Untuk Apa Belajar Bahasa Arab

Lebih dari 10 tahun yang lalu, seorang kenalan Abang bertanya, “Bang Hen, buat apa belajar bahasa Arab? Kan udah banyak buku terjemahan?”

Mungkin pertanyaan itu muncul karena yang tersebar saat memotivasi untuk belajar bahasa Arab adalah “Bisa baca kitab.”

Waktu itu, Abang menjawab, “Kita ga bisa sepenuhnya mengandalkan terjemahan, Mas. Kita ga bisa merasakan dzauq-nya. Rasa bahasa itu sendiri.”

Terus terang, aku mikirin jawaban yang lebih mudah lagi dipahami karena aku sendiri masih kurang “mantep” dengan jawaban Abang.

Kadang, tolak ukur dan target pencapaian mempengaruhi proses kita memandang sesuatu, sikap yang kita ambil dan tekad yang muncul dari diri.

Baca selengkapnya Untuk Apa Belajar Bahasa Arab

الأمثلة التصريفية -Al Amtsilah At Tashrifiyyah di Meja Makan

Satu kebiasaan kecil yang lagi aku terapin di rumah, bacain Al Amtsilatu At Tashrifiyah saat makan siang.

Semuanya dengerin.

Termasuk Ziyad yang memang biasanya masih di rumah, makan siang sebelum berangkat ke kampus.

Bacainnya cuma satu baris aja. Kadang dua baris.. Diulang 3x.
Biasanya diingetin ini lagi masuk wazan yang mana.

Apakah mereka paham (maksudnya anak yang masih kecil-kecil)? Ya kemungkinan belum.

Tujuannya bukan langsung jadi paham atau hafal. “Cuma” membiasakan mereka DENGAR tashrif setiap kata aja.

Ga muluk-muluk. Ga nyuruh mereka menghafal juga. Cuma dengarkan Ummi pas baca. Insya Allah akan ada manfaatnya dan efeknya insya Allah nanti-nanti.

Kalau ada Teman-Teman yang juga belum paham tentang ini secara detailnya, pun begitu. Baca aja dan semoga bisa berusaha sambil dihafal juga. Insya Allah nanti akan ada manfaatnya.

Dulu pas zaman masih gadis –masa kuliah S1–ngafalin tashrif ya ngafal aja. Belum hafal semua. Dan belum paham detilnya juga.

Oya S1-ku Teknologi Pendidikan ya, bukan bahasa Arab. Maksudnya ngafalin pas lagi memang belajar bahasa Arab pada saat itu.

Pas ngambil program Bridge to MA in Arabic, pas mata kuliah shorof, alhamdulillah ternyata terbantukan dengan contoh-contoh kata yang udah pernah dihafal. Karena pas belajar mata kuliah ini, lebih ke teori perubahannya dan bahasan detail per wazannya. Kalau ga tau tiap contohnya malah kemungkinan berasa membingungkan. Jadi biar lebih mudah, dibalik cara belajarnya.Sebut sample katanya dulu baru dikaitkan dengan teorinya.

cizkah
4 Februari 2025

“Double U…”

Ceritanya, aku gak terlalu ngoyo dan gak pingin ngoyo ngajarin Thoriq berkaitan dengan baca-bacaan. Kegiatan belajar flashcard juga akhirnya gak tiap hari heheh… (semoodnya aja pokoknya).

Pengalaman belajar dari mengajar Ziyad, hasil baca-baca sana sini…kalau memang belum waktunya kayanya memang sebaiknya gak usah dipaksakan.

Nah. buat Thoriq…proses belajar ini seringkali terjadi secara alami.

Dia kan suka juga nonton Youtube. Yang dibuka kadang iklan-iklan mainan. Ini menurut aku masih mending dibanding film-film kartun yang penuh kekerasan kaya Tom & Jerry (ini termasuk dalam list film yang Ziyad udah tahu gak boleh ditonton heheh). Sering juga buka channel yang berkaitan sama bayi/anak-anak gitu. Tentang warna, kendaraan-kendaraan yang nanti ada suara-suaranya, plus juga tentang alphabet.

Baca selengkapnya “Double U…”

Omarmariam.irsyad.sg: E-Learning Bahasa Arab untuk Anak

Percaya atau tidak, Ziyad (4 tahun 3 bulan) bisa menyatakan isim isyaroh hadza dan hadzihi untuk Omar, Mariam dan Qittoh secara tepat tanpa saya ajarkan mana yang mudzakar dan mana yang muanats melalui website ini. Sama seperti kita atau para bayi kita belajar bahasa ibu, maka cara belajar bahasa terbaik adalah dengan mendengar dan mempraktekkannya melalui percakapan (muhadatsah). Al lughotu al muhadtsah, kata seorang ustadz.  Dan website omarmariam.irsyad.sg mengemasnya secara menarik untuk anak-anak.

Baca selengkapnya Omarmariam.irsyad.sg: E-Learning Bahasa Arab untuk Anak