Manusia, pada umumnya lebih mudah melihat kekurangan yang dimiliki orang lain.
Hasilnya, seakan-akan seseorang memiliki kekurangan yang sangat banyak. Sehingga ketika diminta memunculkan kebaikan yang ada pada seseorang, lidah serasa kelu.
Manusia, pada umumnya lebih mudah melihat kekurangan yang dimiliki orang lain.
Hasilnya, seakan-akan seseorang memiliki kekurangan yang sangat banyak. Sehingga ketika diminta memunculkan kebaikan yang ada pada seseorang, lidah serasa kelu.
Tulisan ini dibuat sekitar 1 jam sebelum aku cek ke Sakina Idaman…hari Jumat, 28 Februari 2014/27 Rabi Ats-Tsani 1435 H, sekitar pukula 13.00 – 13.30 wib.
***
“Dan Allah mengeluarkan kamu dari perut ibumu dalam keadaan tidak mengetahui sesuatupun, dan Dia memberi kamu pendengaran, penglihatan dan hati, agar kamu bersyukur.” (QS. An-Nahl: 78)
Supik* belum lahir…
Masih kenceng-kenceng aja dari kemarin…Kenceng yang udah lumayan sakit. Malah pas hari Rabu malam udah 10 menitan sekali. Udah sampe mikir, ke rumah sakit gak ya. Ah…tapi kenceng-kenceng dari jam 7 sampai jam 11 malam kok tetep 10 menit. Tidur aja deh…kumpulin tenaga. Ternyata sampai subuh malah mulai berhenti kontraksinya.
Selesai sholat…lagi mikir betapa malam tadi melelahkan karena nahan sakit kontraksi, tapi ternyata pagi ini belum lahir…mata mulai berkaca-kaca. Gak lama kedengeran abang ngobrol dengan akh Minan, tetangga sebelah rumah. Ternyata ada titipan dari Satria. Abang masuk, bilang ada titipan dari Satria. “Ko Satria ngasih abang coklat ya dek..” 😀
Abang belum nyadar kalau aku tuh lagi berkaca-kaca, soalnya sholat di ruangan depan yang gak aku nyalain lampunya.
Buku pendidikan Islam ini cukup tebal (400-an halaman) dan didesain dengan hard cover. Kelihatan seperti buku yang cukup berat untuk dibaca, padahal sebenarnya tidak juga. Karena huruf yang digunakan dalam buku cukup besar, membacanya jadi nyaman dan mungkin itulah yang menyebabkan isinya jadi memakan banyak lembaran kertas.
Ustadz Abul Hakim – sang penulis – membagi isi buku ini menjadi dua bab utama, yaitu bab “Sebelum Anak Itu Lahir” dan “Ketika Anak itu Lahir”.
Pada bab pertama, kita bisa mendapatkan banyak faidah yang tidak didapatkan di buku pendidikan Islam lainnya. Misalnya dorongan untuk memiliki anak dan kesalahan tentang orang-orang yang menghindari punya anak karena alasan kemiskinan atau miskin. Ada juga masalah fikih misalnya tentang hamil di luar nikah, nasab anak, hukum menikahkan wanita yang telah hamil lebih dulu. Yang menarik juga adalah pembahasan tentang bagaimana seorang anak bisa berjenis kelamin laki-laki atau perempuan. Bahkan kenapa seorang anak bisa mirip dengan ayah dan ibunya juga dibahas. Ternyata semua ada haditsnya dari Rasulullah shalllahu ‘alaihi wa sallam lho.
Baca selengkapnya Buku Pendidikan Islam: Menanti Buah Hati dan Hadiah Bagi yang Dinanti
Membuat sprei sendiri sebenarnya sangat mudah in sya Allah.
Keuntungannya kita bisa membeli bahan yang kita inginkan dan tentu saja harganya jadi jauh lebih murah dibandingkan membeli jadi.
