Memahami Jenis Kegiatan Belajar Anak

Sebagaimana telah disebutkan di artikel sebelumnya dengan judul “Mindset Mendidik Anak”, kegiatan belajar anak dan orang tua dalam praktek homeschooling bukanlah sekedar kegiatan mengajar (menyampaikan isi buku ke anak).

Untuk mudahnya, saya gunakan pembagian waktu homescooling yang terdapat dalam artikel “One Hour Homeschooling”.

  1. Formal teaching/instruction, yaitu kegiatan kita bersama anak. Mengajar anak.
  2. Learning opportunities atau kesempatan belajar anak.

Kalau dengan bahasa mudahnya; kegiatan belajar anak di rumah adalah: kegiatan belajar pelajaran sekolah dan kegiatan belajar lainnya di luar pelajaran sekolah.

Lama Seperti di Sekolah?

Yang suka bikin maju mundur buat ngejalanin homeschooling adalah orang tua mengira formal teaching akan berlangsung berjam-jam/seharian seperti layaknya di sekolah.

Kalau seperti itu, homeschooling seperti jadi sesuatu yang mustahil dilakukan.

Padahal pada praktiknya, kegiatan formal teaching tuh sebentar. Jika ditotal, kegiatan belajar dua pelajaran yang dilakukan bersama orang tua sebenarnya hanya berlangsung 1/2-1 jam . Sisanya adalah anak belajar mandiri. Insya Allah akan lebih jelas di tulisan berikutnya tentang praktek kegiatan belajar anak SD.

Kok Sebentar?

Sebaliknya, yang baru melakukan homeschooling malah juga mikir. Ini kok anak belajar sebentar banget. Belajar gak sih? Terus dia mesti belajar apa lagi yah. Ini karena di pikiran orang tua, belajar masih terkait kegiatan baca buku, ngerjain soal dan hal-hal yang dilakukan di balik meja.

Padahal, sisa waktu di luar belajar pelajaran sekolah adalah kesempatan yang sangat besar untuk belajar hal lain . Bahkan dari hal-hal kecil. Semisal bantu ibu belanja ke warung, jaga adik, bercakap-cakap dengan ayah dan ibu.

Karena setiap hal yang terjadi bisa mengandung unsur pendidikan. Pendidikan yang ternyata akan bermanfaat dalam praktik kehidupannya.

Waktu yang Bermanfaat

Jangan khawatir. Kegiatan belajar homeschooling tidak sama dengan di sekolah insya Allah.

Dengan waktu luang yang lebih besar, ada hal yang perlu diwaspadai orang tua. Bukan berarti anak sibuk dicarikan kegiatan ini dan itu demi ketenangan hati dan prasangka bahwa mereka harus “sibuk” belajar sesuatu. Bahkan kadang karena kesibukan mengantar anak kegiatan ini itu dengan harapan mereka “sibuk” belajar sesuatu, waktu kita habis di jalan.

Fokus adalah hal yang seringkali dilupakan orang tua dalam pendidikan. Padahal fokus akan sangat bermanfaat dalam kehidupan.

Dalam hal ini, waktu luang dan tenaga anak bisa disalurkan untuk fokus pada kegiatan yang bermanfaat untuk dunia dan akhiratnya insya Allah, yaitu Al-Qur’an. Orang tua pun bisa ikut mendapatkan berkah dengan terlibat dalam mendidik anak Al-Qur’an.

Coba praktikkan dan insya Allah Anda akan merasakan sendiri hasilnya dalam kehidupan.

Tiga Pembagian Waktu Kegiatan Homeschooling

Maka saya tambahkan pembagian waktu dalam homeschooling menjadi tiga, yaitu

  1. Belajar Al-Qur’an,
  2. Belajar pelajaran sekolah,
  3. Belajar hal lainnya yang bermanfaat untuk kehidupan insya Allah.

Gimana dengan anak-anak yang masih usia pra SD? Insya Allah akan dibahas di tulisan selanjutnya.

Semoga penjelasan tentang pembagian waktu kegiatan homeschooling ini bermanfaat.

@cizkah | cizkah.com
Yogyakarta, 24 Syawwal 1440 H/27 Juni 2019

5 Replies to “Memahami Jenis Kegiatan Belajar Anak”

  1. Makasih mba siska. Bermanfaat sekali buat ana. Alhamdulillah ana pembaca tulisan2 mba siska. Salam kenal. Ana Selly dari Bandung. IRT dengan 2 orang anak. Yang sedang belajar mempraktikkan homeschooling juga.

    Jazaakillaahu khairan.

    1. sama-samaa…..makasi apresiasinyaa…semoga bisa istiqomah . nulisnya….

  2. Ari Ummu Ibrahim says: Reply

    Mbak cizkah mau nanya, apa mba ada tulisan khusus yg membahas ttg PKBM atau menyoal ujian nasional anak homeschooling?
    Terimakasih mba

    1. belum ada…insya Allah akan ada :).
      ini tulisannya memang dibikin bertahap..biar bahasannya gak loncat-loncat.

      dari kemarin memang sengaja bahas berbagai hal mendasar banget yang biasanya seriiing banget ditanyain teman-teman yang pingin homeschooling…
      makin ke sini yang dibahas insya ALlah prakteknya gimana.

      karena akan sedikit melelahkan kalo bahas praktek hs itu gimana, tapi nanti yang ditanyain malah “anak bisa sosialisasi gak?” hehe.
      nah, sekarang kalo ada yang nanya itu disodorin tulisan yang awal-awal kemarin.

  3. Ari Ummu Ibrahim says: Reply

    Mbak cizkah ini stay nya di Jogja sebelah mana sih? Hihi aku kan jadi kepo. Saya stay di Klaten mba. Tetanggaan kita. Kalau ada yg deket gini kan nyicil ayem…aku ada temen homeschooling. Hehehe. Btw saya tunggu ya mba tulisan soal PKBM..soalnya denger peraturan terbaru anak hs harus didaftarkan ke PKBM sejak kelas 1 SD (biar dapet nisn)

Leave a Reply