Aku cuma tidak ingin kagum dengan mereka, karena jika aku kagum dengan mereka, maka aku akan semakin menjauh dari-Nya, menjerumuskan diriku untuk lepas dari hidayah-Nya.
Ya Allah, tsabit qolbi ‘ala dinika…
Aku cuma tidak ingin kagum dengan mereka, karena jika aku kagum dengan mereka, maka aku akan semakin menjauh dari-Nya, menjerumuskan diriku untuk lepas dari hidayah-Nya.
Ya Allah, tsabit qolbi ‘ala dinika…
Banyak banget kejadian akhir-akhir ini yang membuat aku sedikit banyak merenung. Memikirkan hal-hal yang tadinya tidak terpikir. Atau membalikkan perspektif pikiranku yang dulunya A menjadi Z. Dan seterusnya. Mungkin itu yang membuat akhir-akhir ini aku jadi lebih sedikit melow dan lebih mudah uring-uringan. Yang lebih membuat pikiranku berkecamuk adalah, hal-hal yang mungkin jika dipadankan dengan ilmu tentang Islam yang sudah aku ketahui. Sehingga di satu sisi aku terus memikirkan berbagai hal, namun di sisi lain aku juga membatasi diriku dengan seluruh pergolakan yang ada sehingga hal yang demikian membuat pikiranku semakin terhimpit. Masalahnya bukan berarti aku menyalahkan sisi syari’at. Bukan insya Allah. Dan aku berlindung dari hal yang demikian.
Baca selengkapnya Saatnya Merenung…
Kemarin, dapet sms dari mas Lyno. Kakak kandungku yang pertama. Beliau ‘untuk sementara ini’ tinggal di Belanda. Dah 2 tahunan gak ketemu iy. Entah kapan yaa balik ke Indo.
Aku belum cerita ya, kalau Ma & Pa sempat ke Jogja akhir bulan kemarin. Padahal aku emang lagi kangen banget dan bolak balik minta ke bang Hen untuk ke Jakarta. Qadarulllah, anaknya mba Maya – kakak kandungku yang kedua dan tinggal di Surabaya – (Maritza Naazneen K) mesti opname dan mba Maya-nya juga ikutan di rawat karena tipes. Jadilah Mama sama Papa ke Surabaya terus pulangnya mampir ke Jogja. Tapi qadarullah, Papa cuma nginep semalem aja di rumah. Paginya dah ke Solo terus langsung pulang ke Jakarta. Nah, alhamdulillah Mama bisa agak lamaan di rumah (3 malam), kebetulan pas mo dipesen tiket yang hari Ahad, ternyata penuh. Hihi…seneng deh.
Kok jadi ngelantur yaa ceritanya. Pokonya, Mama kan main-main terus tuh sama Ziyad. Terus sempet nyeletuk tentang masalah mas Lyno dan mba Iyus yang belum dikaruniai anak sampai saat itu (nikahnya cuma beda 3 bulan loh sama aku, mas Lyno bulan Agustus 2006, aku bulan November 2006). Terus mama bilang, “Mama ngebayangin kalo anaknya mas Lyno nanti lucu, putih.”
Hihi…gak salah sih bayangan mama. Soalnya mas Lyno-nya kan masya Allah ganteng. Terus mba Iyus juga masya Allah cantik dan keturunan Arab asli (cuma kebetulan pindahan ke Belanda dari kecil).
Di awal bulan, mas Lyno sempet sms ngasih tau kalau abis kecelakaan, jatuh dari sepeda. Tangannya patah. Jadi, gak bisa kerja selama sebulan. Wah…la ba sa thohurun insya Allah ya Mas. Terus-terus…kira-kira semingguan lebih ya, mas Lyno sms nanyain kabar sambil ngasih tau kalau mba Iyus (nama aslinya Fayrus) lagi hamil 5 minggu!!!
Waaaaaaaaaahhhh aku langsung mau nangis terharu. Seneeng banget. Ikut seneng dengernya. Bisa ngerasain insya Allah kebahagiaan mas Lyno di sana. Di jaga ya kakakku sayang. Semoga dimudahkan sampai proses kelahiran nanti dan terus diberi kemudahan dalam merawatnya. Aamiin. Mama juga aku yakin senenggg banget. Soalnya langsung sms aku juga ngasih tau kalau seneng soalnya mas Lyno dan mba Iyus dah 3 tahun menikah.
Mabruk ya akhil kabiirr…
Pada gak nyadar ya??