Hanya butuh 6 langkah untuk membuat sprei sendiri
Baca selengkapnya Tutorial Cara Membuat SpreiCeritanya, pas membuat kalimat itu dalam hati menyadarkan diri sendiri. Mau bagaimanapun melankolisnya aku, yang berarti pinginnya tuh rumah cling, rapi, tembok tetep bersih dan lain-lainnya itu gak bisa dipaksakan atau diatur-atur sedemikian rupa supaya anak-anak yang menyesuaikan dengan karakterku.
Sebagaimana pernah aku ceritakan sebelumnya, salah satu persiapan aku sebelum lahiran adalah merapikan rumah. Sebenarnya ini juga rutinitas yang sifatnya kontinyu. Aku suka banget yang namanya rubah-rubah tata letak rumah. Kalo sudah ada barang-barang yang bertumpuk di satu tempat, aku merasa berarti ada tata letak yang perlu diperbaiki. Berarti ada yang masih kurang fleksibel sehingga kami yang di rumah tidak meletakkan suatu barang di tempat seharusnya.
Hobi ini sangat dipahami abang hehe. Jadi, kalo pulang kerja terus tata letak barang di rumah udah berubah, abang gak heran lagi. Biasanya aku rubah-rubah posisi lemari, rak dll itu sendiri, tapi pas hamil ini mesti nunggu abang huhu…jadinya mesti sabar nunggu weekend. Hobi pendukung lainnya dalam hal ini adalah tukang menukang. Aku gak perlu nunggu abang untuk maku dinding, ngecat rumah, dll :D.
Salah satu keuntungan hobi ini, biasanya rasanya rumah jadi lebih fresh. Ketahuan juga misalnya ada kotoran atau barang di balik lemari yang sudah lama dicari-cari, debu-debu bisa secara frekuentif dibersihkan, kalau ada yang berjamur atau tempat yang lembab juga ketahuan…dan seterusnya.
Balik lagi ke persiapan menyambut buah hati ke-3 in sya Allah…
Judul: Di Bawah Asuhan Nabi
Penulis: Muhammad Thalib
Penerbit: Hidayah Ilahi
Cetakan: Pertama, November 2003
Ukuran buku: 14 cm x 21 cm
Isi buku: 318 halaman
Buku pendidikan Islam ini secara susunannya mirip dengan buku yang aku review sebelumnya. Bedanya, penulisnya kali ini orang Indonesia. Pembagian babnya bukan berdasarkan umur tapi berdasar masuk ke ranah mana dalam pendidikan Islam.
Berikut pembagian babnya:
Bagian 1: Aqidah & Ibadah
Bagian 2: Akhlaq & Pergaulan
Bagian 3: Intelegensi & Emosi
Bagian 4: Kebersihan & Kesehatan
Setiap bagian terdiri dari poin-poin pembahasan pendidikan Islam. Misal pada bagian 1, beberapa poin yang dibahas adalah
Setiap poin berisi hadits yang menjadi dalil yang menjadi petunjuk penerapan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam kepada anak-anak di zaman beliau. Sayangnya, penulis tidak menyertakan derajat hadits tersebut. Hanya menyebutkan ini periwayat hadits tersebut. Alangkah lebih baik, jika pembaca memiliki bekal hingga bisa mengecek derajat hadits tersebut, apakah termasuk shahih, dha’if atau yang lainnya.
Baca selengkapnya Buku Pendidikan Islam: Di Bawah Asuhan Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam
Terlihat remeh.
Tapi kita tidak bisa meremehkan sebuah kebaikan…pun sebuah perbuatan yang membahayakan saudara kita lainnya.
Bukankah telah sahih dari Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bagaimana seseorang bisa masuk surga karena menyingkirkan duri di jalan karena tidak menginginkan muslim lainnya teragnggu?
Hal kecil seperti itupun termasuk dari cabang-cabang keimanan. Maka tidak ada salahnya kita “berusaha” sedikit ketika membuang jarum yang tidak terpakai lagi agar tidak membahayakan saudara kita yang lainnya. Misalnya para pemulung yang mungkin mengais sampah-sampah rumah tangga sebagamana yang saya temui di waktu yang lalu.
Alternatif cara pertama adalah dengan membuang jarum tersebut di tanah yang sekiranya tidak terjamah oleh orang.
