Tips Mengenali Tanda Serangan Asma pada Anak dan Antisipasinya

Saya tidak pernah mengira bahwa Thoriq ((4th) sebenarnya mempunyai “bakat” asma. Sampai akhirnya, awal Februari lalu, sesak nafas menyerangnya di malam hari yang menyebabkan ia akhirnya dibawa ke IGD di sebuah rumah sakit untuk mendapatkan oksigen.

Kami baru sadar bahwa segala hal yang biasanya terjadi padanya semisal batuk terus-menerus setelah melakukan aktifitas berat atau makan-makanan tertentu adalah salah satu tanda bahwa dia memiliki penyakit asma.

Salah satu teman baik kami yang juga memiliki penyakit asma aktif semasa kecil memberi berbagai informasi berkaitan dengan tanda-tanda serangan asma dan antisipasi dini agar tidak sampai parah.

Saya merasa takjub dan perlu berbagi info ini, karena beberapa tahapan tersebut memang dialami oleh Thoriq pada hari ia terkena serangan asma. Berikut ini tips-tips mengenali tanda asma pada anak:

1. Gejala awal: batuk terus menerus

Ketika si anak sedang berbicara atau bercerita, maka diselingi dengan batuk. Belum disertai dengan mengi atau nafas naik turun.

Sesak nafas terjadi  karena penyempitan saluran nafas dan memproduksi lendir – yang keberadaan lendir itu juga yang menambah sempitnya saluran pernafasan. Pada saat batuk-batuk, sebenarnya sudah mulai ada produksi lendir. Tapi karena masih cukup longgar jalan nafasnya, kadang belum terlihat sesak.

Jika sudah mengetahui anak adalah penderita asma, maka insyaAllah tahapan ini mudah dikenali. Jika belum, tentu mengira anak hanya batuk biasa.

Antisipasi:

  1. Baluri dada, punggung dan leher dengan cairan yang menghangatkan semisal minyak kayu putih, minyak telon atau vicks vaporab.
  2. Minum-minuman yang hangat. Semisal jahe, madu hangat, tolak angin (anak) atau yang lainnya.

Biasanya batuknya kemudian mereda. Atau bahkan dahak yang menyumbat saluran pernafasan akan keluar (terkadang disertai muntah).

2. Gejala lanjutan: bila pada tahapan awal, anak tidak segera ditangani, anak mulai batuk dengan frekuensi yang cukup intensif.

Kondisinya mulai membuat anak tidak nyaman karena napas anak mulai pendek.

Anak bicara dengan kalimat pendek-pendek karena nafasnya sudah mulai pendek-pendek sehingga anak sibuk mengatur nafas.

  • Pada tahap ini, anak bisa diminta posisi prunning. Yaitu, posisi seperti orang sujud, namun lengan tangan menjadi penahan.
  • Sediakan ember/baskom di dekat anak, sebelum posisi prunning. Karena biasanya, setelah posisi prunning dan anak batuk, langsung akan muntah. Muntahnya ini sebenarnya sekaligus mengeluarkan lendir yang membuat nafas sesak.
  • Langkah yang ada pada tahapan awal tetap bisa dilakukan.

Semoga pada tahap ini, anak mulai membaik. Kalau mulai membaik (anak sudah berkurang sesaknya) tetapi batuk masih sesekali muncul, biasanya aku mulai kasih obat Lasal.

3. Tahapan lebih berat lagi: anak sudah mulai sesak, tidak enak bicara tapi masih bisa rebahan.

Jika sudah mulai sesak, sebaiknya anak tidak sering ditanya yang mengharuskan dia berbicara. Karena bicara butuh perjuangan untuk mengatur nafas.

Jika memang sudah mengetahui adanya penyakit asma pada anak, maka ventolin memang biasanya sudah tersedia.

Sebenarnya kondisi 2 atau 3 ini sudah sangat membuat anak tidak nyaman. Tapi saran dari dokter saat pertama kali Thoriq diberi obat ini adalah jangan sering-sering menggunakan obat ini. Makanya biasanya kami berusaha mengantisipasi dengan poin-poin seperti di atas.

