Tips Merebus Telur; Matang dalam 5 Menit!

Alhamdulillah saya sudah mencoba tips ini berkali-kali sejak tahun 2017. Apalagi di waktu sahur. Jadi terasa lebih mudah karena cukup 5 menit, kompor bisa dipakai yang lain. Sebelum berpanjang-panjang, kita langsung masuk dulu ke tipsnya.

telur-rebus-cepat-5menit
Ini adalah tampilan telur ketika direbus. Saya buka tutupnya sebentar untuk mendokumentasikan tips merebus telur 5 menit ini

Baca selengkapnya Tips Merebus Telur; Matang dalam 5 Menit!

Karena Thoriq Suka Masak…

Tadinya, aku pikir, riwayat per-baking-an ku berakhir atau bakal terbengkalai sejak Ziyad homeschooling plus berbarengan dengan lahirnya Luma. Memasak pun lebih banyak beli lauknya setahun terakhir pas abang kuliah. Karena waktu makannya jadi diburu dan harus disesuaikan dengan waktu abang harus berangkat ke ma’had. Warung dekat rumah yang cuma beberapa langkah kaki jadi andalan.

Baca selengkapnya Karena Thoriq Suka Masak…

Beli Gas dengan Stroller

Barangkali ada yang bernasib sama dengan saya.
Ketika gas habis…

Suami sedang sibuk bekerja, tidak memungkinkan memintanya pulang.
Masakan sudah setengah di masak.
Warung yang menjual lauk matang letaknya cukup jauh.
Perut sudah membesar karena hamil, sehingga sangat tidak disarankan membawa beban tabung gas yang cukup berat.
Tidak terbiasa/tidak ada toko dekat rumah yang bersedia antar gas ukuran 3kg.
Anak-anak belum bisa dimintai tolong membawa tabung gas yang berat.

beli gas pakai stroller

Tips Penyimpanan Minyak Goreng untuk Pakai Ulang

Waktu saya foto-foto untuk postingan kali ini, suami sibuk tertawa. Kenapa juga minyak goreng difoto hehe. Tapi begitulah. Bagi saya, “penemuan” ide penyimpanan ini sungguh berharga dan mungkin bisa bermanfaat untuk yang lain. Saya sendiri begitu bahagia karena akhirnya menemukan cara paling enak – saat ini – untuk menyimpan minyak goreng yang baru sekali digunakan.

Cara lama penyimpanan minyak yang telah digunakan yang saya ketahui adalah diletakkan di mangkuk, kaleng bekas kue atau botol bekas sirup.

Jika memakai mangkuk…

Baca selengkapnya Tips Penyimpanan Minyak Goreng untuk Pakai Ulang

Tips Penyimpanan Minyak Goreng untuk Pakai Ulang

Waktu saya foto-foto untuk postingan kali ini, suami sibuk tertawa. Kenapa juga minyak goreng difoto hehe. Tapi begitulah. Bagi saya, “penemuan” ide penyimpanan ini sungguh berharga dan mungkin bisa bermanfaat untuk yang lain. Saya sendiri begitu bahagia karena akhirnya menemukan cara  paling enak – saat ini – untuk menyimpan minyak goreng yang baru sekali digunakan.

Cara lama penyimpanan minyak yang telah digunakan yang saya ketahui adalah  diletakkan di mangkuk, kaleng bekas kue atau botol bekas sirup.

Jika memakai mangkuk…

Keraguan terbesar menggunakan mangkuk sebagai wadah adalah wadah tersebut mungkin sekali tidak tertutup. Saya hanya berjaga-jaga terhadap hadits Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam untuk selalu menutup wadah makanan.

عَنْ جَابِرِ بْنِ عَبْدِ الله رضي الله عنه قَالَ سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- يَقُولُ « غَطُّوا الإِنَاءَ وَأَوْكُوا السِّقَاءَ فَإِنَّ فِى السَّنَةِ لَيْلَةً يَنْزِلُ فِيهَا وَبَاءٌ لاَ يَمُرُّ بِإِنَاءٍ لَيْسَ عَلَيْهِ غِطَاءٌ أَوْ سِقَاءٍ لَيْسَ عَلَيْهِ وِكَاءٌ إِلاَّ نَزَلَ فِيهِ مِنْ ذَلِكَ الْوَبَاءِ ».