Semoga bermanfaat…
cizkah
Februari 2014
I miss you my blog…i miss you ummiummi…
Dah hampir 3 minggu gak ngisi blog. Kali ini bukan karena malas. Tapi gak sempetttt….Padahal banyaak in sya Allah yang mau ditulis. Di ummiummi baru sampai draft aja dari kemarin…sama juga yang di sini…baru ada satu draft…tapi yang mau ditulis in sya Allah sebenarnya banyaaak in sya Allah.
Mulai dari crochet, cerita ziyad dan thoriq, kerjaan, hamil, tutorial ini dan itu…tips ini dan itu…plus ancer-ancer tulisan yang dari dulu sering direquest…tulisan (atau semacam tutorial) yang berkaitan sama web design…
Tapi seperti biasa…irodahku berbuncah-buncah…atau mungkin sampai tumpah…tapi qudrohnya (kemampuannya) terbatas. Hamil trimester ketiga…perut makin besar…yang mesti disiapin dah mepet-mepet, yang dikerjain makin banyak, tenaga makin dikit heheh, waktu juga cuma sedikit..hampir semuanya cuma bisa dikerjain pas weekend (iyes…blum ada cutiiii huhuy). Yang ada dah diniatin “Besok in sya Allah mo nulis 3 tulisan!”. Kejadiannya malah laptop pun gak kesentuh :D.
Tunggu aku ya…semoga bisa memberikan tulisan bermanfaat lainnya…aamiin.
*Ngebut nulis sambil nungguin THoriq ngabisin pisang sebelum ngelonin…phiew..
Alhamdulillah…yang di Bogor in sya Allah bisa beli produk-produk cizkah di toko Oka Kuswandi (di sana jual herbal juga loh). Jadi hemat ongkos kirim. In sya Allah hampir semua produk cizkah ada di sana.
Berikut alamatnya yaa:

Judul: Tumbuh di Bawah Naungan Ilahi
Judul Asli: آطفال المسلمين كيف ربّاهم النبي الأمين صل الله عليه ص سلم
Penulis: Syaikh Jamal Abdul Rahman
Penerjemah: Ghazali Mukri
Penerbit: Media Hidayah
Cetakan: Pertama, November 2002
Ukuran buku: 14 cm x 21 cm
Isi buku: 343 halaman
Kesimpulan buku ini: recommended in sya Allah
Baca selengkapnya Buku Pendidikan Islam: Tumbuh di Bawah Naungan Ilahi
Jadi ingat kajiannya ust Yasir. Setiap hal itu ada pangsa pasarnya.
Di tempatku juga gak secepat di tempat mba Erna di Singapura itu habis flashcardnya. Selama ini juga belum pernah naro di toko offline yang ada di Jogja seperti Ihya.Pingin si…tapi belum kesampaian.
Sejujurnya bahkan beberapa saat/minggu sebelum dapat pesanan dari Singapura, aku dalam kondisi lelaah banget dengan semua hal. Aku bilang ke 1-2 orang teman dekat, bilang ke abang, aku pingin mundur aja. Mo berhenti jualan :D.
Alhamdulillah, sejak November kemarin, ada pembeli dari Singapura. Tepatnya mau jadi agen. Alhamdulillah. Walau ada beberapa kejadian terkait dengan transfer dan proses pengiriman, alhamdulillah produk cizkah sampai juga ke tangan mba Erna Ummu Abdillah.
Gak disangka, 2 hari kemudian, mba Erna bilang produknya flashcardnya udah tinggal 4. Mba Erna langsung pesan 30 paket lagi, setelah aku kirim invoicenya beserta biaya kirimnya juga langsung dibayar lunas. Alhamdulillah wa syukrulillah. Mudah-mudahan lancar terus. Pas lagi banyak kebutuhan, pas ada rezeki datang.
