bahkan mau disikat lidahnya. Mulainya dari usia 1 th 2 bln.

Baca selengkapnya Bujang Satuku – Dua Tahun Dua Bulan (bag 2)

Saatnya Bercerita Tentang Proses Penyapihan

Ehem…hari ini tanggal 6 Agustus 2009, pukul 12.05 pm, buah hatiku Ziyad Syaikhan sudah lepas dari ASI selama 49 jam. Gak nyangka…akhirnya bujangku tersayang itu sudah melewati masa-masa 100% lepas dari ASI. Kemarin, setelah 24 jam-an Syaikhan gak ‘nenen’ lagi, ketika kami bercengkrama di tempat tidur, aku merasakan ada sesuatu yang hilang…Sedikit sedih, tapi aku pikir beginilah rasanya seorang Ibu ketika melepaskan satu tapakan hidup dari anaknya. Ketika ia sudah mulai tidak ‘tergantung’ lagi dengan si ummi. Ketika saat-saat kedekatan itu semakin berkurang. Saat-saat dimana mulut mungil itu meminta haknya, karena mengantuk, karena haus, karena sedih…Dan ternyata, yang merasakan ‘sedih’ ini bukan cuma aku. Si Abah juga merasakan saat-saat melow, tapi kayanya gak separah ummi deh…

Sekarang…cerita proses penyapihannya yah…*sambil hapus-hapus air mata yang menitik…*

Baca selengkapnya Saatnya Bercerita Tentang Proses Penyapihan

Buah Hatiku Menuju Bulan Ke-24

Insya Allah, tanggal 24 bulan Juli ini, buah hatiku tersayang berumur 24 bulan alias 2 tahun. Tapi seperti ketika ia berusia 1 tahun, kami melewati hari-hari tersebut sebagaimana hari-hari biasanya. Kenapa? Karena Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam tidak pernah mencontohkan merayakan atau menjadikan hari raya ketika seseorang memasuki tanggal lahirnya. Dan merayakan ulang tahun itu termasuk syiar dari kaum kuffar karena itulah kita gak boleh meniru-niru mereka. “Man tasyabbaha biqoumin fahuwa minhum.” (“Barangsiapa yang menyerupai suatu kaum, maka ia termasuk bagian dari mereka.”). Wal ‘iyyadzu billah. Baca selengkapnya Buah Hatiku Menuju Bulan Ke-24

Masya Allah Lucunyaa…

Sebenarnya dari kemarin banyak hal yang ingin ditulis. Cuma… karena untuk menyelesaikan tugas-tugas lainnya aja dah kepayahan ples koneksi lagi jelek bangettt (gak tau telkom flashnya kok jadi gini ya sejak menerima pendaftaran baru) terus kayanya sejak (alhamdulillah) beli PC supaya aku lebih leluasa ndesain dan abang lebih leluasa mengerjakan pekerjaannya, aku jadi lebih jarang nyentuh internet (padahal sebelumnya juga udah jarang ya?). Bener-bener bekerja di belakang layar internet 😛

Lagi pingin cerita tentang Ziyad aja ah, yang gak terlalu perlu mikir dan gak mesti buka-buka buku. Kemarin banyak yang ketinggalan soalnya catatan perkembangannya bujang satu ini.

Baca selengkapnya Masya Allah Lucunyaa…

Satu Tahun Sembilan Bulan

Alhamdulillah… Ziyad Syaikhan sudah berumur satu tahun 9 bulan 13 hari. Beberapa perkembangannya kok mulai gak tercatat ya. Catatan ini sebenarnya bermanfaat untuk aku sendiri sih. Buat bekal kalau punya yang kedua atau ketiga atau keempat insya Allah, hehehe… Soalnya catatan yang dulu aku tulis di kertas (waktu itu masih nyatet perminggu, karena perkembangan tiap minggu tuh dah banyak banget), masih bermanfaat sampai sekarang. Baca selengkapnya Satu Tahun Sembilan Bulan

Toilet Training Versi 2 (Malam Hari)

Alhamdulillah, setelah satu setengah bulan menjalankan toilet training siang hari, pada bulan Maret ini, Ziyad Syaikhan bisa mulai ‘lepas diaper’ pada malam hari.

