Bullying & Unschooling

I don’t know where to start….
Perasaan berdebar dan gelisah berlangsung sejak kemarin. Menimpa kami berdua. Aku dan abang.

Beberapa hari yang lalu, aku membaca artikel tentang bullying di group Sunni Homeschooling. Artikel yang cukup panjang. Namun aku membacanya secara keseluruhan. Bukan tanpa alasan. Karena aku ibu dari Ziyad. Aku mengenal karakternya. Ziyad adalah tipe anak yang tidak suka main dengan hal-hal yang berbau kekerasan. Permainan yang sebenarnya tidak umum namun memang seringkali terjadi pada anak-anak. Kalaupun terjadi, Ziyad kemungkinan besar menjadi anak yang terkena bullying. Setelah membaca artikel itu, aku langsung mengirimkan lewat email ke abang.

Gak disangka, kalau itu memang benar-benar terjadi pada Ziyad. Sudah lama! 🙁

Baca selengkapnya Bullying & Unschooling

Belajar Berhitung

Alhamdulillah…sejak sekitar 4 mingguan yang lalu, Ziyad mulai belajar berhitung. Maksudnya sudah mulai masuk dalam ranah belajar yang lebih diseriuskan hehe. Sebelum-sebelumnya secara tidak langsung sudah belajar dasar-dasar. Dilakukan dalam kegiatan sehari-hari. Misalnya ketika dia minta kertas, aku bilang “Lima ya, coba dihitung dulu benar 5 gak?” Terus hitung deh.

Mulai belajar berhitung juga karena aku lihat perkembangan belajar membaca latin dan arabnya alhamdulillah bagus. Proses belajar kedua materi itu sudah berjalan lebih  ringan. Bahkan, untuk baca latin  karena satu halaman sudah lancar dan cepat, bisa aku rapel 2-3 halaman. Walau baru AISM 4, Ziyad sudah sering buka buku dan berusaha baca karena menikmati dia sudah mulai bisa membaca. Alhamdulillah 🙂

Nah…sebelum mulai proses belajar berhitung ini, aku banyak melihat dan download dari youtube. Terutama cara belajar di Montessori. Proses belajar berhitung ini, aku lihat jadi lebih terlihat mudah. Salah satu video yang aku lihat ini:

Baca selengkapnya Belajar Berhitung

Melow Penyapihan

Judulnya asal banget kan. Tapi sudah menggambarkan seluruh isi hatiku dan aktifitas yang menyebabkannya hehe.

Thoriq lahir 30 Muharram. InsyaAllah sebulanan lagi umur 2 tahun. Dulu Ziyad mulai proses perlahan penyapihan mulai usia 20 bulan. Sedangkan Thoriq, baru mulai awal bulan ini. Banyak hal yang beda saat proses penyapihan ini. Entah itu memudahkan atau sebenarnya sama saja.

Kalau dulu Ziyad ngejalanin proses penyapihan  ya ditega-tegain, tapi cuma tahu tujuannya untuk berhenti nenen. Dan gak ngebayangin gimana perasaan setelah proses menyapih itu berhasil. Dan ternyata,  hasil akhir dari proses penyapihan untuk sisi aku bukan kebahagiaan kaya orang dapat hadiah. Lebih tepatnya….melooowwww…

Baca selengkapnya Melow Penyapihan

Thoriq 1 Tahun 10 Bulan

Mau nulis perkembangan Thoriq kok gak jadi-jadi terus yah. Padahal rencana nulisnya pas dari kapan. Tahu-tahu dah mo umur 2 tahun insyaAllah. Ada juga yang sudah ditulis di kertas, tapi diniatin sekalian ini ah, sekalian itu ah. Malah gak jadi-jadi. Pelajaran pentingnya memang, JANGAN MENUNDA-NUNDA.

Karena mungkin udah terlalu jauh kalau menulis perkembangan dia beberapa bulan kemarin, mo nulis yang dekat-dekat ini aja deh.

Bicara

Sempat berusaha berlapang dada kalau Thoriq bakal lama juga proses bisa ngomongnya. Alhamdulillah Thoriq tapi mau belajar ngomong. Mau diajari ngomong. Kalau Ziyad dulu kan diajari ngomong langsung lari. Plus lagi, aku lebih cepat mengoleskan madu + garam ke lidahnya. Ini saran dari Ibnul Qoyyim. Kalau Ziyad dulu kan pas udah mo 2 tahun. Baru kebaca lagi tips ini dari buku Tuhfatul Maulud.

Alhamdulillah udah banyaak banget kosa-kata yang Thoriq bisa. Banyak juga yang masih belum jelas dan mungkin cuma aku yang ngerti hehe.  Misalnya kejadian beberapa waktu yang lalu. Thoriq lagi di dapur sama abang. Aku lagi di depan.

“Ici…” Maksudnya permisi. Seneng deh, anak umur segitu udah tahu permisi hihi. Abis permisi gitu (ceritanya dia mo ngambil susu di kulkas), trus dituangin kan susunya sama abang.

