Nyeta-in…Awalll…

Heuehehe…hayo apa ituu…

Itu adalah kalimat Ziyad yg sepertinya merasuk ke dia, jadi dia ocehin sendiri sambil main. Nadanya juga nada copy paste dari si Umm-nyah. Ceritanya beginih…

Udah sejak lama Ziyad mulai diperkenalkan dengan lafdzul jalalal Allah dan Dzatnya. Nah…kalau dulu-dulu kan cuma bisa diceritain, misalnya, “Ziyad yang menciptakan Allah.” Atau yang semacamnya. Memang untuk tahap awal, masih dalam tahap pengenalan tauhid rububiyah dulu. ^^ Nanti dengan sendirinya insya Allah pelan-pelan dia bakal tahu konsekuensi dari tauhid rububiyah itu.

Baca selengkapnya Nyeta-in…Awalll…

Insya Allah Pindah Rumah (Lagi?)

Proses keputusan, “Iyah, kita pindah aja”, gak semudah dan gak setiba-tiba ini kok. Proses berpikir dan gundah gulananya lama. Dan ketika sudah diputuskan pun, aku masih gelisah. Soalnya berkaitan dengan pengeluaran yang gak sedikit (bahkan pinjem2 : D) dengan harapan tentunya segala sesuatunya harus lebih baik dari kemarin.

Baca selengkapnya Insya Allah Pindah Rumah (Lagi?)

Masa-Masa di Ma’had ‘Ilmi

Baru aja jawab pertanyaan bu Er tentang  kajian rutin yang ada di Jogja. Jadi campur aduk perasaan, pingin pindah ke Pogung hehehe. Keinget kajian sama Umi Farikhah, Anik, Siwi, Fera Rita, Athirah, Mutia Nova Abidin, Fafa waktu di ma’had ‘ilmi. Disuruh muroja’ah, dihukum berdiri kalau gak bisa jawab. Hehehe….

Baca selengkapnya Masa-Masa di Ma’had ‘Ilmi

Ziyad 2,5 Tahun

Alhamdulillah, bulan Januari lalu, Ziyad genap berusia 2,5 tahun. Alhamdulillah (lagi), Ziyad sudah mulai bisa bicara (menyebutkan berbagai kata) sejak kira-kira 3 4 bulan yang lalu. Tepatnya sih waktu abis pulang ke Jakarta dalam rangka menghibur diri setelah dikuret. Hehehe. (Sekitar bulan Oktober)

Kebetulan di Jakarta, semuanya berbahasa Indonesia. Dan sang nenek (yang gak mau dipanggil mbah), sangat gencar mengajarkan Ziyad ngomong. Dan waktu di Jakarta, Ziyad baru bisa mengikuti kata “tadi.” Tapi nenek tercinta tetep ngajarin yg lain-lain.

Baca selengkapnya Ziyad 2,5 Tahun

Mengurai Benang Wol

Hehehe…sengaja bikin judul kaya gitu, biar gak mellow banget deh.

Iya ni, lagi agak mellow. Dan pendamping hidupku sedang tak ada di sampingku. Beberapa hari ini waktu ketemunya agak jarang, atau bisa dibilang, untuk diskusi dan curhat-curhatan agak sedikit. Pekerjaan beliau dan pekerjaanku sedang bertumpuk dan banyak trouble-trouble yang harus dibereskan. Kemungkinan sampai akhir pekan ini masih akan begitu.

Mungkin beberapa orang sudah tahu aktifitas terbaru kami, beberapa lagi masih nebak-nebak, dan beberapa lagi gak peduli dan gak tahu :D.

Baca selengkapnya Mengurai Benang Wol

Bagaimana Mendidik Anak?

Pagi ini (ada sedikit waktu luang alhamdulillah), nulis status di FB spt ini,

Akhowat…terutama para ibu yg sudah merasakan bgmn mendidik anak, kajian ini bagus banget lhoo…walau cuma beberapa menit…Selalu banyak inspirasi dari kajian2 ustadz Armen rahimahullah…Semoga Allah memberikan balasan kebaikan yang banyak kepada ustadz

http://kajian.net/kajian-audio/Ceramah/Armen%20Halim%20Naro/Wan

Jadi pingin cerita sedikit…

Alhamdulllah sebagian besar udah kami jalanin… Nah, buat yang agak kesulitan dengerin file kajian tsb, ini saya bikin poin2 pentingnya ya…(tapi sedikit saya tambahin cerita dari saya pribadi ya).