Poin-poin di atas alhamdulillah selama ini berhasil bisa mencegah. Namun ada saatnya memang akhirnya sampai ke tahap yang cukup berat. Hal ini ga bisa diprediksi.

Makanya kita tetap selalu berdoa dan berserah diri kepada Allah saat melakukan pengobatan ini. Kemudian juga tetap waspada selama anak sedang dalam kondisi mulai ke arah sesak.

4. Tahapan lanjutan lagi: Anak sudah tidak nyaman rebahan. Maunya duduk. Jalan sudah tidak bisa tegak lagi, cenderung membungkuk. Atau bahkan sudah tidak sanggup berjalan lagi.

Di buku Dokter di Rumah Anda, anak memang disarankan didudukan dengan posisi dekat dengan meja. Tangan di atas meja dan kepala sedikit menunduk.

Bawa ke IGD. Kalau sudah seperti ini, kami segera membawa anak ke IGD. Biasanya di IGD, anak segera diberi oksigen dan diuap.

Tahapan lebih berat lagi adalah adalah ketika anak harus mengambil nafas dengan cara menarik nafas kencaaang sekali, dada sampai naik turun, seperti orang yang gelagapan ketika berenang.

Yang paling berat adalah ketika anak sudah terlihat pucat kebiruan tanda ia kekurangan oksigen.

Semoga anak-anak kita yang asma tidak sampai tahap ini ya. Antisipasi ketika pada tahapan awal in sya Allah cukup membantu. Namun karena anak masih kecil, mungkin ia belum bisa menyampaikan bahwa dia sudah mengalami gejala sesak. Maka ketika kita sebagai orang tua sudah paham tahapan-tahapan atau cirinya, akan membantu pencegahan ke serangan asma yang lebih parah. Cara pencegahan lainnya adalah anak dijauhkan dari pemicu asma. Misalnya:

  • Sedang di luar malam hari, maka segera pulang.
  • Jika dingin segera memakai jaket.
  • Sedang minum es, maka segera di stop. Atau bahkan sangat dibatasi untuk minum makanan dingin.
  • Tidak memakan makanan yang biasanya menjadi pemicu. Semisal kerupuk atau gorengan kering.
  • Dst

Satu catatan dari pengalaman pribadi teman baik saya tersebut adalah, orang tua tidak perlu over protectif terhadap anaknya yang menderita asma.

Alhamdulillah, dari pengalaman kami pribadi pun, insya Allah memang seperti itu adanya. Alhamdulillah Thoriq tetap bisa beraktifitas dan berolahraga.

Semoga info ringkas ini bermanfaat

cizkah
13 Juni 2015

Tulisan ini diupdate bulan Desember 2021 setelah Thoriq mengalami serangan asma yang cukup parah dan sampai dibawa ke IGD.

1 ber 5

Kalau makanan…dulu pas baru nikah, masih berdua aja (ya iya la :D). Beli cumi-cumi sepiring kecil dimakan berdua. Beli bakso, semangkok berdua. Sampai Ziyad lahir dan agak besar pun masih satu porsi. Beli tengkleng, bisa makan bertiga.

Ziyad makin besar, mulai deh beli dua mangkok bakso. Biasanya kemudian minta mangkok kosong. Jatah kami berdua kemudian dikurangi untuk Ziyad. Dan lagi saat-saat gitu, mulai lahir Thoriq.  Teruus seperti itu. Sampai akhirnya sekarang kalo beli bakso 4 mangkok. Karena sudah pengalaman dengan 2 anak sebelumnya, aku biasa bawa tempat sendiri untuk dijadikan mangkok ke-5. Untuk Luma :).

Dari semua kisah berbagi itu, masih ada yang belum berubah dari Ziyad lahir sampai sekarang.

