Belajar Menulis Latin

Sekilas cerita lagi tentang cara Ziyad belajar menulis. Di awal-awal, gerakan tangannya masih banyak mengambang. Artinya masih harus mempersiapkan kesiapan belajar menulis itu sendiri.

Hal ini bisa dilakukan misalnya dengan mencetak dari benda-benda berbentuk lingkaran. Misalnya tutup gelas. Secara gak langsung dia sudah belajar menekan dan membuat garis lengkung.

Pada Ziyad, kesiapan belajar menulis ini terbentuk secara alami alhamdulillah. Karena dia banyak menggambar. Panah, gambar orang berperang, mobil dstnya. Dia juga sudah menyelesaikan belajar menulis satu buku untuk belajar menulis dasar (semua huruf masih ada titik-titiknya).  Lupa di usia berapa. Setelah itu belajar menulisnya sifatnya insidental. Gak pingin maksa karena usianya toh memang masih segitu.

Baca selengkapnya Belajar Menulis Latin

Teman Baik In sya Allah

Seperti pernah aku ceritakan, teman laki-laki Ziyad di lingkungan sini sedikit. Itupun usianya sudah lebih tua dari Ziyad. Beda usianya antara 2-3 tahun. Kami pindah ke kontrakan ini ketika Ziyad berumur 2 tahun 9 bulanan. Dan anak-anak sepermainan itu sudah masuk TK, bahkan ada yang sudah kelas 1 SD.

Hasilnya, saat mereka bermain bersama, pembicaraannya kurang nyambung. Dan sepertinya mereka malas berbicara dengan anak kecil yang belum “setaraf” dengan mereka.

Baca selengkapnya Teman Baik In sya Allah

Bullying & Unschooling

I don’t know where to start….
Perasaan berdebar dan gelisah berlangsung sejak kemarin. Menimpa kami berdua. Aku dan abang.

Beberapa hari yang lalu, aku membaca artikel tentang bullying di group Sunni Homeschooling. Artikel yang cukup panjang. Namun aku membacanya secara keseluruhan. Bukan tanpa alasan. Karena aku ibu dari Ziyad. Aku mengenal karakternya. Ziyad adalah tipe anak yang tidak suka main dengan hal-hal yang berbau kekerasan. Permainan yang sebenarnya tidak umum namun memang seringkali terjadi pada anak-anak. Kalaupun terjadi, Ziyad kemungkinan besar menjadi anak yang terkena bullying. Setelah membaca artikel itu, aku langsung mengirimkan lewat email ke abang.

Gak disangka, kalau itu memang benar-benar terjadi pada Ziyad. Sudah lama! 🙁

Baca selengkapnya Bullying & Unschooling

Belajar Berhitung

Alhamdulillah…sejak sekitar 4 mingguan yang lalu, Ziyad mulai belajar berhitung. Maksudnya sudah mulai masuk dalam ranah belajar yang lebih diseriuskan hehe. Sebelum-sebelumnya secara tidak langsung sudah belajar dasar-dasar. Dilakukan dalam kegiatan sehari-hari. Misalnya ketika dia minta kertas, aku bilang “Lima ya, coba dihitung dulu benar 5 gak?” Terus hitung deh.

Mulai belajar berhitung juga karena aku lihat perkembangan belajar membaca latin dan arabnya alhamdulillah bagus. Proses belajar kedua materi itu sudah berjalan lebih  ringan. Bahkan, untuk baca latin  karena satu halaman sudah lancar dan cepat, bisa aku rapel 2-3 halaman. Walau baru AISM 4, Ziyad sudah sering buka buku dan berusaha baca karena menikmati dia sudah mulai bisa membaca. Alhamdulillah 🙂

Nah…sebelum mulai proses belajar berhitung ini, aku banyak melihat dan download dari youtube. Terutama cara belajar di Montessori. Proses belajar berhitung ini, aku lihat jadi lebih terlihat mudah. Salah satu video yang aku lihat ini:

Baca selengkapnya Belajar Berhitung

Romantis

Sampai kemarin malam, aku berpikir romantis itu bukanlah hal yang sifatnya naluri atau natural. Maksudnya romantis disini yang berkaitan sama hal-hal “manis” yang disukai wanita pada umumnya, misalnya bunga. Tadinya juga aku berpikir, kalau orang yang suka kasih bunga itu mungkin juga sok romantis. Karena si pemberi bunga mungkin terpengaruh dengan tulisan yang dia baca, kisah yang dia dengar atau mencontoh dari kejadian orang lain. Tapi di rumah ini, ternyata ada yang dengan pikiran sederhananya, bisa berbuat sesuatu yang romantis, walau dia sendiri belum tahu apa arti romantis :).

Yep…siapa lagi kalo bukan Ziyad.

