Takdir Allah Gak Berpola

Kayanya baru kemarin nyelesein tulisan di blog tentang sakit berentet. Baru kemarin juga semangat aku mulai bangkit dan berusah menata berbagai hal setelah semuanya kemarin berserakan.

Baru sepekan, qodarullah ternyata dapat ujian sakit lagi. Kali ini malah aku kena cukup berat.

Pelajarannya:

Takdir Allah itu ga berpola.

Ga bisa kita santai dan memastikan polanya tuh “begitu”.

Baca selengkapnya Takdir Allah Gak Berpola

Berentet Sakit Gondongan

Kalau dipikir-pikir, tiap bulan kayanya berasa “Capek banget, ya Allah….” Apalagi kalau anak-anak sakit yang sampai harus butuh ekstra energi dikeluarin. Ya Allah..mudahkanlah…

Dan itulah yang terjadi bulan November-Desember kemarin.

Rutinitas kehidupan yang akhir-akhir ini lebih bikin pressure udah bikin badan dan pikiran kayanya remuk redam tiap hari. Akhir November malah beneran aku yang kena flu yang agak berat karena sampe demam dan lemes. Pas mulai enakan Sabtunya, hari Ahadnya, pagi ba’da Subuh…Thoriq sakit gondongan yang disertai demam. Lehernya udah langsung bengkak pagi itu.

Baca selengkapnya Berentet Sakit Gondongan

Sakit dan Kangen

Mau cerita dan catat berbagai hal, belum lagi cerita tentang satu hal yang sebenarnya pingin banget aku catat, ternyata banyak kejadian susulan yang juga akhirnya pingin dicatat karena terkait hal yang penting di kehidupan.

Sebenarnya, harusnya aku nyatet tentang ujiannya Ziyad dan Thoriq. Berlanjut tentang persiapan mereka mau ke pondok. Atau hal-hal lain yang terjadi sebelum ini. Tapi gpp, sebisanya aku catat :).

Baca selengkapnya Sakit dan Kangen

Mungkin Kena Omicr*n

Alhamdulillah, salah satu yang pingin banget dicatat adalah kejadian dari tanggal 20 Desember 2021.

Sebenarnya, banyak banyak banyaaak banget hal lainnya yang mau dicatat. Tapi, satu-satu aja dulu. Semoga Allah mudahkan buat mengurai satu persatu.

Baca selengkapnya Mungkin Kena Omicr*n

Tips Mengenali Tanda Serangan Asma pada Anak dan Antisipasinya

Saya tidak pernah mengira bahwa Thoriq ((4th) sebenarnya mempunyai “bakat” asma. Sampai akhirnya, awal Februari lalu, sesak nafas menyerangnya di malam hari yang menyebabkan ia akhirnya dibawa ke IGD di sebuah rumah sakit untuk mendapatkan oksigen.

Kami baru sadar bahwa segala hal yang biasanya terjadi padanya semisal batuk terus-menerus setelah melakukan aktifitas berat atau makan-makanan tertentu adalah salah satu tanda bahwa dia memiliki penyakit asma.

Salah satu teman baik kami yang juga memiliki penyakit asma aktif semasa kecil memberi berbagai informasi berkaitan dengan tanda-tanda serangan asma dan antisipasi dini agar tidak sampai parah.

Saya merasa takjub dan perlu berbagi info ini, karena beberapa tahapan tersebut memang dialami oleh Thoriq pada hari ia terkena serangan asma. Berikut ini tips-tips mengenali tanda asma pada anak:

1. Gejala awal: batuk terus menerus

Ketika si anak sedang berbicara atau bercerita, maka diselingi dengan batuk. Belum disertai dengan mengi atau nafas naik turun.

Sesak nafas terjadi  karena penyempitan saluran nafas dan memproduksi lendir – yang keberadaan lendir itu juga yang menambah sempitnya saluran pernafasan. Pada saat batuk-batuk, sebenarnya sudah mulai ada produksi lendir. Tapi karena masih cukup longgar jalan nafasnya, kadang belum terlihat sesak.

Jika sudah mengetahui anak adalah penderita asma, maka insyaAllah tahapan ini mudah dikenali. Jika belum, tentu mengira anak hanya batuk biasa.

