Mobil Dakwah

Alhamdulillah, Yufid punya mobil sejak tahun 2016. Belinya pakai uang donasi*.
Alhamdulillah, sampai saat ini hanya digunakan untuk keperluan produksi Yufid.
Ga boleh digunakan untuk kepentingan pribadi atau urusan pribadi seluruh tim.

Baca selengkapnya Mobil Dakwah

Sambal Tomat Matang

Berhubung ada yang request resep sambalnya dan sebenarnya memang ada fotonya, kita langsung aja ya.

Ini aku bikin nama sendiri sesuai bahan yang utama harus ada. Sebenarnya mau aku kasih judul sambal bawang tomat, tapi nanti bisa rancu dengan sambal bawang – yang itu biasanya pakai bawang putih, sedangkan sambal yang ini pakainya bawang merah.

Sambal-sambal ini, bisa dibilang penempatannya juga akan terasa lebih nikmat kalau kita bisa nge-pas-in dengan lauk-nya ya. Kalau di aku,

  • sambal tomat matang ini bisa dipasangin dengan lele bakar madu.
  • sambal tomat mentah dipasangin dengan ayam kecap sunda.
  • sambal jeruk nipis dipasangin dengan ikan gurami bakar.
  • sambal bawang dipasangin dengan ayam goren.

Dari list di atas, ketahuan mana resep yang belum aku catat di blog :D.

Baca selengkapnya Sambal Tomat Matang

Resep Lele Bakar Madu

Kenapa si aku kalau nyatet resep suka kaya “berat”. Waktu itu sampai ada yang dm pas aku share foto dari buku, “Pakai google lens aja, Mba.” Hmm, sebenarnya iya juga sih untuk kepraktisan tulisan. Terus aku jadi mikir sendiri, kenapa ya?

Sepertinya, mungkin karena biasanya ada hal lain yang aku mau catat. Misal terkait proses yang udah aku terapin yang mungkin ada gagal atau lebih enaknya dimananya. Begitu juga dengan resep yang ini :).

Kita lihat slide berikut ini ya.

Baca selengkapnya Resep Lele Bakar Madu

Tips Milih Buku Ujian Akhir

Kalau ada yang lihat story aku malam-malam ke toko buku berdua sama Abang bela-belain nyari buku latihan buat Ziyad dan Thoriq, nah ini salah satu buku yang dibeli.

Aku bahas buku buat Ziyad dulu ya, karena kemarin muncul di story, ada beberapa yang tanya.  Alhamdulillah jadi keinget emang mau share ttg ini.

Tips milih buku –terutama untuk anak yang mau ujian akhir– adalah pilih yang ada PEMBAHASAN walaupun soal abc atau soal teori.

Baca selengkapnya Tips Milih Buku Ujian Akhir

Sisi Kehidupan

Salah satu potongan lain yang ada di diskusi aku dan Abang saat membicarakan anak perempuan adalah kisah orang lain untuk dijadikan pelajaran. Kita melihatnya, orang-orang seperti tanpa masalah, seperti semuanya baik-baik saja. Tapi yang namanya kehidupan, ada sisi-sisi yang gak terlihat.

Aku teringat suatu cerita yang aku dengar dari seseorang. Cerita itu sebenarnya hanya selipan di antara obrolan sesama wanita. Cerita itu gak menyebut nama. Hanya menceritakan bahwa salah satu anak perempuan yang dia ajarkan, akhir-akhir itu sering menangis. Ketika diajak bicara, sang anak menceritakan kalau dia sedih dan gak ingin orang tuanya cerai. Dia takut banget orangtuanya bercerai. Ini berarti ada pembicaraan atau hal yang dia lihat dan dengar dari orang tuanya sampai bisa mengkhawatirkan hal tersebut. Walau masih kecil, anak bukan berarti gak paham apapun. Kesedihannya sampai terbawa ke waktu-waktu di luar rumah berarti sesuatu yang luar biasa yang sangat ia pikirkan.

Baca selengkapnya Sisi Kehidupan

Jawaban Sebenarnya

Masih inget tulisan aku kemarin waktu aku berpikir dan mempertanyakan, “Buat apa pakai cadar?” setelah hampir 20 tahun pakai cadar.

Di tulisan itu, Abang menjawab dengan, “Untuk dapat pahala” dan “Harus perbaharui niat setiap saat.”