Baca selengkapnya Romantis

Reminder…

Kemarin malam, terkejut dengan ucapan Ziyad sebelum tidur. Lampu sudah gelap. Acara ngobrol-ngobrol sudah usai. Tiba-tiba dia bilang,

“Mi…besok abis sholat doain ammah Fia ya.”

“Apa?”

“Besok abis Ummi sholat, doain ammah Fia ya.”

“Ooh…Iya sayang insyaAllah…masyaAllah barakallahu fik…”

Terus samar-samar dia melanjutkan, “Nanti dihidupin lagi, terus masuk surga…”

“Aamiiin.”

Terharu…

My Kid’s Name

Gak tau emang nama anak-anakku yang sulit secara pelafalan atau emang gimana. Atau karena mengandung huruf-huruf “berat” seperti Z dan Q? Apalagi untuk daerah Jawa, penggunaan kata Z seringkali diucapkan dengan “Y”. Jadinya, orang-orang suka salah menyebut nama Ziyad & Thoriq.

Ziyad:

Bisa berubah jadi Zihaad, Yihad, Jihad, atau ketuker jadi Zahid. Yang lebih “parah” lagi panggilan dari mbah tetangga kami di Bantul, “Ijat“. Haha…sampe ketawa ngakak-ngakak sama abang pas ngebahas ini.

Thoriq:

Gak terlalu sering sih. Tapi kemarin pas di toko Merah, mas yang jaga yang sepertinya suka anak kecil nanya gini ke Abang, “Namanya Shodiq ya mas?” Haha…sampe rumah kita ngakak-ngakak lagi. Ya ampuun. Jauh banget Shodiq sama Thoriq.

Tadi juga abang baru cerita ditanya sama mba Aminah yang biasa bantu bersih halaman masjid dekat rumah. “Thohirnya lagi tidur ya mas?”

Hahahaha….

Eh ada lagi deng, nama kun yah Abang. Nama bapak beliau Munzir. Sampai saat ini – di kalangan penuntut ilmu zaman belau dan ustadz-ustadz – beliau ma’ruf dengan nama Ibnu Munzir. Ini juga bermasalah. Ada yang manggil mas Munir. Hihi…lumayaan…cuma ilang satu huruf. Ada juga yang tahu tapi ngelafalinnya jadi, “Mas Munyir.” Hihihi…tambah ngikik…

“Om Nyembah Allah?”

Ziyad itu…super sanguinis masyaAllah. Ketemu orang, dikasih angin dikit udah langsung kaya saudara. Dipeluk-peluk, diajak ngobrol ngalor ngidul. Apalagi kalo orang dewasa. Kaya pas kemarin di distro baju di jalan Cendrawasih. Dikasih angin dikit, “Kelas berapa?” Langsung cengengesan, jumpalitan deh pokoknya. Sampe gak enak sendiri, takutnya orangnya basa-basi aja kan.

Karena Abang gak dapat yang diinginkan, akhirnya besoknya kita ke cabang distro itu di jalan Mataram. Udah agak malam. Pas kebetulan awal-awal cuma kita pengunjungnya. Tokonya kecil. Ternyata di sini, salah satu dari dua penjaganya juga ngasih angin yang sama ke Ziyad.

Baca selengkapnya “Om Nyembah Allah?”

Kalo Ziyad Sudah Punya Jenggot…

Salah satu didikan suami ke Ziyad adalah menggambarkan bahwa sosok berjenggot itu gagah, keren lah pokoknya. Kalo laki-laki itu ya punya jenggot. Nanti insyaAllah Ziyad juga punya jenggot.

“Mau gak punya jenggot?” kata abang. “Mau”, jawab Ziyad.
Baca selengkapnya Kalo Ziyad Sudah Punya Jenggot…

Abang Ziyad


Video Thoriq usia 5 bulan dan Ziyad 3th11bulan. Seru…Thoriq mulai bisa diajak main.

Mo nyatet banyak hal tentang berbagai kejadian, tapi apa dayaaa….Sejak bulan apa ya, desainer balik lagi jadi diriku seorang. Trus bersamaan dengan nyantolnya Thoriq kemana-mana (ini mah dari dulu ya hihi), jadinya kalo udah di depan laptop cuma bisa buat kerjaan.

Mo nyatet ini nih.

Tau kan biasanya antara adik kakak ada persaingan, kecemburuan dan lain-lainnya. Aku udah baca dan mengantisipasi hal ini sejak Thoriq dalam kandungan lewat baca-baca buku tentang ini. Pas akhirnya emang anaknya udah lahir ke dunia, berbagai kejadian yang diceritakan di buku memang pada umumnya terjadi. Tapi alhamdulillah, sampai saat ini berlalu dengan baik…bi idznillah.

