Thoriq 2 th 9 bln/11bln – Mulai Sering Bertanya

Lahir tanggal 5 januari/30 muharram. Makanya umurnya ada 2 versi :D.

Apa, Kenapa, Ngapain?

Yes..mulai kaya Ziyad dulu, Thoriq suka nanya gak berhenti-berhenti. Kadang yang ditanyain juga gak jelas apa. Yang jelas dia pinginnya nanya aja terus.

“Ini kenapa Mi?”  (sambil nunjuk salah satu gambar di buku) / “Sedih..” / “Sedih kenapa Mi?” / “Soalnya rumahnya kebakar..na’udzu billah min dzalik..” / “Kebakar kenapa Mi?” / “Kenapa ya…gak tau..mungkin karena main api..makanya gak boleh main api..bahaya.. / “Bahaya kenapa Mi? / “Ya nanti jadi bisa kebakaran..” / “Kebakaran kenapa Mi?” / “Ya kan nanti jadi habis barang-barangnya…bisa sakit luka..”

😀 Itu versi yang bisa lanjut terus jawabannya. Itu lafalnya lafal masih anak-anak gak jelas gitu deh huruf-hurufnya :D.

belajar sepeda
Bukan sepeda Thoriq. Sepeda temannya Ziyad yang dipakai Thoriq hehe. Dia semangat banget main sepeda. Mudah2an ada rezeki buat beliin Thoriq sepeda ya..

Baca selengkapnya Thoriq 2 th 9 bln/11bln – Mulai Sering Bertanya

Galau SD bagian 2 (My Prespective)

Namanya juga galau. Mesti ada dua atau beberapa pemikiran yang bikin pendapat yang kita pilih jadi goyah. Kalau di postingan kemarin banyak menuliskan apa yang ada di pikiran abang..kali ini buat melegakan yang ada dipikiranku.

Setelah melihat dan mempertimbangkan beberapa hal, entah kenapa aku pada akhirnya cenderung memilih – jika memang akan menyekolahkan Ziyad -, sekolah negeri sebagai pilihan utama. Atau bisa juga pilihan yang lumayan seimbang dengan itu adalah salah satu sekolah muhammadiyah di Jogja. Sedangkan sekolah dasar dekat rumah menjadi pilihan terakhir.

Tapi ini pun ombang-ambing. Bisa jadi bahkan pilihan terakhir mungkin yang akan kami ambil. Hehe..

Sekolah negeri, karena latar belakangku dulu juga disekolahkan di sekolah negeri. Mama Papa, walaupun dengan ekonomi terbatas, berusaha mencarikan sekolah negeri yang berkualitas. Aku juga kurang ngerti kenapa bisa jadi beda-beda (kadang pake banget) antara sekolah negeri yang satu dengan yang lainnya.

Sekolah negeri jadi pilihan tengah-tengah. Karena biayanya tidak semahal SD swasta. Pun jika memilih sekolah yang tepat juga in sya Allah secara pendidikan akademik bagus. Latar belakang ekonomi keluarga masing-masing anak juga merata. Karena secara umum…sebagian besar orang tua ingin anaknya masuk sekolah negeri. Pertimbangan ini muncul waktu sempat menanyakan biaya masuk TK di sekolah Islam swasta di Jogja  – yang bagi kami sangat mahal -. Sempat ada keinginan untuk memasukkan Ziyad ke situ – walaupun biayanya mahal -. Tapi rasanya itu akan tempat bergaul yang kurang tepat untuk Ziyad. Dan lagi rasanya memang kami akan terlalu memaksakan diri jika memasukkannya ke sana.

Baca selengkapnya Galau SD bagian 2 (My Prespective)

Juz 30 (Ziyad 6 tahun)

Juz 30

Alhamdulillah Ziyad sudah menyelesaikan hafalan juz 30-nya awal Agustus kemarin. Tepatnya tanggal 5 Agustus (lihat catetan :D).

Alhamdulillah pas lagi masa-masa berat kehamilan trimester pertama, tetap bisa jalan proses hafalan Ziyad. Walaupun hampir selalu dengan mata sepet, badan berat, kepala pusing. Selesai nemenin Ziyad hafalan, biasanya aku langsung ke tempat tidur hehe. Ngantuuuk banget sama pusing. Jadi selama 2 bulan (sekarang pelan-pelan mulai lagi belajar yang selain hafalannya). Yang biasanya muroja’ah bisa sampai 1/4 juz plus hafalan baru, kemarin-kemarin ya cuma nambah hafalan sama muroja’ah satu dua surat. Pinginnya sebenarnya libur aja deh huhu..tapi bisa “bahaya” nih kalo gak dimuroja’ah.

