Bikin Roti Tawar Sendiri Yuk, Lebih Sehat dan Hemat

Punya anak kembar, kan harus rajin makan. Makannya pun yang ngenyangin dan bergizi. Stoknya mesti bisa ada dan gak terlalu mikir basi atau nganget-ngangetin. Yang kalo tengah malem bisa langsung ambil. Apalagi jawabannya kalo bukan roti. Kalo pas pengen manis, bisa dimakan pake mesis, selai dll. Tapi kalo pas pengen yang asin-asin dibikin jadi burger telor.

resep-roti-tawar-roti-sobekmudah-lembut3-Tapi lama-lama mikir. Ini sehat gak yah. Mikirin pengawet, pemutih (kalo pake), pelembut dllnya. Apalagi harganya kalo dipikir-pikir buat keluarga besar jatohnya sebulan banyak banget. Akhirnya suatu sore, kepikiran dan langsung eksekusi bikin roti tawar. Alhamdulillah kalo alat perbakingan udah lumayan lengkap dikumpulin dari zaman Ziyad.

Dulu ngiranya bikin roti tawar tuh butuh banyak telor gula kaya bolu. Ga kepikiran sama sekali untuk ngelirik resepnya. Karena udah terlalu kuat di “ngiranya” tadi.

Ternyata roti tawar tuh malah minim banget pemakaian gulanya. Setengah kilo terigu cuma pake 4 sdt gula! Telor bisa cuma satu. margarin cuma 4 sdm. Ah, suka deh.
Baca selengkapnya Bikin Roti Tawar Sendiri Yuk, Lebih Sehat dan Hemat

Tips Cara Memperdengarkan Al-Qur’an; Agar Anak Mudah Menghafal Al-Qur’an (Dengan Speaker)

Kita mungkin sering mendengar tips-tips agark anak lebih mudah menghafal Al-Qur’an. Namun seringkali kita bingung menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari.

Salah satu tips yang telah terbukti adalah memperdengarkan Al-Qur’an 1 juz/hari sebanyak 5 kali sejak mereka bayi. Satu juz yang sama ini diulang-ulang selama 1 bulan.  Hasilnya selama satu bulan berarti mereka telah mendengar satu  juz sebanyak 150 kali.  Dalam 2 ,5 tahun,berarti anak telah mendengar 30 juz Al-Qur’an.

Hal ini insya Allah akan memudahkan mereka di kemudian hari ketika menghafalkan Al-Qur’an. Syaikh Dr. Kamil Al Labudi telah mempraktekkannya kepada anak-anaknya. Semua anaknya hafal Al-Qur’an sebelum umur 5 tahun.

Merasa telat mempraktekkan ini? Jangan khawatir. Tak ada kata telat insya Allah. Mari kita praktekkan tips ini sesegera mungkin. Saya sudah mulai mempraktekkannya sekitar 6 bulan yang lalu. Baik kepada anak kembar saya yang masih bayi, maupun kepada kakak-kakaknya yang sudah berusia 3 tahun, 6 tahun dan 10 tahun. Alhamdulillah efeknya sangat terasa sekali. Apalagi ke anak saya yang berusia 6 tahun. Kelihatan sekali dia tipikal belajar audio. Dia bisa hafal ayat-ayat yang sedang dihafal kakaknya. Seringkali saat Ziyad (10 tahun) sedang menyetorkan hafalannya, Thoriq (6 tahun) tahu sambungan ayat selanjutnya. Barokallahu fiihim.

Bagaimana mempraktekkan tips memperdengarkan Al-Qur’an ini? Baca selengkapnya Tips Cara Memperdengarkan Al-Qur’an; Agar Anak Mudah Menghafal Al-Qur’an (Dengan Speaker)

“Cerita Ya…”

Satu malam, Ziyad menghampiri aku yang sedang menyusui si kembar di kamar. Karena kamar sudah gelap, dia otomatis berbicara sambil berbisik-bisik ke aku. Tetap sambil cekikikan kesenangan dia bercerita.

Dia menceritakan tentang kejadian yang baru saja terjadi di meja makan saat makan bersama ammah H. Kelihatan senang sekali. Bercanda tentang kepedasan Bon Cabe level 30. Ternyata ammah H sangat kepedasan dan tidak tahan.