Baca selengkapnya Abang Ziyad

Ziyad Syaikhan – 4 tahun 10 bulan –

Ckckck…udah lama banget gak ngisi blog. Apa daya, apa daya…^^
Langsung aja ah..udah lama gak nyatet perkembangan Ziyad…Banyak yang kelewat ataupun sulit tercatat secara detail. Berbagai kejadian setelah Thoriq lahir, proses belajar di rumah, dan lain-lainnya.

Kalo lihat Ziyad sekarang, aku dan abang sering banget bilang, “Masya Allah…anak ummi udah gede sekarang, barokallahu fiik.” Aku ingeeettt banget satu moment ketika dia baru berusia sekitar 3 mingguan, waktu mba Susi istrinya ust Aris datang. Mba Susi komentar, “A itu itu udah gede.” Kayanya pembicaraannya berkisar Ziyad yang lahir dengan berat 2.75kg deh. Waktu itu aku memandang bayi Ziyad yang sedang tidur tertutup kojong (tau kan…yang kaya tudung saji buat menghindari dari nyamuk itu loh). Dan kalo inget itu..ah…dan tentu saja banyak memori lainnya…jadi terharu.

Baca selengkapnya Ziyad Syaikhan – 4 tahun 10 bulan –

Kabar BLW (Baby Led Weaning) Thoriq

Seorang teman memintaku mereview hasil BLW Thoriq kemarin. Apakah berhasil? Apakah Thoriq beneran gak jadi seorang picky eater. Apakah ini dan itu. Sebenarnya memang sudah niat mo menceritakan perkembangannya…makanya ada beberapa video dan gambar hasil dokumentasi.

Baca selengkapnya Kabar BLW (Baby Led Weaning) Thoriq

Apa Ziyad Kena Bullying?

Ini postingan yang aku post di group Sunni HomeSchooling…eman-eman udah nulis panjang-panjang gak kearsip. Siapa tau yang baca ada yang punya solusi :D.

#

Orang2 yg ketemu Ziyad insyaALlah tau anaknya tuh aktif dan supel (tapi kadang kalo gak cocok ya bakal streng2an juga si). Dia ketemu sapa aja lsg nyapa, ketawa…dll (uda dari kecilnya gitu juga…bahkan sampe sama tukang parkir juga ngajak bercanda, sama yg punya warung makan lsg lendotan – eh ini sosialisasi gak sih hehe)…kalo sama anak2 juga ceria.
Baca selengkapnya Apa Ziyad Kena Bullying?

Ziyad Syaikhan +- 4 Tahunan

Kalau menurut kalender hijriah, Ziyad udah umur 4 tahun tanggal berapa Juni ya…dia kan lahirnya bulan Rajab. Kalo menurut kalender Masehi, tanggal 24 Juli kemarin.

Banyak…banget kemampuan dia yang masya Allah kayanya sulit kalau ditulis satu persatu. Plus perkembangan emosional, sosial dllnya. Mari coba kita tuliskan satu persatu.

Proses Homeschooling (Homeschoolingan :D)
Proses homeschooling-nya Ziyad masih berjalan. Aku udah mulai coba masukin materi baca AISM. Tapi masih mood-mood-an, dan masih berusaha dengan pendekatan yang tepat, supaya gak jadi belajar formal. Sekarang dia udah sampai “ga”.

Baca selengkapnya Ziyad Syaikhan +- 4 Tahunan

Unschooling and Homeschooling Wannabe

Unschoooling ini adalah proses kami mengeluarkan Ziyad dari childcarenya. Sebenernya gak tau deh tepat atau engga disebut unschooling.

Kejadiannya, sekitar awal Februari. Yang itu berarti Thoriq baru berumur 1 bulan dan itu juga berarti semester kedua baru saja dimulai. Secara tiap semester itu kita mesti bayar Rp 75.000 untuk biaya permainan dan alat tulis.

Baca selengkapnya Unschooling and Homeschooling Wannabe

Ziyad Syaikhan…Buah Hati Pertamaku…

Aneh ya mungkin…pengennya – harusnya – cerita tentang kelahiran Thoriq Ibrohim (buah hati keduaku…), tapi malam ini tiba-tiba melooww…banget, mikirin Ziyad.

Aku ngerasa, ini salah satu lagi tahapan kehidupan Ziyad yang harus aku laluin dengan rasa haru, takjub, campur aduk yang membuat air mata akhirnya mengalir. Sama seperti waktu Ziyad akhirnya lepas dari ASI setelah 2th menghisap dari tubuhku. Ada suatu rasa yang membuat aku…entah…*ngusep-ngusep air mata*.

Baca selengkapnya Ziyad Syaikhan…Buah Hati Pertamaku…