Kadang Kita Lupa

Manusia suka aneh.  Ingin waktu luang, tapi ketika ada waktu luang, yang dikerjakan – sebenarnya – malah hal yang menyibukkan diri yang bikin lelah fisik atau bahkan hati.

Kemudian, setelah berlalu waktu, berharap ada tambahan waktu luang karena waktu luang yang tadi sudah dipakai untuk hal yang menyibukkan dan melelahkan. Yang bikin dia gak ada waktu luang lagi untuk istirahat, untuk menyegarkan diri, untuk mengerjakan hal lain yang sebenarnya sedang ingin dia kerjakan.

Jadi gimana? Ternyata gak ada waktu luang?

Sebenarnya gak ada yang salah dengan mencari kegiatan yang sifatnya menghibur (yang tentu saja tidak melanggar syariat). Hati manusia memang mengalami kebosanan sebagaimana badan mengalami kelelahan.

Tapi, manusia memiliki sifat lupa. Manusia lupa, bahwa kegiatan yang menghibur ini kadang malah jadi prioritas dan melupakan yang lebih utama. 

Kegiatan apalagi kalau bukan ibadah.

Liburan tapi ibadah? Aneh ya?

Berarti memang kita sedang lupa.

Lupa kalau kita ini hamba Allah.

Yang namanya hamba, senang-senangnya itu dibatasi. Karena ada kewajiban-kewajiban yang menanti. Ada tenaga yang terbatas. Ada waktu yang bisa terasa sangat sempit. 

Tapi kita juga lupa, kalau kita hamba; yang ketika melakukan ibadah, Allah janjikan dengan banyak sekali balasan yang sangat menguntungkan kita. 

Ketika kita punya waktu luang dan lapang, cobalah manfaatkan untuk melakukan ibadah yang lebih baik kepada Allah.

Allah ta’ala berfirman yang artinya,

“Sesungguhnya orang-orang yang selalu membaca kitab Allah dan mendirikan shalat dan menafkahkan sebagian dari rizki yang Kami anugerahkan kepada mereka dengan diam-diam dan terang-terangan, mereka itu mengharapkan perniagaan yang tidak akan merugi, agar Allah menyempurnakan kepada mereka pahala mereka dan menambah kepada mereka dari karunia-Nya. Sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Mensyukuri.”

(QS.Faathir/35 : 29-30)

Coba lihat dan renungkan. Kita hanya diminta untuk membaca kitab Allah, mendirikan sholat dan menafkahkan sebagian rezeki. Allah kemudian pastikan bahwa orang yang melakukan ini adalah orang yang melakukan perniagaan yang tidak akan merugi. Sudah begitu dikasih pahala. Plus ditambah lagi karunia-Nya.

Nah, kurang enak apalagi?

Manusia suka lupa kalau ini udah janji-janji yang enak banget. Sudah jelas dapat pahala, tapi diperjelas dengan perniagaan yang tidak akan merugi, karena manusia kan suka hitung-hitungan ya. Ah, nanti kalau ibadah, rugi dong, berkurang waktu buat senang-senangnya. Yah, masak lagi libur malah dipakai ibadah.

Padahal yang namanya waktu itu kan sesuatu yang gak nampak banget kecuali kita hitung-hitungan lihat jam terus-terusan. Yang namanya kemudahan itu juga bukan sesuatu yang selalu “kelihatan” wujudnya. Disitulah letak janji berikutnya. Allah janjikan tambahan KARUNIA. 

Tambahan karunia inilah yang sangat kita cari. 

Karunia ini bentuknya bisa bermacam-macam. Yang wujudnya kadang bukan wujud fisik. Bisa berupa kemudahan urusan, waktu yang berkah, mendapatkan ilmu yang berguna untuk akhirat atau bahkan rezeki yang datang dari arah yang gak disangka-sangka. 

Salah satu hal lainnya yang juga mungkin kita lupa adalah kita tidak selalu punya waktu luang yang bisa digunakan untuk beribadah.  Ketika kita selalu mengingat Allah di waktu luang kita, yang itu biasanya kita anggap sebagai hari libur, tanggal merah atau bahkan di hari-hari biasa tapi ada waktu luang sejenak. Maka semoga Allah akan lapangkan dan mudahkan urusan kita di waktu-waktu lainnya.  

ﺗَﻌَﺮَّﻑْ ﺇﻟَﻰ ﺍﻟﻠﻪِ ﻓِﻲ ﺍﻟﺮَّﺧَﺎﺀِ ﻳَﻌْﺮِﻓُﻚ ﻓِﻲ ﺍﻟﺸِّﺪَّﺓِ

“Kenalilah (ingatlah)  Allah di waktu tenang (lapang), maka Allah akan mengingatmu di waktu sempit. (H.R. Turmudzi).

Semoga kita tidak lupa.
cizkah
Jogja, 12 Januari 2020

Leave a Reply