Baca selengkapnya 1 ber 5

Kopi Kopian…

keiko-kopi2Setahunan yang lalu, abang “accidentally” mulai mendalami yang namanya kopi. Ceritanya abang lagi belajar tentang segala hal kamera, video, editing dan lain-lain. Dan kebetulan sample yang sedang dipelajari adalah salah satu video tentang kopi. Dan video tentang kopi itu banyaak yang bagus-bagus hehe.

Dan selayaknya pasangan lainnya yang saling mempengaruhi, segala hal tentang kopi mulai juga “diperkenalkan” ke aku. Aku yang notabene memang sebenarnya lumayan suka kopi dari dulu alhamdulillah bisa jadi “partner” abang juga untuk urusan ini hihi. Partner dalam arti aku bisa ikut menikmati apa yang beliau nikmati. Bukan cuma jadi penonton.

Jadi malu pernah nulis-nulis tentang kopi kemarin-kemarin wkwkwk. Ternyata yang kemarin aku minum itu namanya kopi instant – maksudnya dilihat dari segi kesehatan..instant…which is berarti memang biasanya kurang sehat hehe. Ternyata kopi kalo beneran kopi original  insya Allah malah bagus untuk kesehatan. Catatannya: gak pake gula!

Dan ternyata, dari awal mulai minum kopi kaya gini, aku malah suka banget kalo gak pake gula. Dan aku ngerasanya kopinya tetap ada rasa manisnya kok. Makanya kalo ada yang langsung meringiskan muka ketika dengar kopi gak pake gula – maksudnya udah bayangin pahit -, I just wanna say “You have to try it first!”. Alhamdulillah, Keluhan-keluhan yang dulu ada mulai dari deg-degan atau maag, juga malah gak muncul. Memang catatan ketika minum kopi adalah jadi gampang lapar berat. Jadi disarankan sebaiknya diisi perutnya. Ah, berikut beberapa hal pendahuluan buat yang masih blank tentang kopi.

Baca selengkapnya Kopi Kopian…

Jangan Takut Anakku

Jangan takut anakku…

Setan itu lemah
Sama seperti kita yang lemah
Maka mintalah perlindungan kepada yang Maha Kuat…Allah

Jangan takut anakku…
Jika was-was tetap ada dalam hatimu…
Baca saja surat pendek yang telah ibu ajarkan untukmu
Surat An-Naas dan Surat Al-Falaq
Dua surat ini disebut surat Mu’awadzatain
Masih kau ingat isinya bukan?

Kita meminta perlindungan…
kepada Rabb manusia…
Raja Manusia..
Sesembahan manusia
Berlindung dari kejahatan setan…
Berlindung dari keburukan dari kegelapan malam
Berlindung dari tukang sihir
Berlindung dari kejahatan makhluk…baik dari manusia dan jin
Karena kejahatan bukan hanya dari setan wahai anakku..

Jangan takut anakku…
Jadilah manusia pemberani…
Seperti sahabat yang sangat dicintai nabi shallallahu’alaihi wa sallam,
yaitu Umar bin Khattab radhiallahu ‘anhu
Setan akan mencari jalan lain agar tidak bertemu dengan Umar bi Khattab radiallahu ‘anhu

Jangan takut anakku…
Lihatlah Khalid bin Walid
Yang diperintah Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam untuk menghancurkan berhala ‘Uzza
Tanpa takut, ia  menusuk dan memusnahkan setan yang berwujud wanita berambut panjang yang bercokol di berhala tersebut…
Betapa gagah dan pemberaninya para sahabat Nabi kita shallallahu ‘alaihi wa sallam…

Jangan takut anakku..
Semoga Allah selalu melindungimu…jangan takut anakku
Karena Ayah dan Ibu..selalu mendoakanmu dengan doa perlindungan
Agar kau terhindar dari setan..
Terhindar dari bahaya binatang buas
dan dari keburukan pandangan mata yang jahat

 

Jangan takut anakku…
insyaAllah tak akan ada yang membahayakanmu…
Jangan lupakan dzikir yang Ayah dan Ibu ajarkan untukmu..
Agar kau baca di pagi dan petang…

Jangan takut anakku…
Semoga Allah melindungimu selalu…

 

cizkah
Artikel: www.ummiummi.com
.