Berikut alamat untuk pembelian di tempat mba Erna ya:
Sri Erna Ghazali
Blk 321 Tampines st 33 #03-134 s 520321
Judul: Kado Sang Bayi
Judul Asli: Tuhfatul Maudud bi Ahkaamil Mauluuud
Penulis: Ibnu Qayyim Al-Jauziyyah
Penerjemah: Abu Naoval Lc
Penerbit: At-Tibyan
Cetakan: Pertama, Maret 2003
Ukuran buku: 11, 8 cm x 18,4 cm
Isi buku: 166 halaman
Ini buku pertamaku yang berkaitan dengan anak dan Islam yang aku beli pas awal-awal ngaji. Tahun 2004. Belum nikah hehe. Kalau mau ulang bacaan, paling enak baca ini dulu. Bukunya kecil, dan bahasannya lumayan menyeluruh. Plus dari ulama yang kita kenal.
Kadang, saat hamil dan menanti saat-saat melahirkan, seorang ibu sangat bersemangat untuk membeli berbagai macam perlengkapan bayi. Apalagi jika itu anak pertama. Belum juga lahir, rasanya memegang baju-baju yang berbahan halus atau pernak-pernik warna-warni sudah memberikan kebahagiaan tersendiri.
Namun jangan sampai lupa, bahwa urusan bayi atau anak, bukanlah sekedar urusan popok, bedong dan segala aksesoris lucunya. Yang lebih penting adalah ilmu dan bekal untuk memberikan pendidikan terbaik bagi mereka.
Bekal dan ilmu ini tidak mesti dibaca saat kita telah memiliki anak. Akan lebih baik lagi jika sudah membaca jauh-jauh hari. Baik itu tentang pendidian Islam maupun tentang bekal parenting lainnya.
Dan saat-saat paling tepat untuk mengulang (memuroja’ah) bacaan-bacaan itu adalah saat hamil.
Berhubung saat-saat trimester pertama itu beraat sekali. Otak tidak bisa dipakai untuk aktifitas yang berat-berat. Maka proses baca-baca buku itu baru berjalan saat akhir trimester dua dan tiga ini. In sya Allah akan aku review bukunya lebih jelas beserta foto dan informasi lengkapnya ya. Mudah-mudahan bermanfaat. Tapi gak bisa langsung setelah postingan ini. Pelan-pelan. Semoga Allah memudahkan.

Sudah sejak usia 6-7 tahun, Ziyad kami biasakan membaca dzikir pagi dan petang. Baru 2 dzikir. Tapi lebih sering dipraktekkan yang satu, yaitu dzikir
بِاسْمِ اللهِ الَّذِي لاَ يَضُرُّ مَعَ اسْمِهِ شَيْءٌ فِي الأَرْضِ وَ لاَ فِي السَّمَاءِ وَ هُوَ السَّمِيْعُ العَلِيْمُ
dibaca 3x (1)
dan dzikir
أَعُوذُ بِكَلِمَاتِ اللَّهِ التَّامَّاتِ مِنْ شَرِّ مَا خَلَقَ
Lebih kepada supaya dia berdoa sendiri juga untuk minta perlindungan kepada Allah dari segala keburukan. Kami juga tentu saja tetap membaca doa perlindungan untuk anak-anak kami
Baca selengkapnya Dzikir Pagi dan Petang: Berlindung dari Kesyirikan
Sudah sejak…(lupa), Ziyad kami biasakan membaca dzikir pagi dan petang. Baru 2 dzikir. Tapi lebih sering dipraktekkan yang satu, yaitu dzikir
بِاسْمِ اللهِ الَّذِي لاَ يَضُرُّ مَعَ اسْمِهِ شَيْءٌ فِي الأَرْضِ وَ لاَ فِي السَّمَاءِ وَ هُوَ السَّمِيْعُ العَلِيْمُ
dibaca 3x (1)
dan dzikir
أَعُوذُ بِكَلِمَاتِ اللَّهِ التَّامَّاتِ مِنْ شَرِّ مَا خَلَقَ
Lebih kepada supaya dia berdoa sendiri juga untuk minta perlindungan kepada Allah dari segala keburukan. Kami juga tentu saja tetap membaca doa perlindungan untuk anak-anak kami
Baca selengkapnya Dzikir Pagi dan Petang: Berlindung dari Kesyirikan