“Jabir radhiyallahu ‘anhu meriwayatkan bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, “Tutuplah tempat-tempat makanan, tempat-tempat minuman karena sesungguhnya di dalam setahun ada sebuah malam yang turun di dalamnya wabah penyakit tidak dia melewati sebuah tempat makanan atau minuman yang tidak tertutup, atau tidak ada penghalang di atasnya melainkan turun di dalamnya dari wabah penyakit tersebut.” (HR. Muslim)

Hadits dari Abu Humaid as Sa’idi Radhiyallahu ‘anhu, ia berkata:

أَتَيْتُ النَّبِيَّ بِقَدَحِ لَبَنٍ مِنَ النَّقِيْعِ لَيْسَ مُخَمَّراً، فَقَالَ: أَلاَ خَمَّرْتَهُ؟ وَلَوْ تَعْرُضُ عَلَيْهِ عُوْداً؟ ، قَالَ أَبُوْ حُمَيْدٍ: إِنَّمَا أَمَرَ بَالأَسْقِيَةِ أَنْ توكأ لَيْلاً وَبِالأَبْوَابِ أَنْ تُغْلَقَ لَيْلاً.

“Aku mendatangi Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam dengan membawa bejana berisi susu dari daerah an Naqi`yang tidak bertutup. Lantas beliau bersabda: “Tidakkah engkau menutupnya, walaupun hanya dengan membentangkan sebatang ranting pohon di atasnya?” Abu Humaid berkata,”Sesungguhnya beliau memerintahkan agar wadah air diikat (ditutup) pada malam hari, dan pintu-pintu ditutup pada malam hari” (HR. Muslim)

Saya khawatir saya terlupa menutup mangkuk tersebut dengan sesuatu atau tutupnya tersenggol atau hal-hal lainnya.

Jika memakai kaleng bekas kue…

Saya adalah orang yang suka dengan hal-hal yang sifatnya minimalis. Saya ingin ada banyak ruang di sekitar kompor. Dan bagi saya, kaleng bekas kue terlalu besar, tidak efektif dan efisien untuk acara buka tutupnya.

Jika memakai botol bekas sirup…

Tidak praktis karena harus memakai corong ketika memasukkan. Tidak mudah pula untuk membersihkannya.

 

Gunakan wadah bekas selai!

Akan lebih rapi jika jenis wadah dari merk yang sama
Akan lebih rapi jika jenis wadah dari merk yang sama

Inilah wadah yang saya gunakan saat ini. Kenapa cara ini menurut saya sangat efektif.

  1. Ketika minyak masih panas pun, in sya Allah minyak sudah bisa diletakkan ke dalam wadah dan penggorengan bisa dilanjutkan untuk menggoreng atau menumis sayuran lainnya
  2. Saya tidak membutuhkan tambahan corong untuk memasukkan minyak bekas dari wajan sehingga mengurangi cucian kotor.
  3. Mudah dibersihkan. Lemak-lemak bekas minyak seringkali menggumpal dan membekas di sekitar wadah. Walaupun masih ada isinya, kita tetap mudah menncucinya dengan sabun cuci piring. Karena tutup selai biasanya sangat rapat. Kalaupun minyak sudah tidak layak pakai dan wadah telah kosong, kita juga dengan mudah dapat membersihkannya.
  4. Tidak memakan banyak tempat.
    Satu kali goreng, sisanya biasanya hanya butuh satu wadah bekas selai. Untuk saya pribadi, untuk jenis makanan yang digoreng biasanya tidak menggunakan satu minyak itu-itu saja. Misalnya bekas menggoreng ikan tidak saya gunakan untuk menggoreng pisang. Dan saya tidak akan merasa keberatan atau terganggu walaupun ada 2 atau 3 wadah bekas selai yang berjejer. Bandingkan  jika kita menggunakan mangkuk atau kaleng bekas kue.