Frequently Asked Question (FAQ) tentang Homeschooling SD

Pertanyaan yang biasa  muncul seputar homeschooling SD adalah: gimana ijazahnya, belajarnya gimana, jadwal belajarnya gimana….dan seterusnya. Di sini aku coba jawab satu persatu versi Ziyad ya dan versi yang aku ketahui ya. Artinya, aku sendiri masih terus belajar tentang homeschooling.

Ijazah

Ijazah untuk homeschooler – jika memang ingin mengambil ijazah – bisa melalui PKBM (pusat kegiatan belajar mengajar). Atau bisa juga ikut ujian di sekolah payung.  Ada juga yang tersedia secara internasional. Tapi aku sendiri masih belum “nyebur” untuk meneliti opsi yang terakhir.

Sebenarnya, dulu aku tahunya kalau orang yang ambil paket ini adalah orang yang putus sekolah atau gak lulus di sekolahnya hehehe. Konotatif banget ya. Tapi insya Allah seiring waktu, jadi bergeser ternyata keberadaan PKBM ini berarti untuk berbagai pihak. Banyak keluarga lain yang juga memilih homeschooling. Dan itu bukan berarti dari keluarga yang tak berpendidikan ataupun tak mampu. Jadi, tak usah khawatir. Insya Allah ijazah ini diterima untuk melanjutkan ke jenjang pendidikan berikutnya.

Untuk saat ini, opsi yang kami pilih adalah dengan jalur PKBM. Opsi lain bukannya berarti gak ambil. Bisa jadi berubah dalam perjalanannya.

Baca selengkapnya Frequently Asked Question (FAQ) tentang Homeschooling SD

Haruskah…?

Betapa keikhlasan sulit didapatkan…
Betapa kedudukan begitu menyilaukan…

Haruskah menyebut-nyebut sebuah tetes keringat yang dapat menghilangkan keikhlasan?
Haruskah melihat kedudukan untuk menerima kebenaran?
Haruskah merasakan kekayaan untuk menghilangkan iri hati?
Haruskah merasakan kemiskinan untuk menumbuhkan empati?

by cizkah

13 November 2013 (6 years ago :D)

* Lagi lihat dashboard ada postingan yang diprivate. Termasuk yang ini. Hmm…lupa kenapa masuk private-an. Publish aja ah…

* Edisi puitis dan merenung

Busa

Percakapan lain dengan Thoriq yang menyadarkan aku tentang kata yang sama secara huruf dan fonetiknya tapi bedaaa banget artinya. Hayo apa istilah bahasa Indonesianya. Homofon, homograf atauu…?

Weekend kemarin aku sempat beli busa tipis berwarna putih. Niatnya sih untuk dalaman tas yang pingin aku jahit. Terus Thoriq pegang-pegang busa itu sambil tanya, “Ini apa Mi?”

“Busa”

“Busa?” dia mengerenyitkan alis.

“Yang kaya di kamar mandi itu?”

He? Langsung berpikir cepat. Ohhhh…langsung ketawa aku. “Ya ya…itu beda sayang busanya. Tapi namanya sama.”

*Thoriq 4 tahun 4 bulan

22 Rajab 1436/11 Mei 2015

Sayaaang Sama Uang

Sejak beberapa hari yang lalu, Ziyad lagi terobsesi sama mainan yang bisa berubah (transform) dari mobil ke robot. Padahal dulu dia udah punya pas masih hadiah hafal surat Al-Lail...berarti sekitar umur 6 tahun.