Alhamdulillahnya lagi…pas lagi masa-masa berat gitu, Ziyad pas lagi mudaaah banget nambah hafalan barunya. Ini kerasa banget efek mendengarkan murottal sebelum tidur. Favoritnya Ziyad adalah Abu Usamah yang dari radio Rodja hehe. Udah coba diperdengarnya syaikh-syaikh lainnya, teteep aja nanti ujung-ujungnya dia mintanya “Abu Usamah Mi.”

Baca selengkapnya Juz 30 (Ziyad 6 tahun)

Oh Ziyad…

Ceritanya…hari ini Ziyad tersiram air panas di punggung tangan kanannya. Qodarullah wa masya a fa’al…

Yang bikin aku terharu masya Allah, pas lagi nangis-nangis karena kesakitan..dia tetap sadar berdoa,

“Semoga nanti sembuh Mi…hwaaa…. (sambil nangis)”

Terus lagi, pas pulang dari dokter dia yang udah ketawa-tawa malah heran melihat aku murung. Sedih sih sebenarnya…karena aku yang nuang air panas itu. Plus karena panik, begitu masuk air, itu tangan langsung aku gosok (AAA!!!), jadi mengelupaslah dia. Padahal biasanya kalo kaya gini asal disiram air dingin trus dikasih minyak habbatussauda, walaupun melepuh dia bakal agak ngempes, gak sampai gelembung banget in sya Allah…qodarullah wa masya a fa’al.

Melihat aku murung,  malah dia yang ngomong,

“Sabar ya Mi. Doain Ziyad aja. Ziyad sabar in sya Allah….” Huhuhu…

Oh anakku…masya Allah..Barokallahu fiik.

Thoriq 2,5 Tahun + Ziyad

Video Thoriq Baca Hijaiyah

Ini agak kurang rajin kemarin-kemarin ngasih lihat flashcardnya. Alhamdulillah akhir-akhir ini bisa mulai rajin tiap hari. Kelemahannya mungkin karena lafal yang keluar belum sesuai walaupun mungkin maksudnya ya udah bener :D. Misalnya huruf Ka dia bilangnya Ca…Sya juga keluarnya Ca :D.

Baca selengkapnya Thoriq 2,5 Tahun + Ziyad

Adzan

Malam ini, kami keluar makan nasi goreng dan bakmi godok di sebuah warung di jalan Kaliurang.

Sebelumnya kami ke toko buku Toga Mas untuk mencari beberapa buku yang sedang ingin kubaca.

Sepertinya Ziyad dan Thoriq sudah cukup kenyang. Saat di toko buku, merkea sempat makan jagung masing-masng satu gelas. Saat menunggu kami menghabiskan makanan, Thoriq berlari kesana kemari dan akhirnya duduk memandangi pemilik warung membuat pesanan untuk pelanggan lainnya. Tak lama kemudian dia mulai seperti melantunkan sesuatu. Aku pikir dia sedang menyenandungkan salah satu surat Al-Quran yang sudah kami ajarkan.

Ternyata tak lama kemudian dia mulai menutup telinganya dan mengeraskan lantunannya.

“Allahu akbay..allahu akbay..laaiyaaha iyawyahhh…” Hihii…aku sama abang sama-sama kaget banget…

“Masya Allah, Thoriq lihat dimanaaa..? tanyaku. “Di video mas ya? Hihi…sembarangan aja nyebut semua anak pake kata “Mas” atau “Adek”.

Habis itu dia teruuuus seperti itu. Di jalan aku bacakan lafal-lafal adzan secara lengkap.

Masya Allah Thoriq…barakallahu fiik.

 

***

Usia Thoriq 2 tahun 5 bulan alhamdulillah

Mau Hidup Terus

Ziyad masih berumur 4,5 tahun saat mulai berkenalan dengan kematian. Kematian dari sosok yang dekat dengan dirinya. Kucing betina belang tiga, Telon namanya. Kucing yang selalu kami beri makan jika kami punya sisa-sisa makanan yang bisa diberikan. Namun dengan sebab itu pula, entah kenapa secara otomatis kucing itu menjadi milik kami. Waktu itu sepertinya Telon mati karena terkena racun.  Sepanjang hidupku memelihara kucing, saat mereka mati, mereka akan tiba-tiba menghilang. Allah memang Maha Bijaksana. Kalau semua makhluk hidup mati di tengah lalu lalang kehidupan manusia, betapa repotnya manusia mesti menguburkan semua binatang yang mati di sekitar. Mungkin hampir setiap saat.