“Tadinya pegang tangan Ziyad. Terus saking kepedasannya akhirnya nepuk-nepuk Ziyad.”

Dia ceritakan itu sambil ketawa seneng banget.

Reaksiku?

Baca selengkapnya “Cerita Ya…”

Idealisme Tingkat Empeng

Masing-masing orang itu punya idealisme. Ada idealismenya untuk hal-hal yang sederhana. Ada yang sampai ke perkara besar menyangkut perut orang banyak.

Tapi yang namanya idealisme, ya tetap idealisme. Bahkan idealisme tingkat empeng pun rasanya jadi harus merasa “bersalah” ketika tidak mencapainya. Merasa ada yang kurang. Merasa harus menjelaskan ke semua orang bahwa,

“Hei aku tuh sebenarnya gak seperti ituh..”. Sebenarnya aku punya idealisme begini dan begitu…

Biasanya sih, kata idealismenya udah kehapus, dihilangkan. Mahdzuf kalo bahasa arabnya wkwkwk.

Yang lebih parahnya lagi, ternyata idealisme ini bisa mengarah ke kesombongan. Sampai-sampai, hampir saja aku memberi judul Kesombongan Tingkat Empeng.

Baca selengkapnya Idealisme Tingkat Empeng

10 Inspiransi Kreasi Mainan Memancing (DIY)

Permainan memancing ini sederhana tapi menarik untuk anak-anak. Tingkat kesulitan pembuatannya bertingkat-tingkat. Ada yang bisa dibuat dengan super cepat. Ada juga yang sampai dibuat sampai menggunakan alat bor! Masya Allah.

Bentuk permainan yang dibuat oleh para orang tua ini pada dasarnya dapat dibagi menjadi 3 bagian jika dilihat dari mata kailnya.

Baca selengkapnya 10 Inspiransi Kreasi Mainan Memancing (DIY)

Full ASI untuk si Kembar

Dot dan Alat Peras

Sewaktu si kembar masih umur sebulanan, Umi yang sekarang tinggal di Aceh udah langsung ngontak untuk pake alat perasnya dia yang saat itu ada di Leily di Jakarta. Aku juga waktu itu masih gak ngerasa butuh cepet. Punya 3 anak dari dulu gak pernah meres ASI buat stok atau diminumin. Pernahnya  meres pas baru ngelahirin Ziyad, cuma untuk dibuang karena payudara bengkak. Alat perasnya pun seadanya.

Baca selengkapnya Full ASI untuk si Kembar

Kisah Melahirkan Kembar Handzolah dan Kholid (2): THE DAY

Sampai di RS, aku langsung aja ke bagian pendaftaran. Gak pake ngambil nomor antrian seperti kemarin. Periksanya ke bidan aja. Kan cuma mau periksa bukaan. Alhamdulillah ketemu sama bu bidan Gayatri — yang ternyata adalah pendamping bu Muslimatun sejak awal Sakina Idaman berdiri.

Aku cerita kalau pas hamil Luma juga gitu. Kontraksi gak teratur, tapi pas dicek ternyata udah bukaan 3. Akhirnya langsung rebahan dan periksa dalam.

“Tarik nafas panjang…”

Aku narik nafas dan berusaha rileks. Bu Gayatri bilang, “Wah bener ini…udah bukaan 3.”

“Tuh kan bener”, aku bilang.

Gak tau kenapa tapi aku sama abang yang gak panik gitu. Kalo hamil biasa, kemungkinan besar kalo lahir usia segini aku bakal panik dan sedih deh. Alhamdulillah. Salah satu faktor juga emang aku udah sering bilang juga ke abang – dari hasil baca berbagai referensi – bahwa kebanyakan kehamilan kembar memang lahir sebelum 38. Dan insya ALlah mereka tetap tumbuh normal.

Baca selengkapnya Kisah Melahirkan Kembar Handzolah dan Kholid (2): THE DAY

IXL.com; Media Belajar Matematika Anak yang Interaktif dan Menarik


IXL.com adalah website yang berisi latihan-latihan interaktif untuk beberapa mata pelajaran yang bisa digunakan oleh anak dari berbagai rentang usia secara GRATIS. Bahkan dari usia balita. Latihan yang disediakan adalah untuk empat mata pelajaran, yaitu: math, science, language art dan social studies.  Yang sampai saat ini kami rutin gunakan adalah untuk mata pelajaran math, atau lebih sering kita sebut Matematika.