Baca selengkapnya Bagaimana Mendidik Anak?

Kue Boyo (Buaya)

Mumpung…

Mumpung abang lagi pergi sama ziyad, laptopnya gak dipakai dan gambar (foto) kue boyo yg pernah aku buat ada di laptop ini dan kertas resepnya yang dah lecek bin kumel padahal aku mesti kalo bikin masih nyontek kertas itu…ya…mari kita tulis di sini aja buat catatan. Siapa tahu ada yang mo praktek ^^.

Kue Boyo ini khas Jambi (setahu aku sih). Dinamakan kue boyo karena mirip buaya.

Baca selengkapnya Kue Boyo (Buaya)

“Yang saya rindukan…” (?)

Sekitar pukul 19.00 wib, kami keluar dari gedung book fair  dan ternyata ada  acara bedah buku yang baru saja dimulai. Aku dan abang sempat berhenti sejenak melihat dan mendengarkan sang penulis buku – seorang pria beristri -, sebelum akhirnya memutuskan untuk keluar mencari tempat makan karena hari sudah cukup larut, terutama bagi jadwal makan Ziyad.

Ketika kami menuju tempat parkir dan keluar dari area book fair, sempat terdengar pembicara kedua yang merupakan seorang wanita bersuami – dan suaminya jelas bukan sang penulis itu sendiri – berkata, “Senang bisa bertemu dengan la bla … yang saya rindukan…bla bla.”

Baca selengkapnya “Yang saya rindukan…” (?)

Still In Unproductive Status

Ada beberapa hal yang membuat seorang cizkah, beserta tulisannya dan pekerjan-pekerjaan lainnya di luar pekerjaan mengurus si abang dan si bujang berada dalam status pending ataupun kalau dikerjakan sangat tertatih-tatih dan terbata-bata. Walaupun semangat sudah menggebu-gebu di hati dan jiwa, namun apa daya. (Ini namanya qudrah -keinginan- gak sesuai irodah -kemampuan-).

Yang paling utama adalah menghadapi buah hati yang sepertinya dalam fase perubahan tingkah laku yang penuh pemberontakan, menarik perhatian dalam bentuk protes, atau protes dalam bentuk pemberontakan, menginginkan sepenuhnya perhatian dari person lainnya (terutama si Ibu), menginginkan sekedar ditemani dalam berbagai permainannya. Semuanya membutuhkan energi dan waktu yang ekstra dan ekstra serta kesabaran yang juga mesti ekstra-ekstra.

Yang kedua adalah koneksi yang supppperrr bermasalah dari TelkomFlash.

Ada satu hal yang masih aku tunggu dalam mengatasi dua hal ini yang saling berkaitan satu sama lain. Dan kemungkinan akan membawa perubahan-perubahan dalam ritme kehidupan dan kehidupan kami sendiri. Mungkin ini adalah satu lagi saat bagi aku dan orang-orang di sekitarku untuk “melompat dari satu kehidupan ke kehidupan yang lainnya”. (Ini adalah quote buatanku yang sangat dihafal (hapal?) abang).

Antara Facebook dan Twitter

Tadi baca link yang dishare @dhezign di twitter. Dan isinya kurang lebih merupakan sebab yang membuat aku lebih merasa ‘aman’ membuka twitter. (Cuma reflek ‘menulis’ utk masalah beginian masih kurang deh).

Scoble bilang tentang penggunaan twitter yang gak ada fitur comment,

“That is a HUGE advantage for controlling noise and for keeping yourself productive.”

Baca selengkapnya Antara Facebook dan Twitter

Kontrol Pasca Kuret

Alhamdulillah, kemarin (23 Okt), kami sampai di Jogja sekitar jam 8 pagi. Sampe rumah, ternyata sesuai dugaan berdebu sekali. Walaupun abang udah dari kereta bilang, “Nanti langsung istirahat aja, Dek.” Aku gak pernah jawab, soalnya udah ngebayangin dan mikir, “Kayanya gak mungkin deh…” Hehehe…

Baca selengkapnya Kontrol Pasca Kuret

Cerita Kuretase Kehamilan Keduaku

Tanggal 9 September 2009, aku pendarahan. (pas bulan Ramadhan tu…). Mondok semalam di RSIB Sakina Idaman. Alhamdulillah udah ada kantong rahimnya. Usia kehamilan yang masih 5 minggu, jadi janin yang belum kelihatan waktu itu dianggap wajar.

