Pohon Bidara dan Haid

Punya pohon bidara sejak Corona kemarin. Tapi suka lupa kalau pas mau mandi haid.

Akhirnya setahun terakhir pas mulai ada matahari yang cukup panjang jadinya kering terus mati.

Mungkin ada yang ga nyadar, tiap tahun 2022 itu sepanjang tahun gelaaap, menduuung. Aku udah sampai di tahap ga semangat kerja pas di bagian teras gelap terus. Akhirnya alhamdulillah mutusin beli lampu meja, bener-bener emang wujud nyata dari “jangan cela kegelapan tapi nyalakan lampunya” hehe.

Tapi waktu itu, aku membutuhkan peyakinan dari Abang untuk “Gpp beli lampu yang aku suka untuk di meja kerja, karena itu lebih berharga daripada nilai harga lampu itu sendiri –yang menurut aku cukup mahal–.

Alhamdulillah nurut Abang dan happy.

Balik lagi ke masalah Bidara, tahun 2022 yang dominan mendung dan hujan dengan sesekali panas, bidara-nya masih bertahan hidup.

Baca selengkapnya Pohon Bidara dan Haid

Sansivera Pagoda

Ternyata ada tanaman sansivera juga ya di rumah hehehe. Ini udah sering kefoto pas share di story. Tapi belum pernah diceritain karena emang sambil lalu perawatannya.

Satu alasan terbesar ketika beli ini adalah ternyata tanaman ini bagus untuk menyerap polusi yang ada di udara. 

Sansivera Sanseviera Pagoda
Foto tanggal 12 Juli 2020. Kelihatan ujung atas daunnya ada pertumbuhan alhamdulillah
Baca selengkapnya Sansivera Pagoda

Pelajaran dari Berkebun; Jangan Mudah Putus Asa

Kejadian melati jepang ini CUMA salah satu dari kejadian yang ada di kebun. Yang benar-benar bikin narik pelajaran. Kita tuh pokoknya gak boleh gampang putus asa. Kasih kesempatan. Terus berharap.

Beli melati jepang ini, bulan Juni. Masih kecil dan kondisinya sehat alhamdulillah.

Baca selengkapnya Pelajaran dari Berkebun; Jangan Mudah Putus Asa

Biopori untuk Sampah Hewani

Alhamdulillah, Allah mudahkan untuk bisa bikin biopori.

Sebelum membuat biopori ini, ternyata yang ada di benak aku selama ini ada yang salah. Beberapa hal yang aku salah paham adalah:

  • Aku pikir, untuk bikin lubang biopori itu susah dan mesti pakai tukang. Soalnya lubangnya kecil dan dalam. Kayanya mesti alat khusus yang mungkin hanya tukang yang punya. 
  • Nah, kalau sudah pakai tukang atau pakai alat khusus, tentu saja mindsetnya jadi urusannya agak sedikit lebih ribet dan mahal. 
  • Kalau sudah urusan tukang juga, berarti mesti nunggu Abang yang bergerak. Bergerak untuk menghubungi tukang, dll. 

Ternyata semuanya salah dan salah.

Jadi, suatu hari aku merasa resah karena sampah sisa hewani dan sisa-sisa dari kotoran di wastafel sudah penuh di wadahnya. Wadah itu di taruh di bawah wastafel.

Yang agak parah, waktu itu, belatung putih – calon lalat yang jadi sumber penyakit –  mulai jalan kemana-mana dari arah dapur. Tapi karena ngira itu belatung – calon BSF (black soldier fly) yang bermanfaat  untuk kehidupan -, anak-anak malah heboh ngumpulin itu belatung. 

Baca selengkapnya Biopori untuk Sampah Hewani