Beberapa hari yang lalu, aku dapat jawaban yang lebih memantapkanku sekaligus bikin aku nangis banget. Hatiku rasanya bergetar sangat keras menahan campuran rasa yang muncul.

Kehidupan di Dunia Nyata

Aku mungkin terlihat cukup ceria di story-story atau cerita di feed instagram. Kenyataannya memang biasanya aku berbagi ketika hatiku sedang baik-baik saja insya Allah.

Momen banyak nangisnya, sedihnya, merenungnya tetap ada di dunia nyata. Ada beberapa yang aku ceritakan di sini, di blog ini. Karena aku menganggap blog ini seperti rumah dimana aku bisa bercerita, tanpa harus khawatir atau merasa ditonton oleh semua orang insya Allah. Karena gak semua orang mau baca tulisan panjang tanpa gambar apapun. Gak semua orang mau baca, cerita yang mungkin terlihat sepele tapi sebenarnya penting bagi aku.

Baca selengkapnya Jawaban Sebenarnya

Berlatih Sabar

Rasanya, pekan ini adalah pekan yang sangat intensif buat aku ngobrol, sharing, mentoring Ziyad. Hal yang jadi bahasan banyak banget dan momen dalam satu hari itu macem-macem. Ada yang model dimarahin, ada yang model dinasehatin, ada yang model ngobrol tapi dikasih insight-insight dan encourage. Padahal pingin dicatet, tapi ternyata udah terjadi obrolan baru.

Insya Allah mau aku catat yang masih bisa diingat sesuai topik obrolannya.

Salah satu obrolan terkait proses belajar Al-Qur’an yang masih berjalan sampai sekarang (masuk bulan keempat alhamdulillah). Namanya Ziyad juga masih belajar, perlu mentoring di sepanjang perjalanan ini dari berbagai sisi.

Makanya kalau seorang yang lulus SMA/pondok terus mengajar, tiba-tiba dipanggil “Ustadz” (atau “Ustadzah”) dan terbawa ke “feel” yang didapat orang sekitar seakan-akan dia orang yang berilmu dan harus disegani, ini yang harus hati-hati banget ya. Padahal sang anak muda ini juga masih perlu dimentoring, dinasehati dan diingatkan. Kenyataannya hal ini terjadi banget di sekitar kita. Yang lucunya kalau sang anak muda yang dipanggil ustadz dan ustadzah ini juga terkena feel ini dan jadi merasa “tinggi” karena dia merasa -dan terbiasa- “dihormati”. Tapi kali ini aku gak ingin berpanjang bahas ini.

Catatan: Ziyad dipanggil dengan panggilan “Bang Ziyad” saat mengajar. Yang ini memang sengaja kami sampaikan di awal dalam rangka menghindari rasa tinggi ini insya Allah.

Baca selengkapnya Berlatih Sabar

Kemampuan Baru

Kemarin-kemarin, waktu Jogja lagi dingin-dinginnya, anak-anak sempat akai jaket ketika tidur. Suatu malam menjelang tidur, Kholid lagi pakai jaket karena udara Jogja memang lagi dingin-dinginnya.
Dia pasang ritsleting sendiri. Pas selesai masang dia bilang,

“Mi, Kholid dulu pas bisa pasang ritsleting seneng.”

Aku jawab, “Iya dong..semua kemampuan baru gitu. Makanya disyukuri. Kaya waktu kalian baru bisa baca, kan semangat banget tuh baca apa aja.”

“Jangan sampai lupa sama nikmatnya yang udah Allah kasih. Malah nanti jadinya (misalnya) lebih sering nonton, main.”

Begitulah, kita dikasih kemampuan sama Allah banyak banget. Tapi berlalu waktu, mungkin jadi dianggap remeh atau jadi hal yang biasa. Padahal kalau diinget lagi gimana usahanya, gimana saat pertama bisa…itu nikmat banget insya Allah.

Jangan sampai nikmat itu dilupakan dan tidak dimanfaatkan dengan baik. Kita terus berdoa supaya nikmat itu tetap ada.