Seminggu kemudian kontrol di bidan Harjuna, di USG. Kantung rahim membesar tapi blum ada janin. Ok…kita mulai khawatir deh. Mulai cari-cari info tentang blight ovum.

Dua minggu kemudian (tanggal 1 Oktober), kita cek lagi ke Sakina Idaman sama dr. Detty. Oh oh…ternyata belum juga muncul janinnya dan muncul massa. Mulai tambah khawatir, sebagaimana aku ceritain di post kemarin.

Seminggu kemudian (tanggal 6  Oktober), periksa ke bidan Harjuna. Tidak bisa memberi masukan apa-apa karena hasil USG gak bisa dibaca sang bidan (bukan bidangnya soalnya). Akhirnya besoknya, siang hari,  aku periksa ke dr. Muzayanah. Massa dianggap gak membesar dan kelihatan seperti sudah ada janinnya. Tapi belum ada detaknya. Masih dengan kekhawatiran blight ovum (BO). Akhirnya disaranin 2 minggu lagi periksa. Kalo belum ada detaknya, berarti BO dan mesti kuret.

Besoknya, aku ngeflek dikiiit. Seperti keputihan tapi warnanya coklat.

Besoknya lagi, Jumat, seperti itu juga. Tapi cuma dikit banget. Dan sorenya, aku mulai merasakan perut orang mau haid (gak mules sih), tapi kerasa seperti ada yg mau keluar. Bolak balik aku liat ada bercak darah atau engga.

Sampai akhirnya…

Baca selengkapnya Cerita Kuretase Kehamilan Keduaku

Kantong Rahimku Masih Kosong? (Blight Ovum?)

1 Oktober 2009, YogyakartaManusia memang hanya bisa berharap/tawwakal dan berusaha. Usaha ini pun sebatas kemampuan manusia (krn manusia itu memang lemah).

Sejak kemarin aku menghitung hari menantikan hari ini – hari pemeriksaan ke dokter -. Ada banyak harapan/keputusan yang baru bisa ketahuan setelah pemeriksaan ini. Harapan bahwa janinnya berkembang dg baik dan kandungannya baik-baik aja. Harapan dokter menyatakan kandungannya sehat sehingga aman untuk melakukan perjalanan ke Jakarta. Harapan untuk benarn bisa pulang ke Jakarta dalam waktu dekat, beberapa hari setelah waktu pemeriksaan.

Baca selengkapnya Kantong Rahimku Masih Kosong? (Blight Ovum?)

Bujang Satu-ku, Dua Tahun Dua Bulan (1)

Udah 2 bln gak nyatet perkembangannya bujang satuku. Mari kita muleeii…

Kebanjiran Bahasa
Alhamdulillah ‘ala kulli haall..hehhe…Ziyad masih sedikit niii nambah-nambahnya. Setelah terjadi diskusi (lagi) sama Anik (Ummu Muhammad), – kan belio dr psikologi- terus ngebahas tentang pengajaran bahasa ke anak yang menurut penelitian lebih baik kalo satu bahasa dulu. Nah, nah, dulu kita (aku sama abang) dah pernah denger masalah ini. Tapi masih gak terlalu gubris. Masi pingin ngajarin bahasa Arab juga.

Baca selengkapnya Bujang Satu-ku, Dua Tahun Dua Bulan (1)

Cerita Suka Duka Cita…

Banyaakk sekali kejadian beberapa bulan terakhir ini…dan bagi aku, semua kejadian itu lumayan besar pengaruhnya ke berbagai aktifitas. Dan kemarin uda cerita yang masalah penyapihan dan teman-teman akhwat.

Terakhir kemarin, kami disibukkan dengan pindahan rumah. Sebenarnya banyak juga yang bisa diceritain, intinya kami banyak mendapat banyak pelajaran dan hikmah. Gimana baiknya kalau insya Allah nanti punya rezeki dan bisa bangun rumah, apa aja yang mesti dipertimbangkan, terutama lingkungan.

Baca selengkapnya Cerita Suka Duka Cita…