Hehehe…artikel tulisanku yang judulnya “Bahasa Arab Bahasa Islam”, sedang hilang dari peredaran muslimah.or.id lho.
Kenapa?
Bukan karena isinya yang bermasalah. Jadi, ‘afwan jiddan itu tetap bukan merupakan kalimat arab yang benar, bahasa Arab itu memang benar-benar mulia, tidak ada hadits shahih yang menyatakan bahasa Arab bahasa surga, dan lain-lainnya. Hanya saja, kemarin sempat ada diskusi antara akh Satria dari badar.muslim.or.id yang juga merupakan teman suami dan teman satu tim di Penalette bersama suami dan tentu aja sama aku secara gak langsung. Berkaitan dengan kalimat yang bener dari ‘afwan itu. Sepertinya ada permasalahan berkaitan dengan nahwu dan shorof.
Setelah aku pikir-pikir, ada benarnya yang dikatakan akh Satria itu. Cuma perlu di cek ke ustadz. Akhirnya ditanyakan ke dua orang ustadz, tapi katanya belum dapat jawaban. Jadi, insya Allah mau ditanyain lagi ke ustadz Aris Munandar. Sebenarnya artikel itu memang sudah dimuraja’ah ustadz Aris. Sepertinya bagian yang ‘itu’ agak terlewat, karena memang dilihat secara kaidah, secara sepintas hasilnya benar. Tapi kalau dirunut-runut, ternyata kurang tepat.
Jadi, aku minta ke bang Hen di-unpost dulu aja, sampai dapat jawaban dari ustadz Aris insya Allah. Mohon maaf atas ketidaknyamaan tersebut.
Sebenarnya, beberapa waktu yang lalu, abang pernah membicarakan masalah orang-orang yang hosting di wordpress gratisan tuh kadang ada yang salah. Misal pasang adsense, jualan di blognya, dll. Bahkan dari ikhwan teman-teman juga ada beberapa yang secara tidak sadar melakukan hal tersebut. Alhamdulillah kemarin teman dari Al-Furqon yang nanganin website majalah Mawaddah telepon-teleponan sama abang, dan sudah abang beritahu hal tersebut. Mudah-mudahan bisa cepat ganti hosting, soalnya itu kan hampir emang tujuannya untuk komersial ya.
Nah, terus kemarin juga ngeliat si abang buka website salah satu ikhwan yang pindah hosting (gak digratisan wordpress lagi), karena isinya kadang-kadang membicarakan bisnis miliknya (yang emang tujuan dia nulis itu buat mempromosikan bisnisnya). Nah, nah…aku kan jadi kepikiran websiteku juga yang di sini. Terus, kadang-kadang kan aku ngomongin penalette, desainku, kerjaan, dll. Padahal maksudku sebenarnya copy paste di situ buat database aja kalo-kalo yang di sini hilang. Tapi karena dah tahu hal tersebut, insya Allah aku mutusin nulis di cizkah.com aja. Soalnya sering juga nih postingannya berbau bisnis. Hehehe…Lagian juga biar gak bingung dan lebih memanfaatkan waktu insya Allah.
Gak usah ikutan april mop ya…
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
“Sesungguhnya kebenaran itu menunjukkan kebaikan, dan kebaikan itu menunjukkan kepada surga.
Dan sesungguhnya seseorang itu berlaku jujur (benar) hingga ditulis di sisi Allah sebagai orang yang shiddiq.
Dan sesungguhnya dusta itu menunjukkan kepada fujur, dan fujur itu menunjukkan kepada neraka. Dan sesungguhnya seseorang itu berbuat dusta hingga ditulis di sisi Allah sebagai pendusta.”
(HR. Bukhari – Muslim)
Design untuk CV. Al Manar Herbafit Yogyakarta dengan website indoroyal.com Ini design yang ketiga sejak tahun 2007.

Alhamdulillah, setelah satu setengah bulan menjalankan toilet training siang hari, pada bulan Maret ini, Ziyad Syaikhan bisa mulai ‘lepas diaper’ pada malam hari.
Awalnya aku dan suami berniat menjalankan (mencoba) ide frugal yang aku telah posting kemarin (soalnya kami sendiri belum pernah mencobanya). Jadilah kami di awal bulan membeli diaper Mamy Poko dua buah. Perkiraanku, ketika satunya dicuci, paling tidak ada persediaan satu lagi untuk dipakai. Kemudian aku membeli diaper uukuran XL isi 20, jaga-jaga untuk dipakai ketika berpergian.
