Kisah Melahirkan Kembar Handzolah dan Kholid (2): THE DAY

Sampai di RS, aku langsung aja ke bagian pendaftaran. Gak pake ngambil nomor antrian seperti kemarin. Periksanya ke bidan aja. Kan cuma mau periksa bukaan. Alhamdulillah ketemu sama bu bidan Gayatri — yang ternyata adalah pendamping bu Muslimatun sejak awal Sakina Idaman berdiri.

Aku cerita kalau pas hamil Luma juga gitu. Kontraksi gak teratur, tapi pas dicek ternyata udah bukaan 3. Akhirnya langsung rebahan dan periksa dalam.

“Tarik nafas panjang…”

Aku narik nafas dan berusaha rileks. Bu Gayatri bilang, “Wah bener ini…udah bukaan 3.”

“Tuh kan bener”, aku bilang.

Gak tau kenapa tapi aku sama abang yang gak panik gitu. Kalo hamil biasa, kemungkinan besar kalo lahir usia segini aku bakal panik dan sedih deh. Alhamdulillah. Salah satu faktor juga emang aku udah sering bilang juga ke abang – dari hasil baca berbagai referensi – bahwa kebanyakan kehamilan kembar memang lahir sebelum 38. Dan insya ALlah mereka tetap tumbuh normal.

Baca selengkapnya Kisah Melahirkan Kembar Handzolah dan Kholid (2): THE DAY

Kisah Melahirkan Kembar Handzolah dan Kholid

Sejujurnya, gak pernah nyangka kalau aku termasuk dari ibu-ibu yang pernah melalui operase cesar. Apalagi kondisi kehamilan si kembar kemarin dari usia 30 minggu, keduanya  kepalanya sudah di bawah. Bahkan posisi juga semakin bagus pas periksa terakhir usia 35 minggu. Terus ko bisa tetap cesar?

It’s a very long story.
Pengen banget cerita dari zaman kehamilannya. Tapi kita persingkat ke kejadian dua hari sebelum hari H itu.

Baca selengkapnya Kisah Melahirkan Kembar Handzolah dan Kholid

Twin’s Journey: Diagnosa Down Syndrome di Usia 12 Minggu

Masih ingat gak sama postingan ini. Ga berani cerita tentang ini sampai lahir si kembar. Karena emang kita sendiri masih penuh cemas dan harap. Walaupun di pemeriksaan minggu ke 16, ada ciri yang menghapus diagnosa down syndrome tersebut.

Pemeriksaan usia kehamilan 12 Minggu

Seperti biasa, aku ngajak abang periksa ke dokter di usia-usia tertentu karena memang ada tujuannya. Untuk mengetahui janin berkembang atau engga di usia 8 minggu, untuk mengetahui apakah ada hal-hal yang perlu diketahui dari janin (misal kelainan atau lainnya) di usia 12 minggu, dan untuk sekedar mengetahui jenis kelamin bayi di usia sekitar 18-20 minggu.

Yang tidak pernah aku persiapkan adalah mental untuk menerima kabar buruk di pemeriksaan usia 12 minggu.

Baca selengkapnya Twin’s Journey: Diagnosa Down Syndrome di Usia 12 Minggu

Usia Kehamilan Si Kembar 27 Minggu (Laki-Laki atau Perempuan?)

Hidup orang muslim itu, memang harus penuh sabar dan syukur. Melenceng dikit aja, berarti jadi kurang sabar atau jadi kurang bersyukur. Akhirnya ngerasanya jadi yang paling susah sedunia.

Dari kemarin nahan diri untuk posting tentang kehamilan karena gak pingin isinya kok kaya keluh kesah aja hehe. Karena kehamilan ini memang bisa dibilang paling berat diantara kehamilan sebelumnya. Berat di fisik, berat di mental dan di lain-lainnya.

Dan diwaktu-waktu aku menahan diri itu, alhamdulillah banyak dapat pencerahan.

