Abis dengerin kajian ust. Abdullah Taslim (sambil kerja bakti beresin rumah sama abang), tentang Keutamaan Ilmu (yang bisa dibilang gak pernah bosan dengernya walau udah didengerin berkali-kali). Kali ini diingatkan bahwa Islam itu indah, Islam itu mudah, semuaaanya dari berbagai sisi.
Kalaupun ada hadits yang mengatakan bahwa,
حُفَّتِ الْجَنَّةُ بِالْمَكَارِهِ وَحُفَّتِ النَّارُ بِالشَّهَوَاتِ
“Surga itu diliputi perkara-perkara yang dibenci (oleh jiwa) dan neraka itu diliputi perkara-perkara yang disukai syahwat.”(HR. Muslim)
Maka itu awalnya, karena seorang muslim itu mesti diuji tentang imannya.
Terus lagi, kalo ada orang yang belum bisa merasakan nikmat dan indahnya Islam itu, maka itu karena dia masih “sakit”. Karena orang yang sakit, walau dihidangkan makanan yang sangat enak sekalipun, maka mereka tetep tidak akan dapat merasakannya. Masya Allah, bener banget kan…
Oya, satu lagi yang sangat penting untuk diingatkan (padahal pas makan siang tadi, aku sama abang juga abis saling mengingatkan ttg masalah ini), yaitu kesombongan. Nah, di ceramah tersebut, ustadz mengingatkan tentang hadits Abdullah bin Mas’ud radhiallahu ‘anhu yang isinya tentang seorang yang sudah melakukan amalan kebaikan penghuni jannah, padahal jaraknya tinggal sejengkal lagi, tapi pada akhirnya dia mengamalkan amalan penduduk neraka dan dia masuk neraka. Penjelasan simpel dan ringkasnya adalah, karena orang tersebut ternyata menyandarkan amalan-amalan yang dia lakukan hanya pada dirinya sendiri. Jadi tidak disandarkan pada Allah semua kebaikan yang dia lakukan. Padahal, kita bisa melakukan kebaikan, dan sebagainya itu kan taufik dari Allah. ^^
Semoga postingan singkat ini bermanfaat untuk menyejukkan hati kita. Aamiin.