Jika sarana belajar online lainnya hanya mengaktifkan sebagian sarananya, IXL membuka SEMUA akses latihan di websitenya.  Tapi setelah menjawab beberapa soal, maka akan muncul pesan bahwa si anak telah mencapai batas latihan harian untuk versi tak berbayar. Kalau mau lanjut, silakan bayar :D. 

Baca selengkapnya IXL.com; Media Belajar Matematika Anak yang Interaktif dan Menarik

Kisah Melahirkan Kembar Handzolah dan Kholid

Sejujurnya, gak pernah nyangka kalau aku termasuk dari ibu-ibu yang pernah melalui operase cesar. Apalagi kondisi kehamilan si kembar kemarin dari usia 30 minggu, keduanya  kepalanya sudah di bawah. Bahkan posisi juga semakin bagus pas periksa terakhir usia 35 minggu. Terus ko bisa tetap cesar?

It’s a very long story.
Pengen banget cerita dari zaman kehamilannya. Tapi kita persingkat ke kejadian dua hari sebelum hari H itu.

Baca selengkapnya Kisah Melahirkan Kembar Handzolah dan Kholid

Still Loading…

Pas hamil…
Semangat tipis, kemampuan juga tipis

Pas abis lahiran
Semangat mulai muncul, kemampuan masih tipis

Pas udah sebulanan lahiran
Semangat udah mulai banyak, kemampuan masih tipis

wkwkwk…
pas hamil, kemampuan tipis soalnya bawaaannya tidur, rebahan dll
pas abis lahiran, ya emang gak kesentuh, pemulihan, adaptasi dengan kembar, bagi perhatian ke 3 anak..dll
pas udah mulai pulih…kaya udah mulai ide bertaburan, bahkan ide tulisan untuk ummiummi…tapi bener-bener masih terbatas karena masih super crowded, begadangan dll.

Ziyad HS-nya masih jalan, walau dengan keterbatasan di sana sini. Yang penting hafalan masih jalan. Dan udah mulai nambah lagi. Kemarin2 kan cuma muroja’ah.
Pelajaran paling biasanya cuma bisa 1 yang kebahas, apalagi kalau sama periksa hasil kerjaan math. Kalo lagi ngasih tugas aja sih bisa 2 pelajaran. Periksanya hasilnya nunggu aku sempat lagi.

Semoga Allah mudahkan segala urusan kita.

Ditulis singkat karena kembar lagi bobo keduanya, anak-anak lagi asyik main sendiri karena sore tadi udah pada makan home made spaghetti (dibikin dengan bala bantuan).
Sambil nunggu giliran mandi (nunggu depat laptop) :D.

Twin’s Journey: Diagnosa Down Syndrome di Usia 12 Minggu

Masih ingat gak sama postingan ini. Ga berani cerita tentang ini sampai lahir si kembar. Karena emang kita sendiri masih penuh cemas dan harap. Walaupun di pemeriksaan minggu ke 16, ada ciri yang menghapus diagnosa down syndrome tersebut.

Pemeriksaan usia kehamilan 12 Minggu

Seperti biasa, aku ngajak abang periksa ke dokter di usia-usia tertentu karena memang ada tujuannya. Untuk mengetahui janin berkembang atau engga di usia 8 minggu, untuk mengetahui apakah ada hal-hal yang perlu diketahui dari janin (misal kelainan atau lainnya) di usia 12 minggu, dan untuk sekedar mengetahui jenis kelamin bayi di usia sekitar 18-20 minggu.

Yang tidak pernah aku persiapkan adalah mental untuk menerima kabar buruk di pemeriksaan usia 12 minggu.

Baca selengkapnya Twin’s Journey: Diagnosa Down Syndrome di Usia 12 Minggu

Usia Kehamilan Si Kembar 27 Minggu (Laki-Laki atau Perempuan?)

Hidup orang muslim itu, memang harus penuh sabar dan syukur. Melenceng dikit aja, berarti jadi kurang sabar atau jadi kurang bersyukur. Akhirnya ngerasanya jadi yang paling susah sedunia.

Dari kemarin nahan diri untuk posting tentang kehamilan karena gak pingin isinya kok kaya keluh kesah aja hehe. Karena kehamilan ini memang bisa dibilang paling berat diantara kehamilan sebelumnya. Berat di fisik, berat di mental dan di lain-lainnya.