Aku jadi sadar aku memang masih belum kuat ketakwaannya. Aku masih belum bisa mengamalkan pencarian penghiburan diri dengan Al-Qur’an. Padahal di dalamnya ada jawaban bagi semua permasalahan. Ada sesuatu yang bakal bikin tenang jiwa. Sudah tahu ilmunya (tentang doa ketika di rundung duka dan minta dikaitkan hati dengan Al-Qur’an), tapi pas dapat kesedihan luar biasa – dari sisi aku –  kaya kemarin malah main hp. Hebat banget kan hehe. Gimana gak tambah negatif tu pikiran. Tapi ya gitu, ketika ujian melanda, memang fisik dan mental tuh capek banget ya. Pas hari-hari biasa aja kita butuh perjuangan untuk melawan hawa nafsu untuk bisa konsisten beribadah..

DOA MENGHILANGKAN SEDIH, GUNDAH, GALAU

Ada tiga jenis perasaan yang mengganggu jiwa seorang manusia;
1. huzn (kesedihan terhadap apa yang terjadi di masa lalu),
2. hamm (keresahan lantaran kekhawatiran akan masa depan)
3. ghamm (perasaan gundah saat menghadapi kenyataan yang sulit yang tengah dihadapi sekarang).

Tiga perasaan ini tak bisa lenyap dari jiwa seseorang kecuali melalui ketulusan penuh untuk kembali kepada Allah, kesempurnaan perasaan hina di hadapan-Nya, kerendahan hati kepada-Nya, ketundukan dan kepasrahan terhadap perintah-Nya, percaya akan ketentuan-Nya, mengenal-Nya dan mengenal nama-nama dan sifat-sifat-Nya, percaya kepada kitab-Nya, selalu membaca dan merenungi serta mengamalkan segala kandungannya.

Dengan itu semua -bukan dengan yang lain – segala kekacauan hati itu akan sirna, dada menjadi lapang, dan kebahagiaan pun akan datang. Dalam Musnad Ahmad dan Shahih Ibni Hibban serta lainnya, ‘Abdullah bun Mas’ud meriwayatkan bahwa Nabi bersabda,

“Tidaklah seorang hamba mengucapkan doa berikut (ini) tatkala ia didera keresahan atau kesedihan melainkan Allah pasti akan menghilangkan keresahannya dan akan menggantikan kesedihannya dengan kegembiraan.

Para Sahabat bertanya, ‘Wahai Rasulullah, sudah seharusnya kami mempelajari doa tersebut. Rasulullah menjawab, “Benar. Sudah seharusnya orang yang mendengarnya mau mempelajarinya”.(HR. Musnad Ahmad 1/391 (Ash-Shahihah no 199)

#doa #yufid #posterdakwah #picdakwah #picdoa #posterdoa #islam #quran #sunnah #hadits #muslim #picoftheday

A photo posted by Yufid Network (@yufid) on

Tadi sore, pas lagi muroja’ah hafalan sama Ziyad. Sampai di surat At-Taghobun. Pas bagian ayat ini

مَا أَصَابَ مِن مُّصِيبَةٍ إِلَّا بِإِذْنِ اللَّهِ

kan memang mirip banget sama surat Al-Hadid. Seperti biasa Ziyad masih suka ketuker dan terusan ayatnya suka kecampur sama ayat lain.

Baca selengkapnya Usia Kehamilan Si Kembar 27 Minggu (Laki-Laki atau Perempuan?)

Roller Coaster…

Kehamilan kali ini…beda. Bedanya…banyaak banget.
Mulai dari harus searching lagi tentang dokter, rumah sakit, biayanya daaan banyak lagi.
Karena biasanya kan aku 3 kali ngelahirin alhamdulillah semuanya sampai terakhir periksa gak ada apa-apa. Jadi udah mantep banget lahiran sama bidan di Sakina Idaman. Karena udah tahu gimana kamarnya, harganya, pelayanannya, makanannya dll.

Kalau sekarang…

Baca selengkapnya Roller Coaster…

MoDi Twins?