Di Al-Qur’an, kita sering dapati ayat-ayat yang menyuruh yang Allah sedang ceritakan untuk mengingat nikmat-nikmat yang Allah berikan. Bahkan Rasululllah ﷺ pun Allah ingatkan tentang nikmat yang Allah berikan.

cizkah
21 Juli 2024

Masih Kecil tapi Menyiksa Binatang

Baruu aja kemarin ngetik tentang pikiran atau kekhawatiran aku tentang sesuatu terjadi sama Shikaido (ini nama yang ngasih Luma, tapi aku seringnya sebut Skido karena aku lebih mudah melafalin). Ternyata sore ini dengar kabar tidak mengenakkan.

Sebenarnya, ceritanya ga mulai dari sini. Sebenarnya lagi, dari kemarin aku mau cerita tentang kembar dan Luma yang mulai bermain dengan anak-anak di kampung sini dengan lebih intensif. Biasanya ketika mereka main di sore hari, lebih ke mereka yang main bertiga dan kemudian sekadarnya aja bertemu sebentar-sebentar di antara anak-anak itu. Gak sampe intensif main bareng.

Insya Allah aku bahas di postingan lain. Semoga Allah mudahkan.

Di sini aku mau cerita khusus masalah ini karena beneran menyesakkan dada banget dan bikin waspada.

Alhamdulillah aku sempat cerita tentang kucing-kucing di rumah di postingan ini

Kalau dipikir-pikir, kenapa juga ya aku cerita tentang kucing. Tapi emang begitu, cerita tentang kucing itu bagian dari hal obrolan dan hal yang rutin muncul di kehidupan.

Kemarin, seharian Skido ga muncul. Aku udah langsung, “Kalau udah gak muncul gini biasanya mati.”

Masalahnya, yang bikin kepikiran adalah, mati kenapa? Karena dari kemarin baik-baik aja masih dikasih makan.

Baca selengkapnya Masih Kecil tapi Menyiksa Binatang

Pikiran yang Melompat-Lompat

Kemarin, seharian melelahkan buanget. Kurang tidur, tapi kalau ini kayanya emang dari kemarin juga gitu. Ya sebenarnya juga emang cape tiap hari juga hehe. Tapi kemarin itu lebih gak tenang karena ada amanah untuk kerjaan yang belum beres dan tentu saja belajar yang gak berhasil mencapai target dari kemarin.

Menjelang isya, aku sengaja rebahan di kasur anak-anak yang posisinya di depan meja Abang biasa kerja. Niatnya biar bisa ngilangin melayang ngantuk yang udah ditahan. Rencananya abis isya aku mau keluar bareng Abang supaya bisa nyelesein amanah kerjaannya bisa lebih kondusif.

Kalau di rumah biasanya aku diajak ngomoooong terus sama anak-anak hehe. Sampai-sampai udah hampir 6 bulan ini aku pindah laptop ke kamar walau dengan meja kecil. Biar pas mau konsen banget bisa tutup pintu. Tapi tetep, ada aja pokoknya selingan dan potongannya.

Baca selengkapnya Pikiran yang Melompat-Lompat

Buat Apa Pakai Cadar?

Akhir-akhir ini lagi banyak banget hal yang bikin merenung. Ada banyak hal yang seperti saling berdesakan di kepala dan butuh untuk diurai satu persatu. Seperti biasa, biasanya aku berusaha berkutat sendiri sebelum akhirnya melontarkan apa yang ada di pikiranku ke Abang.

Aku yang selama ini memakai cadar, entah kenapa -atau sebenarnya aku tahu kenapa- mempertanyakan kembali, “Kenapa aku pakai cadar?”

Syubhat apakah yang muncul saat ini kemudian aku mempertanyakan pertanyaan ini?

Baca selengkapnya Buat Apa Pakai Cadar?

Thoriq Kembali Belajar di Rumah

Hal-hal yang terkait masa depan, kita perlu punya rencana akan langkah yang harus dilakukan.

Karena kita manusia yang serba terbatas,
waktu terbatas, kemampuan terbatas, ada langkah-langkah yang ga bisa dilakukan berbarengan.

Di saat itu, kita harus memilah dan menimbang kemudian membuat keputusan.

Harus membuat keputusan,
karena kita…
cuma punya
satu jalur waktu
yang bisa dilalui.

Baca selengkapnya Thoriq Kembali Belajar di Rumah

Resep Nagasari

Biasanya nagasari dimasak bahan-bahannya.
Setelah mengental nanti disendokin ke daun pisang, bungkus terus dikukus lagi. Aku juga belum pernah bikin dengan cara ini, karena langkahnya terasa agak berat dijalanin.