Semoga bermanfaat!

cizkah
12 November 2013

Pewarna Makanan Halal Penguin

Pewarna Makanan Halal yang Langka

Pewarna Halal

Untuk para ummahat tentu menyadari, susah-susah gampang mencari berbagai bahan dasar yang halal untuk membuat kue/makanan di rumah. Salah satunya adalah pewarna dan pasta makanan. Padahal kita harus berhati-hati menyajikan makanan untuk seluruh anggota keluarga.

Walaupun “Cuma” Pewarna/Pasta pun Harus Halal

Dari Abu Hurairah, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

« أَيُّهَا النَّاسُ إِنَّ اللَّهَ طَيِّبٌ لاَ يَقْبَلُ إِلاَّ طَيِّبًا وَإِنَّ اللَّهَ أَمَرَ الْمُؤْمِنِينَ بِمَا أَمَرَ بِهِ الْمُرْسَلِينَ فَقَالَ ( يَا أَيُّهَا الرُّسُلُ كُلُوا مِنَ الطَّيِّبَاتِ وَاعْمَلُوا صَالِحًا إِنِّى بِمَا تَعْمَلُونَ عَلِيمٌ) وَقَالَ (يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا كُلُوا مِنْ طَيِّبَاتِ مَا رَزَقْنَاكُمْ) ». ثُمَّ ذَكَرَ الرَّجُلَ يُطِيلُ السَّفَرَ أَشْعَثَ أَغْبَرَ يَمُدُّ يَدَيْهِ إِلَى السَّمَاءِ يَا رَبِّ يَا رَبِّ وَمَطْعَمُهُ حَرَامٌ وَمَشْرَبُهُ حَرَامٌ وَمَلْبَسُهُ حَرَامٌ وَغُذِىَ بِالْحَرَامِ فَأَنَّى يُسْتَجَابُ لِذَلِكَ ».

Wahai sekalian manusia, sesungguhnya Allah itu thoyyib (baik). Allah tidak akan menerima sesuatu melainkan dari yang thoyyib (baik). Dan sesungguhnya Allah telah memerintahkan kepada orang-orang mukmin seperti yang diperintahkan-Nya kepada para Rasul. Firman-Nya: ‘Wahai para Rasul! Makanlah makanan yang baik-baik (halal) dan kerjakanlah amal shalih. Sesungguhnya Aku Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.’ Dan Allah juga berfirman: ‘Wahai orang-orang yang beriman! Makanlah rezeki yang baik-baik yang telah kami rezekikan kepadamu.'” Kemudian Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam menceritakan tentang seorang laki-laki yang telah menempuh perjalanan jauh, sehingga rambutnya kusut, masai dan berdebu. Orang itu mengangkat tangannya ke langit seraya berdo’a: “Wahai Tuhanku, wahai Tuhanku.” Padahal, makanannya dari barang yang haram, minumannya dari yang haram, pakaiannya dari yang haram dan diberi makan dari yang haram, maka bagaimanakah Allah akan memperkenankan do’anya?” (HR. Muslim no. 1015)

Semoga kita dilindungi dari memakan makanan yang haram walaupun dari setitik pewarna atau pasta.

Alhamdulillah kemarin saya menemukan alternatif pewarna makanan yang – dengan bahagianya – ada label halal dari MUI!

Pewarna Makanan Halal

Merk Pewarna: Penguin
Harga satuan: Rp 2.900

Bagi ibu-ibu, ummahat, akhowat yang memiliki info lain tentang makanan halal, dengan senang hati ummiummi menerima informasi/artikel tersebut. Semoga Allah membalas kebaikan ibu-ibu dalam menyampaikan suatu kebaikan. Aamiin

 

***

Artikel ummiummi.com

 

Kue Boyo (Buaya)

Mumpung…

Mumpung abang lagi pergi sama ziyad, laptopnya gak dipakai dan gambar (foto) kue boyo yg pernah aku buat ada di laptop ini dan kertas resepnya yang dah lecek bin kumel padahal aku mesti kalo bikin masih nyontek kertas itu…ya…mari kita tulis di sini aja buat catatan. Siapa tahu ada yang mo praktek ^^.

Kue Boyo ini khas Jambi (setahu aku sih). Dinamakan kue boyo karena mirip buaya.

Baca selengkapnya Kue Boyo (Buaya)