Wait..Twins?
Jadi beneran kembar? 😀

Tunggu, tunggu. Cerita pelan-pelan dulu.

Sekarang aku udah 10 minggu alhamdulillah.
Periksa pas bulan kemarin kan mingggu ke-6 ya seperti aku ceritain. Ya karena penasaran. Ya karena feeling kembar. Pingin lihat babynya gimana. Padahal kenyataannya seperti bisa di duga. Gak kelihatan apa-apa selain kantung hitam rahim yang membesar alhamdulillah.

Tapi…karena pernah lihat-lihat USG anak kembar, sebenarnya kan satu kantung hitamg itu gak menjamin satu bayi hehe.

Dan karena super penasaran, jadwal periksa yang harusnya minggu ke-10 akhirnya dipercepat lagi. Pas masuk minggu 9, aku ngajakin abang periksa. Kan cuma ke bidan. Sebentar, gak banyak antrian.

Baca selengkapnya MoDi Twins?

Stripping of The Membrane – Induksi Manipulatif?

Udah baca kan kisah yang kemarin. Yang kata bu Mus itu, aku itu di stripping. Malam ini penasaran lagi.

Yang jelas, di postingan kemarin, aku bilang kan kalau bersyukur kalo yang aku alami itu bukan ngelepas plasenta…Ternyata…stripping itu beda tippis. Stripping di sini…adalah melepas selaput ketuban secara manuaall…ha ha ha…Ketawa mo nangis. Pantesan aja sakit ya. Ini ternyata termasuk salah satu cara induksi..tapi masuk ke induksi manipulatif.

Ini nih, info singkatnya:

Baca selengkapnya Stripping of The Membrane – Induksi Manipulatif?

Lahirlah Luma…

Cerita selanjutnya…lahirlah Luma.

The End… 😀

Haha…dari kemarin mau ketak-ketik kisah selanjutnya kok gimanaa gitu. Udah kelamaan soalnya ceritanya. Yah, lanjutin sedikit aja – mudah-mudahan gak jadi panjang ;D –

Saat aku sudah mulai pindah ke ruang bersalin, salah satu tetangga aku datang buat jagain Ziyad Thoriq di luar ruangan. Sebentar banget tapi karena dia katanya ada keperluan. Alhamdulillah akh Zakkiy datang kemudian full jaga mereka.  Kayanya bareng sama Abang juga datang.

Alhamdulillah Abang bisa ikut nemenin aku di ruang bersalin seperti biasa. Alhamdulillah, proses melewati fase persalinan masih terkontrol. Hampir sesuai harapan aku pas waktu lahiran Thoriq dulu hehe. Ga pake acara meringis kesakitan, entah mo ngapain, nangis dll. Setiap kontraksi datang, langsung konsentrasi nafas aja…Selesai kontraksi, ngobrol kaya biasa ke mba bidan junior yang nemenin (lupa namanya..padahal kemarin udah kenalan).

Sempat juga ngobrol masalah gentle birth, delayed umbilical cord. Pas terakhir-terakhir periksa, sebenarnya aku udah nanya-nanya tentang ini ke bu Mus. Cuma jawabannya karena itu gak masuk bagian dari SOP, jadi gak bisa dilaksanakan. Manfaatnya juga kurang signifikan, intinya gitu. Sedih juga sih waktu itu. Sempat cerita ke teman di wa, namanya Rima. Pas dapat kalimat yang intinya, “Bisa pro ASI dan IMD dah alhamdulillah, kalo bisa yang lainnya itu bonus.” Hehe..bener juga ya. Yang udah ada disyukuri aja. Semoga semuanya normal.