Malam pertama, aku masih kenakan ke Ziyad diaper Momy Poko tersebut. Ide suami sih ini sebenarnya. Paginya aku buang isi diaper yang sudah kena pipis tersebut, kemudian aku cuci seperti mencuci baju lainnya. Kemudian sambil itu, aku masih menunda sekaligus berpikir bagaimana menerapkan secara enak metode itu. Karena berarti harus ada kain yang diisikan ke diaper. Dan alternatifnya yang paling enak sepertinya mengisi dengan popok. Aku pikir tidak bagus untuk kulit Ziyad kalau langsung kugunakan popok yang sudah aku simpan hampir 1 setengah tahun yang lalu. Mesti ada binatang-binatang kecil yang bersarang di situ. Jadi, aku pikir paling tidak ,aku harus menyetrikanya.
Alhasil, setelah berputar-putar berpikir dan mempertimbangkan semuanya, aku memutuskan, “Sekarang saatnya”, untuk mulai mengajarkan toilet training di malam hari (alias tidak jadi menerapkan metode isi diaper dengan kain tersebut). Pertimbangannya,
1. Tidak nyaman untuk Ziyad.
2. Sama saja pilihannya, yaitu aku harus bangun di malam hari. Baik untuk mengganti kain yang mungkin sudah dikencingi, atau bangun untuk mengantarkan Ziyad ke kamar mandi.
Hasilnya?
Alhamdulillah…Senaaannggg bangetS!! Ternyata tidak sesulit yang dibayangkan. Karena pada malam hari (waktu tidur), Ziyad memang jarang pipis. Aku hanya perlu bangun sekali untuk membawanya ke kamar mandi. Membawanya??
Yup, sekedar mengendong, kemudian aku taruh dipangkuanku, kemudian kakinya aku pijakkan ke lantai supaya dia merasakan dinginnya. Hebatnya, Ziyad tetap tidur walaupun aku begitukan. Kemudian aku siram-siram sedikit kaki dan penisnya dengan air. Pipislah dia…Hehehe. Setelah acara siram-siram ke bagian-bagian yang kena pipis dan terciprat, aku bawa lagi ke kamar dan masing-masing melanjutkan tidurnya. Hehehe…
diaper Momy Poko yang satunya sampai sekarang masih belum terpakai lho. Siang hari, misalnya kami ajak Ziyad Syaikhan keluar, ternyata ia tetap tidak pipis (walaupun perginya selama 2 jam). Sampai di rumah, biasanya langsung aku cek, dan ketika bersih dari pipis, langsung aku suruh pipis di kamar mandi. Jadilah diapernya aku simpan lagi. Sudah berapa kali seperti itu. Alhamdulillah, diaper yang kubeli kemarin yang bentuknya celana. Jadi, tidak ada masalah dengan perekat (yang mungkin akan aus kalau berkali-kali dibuka tutup).
Begitulah Ibu-Ibu. Hehehe…Setelah hiruk pikuk di dua minggu pertama toilet training, di bulan kedua ini, alhamdulillah hasilnya sudah dapat dikecap sedikit demi sedikit. Bukan berarti sudah bisa leha-leha (santai) lho. Karena aku tetap menjadwalkan satu jam sekali mengantarkan Ziyad Syaikhan pipis di siang hari. Kemudahannya sekarang adalah Ziyad bisa disuruh untuk pipis walaupun yang keluar sedikit ketika sudah di kamar mandi. Kalau dulu awal-awal, bisa-bisa 10 menit di kamar mandi, kalau Ziyad lagi tidak ingin pipis ya tidak akan keluar pipis itu.
Mudah-mudahan Allah memberi kesabaran untuk meneruskan toilet training ini. Insya Allah kalau Ziyad sudah lancar bicara, ia akan lebih mudah menyampaikan kalau “Uridu an abul ya Ummi…” Hehehe…
Alhamdulillah, ini ada judul-judul majalah Al-Furqon (sebagiannya saja) yang bisa sedikit membantu di kala kita butuh referensi tentang suatu tema tertentu. (Dengan catatan ada majalahnya atau ada tempat yang menyediakan majalahnya).
Judul-judul ini tidak lengkap seluruh edisi, karena aku tidak memiliki seluruh edisi dari majalah Al-Furqon. Kemudian, untuk ketikan di bagian-bagian awal mungkin sedikit berantakan. Karena dulu awal mengerjakanya ketika masih hamil Ziyad Syaikhan (waktu senggangnya masih agak banyak, kalau sekarang mah susah ya nyari waktu senggang? hehehe). Dan kondisi hamil itu kan mudah capek. Kemarin sempat banyak juga yang tidak tertulis (sejak Ziyad Syaikhan lahir), karena proses adaptasi waktu antara mengurus anak dan hal-hal lainnya agak lama. Alhamdulillah sudah bisa aku lengkapi kemarin sampai edisi terakhir yang kami miliki.