Makanya pas ketemu alternatif cara langsung aduk langsung masak, langsung let’s go, karena bahannya ada di rumah semua.

Ini udah bikin yang keberapa kali yah. Awalnya pakai cetakan talam. Akhirnya bikin yang ketiga kali, aku bikin langsung di satu loyang. Tapi waktu itu pisangnya ngambang semua heheh. Makanya ini kukus 2 tahap.

Baca selengkapnya Resep Nagasari

Life Skill Tahap Belajar Bikin Teh

Beri kesempatan dan kepercayaan disertai bimbingan.

Kadang kita saklek dengan kemampuan berdasarkan level kelas berapa seorang anak atau terjebak juga dengan aktivitas terstruktur tugas formal di sekolah sehingga kesempatan untuk belajar kemampuan dasar kehidupan terabaikan.

Bahasan ini lebih detil sudah pernah aku bahas di tulisan Mindset Mendidik Anak.

Tahap Kembar Belajar Bikin Sesuatu yang Pakai Air Panas

Baca selengkapnya Life Skill Tahap Belajar Bikin Teh

Melatih Kembali Rentang Konsentrasi

Lagi memperbaiki (lagi) rentang konsentrasi (attention span) Kholid (7th 8bln) yang sepertinya lagi agak berantakan.

Sebabnya.. kemungkinan banyak banget jeda-jeda mulai dari ujian semester, sakit dan lebaran yang memang jadi banyak libur proses nambah hafalannya.

Emang dasarnya dia tipe santai padahal insya Allah kalau pas semangat, bisa ceprt dan insya Allah kuat hafalannya.

Kalau Handzolah lebih disiplin tapi perlu lebih effort untuk penguatannya. Handzolah udah selesai dari kemarin-kemarin surat Al-Hadid.

Akhirnya mulai lagi deh harus bimbing “privat” Kholid

Baca selengkapnya Melatih Kembali Rentang Konsentrasi

Cerita Manik Montessori

Beberapa waktu yang lalu aku bikin akun untuk jual barang-barang di rumah yang sekiranya udah gak dipakai lagi tapi sebenarnya masih berharga insya Allah.

Selain itu ada juga benda-benda yang masih baru. Niat utamanya adalah:

  • melepas barang-barang di rumah,
  • menambah ruang,
  • mengurangi benda yang harus ditata,
  • dan juga ngurangin barang yang numpuk.

Salah satu yang juga niat dihabisin adalah Manik Montessori. Pas share jual Manik Montessori yang masih ada di rumah emang niat ngabisin. Jadi aku jual rugi banget. Dijual di bawah HPP (Harga Pokok Produksi).

Eh loh kok abis itu banyak banget yang pingin. Pas emang juga ada stok manik yang belum diolah. Ya udah, aku buka PO dengan pertimbangan jangan sampai aku nombok jadi dinaikinlah harganya.

Tapi memang dari awal udah niat gak akan produksi lagi, jadi ini ngabisin stok yang di rumah aja. Walau pada akhirnya aku tetap harus nambah-nambahin lagi maniknya dan yang paling bikin mikir adalah beli box-nya biar gak sampe kelebihan, karena harganya satu boxnya udah mahal juga. Jadi aku catat banget yang mau PO biar jangan sampai malah jadi numpuk lagi.

Nah, ini aku buka di sini karena ternyata pas PO yang terakhir ini ada beberapa yang cancel. Jadi aku share di sini siapa tahu ada yang mau pesan dari sini. Kemungkinan tinggal dikit lagi ya karena ini benaran udah niat yang terakhir. Kemarin emang niat ga mau produksi lagi karena ngurusin produk yang ini effortnya besar dan modalnya juga besar. Jadi aku ngerasa udah gak sanggup kalau terus produksi.

Kalau ada yang mau nyoba nyusun sendiri, aku udah lamaaa banget ngasih tutorialnya.

manik montessori cizkah
Warna yang didapat bisa bergeser sesuai stok yang ada ya. Misal hijaunya jadi lebih muda, atau pink lebih terang. Tapi tetap sesuai warna per angka insya Allah.

Sekalian aku mau simpan video pas anak-anak pakai Manik Montessori ini. Karena manik ini terutama untuk bantu anak-anak yang emang mereka butuh benda konkret buat menghitung.

Baca selengkapnya Cerita Manik Montessori