Jadwal Sehari-Hari?

Alhamdulillah, tentang ini pernah dibahas di beberapa tulisan. Pernah juga aku share di story instagram per tulisan. Insya Allah, biar lebih mudah, aku jadikan tulisan-tulisan yang bahas tentang ini di sini ya. Silakan diklik per tulisan, nanti akan kebuka di new tab. Insya Allah biar lebih mudah navigasinya.

Pada dasarnya, aku adalah sama seperti ibu-ibu kebanyakan. Namun, biar ada gambaran gimana kegiatan aku dalam satu hari dalam hal rutinitas, aku sebutkan secara umum, yaitu:

  1. Ibu rumah tangga yang ngurus anak-anak. Terutama yang masih kecil. Ini berarti masih mandiin, cebokin, nyuapin. Masak sendiri juga lauk pauk dan cemilan utama yang ngenyangin.
  2. Homeschooling. Yang ini target hariannya adalah menyimak setoran hafalan anak-anak. Mengajarkan anak-anak hafalan baru. Mengajarkan anak-anak materi pelajaran umum kemudian memeriksa soal yang mereka kerjakan.
  3. Bekerja remote. Dari dua pekerjaan utama di atas, aku harus bisa mengatur waktu untuk mencapai target pekerjaan yang alhamdulillah selama ini memang bisa dikerjakan di rumah. Untuk pekerjaan ini, harus benar-benar aku cari celah waktu di antara semua aktifitas lainnya dan pekerjaan ini tetap menjadi prioritas. Terutama jika amanah pekerjaan yang aku kerjakan berkaitan dengan hak orang lain.
  4. Jualan online poster lumalumi.com. Di sini, nikmat yang besar adalah karena aku sebagai produsen. Alhamdulillah, 99% aku melayani agen-agen aja. Selama ini, gak selalu tiap hari ada order dari agen. Karena terkait stok dari masing-masing agen.

Masing-masing amanah di atas ada detil-detil yang harus dicapai. Ada prioritas-prioritas utama. Aku detilkan yang homeschooling aja ya.

Untuk homeschooling saat ini, ada 4 anak karena Ziyad sudah di pondok.

Thoriq: alhamdulillah dia sudah bisa hafalan sendiri. Muroja’ah juga sudah bisa diminta untuk menyiapkan dulu sebelum setoran ke aku. Target utama harian minimal 10 halaman sehari.
Alhamdulillah dia juga udah mandiri mengerjakan soal-soal. Matematika masih aku ajarkan.

Luma: masih perlu dibimbing setiap kali menambah hafalan. Muroja’ah minimal 4 halaman sehari. Pelajaran masih kelas 2. Jadi masih termasuk mudah insya Allah. Materi matematika juga masih penjumlahan dan pengurangan.

Handzolah dan Kholid: target utama nambah hafalan. Setoran sekitar 2-3 halaman sehari. Masih belajar iqro dan membaca. Mulai intensif juga belajar menulis.

Dulu, aku dibantu tetangga yang tinggal dekat rumah untuk pekerjaan setrika dan cuci piring. Bantuan seperlunya aja, karena pada dasarnya kami lebih senang hanya ada keluarga inti saat beraktifitas di rumah.

Sebulan sebelum kembar lahir, alhamdulillah ada bantuan yang sifatnya lebih intensif karena memang ternyata perlu banget. Idealisme privacy yang harus kami tekan serendah mungkin demi maslahat semuanya insya Allah. Alhamdulillah dengan segala nikmat dari Allah karena yang membantu masih ada hubungan keluarga dengan Abang dan usianya juga sangat jauh lebih muda dari aku, jadi bisa dibimbing insya Allah.

Dari sini, insya Allah ada gambaran kesibukan sehari-hari aku. Aku gak ikut berbagai kegiatan yang sifatnya perlu waktu khusus yang panjang dan intensif. Karena kalau ada satu jam yang dipakai untuk kegiatan di luar kegiatan utama, bisa jadi sebenarnya ada berjam-jam waktu (anak-anak, Abang, pekerjaan) yang dikorbankan. Kecuali semua kegiatan utama sudah tercapai, barulah aku bisa lebih lega untuk berakitifitas lainnya.

Masing-masing dari kita tentu aja punya kehidupan yang berbeda-beda. Makanya, sebelum-sebelumnya aku menulis hal yang sifatnya lebih umum untuk dipraktekkan. Insya Allah isi pesan utamanya sama. Tapi bentuk pembahasannya yang sedikit berbeda. Semoga bisa ada manfaat dari masing-masing tulisan yang didapat.

  1. Slow Living. Bagaimana Menjalani Slow Living. Tentang mencari berkah di awal hari agar Allah mudahkan.
  2. Bagaimana membagi waktu waktu sehari-hari?
  3. Prioritas. Ini supaya semoga kita bisa mengetahui prioritas yang kita perlu kerjakan sehari-hari.
  4. Kita dan Al-Qur’an.
  5. Menjalankan Amanah = Bersyukur.
  6. Kadang Kita Lupa. Untuk mengingatkan lagi hal yang menjadi prioritas.

Oh ya. Dari semua tulisan ini, ada yang kemungkinan ternyata punya kondisi-kondisi lain yang perlu usaha lain untuk bisa mewujudkan satu persatu. Maka jangan lupakan sholat malam. Karena kita minta kemudahan dan jalan keluar dari Allah. Gak pakai logika kita sendiri.

Semoga bisa menjawab pertanyaan-pertanyaan terkait pembagian waktu dan jadwal sehari-hari. Semoga bisa ada gambaran untuk selanjutnya bagaimana membagai waktu untuk aktifitas sehari-hari. Semoga Allah mudahkan untuk mendapatkan waktu yang berkah.

cizkah, 3 Oktober 2021

Leave a Reply