“Aci…” Maksudnya makasih. Kalo yang ini juga alhamdulillah Thoriq gak mesti dibilangin.

Dia juga udah jelas manggil Ummi. Kalo Abi masih sering manggil Mi juga. Tapi dia udah bisa juga manggil Abi.

Banyak hal (kemampuan) yang mungkin lebih cepat terserap karena sudah ada contohnya (dari Ziyad).

Baca selengkapnya Thoriq 1 Tahun 10 Bulan

Romantis

Sampai kemarin malam, aku berpikir romantis itu bukanlah hal yang sifatnya naluri atau natural. Maksudnya romantis disini yang berkaitan sama hal-hal “manis” yang disukai wanita pada umumnya, misalnya bunga. Tadinya juga aku berpikir, kalau orang yang suka kasih bunga itu mungkin juga sok romantis. Karena si pemberi bunga mungkin terpengaruh dengan tulisan yang dia baca, kisah yang dia dengar atau mencontoh dari kejadian orang lain. Tapi di rumah ini, ternyata ada yang dengan pikiran sederhananya, bisa berbuat sesuatu yang romantis, walau dia sendiri belum tahu apa arti romantis :).

Yep…siapa lagi kalo bukan Ziyad.

Baca selengkapnya Romantis

Reminder…

Kemarin malam, terkejut dengan ucapan Ziyad sebelum tidur. Lampu sudah gelap. Acara ngobrol-ngobrol sudah usai. Tiba-tiba dia bilang,

“Mi…besok abis sholat doain ammah Fia ya.”

“Apa?”

“Besok abis Ummi sholat, doain ammah Fia ya.”

“Ooh…Iya sayang insyaAllah…masyaAllah barakallahu fik…”

Terus samar-samar dia melanjutkan, “Nanti dihidupin lagi, terus masuk surga…”

“Aamiiin.”

Terharu…

My Kid’s Name

Gak tau emang nama anak-anakku yang sulit secara pelafalan atau emang gimana. Atau karena mengandung huruf-huruf “berat” seperti Z dan Q? Apalagi untuk daerah Jawa, penggunaan kata Z seringkali diucapkan dengan “Y”. Jadinya, orang-orang suka salah menyebut nama Ziyad & Thoriq.

Ziyad:

Bisa berubah jadi Zihaad, Yihad, Jihad, atau ketuker jadi Zahid. Yang lebih “parah” lagi panggilan dari mbah tetangga kami di Bantul, “Ijat“. Haha…sampe ketawa ngakak-ngakak sama abang pas ngebahas ini.

Thoriq:

Gak terlalu sering sih. Tapi kemarin pas di toko Merah, mas yang jaga yang sepertinya suka anak kecil nanya gini ke Abang, “Namanya Shodiq ya mas?” Haha…sampe rumah kita ngakak-ngakak lagi. Ya ampuun. Jauh banget Shodiq sama Thoriq.

Tadi juga abang baru cerita ditanya sama mba Aminah yang biasa bantu bersih halaman masjid dekat rumah. “Thohirnya lagi tidur ya mas?”

Hahahaha….

Eh ada lagi deng, nama kun yah Abang. Nama bapak beliau Munzir. Sampai saat ini – di kalangan penuntut ilmu zaman belau dan ustadz-ustadz – beliau ma’ruf dengan nama Ibnu Munzir. Ini juga bermasalah. Ada yang manggil mas Munir. Hihi…lumayaan…cuma ilang satu huruf. Ada juga yang tahu tapi ngelafalinnya jadi, “Mas Munyir.” Hihihi…tambah ngikik…

“Om Nyembah Allah?”

Ziyad itu…super sanguinis masyaAllah. Ketemu orang, dikasih angin dikit udah langsung kaya saudara. Dipeluk-peluk, diajak ngobrol ngalor ngidul. Apalagi kalo orang dewasa. Kaya pas kemarin di distro baju di jalan Cendrawasih. Dikasih angin dikit, “Kelas berapa?” Langsung cengengesan, jumpalitan deh pokoknya. Sampe gak enak sendiri, takutnya orangnya basa-basi aja kan.

Karena Abang gak dapat yang diinginkan, akhirnya besoknya kita ke cabang distro itu di jalan Mataram. Udah agak malam. Pas kebetulan awal-awal cuma kita pengunjungnya. Tokonya kecil. Ternyata di sini, salah satu dari dua penjaganya juga ngasih angin yang sama ke Ziyad.

Baca selengkapnya “Om Nyembah Allah?”

Kalo Ziyad Sudah Punya Jenggot…

Salah satu didikan suami ke Ziyad adalah menggambarkan bahwa sosok berjenggot itu gagah, keren lah pokoknya. Kalo laki-laki itu ya punya jenggot. Nanti insyaAllah Ziyad juga punya jenggot.

“Mau gak punya jenggot?” kata abang. “Mau”, jawab Ziyad.
Baca selengkapnya Kalo Ziyad Sudah Punya Jenggot…

Abang Ziyad


Video Thoriq usia 5 bulan dan Ziyad 3th11bulan. Seru…Thoriq mulai bisa diajak main.