Antisipasi:

  1. Baluri dada, punggung dan leher dengan cairan yang menghangatkan semisal minyak kayu putih, minyak telon atau vicks vaporab.
  2. Minum-minuman yang hangat. Semisal jahe, madu hangat, tolak angin (anak) atau yang lainnya.

Biasanya batuknya kemudian mereda. Atau bahkan dahak yang menyumbat saluran pernafasan akan keluar (terkadang disertai muntah).

2. Gejala lanjutan: bila pada tahapan awal, anak tidak segera ditangani, anak mulai batuk dengan frekuensi yang cukup intensif.

Kondisinya mulai membuat anak tidak nyaman karena napas anak mulai pendek.

Anak bicara dengan kalimat pendek-pendek karena nafasnya sudah mulai pendek-pendek sehingga anak sibuk mengatur nafas.

  • Pada tahap ini, anak bisa diminta posisi prunning. Yaitu, posisi seperti orang sujud, namun lengan tangan menjadi penahan.
  • Sediakan ember/baskom di dekat anak, sebelum posisi prunning. Karena biasanya, setelah posisi prunning dan anak batuk, langsung akan muntah. Muntahnya ini sebenarnya sekaligus mengeluarkan lendir yang membuat nafas sesak.
  • Langkah yang ada pada tahapan awal tetap bisa dilakukan.

Semoga pada tahap ini, anak mulai membaik. Kalau mulai membaik (anak sudah berkurang sesaknya) tetapi batuk masih sesekali muncul, biasanya aku mulai kasih obat Lasal.

3. Tahapan lebih berat lagi: anak sudah mulai sesak, tidak enak bicara tapi masih bisa rebahan.

Jika sudah mulai sesak, sebaiknya anak tidak sering ditanya yang mengharuskan dia berbicara. Karena bicara butuh perjuangan untuk mengatur nafas.

Jika memang sudah mengetahui adanya penyakit asma pada anak, maka ventolin memang biasanya sudah tersedia.

Sebenarnya kondisi 2 atau 3 ini sudah sangat membuat anak tidak nyaman. Tapi saran dari dokter saat pertama kali Thoriq diberi obat ini adalah jangan sering-sering menggunakan obat ini. Makanya biasanya kami berusaha mengantisipasi dengan poin-poin seperti di atas.

Poin-poin di atas alhamdulillah selama ini berhasil bisa mencegah. Namun ada saatnya memang akhirnya sampai ke tahap yang cukup berat. Hal ini ga bisa diprediksi.

Makanya kita tetap selalu berdoa dan berserah diri kepada Allah saat melakukan pengobatan ini. Kemudian juga tetap waspada selama anak sedang dalam kondisi mulai ke arah sesak.

4. Tahapan lanjutan lagi: Anak sudah tidak nyaman rebahan. Maunya duduk. Jalan sudah tidak bisa tegak lagi, cenderung membungkuk. Atau bahkan sudah tidak sanggup berjalan lagi.

Di buku Dokter di Rumah Anda, anak memang disarankan didudukan dengan posisi dekat dengan meja. Tangan di atas meja dan kepala sedikit menunduk.

Bawa ke IGD. Kalau sudah seperti ini, kami segera membawa anak ke IGD. Biasanya di IGD, anak segera diberi oksigen dan diuap.

Tahapan lebih berat lagi adalah adalah ketika anak harus mengambil nafas dengan cara menarik nafas kencaaang sekali, dada sampai naik turun, seperti orang yang gelagapan ketika berenang.

Yang paling berat adalah ketika anak sudah terlihat pucat kebiruan tanda ia kekurangan oksigen.

Semoga anak-anak kita yang asma tidak sampai tahap ini ya. Antisipasi ketika pada tahapan awal in sya Allah cukup membantu. Namun karena anak masih kecil, mungkin ia belum bisa menyampaikan bahwa dia sudah mengalami gejala sesak. Maka ketika kita sebagai orang tua sudah paham tahapan-tahapan atau cirinya, akan membantu pencegahan ke serangan asma yang lebih parah. Cara pencegahan lainnya adalah anak dijauhkan dari pemicu asma. Misalnya:

  • Sedang di luar malam hari, maka segera pulang.
  • Jika dingin segera memakai jaket.
  • Sedang minum es, maka segera di stop. Atau bahkan sangat dibatasi untuk minum makanan dingin.
  • Tidak memakan makanan yang biasanya menjadi pemicu. Semisal kerupuk atau gorengan kering.
  • Dst

Satu catatan dari pengalaman pribadi teman baik saya tersebut adalah, orang tua tidak perlu over protectif terhadap anaknya yang menderita asma.