Oh ya, tentu saja untuk lebih mudahnya lagi, majalah yang mungkin teman-teman miliki lebih baik jika diberi label. Misalnya, Edisi 10 Tahun V, yang ditempel di kedua sisi untuk memudahkan pencarian. Jadi gak perlu bongkar susunan majalah yang ada. Insya Allah kalau ada contoh fotonya aku upload di sini ya.
Silakan download di sini.
Nah..yang ini proyek dari mas killy. Terus aku gak pernah hafal linknya dan sampe sekarang gak pernah dapat linknya dari mbah google. Gak tau masih dipakai gak ya desainnya. ^_^ Headernya gak seperti yang terlihat di sini soalnya client pinginnya model blending image gitu dan yang aku kasihin gak ada yang cocok. Dibuat Desember 2008.
Desain untuk CV Loidsteel. Perusahaan brangkas. Theme wordpress by me.

Desain untuk donatbakar.com. Tahun 2008. Ilustrasi by me. Theme wordpress by me called jawjaw.

Kemarin ketinggalan mau cerita ini. Alhamdulillah Ziyad Syaikhan juga dah bisa ngenalin beberapa anggota badan.
Untuk kepala, biasanya dia suka nunjuk bagian-bagian tertentu terus ngomong “Aa?”, maksudnya aku disuruh sebutin tu apa. Dimulai dari bagian mata,
“Ainun…mata, anfun….hidung, famun mulut, udzunun kuping, khoddun pipi.”
Kadang ditambah sya’run rambut atau kalau main sama bang Hen, dia nunjuk jenggot, terus si Abi bilang, “Lihyah.”
Nah, kenapa untuk telinga kita sebut kuping. Soalnya kalau kita sebut telinga, Syaikhan langsung mengaum, “AaauummmM…” Heheheh, itu soalnya pas kemarin sempat beli buku tentang binatang-binatang (yang kini sudah habis dirobek tercerai berai), ada bagian gambar singa terus aku bilang, “Singaa…Aaaummmm.” Sampai sekarang jadinya kalau disebut singa, dia menyahut dengan mengaum. Nah, telinga kan terdengar akhirannya sama kaya singa. Ya udah deh, kita ganti kata kuping.
Kemarin ada tambahan kata baru. Buah…tapi dia nyebutnya “Wuuwahhh.” (Sambil mulutnya manyun banget pas bagian “Wu” :P)
Terus, kemarin dia lagi ngoceh-ngoceh, aku sengaja cari kata yang terdekat dengan yang dia ocehkan. Alhamdulillah bisa satu kata baru. “Pinjam”. Tapi dia nyebutnya cuma, “Jem.” Tapi kalau pakai bahasa Arab, insya Allah dia ngerti juga kalau aku bilang, “Ista’ir.” Nanti dikasih deh barang yang ada di tangannya.
Oya, tadi aku mainan sarung kan ya sama Ziyad, dijadikan berbagai permainan. Terus akhirnya aku capek, aku kenakan ke Ziyad (sebelumnya dilipat-lipat sampai seukuran badannya dia). Eh, ternyata dia langsung kesenangan terus sujud bangun sujud bangun. Hihihi…ceritanya sholat tuh. Aku iringi gerakannya dengan kata-kata, “Allahu Akbar…Allahu Akbar.” Tambah senang dia.
Habis itu aku nerusin mencukur kepalanya dia (He eh! Botak). Kemarin kan aku dah potong pendek. Tapi gak rapi potongannya. Terus aku tanya ke bang Hen, apa dibotakin aja. Bang Hen ngiyain. Ya udah deh. Mudah-mudahan badannya gak panas. Soalnya kan biasanya kalo botak jadi lebih dingin. Pas masih bayi banget dulu langsung pilek soalnya.
Dah 1 setengah tahun ya Ziyad Syaikhan alhamdulillah.
