Fokus dan Langkah Kehidupan Kita

Kemarin abis diskusi sama seseorang yang sedang bersedih karena ada salah satu sosok yang cukup dekat tapi malah jadi seperti kurang mendukung pilihannya bahkan cenderung menyalahkan.

Aku rasa kita seringkali kecewa dengan manusia karena meyakini dan memercayai bahwa dia akan begini dan begitu. Apalagi sosok ini dekat dengan kita. Apalagi kalau sosok ini “harusnya” lebih paham dengan keilmuannya.

Ketika kita mendapati sang sosok tidak menjalankan apa yang kita percayai, disitulah kita merasa “dikhianati”. Dan karena itulah kita jadi merasa sangat sedih sekaligus kecewa.

Di sini kita bisa memahami maksud lain dari kalimat “jangan berharap pada manusia”. Termasuk berharap bahwa jalan kita akan sama dengan dia, atau jalan dia akan sama dengan kita. Berharap bahwa dia akan mengerti kita dan mendukung kita dalam langkah-langkah kehidupan kita.

Salah satu pesan aku lagi adalah kadang orang mempertanyakan langkah kita lebih karena apa yang ada di dirinya. Jadi, fokusnya lebih kita memahami cara berpikir dia saja, dan tidak mengharapkan dia memahami kita. Karena ini sebenarnya tentang “dia”.

Catatan penting:
Ini kalau langkah kehidupan kita pada dasarnya tidak bertentangan dengan yang syariat ajarkan. Karena bisa jadi kalimat aku di atas diputarbalikkan untuk pembenaran bagi orang yang melakukan hal yang tidak sesuai secara syariat atau norma kehidupan. Semisal berbakti kepada orang tua: ada saudara yang terlihat kurang adab kepada orang tua, kemudian diingatkan oleh saudara lainnya. Maka tidak patut saudara yang dingatkan kecewa karena merasa saudara lainnya tidak memahami dia dan merasa dialah yang benar.

Baca selengkapnya Fokus dan Langkah Kehidupan Kita