Waktu kejadian, Telon terkencing-kencing beberapa kali di teras rumah, sebelum akhirnya tergeletak mati. Kejadiannya pun di depan Ziyad saat dia bermain bersama mas Ukkasyah.

Aku minta Abang pulang waktu itu.  Melihat kondisi Telon yang membujur kaku, aku sedih. Dua ekor lalat juga mengitari jasadnya. Di sekitar tubuhnya juga ada genangan-genangan kecil bekas kencingnya. Abang memilih menggali tanah di pinggir jalan depan rumah kami. Tanah yang biasanya menjadi tempat semak-semak tumbuh atau tempat sampah daun pohon rambutan kami timbun.

Ziyad melihat semua proses itu. Penggalian, penguburan. Kematian.

***

Kematian kedua yang Ziyad sadari adalah meninggalnya Fia karena sebab sakit ginjal. Sosok yang hanya beberapa kali kami temui. Namun semuanya penuh kesan. Bukan hanya bagiku, tapi bagi Ziyad. Dan ketika ia meninggal, itulah pertama kalinya aku mulai sadar, Ziyad sudah mulai paham dengan kematian.

“Dikubur, Mi?” tanyanya waktu itu.

Baca selengkapnya Mau Hidup Terus

Cerita Sunat Metode Clamp Ziyad

Alhamdulillah, Ziyad sudah disunat tanggal 11 bulan Maret 2013 kemarin. Proses menuju kesana sebenernya gak secepat pengambilan keputusan tanggal sunatnya tanggal segitu hehe.

Aku lupa sejak kapan memotivasi Ziyad untuk disunat. Sunat itu ibadah. Sunat itu biar bersih. Aku juga kasih lihat ke dia foto anak-anak yang disunat pake metode clamp. “In sya Allah Ziyad pake cara ini. Biar gak terlalu sakit.”

sunat-clamp-ziyad

Dia semangat banget dan gak ada keraguan untuk disunat. Pas lagi seperti itu, aku bujukin abang untuk benar-benar ambil keputusan untuk sunat ini. Gak disangka malah pakai hitungan hari. Abang nelpon tempat yang menyediakan fasilitas sunat clamp itu hari sabtu,trus tau-tau bilang, “Hari Senin aja kalau gitu in sya Allah.” Jiaa… Mulai deh akunya yang deg-degan.

Kenapa Clamp?

Ziyad itu tipe yang kalau sakitnya agak berat mengalami perubahan kelakuan. Pas abis sakit DB itu, lumayan lama untuk balik lagi ke Ziyad yang ceria. Pas sempat sakit panas tinggi banget  tahun lalu karena main hujan-hujanan, abis itu juga bawaannya murung, marah-marah. Terutama ke Ab-nya sama ke Thoriq. Sedih banget ngelihatnya. Padahal udah sembuh. Tapi murung aja. Sampai dibawa nonton acara lumba-lumba. Cerianya sesaat aja. Habis itu tetep cemberut. Sampai bingung. Alhamdulillah trus kita kasih lihat dia video-video dia yang lama. Gimana dia ceria. Gimana dia baik banget sama adiknya masya Allah. Trus pelan-pelan balik lagi ke Ziyad yang heboh, ceria banget masya Allah hehe.

Nah, karena sebab itulah, aku pingin banget proses sunat ini berjalan tidak terlalu menyakitkan bagi dia. Rasanya gak pengen kalau dia jadi murung dan bersikap lain kaya kemarin-kemarin kalau sakit lumayan berat. Setelah browsing sana-sini tentang metode sunat, aku in sya Allah yakin dengan metode clamp ini. Dari hasil browsing itu, entah kenapa di otak aku tuh, kalo pake metode clamp itu gak pake acara sayat-menyayat :D. Atau paling tidak bukan seperti yang kemarin aku lihat pas Ziyad sunat. Kirainnya, kalo pake metode clamp itu, nanti kalau udah dipasang, trus nanti dibiarkan alat tersebut beberapa hari, trus nanti kulitnya kan bakal mati tuh yang terjepit. Jadi bakal gampang untuk “membuang”nya. Gak tau apa mau disayat atau tau-tau ngeletek sendiri kulit matinya (ini ko bisa banget ya pikiran kaya gini haha…).