Bulan ini insya Allah 1 tahun 7 bulan. Alhamdulillah proses toilet trainningnya dah mulai santai. Hehehe, hampir gak pernah kebobolan lagi (ngompol). Malam tapi masih aku pakaikan panpers. Kemarin sempat mau coba gak dipakaikan, tapi aku tunda dulu. Siapin mental dan fisik (lagi). Masih gak tega juga soalnya sama Ziyad kalau mesti dibangunin untuk pipis ke kamar mandi. Tapi kemarin aku dah ngeliat, kalau mau ngelatih toilet training pas malam hari, insya Allah pas subuh ngajak ke kamar mandinya.
Senang sekali melihat perkembangan Ziyad. Kemarin, aku baru sadar, ternyata dia baca do’a turun hujan loohh. Tapi karena dia belum bisa ‘ngomong’, jadinya cuma “Pah tah pa tah pa tah…” Ketahuannya dari nadanya yang sama, kaya nada Umi sama Abi kalau lagi ngajarin itu, terus dia baca itu kalau pas dengar rintik-rintik hujan. Kalau ditanya, “Doa turun hujan gimana doa turun hujan.” Nanti dia praktekkan lho. Alhamdulillah… Jadi tambah semangat mengajarkan ilmu-ilmu lainnya. Hehehe…
Kalau shalat juga dah semangat banget ngikutin Abi sama Umi. Karena lagi musim hujan, Abi kan sering shalat bareng Umi. Nanti kadang pas Abi dah shalat di masjid, terus aku bilang “Uridu an usholli…” Nanti Ziyad narik-narik bang Hen. Maksudnya nyuruh ikut shalat ke kamar. Hehehe…Nanti dia ikutan sujud, ruku. Tapi belum bisa sedekap. Sujudnya masih belepotan. Dah gitu tambah didukung poster shalat yang akhirnya aku pasang di pintu kamar kedua. Jadi, kalau dia lagi semangat pingin nunjukin kalau dia bisa gerakan shalat, biasanya dia dekati poster itu. Kalau yang poster wudhu aku taruh di pintu kamar tidur. Tapi dia masih kurang paham kalau wudhu. Paling dilihat lama-lama.
Abah…
Nah ini…kok bisanya manggil abah duluan ya?? Hehehe…soalnya vokalnya ‘A’ semua. Kalau disuruh ‘abi’ juga belum bisa. Diajarkan “Ummiii…” Nanti dia nirunya, “Ammahhh”.
Kasihan kadang-kadang melihat Ziyad. Sebenarnya keinginan untuk bicaranya sudah kuat banget. Cuma lidahnya masih belum bisa ya sayang. Mudah-mudahan Allah memberi kelancaran Ziyad Syaikhan buat bicara ya.
Ziyad sekarang juga bisa pura-pura tidur. Lucu deh lihat matanya pura-pura merem, tapi merejep-merejep gitu, ketahuan kalau pura-pura. Nanti dia senyum-senyum deh.
Ohya, alhamdulillah kemarin bisa beliin sepeda roda empat. Tapi maininnya kayanya di rumah aja deh. Soalnya dia belum bisa mengendalikan. Jadinya capek banget kalau ngajak keluar (tadi barusan nyoba soalnya).
Aku yakin, kita esok akan pergi ke Madinah Munawaroh Insya Allah wahai kekasihku…
Ceritanya di balik kalimat ini…
Kemarin salah satu personil Penalette minta ketemuan di kantor. Kebetulan waktu itu abang masih di rumah. Aku berdua sama bang Hen punya firasat yang sama.
“Kayanya kok mau keluar ya bang?”
“Abang juga kepikiran gitu.”
Dan berlanjut dengan perkiraan-perkiraan lainnya yang jadi muhasabah dengan kondisi penalette sekarang.
Akhirnya, sewaktu bang Hen pulang pukul 18.30 wib, aku tanya lagi, “Sesuai perkiraan ya Bang?”
“Iya.”
Kemudian bang Hen cerita kalau si i Ikhwan ini ditawari untuk kerja sebagai pembuat web, sekaligus menjadi admin untuk website Syaikh Abdur Razaq di Madinah. Sebenarnya si ikhwan ini belum lama berkecimpung di dunia perweban (belum paham xhtml, css, dsb yang berkaitan sama web). Aku (yang punya keinginan ingin pergi ke sana) dengan sedikit lesu dan sedih mendengarnya, “Kok gak kita aja bang, yang kesana?”
Terus bang Hen menceritakan berbagai alasan yang emang logis dan syar’i Insya Allah. Itupun pertimbangan dari berbagai sisi.