Dan diwaktu-waktu aku menahan diri itu, alhamdulillah banyak dapat pencerahan.

Aku jadi sadar aku memang masih belum kuat ketakwaannya. Aku masih belum bisa mengamalkan pencarian penghiburan diri dengan Al-Qur’an. Padahal di dalamnya ada jawaban bagi semua permasalahan. Ada sesuatu yang bakal bikin tenang jiwa. Sudah tahu ilmunya (tentang doa ketika di rundung duka dan minta dikaitkan hati dengan Al-Qur’an), tapi pas dapat kesedihan luar biasa – dari sisi aku –  kaya kemarin malah main hp. Hebat banget kan hehe. Gimana gak tambah negatif tu pikiran. Tapi ya gitu, ketika ujian melanda, memang fisik dan mental tuh capek banget ya. Pas hari-hari biasa aja kita butuh perjuangan untuk melawan hawa nafsu untuk bisa konsisten beribadah..

DOA MENGHILANGKAN SEDIH, GUNDAH, GALAU

Ada tiga jenis perasaan yang mengganggu jiwa seorang manusia;
1. huzn (kesedihan terhadap apa yang terjadi di masa lalu),
2. hamm (keresahan lantaran kekhawatiran akan masa depan)
3. ghamm (perasaan gundah saat menghadapi kenyataan yang sulit yang tengah dihadapi sekarang).

Tiga perasaan ini tak bisa lenyap dari jiwa seseorang kecuali melalui ketulusan penuh untuk kembali kepada Allah, kesempurnaan perasaan hina di hadapan-Nya, kerendahan hati kepada-Nya, ketundukan dan kepasrahan terhadap perintah-Nya, percaya akan ketentuan-Nya, mengenal-Nya dan mengenal nama-nama dan sifat-sifat-Nya, percaya kepada kitab-Nya, selalu membaca dan merenungi serta mengamalkan segala kandungannya.

Dengan itu semua -bukan dengan yang lain – segala kekacauan hati itu akan sirna, dada menjadi lapang, dan kebahagiaan pun akan datang. Dalam Musnad Ahmad dan Shahih Ibni Hibban serta lainnya, ‘Abdullah bun Mas’ud meriwayatkan bahwa Nabi bersabda,

“Tidaklah seorang hamba mengucapkan doa berikut (ini) tatkala ia didera keresahan atau kesedihan melainkan Allah pasti akan menghilangkan keresahannya dan akan menggantikan kesedihannya dengan kegembiraan.

Para Sahabat bertanya, ‘Wahai Rasulullah, sudah seharusnya kami mempelajari doa tersebut. Rasulullah menjawab, “Benar. Sudah seharusnya orang yang mendengarnya mau mempelajarinya”.(HR. Musnad Ahmad 1/391 (Ash-Shahihah no 199)

#doa #yufid #posterdakwah #picdakwah #picdoa #posterdoa #islam #quran #sunnah #hadits #muslim #picoftheday

A photo posted by Yufid Network (@yufid) on

Tadi sore, pas lagi muroja’ah hafalan sama Ziyad. Sampai di surat At-Taghobun. Pas bagian ayat ini

مَا أَصَابَ مِن مُّصِيبَةٍ إِلَّا بِإِذْنِ اللَّهِ

kan memang mirip banget sama surat Al-Hadid. Seperti biasa Ziyad masih suka ketuker dan terusan ayatnya suka kecampur sama ayat lain.

Baca selengkapnya Usia Kehamilan Si Kembar 27 Minggu (Laki-Laki atau Perempuan?)

Cara Menasehati Anak ala Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam

Orang tua, kalau sudah marah atau kesal dengan anaknya, memang mudahnya langsung saja melontarkan kekesalannya.

Apalagi jika si anak dirasa benar-benar keterlaluan melakukan kesalahan. Omelan-omelan yang dilontarkan mungkin dari si ibu yang sambil memasak atau sambil melakukan aktifitas rumah tangga lainnya. Lain lagi dari si ayah, nasehat bercampur amarah dilontarkan sambil menggebrak, melotot atau bahkan memukul. Na’udzu billah min dzalik.

