Perjalanan Seorang Penghafal Al-Qur’an

 

Ziyad dan ust Abdurrohim

Walaupun cuma 3-4 kali sempat belajar sama ust.Abdurrohim, bagi Ziyad, Ust. Abdurrohim adalah gurunya.

Belajarnya juga sebentar, diajak abang. Video di atas adalah pertemuan Ziyad pertama kali dengan ust. Abdurrohim.  Umurnya sekitar 6 tahun.  Kelihatan agak grogi dia hehe.

Baca selengkapnya Perjalanan Seorang Penghafal Al-Qur’an

Ternyata Berarti Bagi Mereka

Cerita tentang Khodimah (aka ART atau yang sering disebut sebagai pembantu)

Dulu, pernah aku seringkali mengharapkan ada ART. Melihat fulanah enak sepertinya bisa senggaang mo ngapa-ngapain. Apalagi kalau anaknya disekolahin. Kayanya waktu luang jadi seperti waktu masih gadis aja. Sedangkan aku, anak-anak homeschooling dan masih dengan tanggung jawab lainnya.  Dalam bayanganku, punya ART berarti enak :D.

Ternyata Allah berikan rezeki punya ART pas hamil Luma kemarin. Kita sebut namanya mba N. Karena pengalaman sebelum-sebelumnya yang kalo aku hamil itu, tenaga kaya tinggal 20% hehe. Tapi, menjelang Luma lahir, aku udah minta ke abang, untuk stop saja. Aku mulai tidak nyaman dan merasa tidak mengenal dan “menguasai” medan rumah. Waktu itu tugas utama mba N memang membantu cuci piring, setrika, jemur baju dan bersih rumah. Mencuci baju, masak dll masih aku kerjakan sendiri. Tapi lama-lama aku seperti kehilangan privacy. Mau tidur mesti mencocokkan dengan datangnya mba N -apalagi waktu itu lagi hamil. Plus aku jadi banyak gak tahu letak barang :D. Ini sesuatu yang penting banget bagi aku. Kemudian qodarullah, ada alasan lain lagi yang membulatkan kami berdua untuk berhenti meminta bantuan mba N. Waktu itu usia Luma sekitar 3 bulan. Ziyad dan Thoriq tentu saja masih di rumah, belajar bersamaku. Jadi sekitar setahunan aku menikmati keberadaan ART.

Ternyata punya ART tidak membahagiakanku sebagaimana yang aku pikirkan waktu dulu.

Aku jadi merasakan bahwa ga ada ART itu juga membahagiakan. Bisa cuci piring sampai bersih berkilat itu menyenangkan. Bisa mengatur kembali semua barang-barang dan lain-lainnya itu menyenangkan.

Baca selengkapnya Ternyata Berarti Bagi Mereka

Lomba Al-Qur’an Pertama Ziyad

Pertengahan bulan Oktober yang lalu, aku dapat kabar dari Avie kalau ada lomba hafalan Qur’an juz 29-30 . Acaranya hari Sabtu tanggal 1 November. Masya Allah. Seneeng banget pas dengar kabar itu. Alhamdulillah Ziyad juga pas selesai hafalan juz 29-nya.

Di rumah kan memang alhamdulillah lumayan sering nonton tentang lomba-lomba Al-Qur’an atau tes Al-Qur’an ke anak-anak ataupun orang dewasa. Pingin banget Ziyad merasakan itu hehe. Pingin dia merasakan lebih nyata bahwa ada teman-teman di luar sana yang juga menghafal Al-Qur’an. Pas dengar ada lombanya itu, bayangan kita juga nanti perlombaannya gak jauh-jauh beda. Di tes ayat, disuruh terusin. Ditesnya terbuka.

lomba hifdzul quranPendaftarannya di UMY. Mesti kasih foto. Kita foto pake kamera HP hehe. Aku edit di Photoshop. Beli kertas foto di toko merah. Print, potong-potong sendiri :D. Sekitar 10 hari sebelum lomba, Ziyad (atau lebih tepatnya hampir sekeluarga) kena flu lumayan berat. Sama abang gak boleh main-main pas sore. Pokoknya sayang-sayaaang banget kalau misalnya sampai gak jadi. Jarang-jarang ada lomba kaya gini lagi (yang pas kami tahu :D).

Gak ada persiapan khusus berkenaan lomba ini. Karena tujuannya memang bukan untuk menang. Lagipula ini (hafalan Qur’an) bukan sesuatu yang bisa dibikin sistem kebut semalam terus langsung bisa kuat hafalannya ;D. Hafalan juz 29 Ziyad juga masih “kemana-mana”. Apalagi surat Jin sama surat Nuh. Aku muroja’ah seperti biasa aja berusaha muter seminggu terakhir itu hafalan juz 29-30-nya.