Awalnya aku dan suami berniat menjalankan (mencoba) ide frugal yang aku telah posting kemarin (soalnya kami sendiri belum pernah mencobanya). Jadilah kami di awal bulan membeli diaper Mamy Poko dua buah. Perkiraanku, ketika satunya dicuci, paling tidak ada persediaan satu lagi untuk dipakai. Kemudian aku membeli diaper uukuran XL isi 20, jaga-jaga untuk dipakai ketika berpergian.

Malam pertama, aku masih kenakan ke Ziyad diaper Momy Poko tersebut. Ide suami sih ini sebenarnya. Paginya aku buang isi diaper yang sudah kena pipis tersebut, kemudian aku cuci seperti mencuci baju lainnya. Kemudian sambil itu, aku masih menunda sekaligus berpikir bagaimana menerapkan secara enak metode itu. Karena berarti harus ada kain yang diisikan ke diaper. Dan alternatifnya yang paling enak sepertinya mengisi dengan popok. Aku pikir tidak bagus untuk kulit Ziyad kalau langsung kugunakan popok yang sudah aku simpan hampir 1 setengah tahun yang lalu. Mesti ada binatang-binatang kecil yang bersarang di situ. Jadi, aku pikir paling tidak ,aku harus menyetrikanya.

Alhasil, setelah berputar-putar berpikir dan mempertimbangkan semuanya, aku memutuskan, “Sekarang saatnya”, untuk mulai mengajarkan toilet training di malam hari (alias tidak jadi menerapkan metode isi diaper dengan kain tersebut). Pertimbangannya,

1. Tidak nyaman untuk Ziyad.

2. Sama saja pilihannya, yaitu aku harus bangun di malam hari. Baik untuk mengganti kain yang mungkin sudah dikencingi, atau bangun untuk mengantarkan Ziyad ke kamar mandi.

Hasilnya?

Alhamdulillah…Senaaannggg bangetS!! Ternyata tidak sesulit yang dibayangkan. Karena pada malam hari (waktu tidur), Ziyad memang jarang pipis. Aku hanya perlu bangun sekali untuk membawanya ke kamar mandi. Membawanya??

Yup, sekedar mengendong, kemudian aku taruh dipangkuanku, kemudian kakinya aku pijakkan ke lantai supaya dia merasakan dinginnya. Hebatnya, Ziyad tetap tidur walaupun aku begitukan. Kemudian aku siram-siram sedikit kaki dan penisnya dengan air. Pipislah dia…Hehehe. Setelah acara siram-siram ke bagian-bagian yang kena pipis dan terciprat, aku bawa lagi ke kamar dan masing-masing melanjutkan tidurnya. Hehehe…

diaper Momy Poko yang satunya sampai sekarang masih belum terpakai lho. Siang hari, misalnya kami ajak Ziyad Syaikhan keluar, ternyata ia tetap tidak pipis (walaupun perginya selama 2 jam). Sampai di rumah, biasanya langsung aku cek, dan ketika bersih dari pipis, langsung aku suruh pipis di kamar mandi. Jadilah diapernya aku simpan lagi. Sudah berapa kali seperti itu. Alhamdulillah, diaper yang kubeli kemarin yang bentuknya celana. Jadi, tidak ada masalah dengan perekat (yang mungkin akan aus kalau berkali-kali dibuka tutup).

Begitulah Ibu-Ibu. Hehehe…Setelah hiruk pikuk di dua minggu pertama toilet training, di bulan kedua ini, alhamdulillah hasilnya sudah dapat dikecap sedikit demi sedikit. Bukan berarti sudah bisa leha-leha (santai) lho. Karena aku tetap menjadwalkan satu jam sekali mengantarkan Ziyad Syaikhan pipis di siang hari. Kemudahannya sekarang adalah Ziyad bisa disuruh untuk pipis walaupun yang keluar sedikit ketika sudah di kamar mandi. Kalau dulu awal-awal, bisa-bisa 10 menit di kamar mandi, kalau Ziyad lagi tidak ingin pipis ya tidak akan keluar pipis itu.

Mudah-mudahan Allah memberi kesabaran untuk meneruskan toilet training ini. Insya Allah kalau Ziyad sudah lancar bicara, ia akan lebih mudah menyampaikan kalau “Uridu an abul ya Ummi…” Hehehe…