Flashback Awal Kehamilan

Pas awal-awal hamil, sebenarnya aku banyak baca-baca dan cari tahu tentang gentle birth. Walaupun udah hamil beberapa kali, setiap kehamilan aku tetap belajar dan bersyukur bisa mendapat pengetahuan baru. Nah, waktu itu ada beberapa musykilah di gentle birth. Misal senam yoga, kata-kata afirmasi ke diri sendiri, dan yang lainnya. Masih mikir, gimana ya supaya bisa dialihkan ke sesuai sunnah. Akhirnya karena sudah terlalu lelah karena kondisi TM 1 yang menguras energi, mood, dll, aku tinggalin deh cari-cari info. Walau sempat terakhir aku nonton videonya Ina May. Takjub banget melihat orang-orang yang melahirkan dengan tersenyum, tenang. Walaupun sakit tapi tetap tenang. Berharap banget bisa lahiran seperti itu.

Baca selengkapnya Lahirlah Luma…

Kisah Proses Melahirkan Lumah Lamiah

Nulis kisah di bawah ini tanggal 12 Maret, tapi belum selesai, terus aku tinggalin lamaaa karena pingin menikmati masa-masa gak di depan laptop selama sebulanan kemarin ^^ (sekarang udah balik kerja lagi alhamdulillah ^^)

***

Ahad 23 Feb 2014

Keluar flek. Kontraksi-kontraksi yang lebih sering dari biasanya. Aku anggap masih Braxton Hicks.

Senin 24 Feb 2014
Masih keluar flek dan lendir. Sedikit. Kontraksi masih tak teratur.

Selasa 25 Feb 2014
Masih kontraksi lagi…gak ada perubahan…flek masih keluar. Jelas bukan termasuk nifas. Masih sholat dan beribadah seperti biasa.

Rabu 26 Feb 2014
Kontraksi teratur dari jam 7 malam. Abang sudah menelpon Zakkiy. Rencana yang kami susun adalah Zakkiy ini yang akan menemani anak-anak ketika abang udah masuk bersama aku ke ruang bersalin. Menjelang tengah malam,  Zakkiy juga masih sempat meng-sms abang untuk menghubungi kapan saja kalau memang sudah saatnya. Intinya, kirain bakal ada kemungkinan lahiran dini hari itu. Tapi kita memang gak tahu apa yang terjadi di masa depan. Sampai subuh Kamis esok harinya, kontraksi malah berhenti.

Kamis 27 Februari 2014

Sengaja aku mengajak jalan (kaki) anak-anak.  Beberapa waktu sebelumnya aku juga memang kurang berjalan kaki. Mulai dari debu abu gunung Kelud, sampai Thoriq yang kena Hand Foot Mouth Deasease aka Flu Singapura di minggu 38 kehamilan.

Tempat yang jadi tujuan jalan kaki kali itu adalah ke warung yang ada es krimnya. Cuma sekitar 200m dari rumah.

Qodarullah, karena mati lampu, si penjaga warung tak berani membuka kulkas es krim. Akhirnya aku putuskan berjalan ke jalan raya besar. Tujuan utama, indomaret. Jauhnya…hmm…mungkin ada 1,5-2 km. Alhamdulillah ternyata mereka kuat. Pulangnya kami sempat terkena rintik-rintik hujan. Petualangan…^^.

Saat pulang, di pertengahan jalanThoriq sempat bertanya, “Abi mana Mi?” Mungkin karena dia sudah merasa lelah. Biasanya abang yang akan menggendongnya. Takjubnya aku, dia sama sekali gak minta gendong ke aku. Seakan-akan memang sudah mengerti bahwa dia gak akan/gak bisa digendong.

Jumat 28 Februari 2-14

Pagi masih curhat-curhatan sama Abang. Membicarakan si baby yang belum lahir juga. In sya Allah semua ada hikmahnya. Saat sholat Dzuhur, dalam sujud aku berdoa, “Ya Allah, semoga bisa lahir hari ini ya Allah…” Kontraksi hari itu memang lebih sakit dari biasanya. Tapi masih tak teratur.

Setelah makan siang, aku ngajak Abang untuk periksa ke Sakina. Cuma cek aja. Karena sudah 5 hari kondisinya gak ada perubahan. Pingin ngecek denyut jantung bayi. Tadinya mo berangkat sore hari. Tapi Abang bilang juga mo syuting. Ya sudahlah…siap-siap. Sampai di Sakina jam 3-an.