Terus bang Hen cerita, kalau ikhwan ini punya waktu cuma sebulan untuk mengurus semuanya sekaligus belajar. Tapi insya Allah keputusannya dah kuat dan bulat. Dari personil Penalette yang lain sudah memberikan banyak masukan, seperti, “Tidak semua mesti jadi ustadz.” “Web itu susah lho.” dan lain sebagainya yang bukan bermaksud membuat down si ikhwan.
Akhirnya… insya Allah semuanya mudah-mudahan lancar dan berakhir kebaikan. Ujung-ujungnya buat dakwah. Abu Aisya bilang, “Insya Allah dua tahun lagi kita ketemu di sana akh.” (Aku pingin nangis dengar abang cerita dan ketika menuliskan ini pun juga. Mudah-mudahan ya Allah). Bang Hen mengamini ucapan Abu Aisya ini.
Bang Hen juga jadi lebih optimis, insya Allah berarti ada kesempatan untuk kami dan Penalette untuk ke sana. Tapi sebenarnya usaha seperti Penalette dibutuhkan pula di sini. Karena dari ikhwah belum ada yang khusus bergerak di situ. Padahal posisinya penting dalam dunia yang serba techie ini. Mudah-mudahan dengan kedekatan si ikhwan dengan Syaikh Abdur Razaq juga bisa ada efek positifnya untuk membantu dakwah teman-teman di sini.
Sebenarnya, sebelum ada kejadian ini, sejak beberapa hari yang lalu aku sama bang Hen lagi semangat-semangatnya belajar dan melatih muhadatsah lagi. Diawali dengan dapat tutorial bahasa arab yang bagus banget di youtube (aku gak tahu ni urlnya), terus sama banyak hal-hal lainnya yang berkaitan dengan bahasa arab (mogen, tutorial untuk anak-anak). Semoga Allah memudahkan jalan kami. Aamiin.
Beberapa hari yang lalu sempat mendengarkan kajian Ust. Armen rahimahullah. Alhamdulillah jadi muraja’ah berbagai hal tentang kehidupan. Salah satunya tentang rezeki dan ibadah. Di situ, ustadz mengatakan tentang bagaimana seseorang (bahkan yang telah mempelajari ilmu agama dan sunnah Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam), yang tadinya cahaya sunnah terpancar pada wajahnya, seiring dengan waktu, ia menghilang dari peredaran. Sibuk dengan urusan dunia. Tidak hadir di majelis-majelis ilmu. Dan kalimat-kalimat yang rasanya harus aku notulenkan supaya tersampaikan sebagaimana yang ustadz maksudkan.
Padahal urusan rezeki itu telah dijamin oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala. Kita cuma bisa berusaha dan tawakal. Tapi bukan kemudian ‘mengejar’ hal tersebut. Ada hal lain yang butuh diusahakan dan dikejar dengan sungguh-sungguh, yaitu beribadah kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala. Karena tidak ada yang dapat menjamin setiap amal ibadah yang kita lakukan itu pasti diterima oleh Allah. Aku jadi muhasabah deh sama diriku dan keadaan sekarang. Alhamdulillah jadi masukan berarti. Itulah pentingnya muraja’ah ya!
Alhamdulillah walaupun proyek yang kemarin rencananya ada 2, dan ternyata yang benar-benar aku kerjakan bulan ini satu buah (itupun belum dibayar :P). Yang satunya sampai saat ini gak fix karena orangnya sibuk. Yang dari surabaya terakhir ngelobi mau nyicil 4 kali terus kalau yang buat sekolah katanya mau dirapatin terus tapi sampai sekarang juga gak kasih kabar. Terus waktu kemarin bang Hen sempat cerita mau ada proyek dari Desperindag beberapa kerjaan yang nilainya lumayan besar. Aku cuma bilang, “Ah gak mau terlalu senang dulu.” Pengalaman dari kemarin, semuanya serba gak pasti. Jadi, pas dengar kabar kalau gak semuanya nanti dikerjakan Penalette, aku gak terlalu kaget atau kecewa. Kata Abu Aisya, karena peraturan dari pemerintah, untuk satu pekerjaan itu hanya boleh dikerjakan oleh satu perusahaan. Tapi belum ketahuan nanti dari Penalette bakal kebagian yang mana. Dan belum tahu juga apa aku akan diperlukan di situ. Kalau tidak berkaitan dengan desain, berarti ya engga. Hehehe…
Semoga rezeki dan usaha yang ada selama ini diberkahi oleh Allah. Semoga usaha bang Hen dan teman-teman bisa berkembang dan bisa mewujudkan cita-cita kami suatu saat. Pelan-pelan aja…