Oh ya, alhamdulillah sejak 2 minggu yang lalu Ziyad sudah selesai juz 28. Masuk ke juz 27, kita bikin perjanjian baru. Karena gak bisa kasih hadiah per surat karena kepanjangan, akhirnya hadiahnya per halaman. Uang. Nilainya 10 ribu ;D. Kita dorong dia untuk nabung. Tabungannya itu nanti bisa dia manfaatkan untuk beli yang dia inginin. Plus kita arahkan juga untuk mengalokasikan – beraat bahasanya ;D – untuk shodaqoh.

Baca selengkapnya Sayaaang Sama Uang

Edit Sensor Buku, Aktifitas Mendidik dan Bermanfaat untuk Anak

Banyak pengetahuan yang memang bisa didapatkan dari buku. Banyak juga buku yang secara tampilan menarik untuk dibaca. Sayangnya, tidak semua isi dan ilustrasi buku baik dan bagus.

Beberapa buku pengetahuan kami, isinya disampaikan dengan model komik. Ada tokohnya, ada pembicaraannya, ada ceritanya. Anak-anak sukaa sekali dengan buku ini.

Sayangnya, terkadang, dari pembicaraan yang dilakukan tokoh ada hal-hal yang sebenarnya kurang baik berdasarkan syariat Islam. Atau bahkan alur cerita yang kurang mendidik bahkan bisa merusak akidah. Yang seperti ini, biasanya kami edit.

Buku yang lain, memuat pengetahuan dengan ilustrasi yang menarik.

Sayangnya, banyak wanita digambarkan dengan aurat terbuka. Yang seperti ini pun, kami edit :).

Karena kita pada asalnya, bertanggung jawab atas anak-anak kita.

Jangan sampai anak-anak “rusak” akidah dan pemikirannya karena buku-buku yang kita belikan untuk mereka.

Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam juga bersabda:

كُلُّكُمْ رَاعٍ وَكُلُّكُمْ مَسْئُولٌ عَنْ رَعِيَّتِهِ اْلإِمَامُ رَاعٍ وَمَسْئُولٌ عَنْ رَعِيَّتِهِ وَالرَّجُلُ رَاعٍ فِي أَهْلِهِ وَهُوَ مَسْئُولٌ عَنْ رَعِيَّتِهِ وَالْمَرْأَةُ رَاعِيَةٌ فِي بَيْتِ زَوْجِهَا وَمَسْئُولَةٌ عَنْ رَعِيَّتِهَا

Setiap engkau adalah pemelihara, dan setiap engkau akan dimintai pertanggung jawaban mengenai apa yang menjadi tanggung jawab pemeliharaannya: Seorang pemimpin adalah pemelihara, ia akan dimintai pertanggung jawaban mengenai apa yang menjadi tanggung jawab pemeliharaannya. Seorang laki-laki juga pemelihara dalam keluarganya, ia akan dimintai pertanggung jawaban mengenai apa yang menjadi tanggung jawab pemeliharaannya. Dan seorang perempuan adalah pemelihara dalam rumah suaminya, ia akan dimintai pertanggung jawaban mengenai apa yang menjadi tanggung jawab pemeliharaannya. [HR. Bukhari]

Manfaat Aktifitas Ini:

  • Orang tua mengetahui isi bacaan anak.
  • Anak sambil belajar mengetahui mana yang patut dan tidak patut untuk dilihat ataupun diserap ilmunya.
  • Anak belajar mengetahui mana yang benar dan salah.

Alhamdulillah, di buku-buku selanjutnya yang kami miliki, anak-anak mulai paham dan bahkan mereka sendiri yang kemudian memberitahu jika mereka menemukan hal yang perlu untuk diedit.

Yuk lihat-lihat buku-buku kami yang telah diedit.

Lihat, ada aktifitas yang mengajarkan anak untuk membuat jimat. Padahal jimat sangat terlarang dalam Islam.
Aurat yang telah ditutup
Pada buku ditulis kodok bernyanyi. Padahal suara kodok adalah tasbih. Sangat berbeda jauh antara nyanyian yang melalaikan dan tasbih yang berarti memuji dan mengingat Allah bukan?