Mo nyatet banyak hal tentang berbagai kejadian, tapi apa dayaaa….Sejak bulan apa ya, desainer balik lagi jadi diriku seorang. Trus bersamaan dengan nyantolnya Thoriq kemana-mana (ini mah dari dulu ya hihi), jadinya kalo udah di depan laptop cuma bisa buat kerjaan.

Mo nyatet ini nih.

Tau kan biasanya antara adik kakak ada persaingan, kecemburuan dan lain-lainnya. Aku udah baca dan mengantisipasi hal ini sejak Thoriq dalam kandungan lewat baca-baca buku tentang ini. Pas akhirnya emang anaknya udah lahir ke dunia, berbagai kejadian yang diceritakan di buku memang pada umumnya terjadi. Tapi alhamdulillah, sampai saat ini berlalu dengan baik…bi idznillah.

Baca selengkapnya Abang Ziyad

Toilet Training Thoriq Versi Siang

Baru 7 hari sih Thoriq menjalani proses toilet training. Tapi karena berkesan mo aku catat keburu terlupakan dengan kesan-kesan lain di hari mendatang insyaAllah.

Usia Thoriq 17 bulan (atau hampir 1,5 tahun). Dulu Ziyad toilet training usianya pas 1,5 tahun.  Alasan aku toilet training di usia ini karena pernah baca tabloid Nakita lama, berdasar hasil penelitian, toilet training yang dilakukan lebih dini malah memakan waktu lebih lama. Dan yang aku ingat, waktu baca kisaran yang disarankan, aku catat dalam hati, “InsyaAllah mau toilet training umur 1,5 tahun.” Alhamdulillah setelah 3 bulan proses toilet training, Ziyad lepas total dari diaper dan hampir gak pernah ngompol lagi siang malam.

Baca selengkapnya Toilet Training Thoriq Versi Siang

Ziyad Syaikhan – 4 tahun 10 bulan –

Ckckck…udah lama banget gak ngisi blog. Apa daya, apa daya…^^
Langsung aja ah..udah lama gak nyatet perkembangan Ziyad…Banyak yang kelewat ataupun sulit tercatat secara detail. Berbagai kejadian setelah Thoriq lahir, proses belajar di rumah, dan lain-lainnya.

Kalo lihat Ziyad sekarang, aku dan abang sering banget bilang, “Masya Allah…anak ummi udah gede sekarang, barokallahu fiik.” Aku ingeeettt banget satu moment ketika dia baru berusia sekitar 3 mingguan, waktu mba Susi istrinya ust Aris datang. Mba Susi komentar, “A itu itu udah gede.” Kayanya pembicaraannya berkisar Ziyad yang lahir dengan berat 2.75kg deh. Waktu itu aku memandang bayi Ziyad yang sedang tidur tertutup kojong (tau kan…yang kaya tudung saji buat menghindari dari nyamuk itu loh). Dan kalo inget itu..ah…dan tentu saja banyak memori lainnya…jadi terharu.

Baca selengkapnya Ziyad Syaikhan – 4 tahun 10 bulan –

Kabar BLW (Baby Led Weaning) Thoriq

Seorang teman memintaku mereview hasil BLW Thoriq kemarin. Apakah berhasil? Apakah Thoriq beneran gak jadi seorang picky eater. Apakah ini dan itu. Sebenarnya memang sudah niat mo menceritakan perkembangannya…makanya ada beberapa video dan gambar hasil dokumentasi.

Baca selengkapnya Kabar BLW (Baby Led Weaning) Thoriq

Thoriq lagi (11 Bulan)

Perkembangan Thoriq ada yang kelupaan kecatet kemarin…plus ada yang udah nambah juga.

Koordinasi tangan-mata:
Bisa membolak-balikkan kertas buku. Ini dia suka banget, apalagi buku yang judulnya “Baba Gorila” (buku tentang pengurangan tapi dalam bentuk cerita gitu).

Nah kalo lagi bongkar-bongkar rak buku-buku Ziyad, yang biasa ditarik duluan itu biasanya buku “Super…”.(gak usah disebut judul lengkapnya deh hehe)…Ini buku tentang Himpunan.

Dia juga mulai suka menepatkan tutup toples/gelas dengan toples/gelasnya.

Baru-baru ini juga mulai bisa ngelus kepala Ziyad pake tangan dengan benar. Kalo dulu kan dikaplok hehe. Ternyata dikasih tau yang bener ini kaya ginii – sambil ngelus-ngelus Ziyad -, ngerti juga ya, masyaAllah.

Kelihatan kalau mulai mau ngomong dan berkomunikasi. Kata yang biasa dia maksudkan dia lagi ngomong itu, “papah…” gak papa maksudnya. Tadi aku main-main “Ammmm…”, nunjukin dia makan sisa jeruk dia yang berceceran, dia konsen ngeliatin mulut aku terus ngomong, “amm…” hihi…lucu masyaAllah.