Pas technical meeting yang dihadiri abang, dibilang mesti kumpul jam 7. Dikasih tahu susunan acaranya. Intinya selesainya ba’da Ashar. Wawww…kebayang deh bawa rombongan, ada bayinya, mesti diluar dari pagi sampe sore gitu. Mesti bawa bekal banyak-banyak. Abang sampe bercanda, “Bawa bantal dek. ” 😀

Baca selengkapnya Lomba Al-Qur’an Pertama Ziyad

Poster Makhorijul Huruf Syaikh Aiman Rusydi Suwaid

Syaikh Aiman Rusydi Suwaid adalah salah satu ulama qiroat zaman ini.  Kalo mo belajar tahsin, di youtube banyak juga video beliau. Di IQRA TV juga ada acara rutin beliau. Gak tahu masih berlangsung gak sampe sekarang. Salah satu murid beliau Syaikh Abdullah Ali Basfar juga bisa dijadikan rujukan untuk belajar. Ini sebenarnya untuk catatan aku pribadi. Karena untuk saat ini, masih suka susah mengingat nama-nama ulama. Semoga Allah memperbaiki dan menghilangkan kelemahan ini.

tahsin makhorijul huruf download poster

Baca selengkapnya Poster Makhorijul Huruf Syaikh Aiman Rusydi Suwaid

12 Video Penghafal Quran Cilik: Ashim Bilal Bani Khalid [ummiummi.com]

Masih ingat dengan video ini yang saya publish di artikel “30 Penghafal Quran“. Di artikel tersebut kami tulis Imam Cilik dari Afghanistan. Waktu saya tuliskan hal tersebut sebenarnya berdasarkan kopiah yang dikenakan di kepala – yang setahu saya – berasal dari Afghanistan.


Baca selengkapnya 12 Video Penghafal Quran Cilik: Ashim Bilal Bani Khalid [ummiummi.com]

Metode Menghafal Surat Al Bayyinah

البيِّنة
بِسْمِ اللَّـهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيمِ


لَمْ يَكُنِ الَّذِينَ كَفَرُوا۟ مِنْ أَهْلِ الْكِتٰبِ وَالْمُشْرِكِينَ مُنفَكِّينَ حَتَّىٰ تَأْتِيَهُمُ الْبَيِّنَةُ ﴿البينة:١

رَسُولٌ مِّنَ اللَّـهِ يَتْلُوا۟ صُحُفًا مُّطَهَّرَةً ﴿البينة:٢

فِيهَا كُتُبٌ قَيِّمَةٌ ﴿البينة:٣

وَمَا تَفَرَّقَ الَّذِينَ أُوتُوا۟ الْكِتٰبَ إِلَّا مِنۢ بَعْدِ مَا جَآءَتْهُمُ الْبَيِّنَةُ ﴿البينة:٤

وَمَآ أُمِرُوٓا۟ إِلَّا لِيَعْبُدُوا۟ اللَّـهَ مُخْلِصِينَ لَهُ الدِّينَ حُنَفَآءَ وَيُقِيمُوا۟ الصَّلَوٰةَ وَيُؤْتُوا۟ الزَّكَوٰةَ ۚ وَذٰلِكَ دِينُ الْقَيِّمَةِ ﴿البينة:٥

إِنَّ الَّذِينَ كَفَرُوا۟ مِنْ أَهْلِ الْكِتٰبِ وَالْمُشْرِكِينَ فِى نَارِ جَهَنَّمَ خٰلِدِينَ فِيهَآ ۚ أُو۟لٰٓئِكَ هُمْ شَرُّ الْبَرِيَّةِ ﴿البينة:٦

إِنَّ الَّذِينَ ءَامَنُوا۟ وَعَمِلُوا۟ الصّٰلِحٰتِ أُو۟لٰٓئِكَ هُمْ خَيْرُ الْبَرِيَّةِ ﴿البينة:٧

جَزَآؤُهُمْ عِندَ رَبِّهِمْ جَنّٰتُ عَدْنٍ تَجْرِى مِن تَحْتِهَا الْأَنْهٰرُ خٰلِدِينَ فِيهَآ أَبَدًا ۖ رَّضِىَ اللَّـهُ عَنْهُمْ وَرَضُوا۟ عَنْهُ ۚ ذٰلِكَ لِمَنْ خَشِىَ رَبَّهُۥ ﴿البينة:٨

 

Metode menghafal Ziyad itu gak urut. Kadang aku lompati surat tertentu dengan beberapa pertimbangan. Pas kemarin mulai masuk TK, juga sempat mengikuti mengiringi apa yang sedang di hafal di TK. Sebelum melangkah ke surat Al-Bayyinah, surat terakhir yang dia hafal adalah surat Al-Insyiqoq. 

Baca selengkapnya Metode Menghafal Surat Al Bayyinah