Sabar pada hentakan pertama itu memang perlu dilakukan dimanapun dan ketika berhadapan dengan siapapun. Apalagi kepada anak kita, yang perasaannya juga halus sama dengan manusia dewasa, namun dengan tingkat akal yang masih berbeda. 

Maka, ketika orang tua kesal, sikap yang harus dilakukan pertama kali adalah sabar.

cara menasehati anak

Langkah selanjutnya, coba kita ambil pelajaran dari sikap Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. Ketika menghadapi pertanyaan seorang pemuda yang minta izin untuk berzina. Bayangkan! Minta izin berzina!

Kalau kita bayangkan ada anak kita atau anak lain minta izin,

“Ma, boleh gak aku berzina?” atau “Boleh gak saya berhubungan sama si Fulan?”

Mungkin yang langsung muncul di pikiran kita adalah si anak ini bersikap kelewat batas, kurang adab, atau bisa dibilang kurang ajar. Para sahabat Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam pun merasakan hal yang sama. Mereka langsung menyuruh si pemuda untuk diam dan menghardiknya.

Tapi bagaimana Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menghadapi pemuda ini.

Rasûlullah shallallahu ‘alaihi wa sallam berkata, Mendekatlah”.

Pemuda itu pun mendekat lalu duduk.

Setelah itu Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam memberi pertanyaan yang mudah dicerna dan dijawab dengan cara berpikir si pemuda.

Pertanyaan itu tentang apakah jika si pemuda rela jika ibunya dizinai. Atau ketika anak perempuannya esok hari dizinai. Atau ketika saudari perempuannya dizinai. Atau ketika bibinya dizinai. Dan tentu saja jawaban pemuda tersebut, “Tidak.” Ia tidak rela.

Setelah itu Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam mendoakan sang pemuda sambil meletakkan tangan beliau di dada sang pemuda. (Hadits riwayat Ahmad, no. 22211; sanadnya dinilai shahih oleh Syaikh Al-Albani)

Pelajaran apa yang bisa kita ambil ketika menasehati anak:

  1. Sabar. Tidak mudah terpancing emosi, bahkan ketika yang dilakukan anak secara akal orang dewasa adalah sesuatu yang luar biasa tidak beradab atau keterlaluan.
  2. Menasehati dengan posisi dekat dan kondisi tenang. Bukan menasehati sambil mengomel apalagi dilakukan sambil mondar-mandir ke sana kemari. Belum lagi disambi pekerjaan lainnya. Posisi dekat juga memungkinkan kita memandang wajah anak dan menatap matanya. Kondisi tenang agar anak lebih mudah mencerna yang kita katakan.
  3. Mengajaknya berpikir dan merenung sesuai tingkat akalnya. Tidak menggunakan bahasa yang tinggi atau sulit dipahami anak.
  4. Menyentuh badan anak. Hal ini berguna untuk menarik perhatian dan konsentrasinya. Pun juga si anak merasa kita tetap menyayanginya. Karena secara alami, saat orang merasa kesal atau tidak suka dengan sesuatu, tidak ingin bersentuhan dengannya. Dengan ini kita pun harus berusaha melawan ego dan rasa risih itu. Menyentuhnya bisa juga dengan cara memeluknya.
  5. Mendoakan kebaikan untuk si anak.  Dengan ini, anak insya Allah bertambah rasa cintanya kepada orang tua dan semakin menyadari bahwa orang tuanya memang mencintainya dan tetap menyayanginya walaupun ia telah melakukan kesalahan.

Semua ini terkesan mudah, tapi butuh perjuangan saat melakukannya. Semoga kita dimudahkan untuk mempraktekkannya dalam kehidupan sehari-hari saat menghadapi anak ataupun orang lain yang melakukan kesalahan.

cizkah

Jogja, 13 Agustus 2016/10 Dzulqo’dah 1437 H

Artikel www.ummiummi.com

  • Rasulullah shallallahu alaihi wasallam.’ Rasulullah bersabda,
    ‘Sesungguhnya sabar itu terdapat pada hentakan pertama.’ (HR. Bukhori I/430 no.1223, Muslim II/637 no.926 dan Abu Daud II/210 no.3124).

Referensi: 
Sentuhan Jiwa untuk Anak, Muhammad Muhammad Baderi

Wahai Rasulullah, Izinkan Aku Berzina


http://www.salamdakwah.com/baca-forum/lafazh-hadits—sabar-hanya-pada-awal-musibah—dan-maknanya.html