Melihat di catatan medis yang dicatat perawat di luar ruangan, bidan “periksa dalam”. Anak-anak dibawa keluar oleh abang.

Ternyata oh ternyata…mba Yani -bidan yang memeriksaku- berkata,

“Ini udah bukaan 3 ini….Mondok aja ya…”

Baca selengkapnya Kisah Proses Melahirkan Lumah Lamiah

Minggu 39 Lewat 3 Hari…

Tulisan ini dibuat sekitar 1 jam sebelum aku cek ke Sakina Idaman…hari Jumat, 28 Februari 2014/27 Rabi Ats-Tsani 1435 H, sekitar pukula 13.00 – 13.30 wib.

***

 

وَاللّهُ أَخْرَجَكُم مِّن بُطُونِ أُمَّهَاتِكُمْ لاَ تَعْلَمُونَ شَيْئاً وَجَعَلَ لَكُمُ الْسَّمْعَ وَالأَبْصَارَ وَالأَفْئِدَةَ لَعَلَّكُمْ تَشْكُرُو

“Dan Allah mengeluarkan kamu dari perut ibumu dalam keadaan tidak mengetahui sesuatupun, dan Dia memberi kamu pendengaran, penglihatan dan hati, agar kamu bersyukur.” (QS. An-Nahl: 78)

 

Supik* belum lahir…

Masih kenceng-kenceng aja dari kemarin…Kenceng yang udah lumayan sakit. Malah pas hari Rabu malam udah 10 menitan sekali. Udah sampe mikir, ke rumah sakit gak ya. Ah…tapi kenceng-kenceng dari jam 7 sampai jam 11 malam kok tetep 10 menit. Tidur aja deh…kumpulin tenaga. Ternyata sampai subuh malah mulai berhenti kontraksinya.

Selesai sholat…lagi mikir betapa malam tadi melelahkan karena nahan sakit kontraksi, tapi ternyata pagi ini belum lahir…mata mulai berkaca-kaca. Gak lama kedengeran abang ngobrol dengan akh Minan, tetangga sebelah rumah. Ternyata ada titipan dari Satria. Abang masuk, bilang ada titipan dari Satria. “Ko Satria ngasih abang coklat ya dek..” 😀

Abang belum nyadar kalau aku tuh lagi berkaca-kaca, soalnya sholat di ruangan depan yang gak aku nyalain lampunya.

Baca selengkapnya Minggu 39 Lewat 3 Hari…

Bukan Sekedar Popok dan Bedong

Kadang, saat hamil dan menanti saat-saat melahirkan, seorang ibu sangat bersemangat untuk membeli berbagai macam perlengkapan bayi. Apalagi jika itu anak pertama. Belum juga lahir, rasanya memegang baju-baju yang berbahan halus atau pernak-pernik warna-warni sudah memberikan kebahagiaan tersendiri.

Namun jangan sampai lupa, bahwa urusan bayi atau anak, bukanlah sekedar urusan popok, bedong dan segala aksesoris lucunya. Yang lebih penting adalah ilmu dan bekal untuk memberikan pendidikan terbaik bagi mereka.

Bekal dan ilmu ini tidak mesti dibaca saat kita telah memiliki anak. Akan lebih baik lagi jika sudah membaca jauh-jauh hari. Baik itu tentang pendidian Islam maupun tentang bekal parenting lainnya.

Dan saat-saat paling tepat untuk mengulang (memuroja’ah) bacaan-bacaan itu adalah saat hamil.

Berhubung saat-saat trimester pertama itu beraat sekali. Otak tidak bisa dipakai untuk aktifitas yang berat-berat. Maka proses baca-baca buku itu baru berjalan saat akhir trimester dua dan tiga ini. In sya Allah akan aku review bukunya lebih jelas beserta foto dan informasi lengkapnya ya. Mudah-mudahan bermanfaat. Tapi gak bisa langsung setelah postingan ini. Pelan-pelan. Semoga Allah memudahkan.