Alhamdulillah, dari pengalaman kami pribadi pun, insya Allah memang seperti itu adanya. Alhamdulillah Thoriq tetap bisa beraktifitas dan berolahraga.

Semoga info ringkas ini bermanfaat

cizkah
13 Juni 2015

Tulisan ini diupdate bulan Desember 2021 setelah Thoriq mengalami serangan asma yang cukup parah dan sampai dibawa ke IGD.

Sakit dan Pulang…

Beberapa teman yang baru menjalani biduk rumah tangga, seringkali terkena syndrom “pulang”. Dulu aku juga mengalami. Apalagi waktu itu langsung hamil. Yang namanya orang hamil itu pada umumnya kepayahan. Kalau kepayahan/sakit, biasanya seseorang kepikiran pingin pulang. Pingin di rumah. Pingin di dekat Mama. Walau pada kenyataannya aku di rumah bukan orang yang tipikal dimanja. Bahkan pernah badan aku panas. Cuma karena adik-adik yang lain juga panas, sampai kayanya gak ketahuan kalau aku tuh juga panas. Karena pada dasarnya biasanya aku juga kalau sakit in sya Allah gak menunjukkan sakit. Gak tahu. Budaya di rumah seperti itu. Atau aku sendiri yang membentuk budaya pada diriku seperti itu hehe. 

Baca selengkapnya Sakit dan Pulang…

Catatan Sakit

Sakit…panas tinggi…kepala berat luar biasa itu benar-benar membuat pikiran linglung ga karuan.

Salah satu contohnya ketika malam kedua dalam keadaan sakit. Tiba-tiba seakan-akan kamar tidur jadi semacam suatu tempat di luar angkasa dan bantal-bantal itu berubah jadi semacam bebatuan luar angkasa – yg empuk –

Baca selengkapnya Catatan Sakit

Kencur untuk Obat Batuk

Kencur Obat Batuk

Saya mendapatkan anjuran ini dari seorang teman SMP. Ibunya selalu menganjurkannya untuk makan kencur ketika batuk. Sayapun tertarik mencoba, karena saya selalu merasa tidak nyaman saat batuk yang sampai mengeluarkan suara besar “grok grok”, apalagi kalau sedang ujian di sekolah. Rasanya malu dan menganggu.

Baca selengkapnya Kencur untuk Obat Batuk

11 Week 5 Day…

Alhamdulillah, walau bikin janjinya hari ini, dan nyaris gak bisa karena udah full (soalnya dr. Detty kalo hari Jumat cuma ba’da ashar sampe sore, pokoknya dibatasin banget pasiennya), akhirnya bisa juga dapet nomor periksa. Pas di telpon, ibu yang njawab, nanya, ada keluhan gak (maksudnya kan kalo ada keluhan yang parah, masa mesti nunggu dua hari baru bisa periksa ke bu Detty). Dan of course, aku jawab adaaaa….pileknya gak sembuh-sembuh.

Iya ini, qodarullah, pilek udah hampir 4 minggu deh, alias sebulan. Kemaren, pas udah 3 mingguan, akhirnya sms dr. Detty, nanya, gimana baiknya, trus buat perkembangan janinnya bahaya gak. Akhrnya dijawab, minum panadol flu aja 3x/sehari, kalo 3 hari gak sembuh diperiksain. Dan suami waktu itu gak langsung beliin. Soalnya aku udah kebanyakan makan obat, ya itu vitamin, ironyl yg dari dr. Muzayanah, trus mylanta juga. Akhirnya, setelah aku bener2 drop, bersin2 gak berhenti2 dan ya pokoknya tambah parah, baru dibeliin, dan dari apoteknya dibilangin, kalo ibu hamil, minumnya 2x/sehari aja, siang sama malam. Baiklahh….

Baca selengkapnya 11 Week 5 Day…