Kapan Luma Bisa Baca?

Waktu itu pernah ada yang curhat, insecure karena baca di blog kalau Ziyad umur 5 th udah bisa baca. Padahal baru aja aku omongin kalau Luma baru aja bisa baca (pas hampir 7th).

Dibanding kakak atau adiknya, Luma termasuk yang paling lama baru bisa baca latin atau iqro-nya. Sebabnya banyak. Belum pernah dibahas tapi ^^. Yang mau aku sampaikan di sini, jangan khawatir insya Allah.

Alhamdulillah minat baca Luma besar bahkan sebelum bisa baca. Makanya pas udah bisa baca, banyaaak banget yang udah dia baca alhamdulillah.



Sebenarnya ini caption untuk salah postingan di instagram. Postingan yang ini tapi sudah aku edit supaya gak salah paham. Walau pada akhirnya, Luma sama Thoriq sempat baca juga buku ini, tapi bagian awalnya dilewat-lewatin.

Jadi, setelah aku cek lagi tanya ke Luma, apa dia sudah selesaikan buku yang ini, dia belum selesaikan atau baca.

Baca selengkapnya Kapan Luma Bisa Baca?

Al-Qur’an dan Ramadhan 2023

Awal Ramadhan (28 Maret 2023)

Ada waktu yang diluangkan untuk mereka.Ga usah khawatir jatah waktu buat tilawah kita sendiri berkurang insya Allah.

Karena yang kita harapkan adalah keberkahan dari setiap aktivitas kita, maka lebih-lebih lagi kalau yang kita luangkan waktu buat mengajarkan Al-Qur’an.

Ke satu anak? Insya Allah lebih-lebih lagi bisa diluangkan ya.

Ke dua anak?
Gpp, semoga Allah mudahkan kita di urusan lainnya.

Tiga anak?
Alhamdulillah, sebenarnya ini sebentar ko.
Ga sampai 1 jam insya Allah.

Baca selengkapnya Al-Qur’an dan Ramadhan 2023

Pertanyaan Tersembunyi Luma

Waktu makan siang kemarin (15 Maret 2023), kami ngobrol seperti biasa. Berganti-gantian siapa yang lagi mau ngomong. Aku lupa lagi bahas apa, tiba-tiba Luma ngomong,

“Mi, sebenarnya Luma ada pertanyaan yang Luma simpen tapi Luma udah tau jawabannya sekarang.”

Oh sebelum kita melanjutkan ceritanya, gambaran Luma sebagai anak perempuan di rumah bukanlah anak perempuan kalem jaim pendiam.

Dia justru anak yang aktif, sangat suka ngobrol, bertanya, bercerita, alhamdulillah.

Aku gak tau sebab dia gak nanya tentang hal ini karena biasanya dia nanya apapun. Sampai kadang-kadang hal yang kayanya gak usah ditanyain udah tahu deh. Eh tapi mungkin ini aku yang salah sangka. Kadang aku menganggap Luma itu sosok yang udah dewasa banget kaya kakak-kakaknya. Aku butuh perjuangan sebenarnya untuk memposisikan diri aku untuk berada di posisi orang tua dari anak yang masih baru lepas dari anak-anak menuju ke anak-anak yang lebih matang lagi.

Baca selengkapnya Pertanyaan Tersembunyi Luma

Kisah Ballpoint Jetstream dan Martabak

Akhir bulan November, masuk masa ujian Ziyad dan Thoriq di pondok. Ketika Thoriq pulang, dia sempat minta didoain supaya ujiannya lancar. Ternyata di Hamalatul Qur’an pun juga sama. Masa ujian.

Ternyata, hari Selasa di pekan terakhir bulan November, masuk pesan dari ust. Faiz, musyrif Ziyad. Pesan yang masuk, bukan pesan dari ustadz Faiz, tapi dari Ziyad.

Menyampaikan permintaannya untuk dibelikan ballpoin jetstream mitsubishi.
Permintaan kedua adalah minta dibelikan roti gembong atau martabak.

Kalo bisa.

Kalimat itu terselip di antara kalimat yang tertulis dari Ziyad.

Aku yang baca langsung jawab dan fokus di permintaan martabaknya.

Setelah 5 bulan di Hamalatul Qur’an, baru kali ini Ziyad minta dibelikan makanan tertentu. Itupun dia masih memberikan opsi “kalo bisa” yang bikin tambah kasihan hehe.

Baca selengkapnya Kisah Ballpoint Jetstream dan Martabak

Imamah Kembar

Sebelum berlalu waktu, pingin catet tentang imamah kembar. Aku tahunya dari dulu ini namanya imamah. Sebenarnya, punya imamah ini udah lama banget. Bahkan yang warna hijau udah ada dari zaman Ziyad. Udah sampai lupa, masing-masing itu dapatnya dari mana.

Zaman Ziyad dulu, pernah mainan imamah ini sebentar. Bahkan ada videonya. Sampai ada orang yang ngirimin iqol karena ngeliat Ziyad pakai imamah tanpa iqol. Tapi iqolnya kecil dan sering lepas kalau dipakai. Jadinya jarang dipakai.

imamah ziyad
Ziyad kecil, tahun 2010 usia 3 tahun.
Ziyad tahun 2014. Baru masuk usia 7 tahun.
Ziyad tahun 2014. Baru masuk usia 7 tahun.
Baca selengkapnya Imamah Kembar

Kembar Mulai Sholat di Masjid

Waktu Ziyad dan Thoriq baru masuk pondok, aku sempat langsung tersadar kalau untuk selanjutnya, Abang bakal sendirian saat pergi ke masjid.

Buat yang udah punya anak yang biasa bareng berangkat ke masjid, mesti tau gimana terkadang persiapan ke sholat tuh mesti diatur supaya kamar mandinya bisa dipakai bergantian.