 

 

Insomnia…

Produktifitas menulis aku bulan ini “luar biasa” banget heheh. Pas gak sengaja ngeliat archive…November tertulis (1) postingan. Waww…

Tapi kenyataannya, memang lagi malas banget di depan laptop ketak-ketik. Kalaupun iya, aku lagi banyak browsing-browsing tentang crochet, knitting, dan yang terbaru adalah jahit menjahitt…waaa…sampe udah numpuk semua pattern dan berbagai info tentang itu. Alhamdulillah akhirnyat terwujuuud keinginan punya mesin jahit. Ceritanya kapan-kapan lagi in sya Allah kalo ada kesempatan :D.

Terus, “tahu-tahu”, ternyata usia kandungan alhamdulillah udah mo 26 minggu pas tanggal 26 November ini. Jadinya kira-kira tinggal 3 bulan lagi untuk nyiapin ini itunya buat si kecil in sya Allah. HPL tanggal 5 Maret in sya Allah. Tapi riwayat kemarin minggu 38 lahiran, berarti mudah-mudahan tanggal 20-an Februari udah lahir yaa…the baby girl in sya Allah.

Nah..kalo dihitung secara rasa kehamilan, 3 bulan ko masih lama yah. Tapi kalo mikirin…berbagai hal yang mesti disiapin…wah..ternyata udah mepet ya. Apa aja sih sampe mepet? 😀

Baca selengkapnya Insomnia…

Review: Dr. Enny, Rekomendasi Dokter Spesialis Kandungan Wanita Yogyakarta

Kenapa dr. Enny?

Karena pas pengalaman hamil Thoriq yang sedikit bermasalah itu, akhirnya setelah 2 bulan terombang-ambing gak jelas. pas periksa ke dotker Enny ya bisa dibilang puas in sya Allah.

Puas kenapa?

  1. Kalo kita konsultasi, dr. Enny ngejelasin panjang lebar.
  2. Kalo gak ada yang kita tanyain pun, dr. Enny akan menjelaskan panjang lebar apa-apa yang mesti diperhatikan pas hamil ini (sesuai usia kehamilan).
  3. Gak buru-buru
  4. Periksa USG-nya sampe puas banget

Bisa dilihat dipostingan aku yang ini, video dr. Enny lagi nge-USG. Itu 2 menitan kan ya videonya. Yang itu udah diedit. Asilnya, di USG lebih dari 10 menit deh kayanya. Lama kaaan…

Baca selengkapnya Review: Dr. Enny, Rekomendasi Dokter Spesialis Kandungan Wanita Yogyakarta

18 weeks 6 days (Boy or Girl?) :)

Jarang cerita tentang periksa kehamilan nih. Karena memang baru 3 kali periksa ke dokter selama proses kehamilan ini alhamdulillah. Karena pengalaman hamil yang dulu-dulu, baik aku maupun abang lebih ‘njaga. Aku gak mau sampe cape-cape banget dan stress. Pun abang juga gak terlalu membebaniku dengan pekerjaan yang diburu deadline. Alhamdulillah para programmer masih sibuk dengan pembuatan aplikasi yang lain. Jadi aku gak pernah sampe begadangan banget (dulu biar lega pekerjaan selesai bahkan bisa gak tidur sampai pagi).

Periksa kehamilan 3 kali ini semuanya sama dokter. Karena memang ada tujuannya. Bukan asal pingin di USG aja hehe.

Pas udah tahu hamil, sengaja gak langsung periksa. Sengaja nunggu sampai 7-8 minggu, karena di usia itulah biasanya sudah terlihat adanya janin/tidak, adanya detak jantung atau tidak. Kalau masih 4-5 minggu biasanya cuma kantung rahim hitam yang terlihat (walaupun disana ada sel-sel yang sedang sibuk membelah diri :D). Pertimbangan ini karena pengalaman hamil anggur kemarin.

Baca selengkapnya 18 weeks 6 days (Boy or Girl?) 🙂