Baca selengkapnya Cerita Sunat Metode Clamp Ziyad

Lebih Cepat Setahun…Alhamdulillah

Alhamdulillah…Ziyad mulai belajar secara teratur menghafal Al-Quran sejak umur 3 tahun 3 bulan. Hal ini dikarenakan beberapa sebab. Dia baru mulai belajar/mau bicara umur 2 tahun 3 bulanan. Itupun setelah itu masih berat dalam pelafalan. Jadi konsen aja ngajarin dia ngomong waktu itu. Cerita lengkap ada di sini.

Beda anak, beda kemampuan, beda karakter, beda gaya belajar, beda lagi penerapan menghafal Quran. Alhamdulillah Thoriq bisa ngomong pas udah mau umur 2 tahunan. Mau sendiri. Diajarin kata per kata juga mau ngikutin. Jadinya alhamdulillah untuk perkembangan bicaranya juga cepat.

Kalau yang ngikutin perkembangannya Thoriq di blog ini, aku pernah cerita dia tipe suka nyenandung-nyenandung gitu kan. Kayanya lebih ke audio. Plus lagi dia sering denger Ziyad mengulang hafalan atau ditalqin hafalan Quran.

Baca selengkapnya Lebih Cepat Setahun…Alhamdulillah

Hafalan Surat Al-Lail dan Asy-Syams

helikopter toys
Hadiah menghafal surat Asy-Syams. Harga cuma Rp 6.500.

Alhamdulillah pas menghafal surat As-Syams, Ziyad gak terlalu mengalami kesulitan. Padahal kalau dirunut-runut ada beberapa juga yang mirip kayanya. Pokoknya tahu-tahu udah beliin dia mainan ini.

Ceritanya mraktekin tips dari mba Desti di Riyadh. Anak beliau saat ini sudah hafal 16 juz di usia 9 tahun.

Baca selengkapnya Hafalan Surat Al-Lail dan Asy-Syams

Metode Menghafal Surat Al Bayyinah

البيِّنة
بِسْمِ اللَّـهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيمِ


لَمْ يَكُنِ الَّذِينَ كَفَرُوا۟ مِنْ أَهْلِ الْكِتٰبِ وَالْمُشْرِكِينَ مُنفَكِّينَ حَتَّىٰ تَأْتِيَهُمُ الْبَيِّنَةُ ﴿البينة:١

رَسُولٌ مِّنَ اللَّـهِ يَتْلُوا۟ صُحُفًا مُّطَهَّرَةً ﴿البينة:٢

فِيهَا كُتُبٌ قَيِّمَةٌ ﴿البينة:٣

وَمَا تَفَرَّقَ الَّذِينَ أُوتُوا۟ الْكِتٰبَ إِلَّا مِنۢ بَعْدِ مَا جَآءَتْهُمُ الْبَيِّنَةُ ﴿البينة:٤

وَمَآ أُمِرُوٓا۟ إِلَّا لِيَعْبُدُوا۟ اللَّـهَ مُخْلِصِينَ لَهُ الدِّينَ حُنَفَآءَ وَيُقِيمُوا۟ الصَّلَوٰةَ وَيُؤْتُوا۟ الزَّكَوٰةَ ۚ وَذٰلِكَ دِينُ الْقَيِّمَةِ ﴿البينة:٥

إِنَّ الَّذِينَ كَفَرُوا۟ مِنْ أَهْلِ الْكِتٰبِ وَالْمُشْرِكِينَ فِى نَارِ جَهَنَّمَ خٰلِدِينَ فِيهَآ ۚ أُو۟لٰٓئِكَ هُمْ شَرُّ الْبَرِيَّةِ ﴿البينة:٦

إِنَّ الَّذِينَ ءَامَنُوا۟ وَعَمِلُوا۟ الصّٰلِحٰتِ أُو۟لٰٓئِكَ هُمْ خَيْرُ الْبَرِيَّةِ ﴿البينة:٧

جَزَآؤُهُمْ عِندَ رَبِّهِمْ جَنّٰتُ عَدْنٍ تَجْرِى مِن تَحْتِهَا الْأَنْهٰرُ خٰلِدِينَ فِيهَآ أَبَدًا ۖ رَّضِىَ اللَّـهُ عَنْهُمْ وَرَضُوا۟ عَنْهُ ۚ ذٰلِكَ لِمَنْ خَشِىَ رَبَّهُۥ ﴿البينة:٨

 

Metode menghafal Ziyad itu gak urut. Kadang aku lompati surat tertentu dengan beberapa pertimbangan. Pas kemarin mulai masuk TK, juga sempat mengikuti mengiringi apa yang sedang di hafal di TK. Sebelum melangkah ke surat Al-Bayyinah, surat terakhir yang dia hafal adalah surat Al-Insyiqoq. 