Ada momen berangkat bareng ke masjid dan pulang bareng dari masjid.

Aku pikir, Abang bakal mendapati momen itu bersama kembar, nanti ketika mereka usia 7 tahun insya Allah.

Kembar baru masuk usia 6 tahun Oktober 2022 ini.

Aku juga mengira, karena akan ada jeda yang cukup panjang sampai kembar usia 7 tahun, Abang mungkin butuh adaptasinya lebih-lebih lagi, karena mungkin udah lupa rasanya berangkat sholat yang diiringi harus mengingatkan anak-anaknya yang masih belajar sholat untuk persiapan. Apalagi ini yang perlu dididik dan dibiasakan 2 orang anak kecil.

Itu logika aku dan perkiraan aku.

Baca selengkapnya Kembar Mulai Sholat di Masjid

Hafalan Luma dan Kembar

Beberapa waktu yang lalu, ada yang mengomentari salah satu story yang aku buat di instagram. Berkaitan tentang balance-nya aku dalam berkegiatan bisa di dunia maya dan bermedia sosial.

Jawaban aku :)?

Itu kemungkinan karena “kelihatannya”. Padahal sebenarnya, saat aku bikin story di instagram itu, setelah hampir 10 harian aku gak bikin story atau bikin postingan di feed.

Bahkan kalau dibilang balance berbagai hal di kehidupan nyata ya bisa dibilang “nggak juga”. Yang jelas berusaha menjalankan prioritas.

Utamanya kalau untuk aku, dalam pendidikan anak, prioritas paling utama adalah mendidik Al-Qur’an.

balance kehidupan
Baca selengkapnya Hafalan Luma dan Kembar

Abu Bakar dan Julaibib

Tadi malam, aku dapati kembar lagi pegang buku yang bisa dibilang buku favorit mereka hehe.

Aku tanya lagi baca siapa?
Handzolah baca Abu Bakar.
Kholid baca tentang Kholid.

Kemudian Handzolah nanya, “Emang Abu Bakar nemenin Nabi pas ke Madinah?”

Aku jawab, “Iya dong. Abu Bakar tuh yang selalu nemenin nabi. Yang langsung beriman sama nabi. Makanya Abu Bakar tuh sahabat yang paling disayangin Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam.”

Handzolah langsung nyahut, “Kalau Julaibib?”

Baca selengkapnya Abu Bakar dan Julaibib

Nangis Saat Ngajar Anak-Anak

Salah satu pertanyaan ke Ziyad, saat wawancara seleksi masuk Hamalatul Qur’an (via telpon),

Pernah bikin Umminya nangis ga?

Ziyad jawab, “Pernah.”

Kapan?

Ziyad jawab, “Pas pelajaran matematika.”

Hahaha, ko dia ingetnya itu sih. Waktu itu aku heran.

Baca selengkapnya Nangis Saat Ngajar Anak-Anak

Membersamai Pemuda

Waktu Ziyad masih di Ibnu Mas’ud, beberapa kali ada yang menawarkan supaya Ziyad sekalian aja pulang bareng sama keluarga mereka yang naik mobil karena searah dengan rumah kami.

Jawabannya sama yaitu berterimakasih atas tawarannya dan ga menerima tawaran tersebut karena Abang tetap ingin menjemput sendiri.

Baca selengkapnya Membersamai Pemuda

Mengulang-Ngulang Saat Belajar Iqro

Seperti aku ceritakan sebelumnya, saat video terakhir yang aku bagikan tentang Kembar Muroja’ah Hafalan Lama, kembar sudah iqro 5. Jadinya, ketika perbaikan hafalan, alhamdulillah sudah bisa sambil melihat Al-Qur’an dan membaca dan melihat posisi ayat.

Tapi, ketika melihat kondisi seorang anak sudah iqro 5, gak usah merasa wah apalagi insecure hehe. Karena, prosesnya – di tiap anak – panjang dan maju mundur.

mengulang iqro 1

Ini foto bulan Juli 2022.
Iqro berapakah itu yang ada di foto?
Iya benar, iqro 1.

Baca selengkapnya Mengulang-Ngulang Saat Belajar Iqro

Ga Ada yang Kebetulan

Ga ada yang kebetulan.

Bukan kebetulan kalau foto ini, yang di tengah halaqoh adalah Ziyad. Mukanya terlihat serius.

Dapat foto ini, Ahad, 7 Agustus 2022 di grup halaqoh Ziyad. Foto ini, tentu saja dikirim agar bisa dilihat oleh semua orang tua murid yang ada di halaqoh tersebut.

ziyad halaqoh di hamalatul quran

Kata ustadz Faiz (musyrif halaqoh) mengiringi foto ini, “Alhamdulillah, acara pagi ini, tasmi hafalan bulan Juli.”

Ketika dapat foto ini, pagi hari, masih jam 6.41 am.

Baca selengkapnya Ga Ada yang Kebetulan

Menata Hati dan Pikiran

Wahb bin Munabbih rahimahullah berkata,

الْمُؤْمِنُ يُخَالِطُ لِيَعْلَمَ،
وَيَسْكُتُ لِيَسْلَمَ،
وَيَتَكَلَّمُ لِيَفْهَمَ،
وَيَخْلُو لِيَغْنَمَ

“Seorang mumin itu bergaul untuk menambah ilmu, diam agar dia selamat dari dosa, berbicara untuk memahamkan, dan menyendiri agar mendapat kejayaan.”

(Disebutkan oleh Ibnu Abi Ad-Dunya dalam Al-‘Uzlah dan Al-Infirad)

Baca selengkapnya Menata Hati dan Pikiran