Baca selengkapnya Metode Menghafal Surat Al Bayyinah

Baby Wrap Sendiri

Tadi siang posting tulisannya Rina di ummiummi. Baby wrap sendiri pake kain jarik tradisional yang biasa untuk gendong. Jadi ingat juga pernah melakukan hal yang sama ^^.

Baby Wrap Sendiri
Ini foto bulan April 2011. Usia Thoriq kurang lebih 4 bulan. Lagi agak hangat badannya. Udah aku bilang kan kalo Thoriq sakit rewel. Bentuk kerewelannya pas masih bayi gini adalah maunya digendong aja kalo pas gak enak badan ^^

Baca selengkapnya Baby Wrap Sendiri

Hasil Proses Penyapihan Thoriq Ibrohim

Secara kalender Syamsiah, Thoriq lahir tanggal 5 Januari 2011. Ketika mendapat saran penyapihan dengan cara hypnoparenting bulan November akhir. Walau ga saklekin harus pas 2 tahun berhenti, kata-kata yang aku perdengarkan ke Thoriq berkisar ;

“Thoriq in sya Allah umur 2 tahun berhenti nenen ya. Soalnya udah besar.”

“Thoriq in sya Allah sebulan lagi umur 2 tahun. Berarti berhenti neneeenn…”

Ya…usaha aja, tapi sudah menyiapkan mental kalau-kalau satu bulan masih belum cukup untuk  memberitahu dan mempersiapkan dia untuk menerima kenyataan lepas nenen itu hehe.

Pas udah mendekati harinya..aku ngomong ke Thoriq udah kaya menghitung hari. “Thoriq 5 hari lagi in sya Allah berhenti nenen ya..soalnya udah umur 2 tahun in sya Allah…”

“Thoriq, 3 hari lagi Thoriq udah 2 tahun. Berarti berhenti neneeenn…”

Begitu seterusnya sampe pas tinggal sehari lagi.

Baca selengkapnya Hasil Proses Penyapihan Thoriq Ibrohim

Belajar Menulis Latin

Sekilas cerita lagi tentang cara Ziyad belajar menulis. Di awal-awal, gerakan tangannya masih banyak mengambang. Artinya masih harus mempersiapkan kesiapan belajar menulis itu sendiri.

Hal ini bisa dilakukan misalnya dengan mencetak dari benda-benda berbentuk lingkaran. Misalnya tutup gelas. Secara gak langsung dia sudah belajar menekan dan membuat garis lengkung.

Pada Ziyad, kesiapan belajar menulis ini terbentuk secara alami alhamdulillah. Karena dia banyak menggambar. Panah, gambar orang berperang, mobil dstnya. Dia juga sudah menyelesaikan belajar menulis satu buku untuk belajar menulis dasar (semua huruf masih ada titik-titiknya).  Lupa di usia berapa. Setelah itu belajar menulisnya sifatnya insidental. Gak pingin maksa karena usianya toh memang masih segitu.

Baca selengkapnya Belajar Menulis Latin

Pendidikan Tauhid untuk Bayi

Masih ingat cerita “Nyetain Awwal” nya Ziyad hihi…

Kali ini giliran Thoriq. Alhamdulillah dia melafalkannya lebih mendekatai keb
naran :D. Masih pengenalan tauhid rububiyah Allah…

Sebenarnya ada video yang lebih terang dan jelas. Tapi masih di hp abang dan perlu sedikit pengeditan karena ada penampakan aurot.

Usia Thoriq secara kalender syamsiyah sudah mendekatai 24 bulan (2 tahun) dalam beberapa hari in sya Allah.

Teman Baik In sya Allah

Seperti pernah aku ceritakan, teman laki-laki Ziyad di lingkungan sini sedikit. Itupun usianya sudah lebih tua dari Ziyad. Beda usianya antara 2-3 tahun. Kami pindah ke kontrakan ini ketika Ziyad berumur 2 tahun 9 bulanan. Dan anak-anak sepermainan itu sudah masuk TK, bahkan ada yang sudah kelas 1 SD.

Hasilnya, saat mereka bermain bersama, pembicaraannya kurang nyambung. Dan sepertinya mereka malas berbicara dengan anak kecil yang belum “setaraf” dengan mereka.

Baca selengkapnya Teman Baik In sya Allah