Kesimpulan:

Yuk…edit dan sensor buku bersama anak.

Tak usah merasa sayang bukunya akan rusak atau kotor. Karena kita sedang menjaga agar anak kita tidak rusak dan kotor akhlaq dan pikirannya ^^.

Hadits-hadits yang berkaitan dengan buku di atas adalah sebagai berikut:

  • Suara katak adalah tasbih.
    لا تقتلوا الضفادع فإن نقيقها تسبيح
    “Janganlah kalian membunuh katak, karena suaranya adalah tasbih.”(Riwayat Al-Baihaqi, no. 19166. Al-baihaqi mengatakan, Keterangan ini mauquf (keterangan sahabat), dan sanadnya sahih).
  • Hukum makan katak adalah haram. Karena sesuatu yang haram untuk dibunuh konsekuensinya haram untuk dimakan.
  • Hukum memakai jimat adalah haram karena bisa menjatuhkan seseorang dalam kesyirikan.
    Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam lantas bersabda, “Gelang tadi malah membuatmu semakin lemah. Buanglah! Seandainya engkau mati dalam keadaan masih mengenakan gelang tersebut, engkau tidak akan beruntung selamanya.” (HR. Ahmad 4: 445 dan Ibnu Majah no. 3531).

Update Desember 2021:
Sampai masa kembar, aktifitas ini masih terus dilakukan. Salah satu manfaat edit sensor, anak juga tahu penerapannya dalam praktek sehari-hari yang baik seperti apa. Contoh penerapannya ada di tulisan Sensitif dengan Kata Untung.

cizkah
2 Mei 2015

.

Playdate #4

Acara hari playdate kali ini beragendakan kreasi flanel, games anak tentang rukun iman dan sharing antara ibu tentang proses belajar apa yang telah berhasil dilalui bersama anak dan apa yang belum. Oh ya satu lagi, bapak-bapak yang ikutan nganter kali ini juga bisa ada kesibukan belajar panah :D.

bahan-kreasi-flanel-homeschooling-jogja
Bahan kreasi flanel

Baca selengkapnya Playdate #4

Proses Thoriq Belajar Menulis (4 tahun)

latihan menulis latin
Salah satu gambar thoriq, terinspirasi game piggy yang merakit-rakit berbagai komponen biar jadi kendaraan. Lihat berbagai garis yang bisa menjadi dasar untuk sebuah huruf 🙂

Pada dasarnya, aku masih menggunakan cara yang sama seperti pas ngajarin Ziyad dulu. Dalam arti, gak banyak materi (formal) yang diajarin. Fokus.

Menulis, adalah sebuah aktifitas yang membutuhkan effort yang cukup besar dari seorang anak. Apalagi di usia balita heheh.

Jadi, sampai saat ini, sebenarnya aku gak pernah “menugaskan” Thoriq untuk belajar menulis.

Model belajar kami di rumah – terutama untuk usia balita –  adalah unschooling. Unschooling itu secara mudah bisa dipahami proses belajar tanpa kurikulum tertentu – yang biasanya ada jadwal terstrukturnya setiap hari – .  Model unschooling, anak dibiarkan explore belajar. Tapi bukannya dibiarkan tanpa aturan dan tanpa arahan atau sampe sama sekali gak ada acara “dibimbing dan diajarkan” :). Aku merasa cocok dengan model ini, karena sejatinya, setiap hal bisa dijadikan pelajaran. Dan kita belajar itu untuk diamalkan dalam kehidupan.

Baca selengkapnya Proses Thoriq Belajar Menulis (4 tahun)

Proses Thoriq Belajar Baca Iqro dan Latin

Proses belajar latin Thoriq memang lebih cepat dari Ziyad. Karena proses belajar Iqro-nya dia juga lebih cepat dari Ziyad. Bukan aku yang nyepetin…tapi dianya alhamdulillah yang lebih mudah. Mungkin juga faktor sering ngelihat flashcard atau poster wkwkwk 😀 (yang ini advertorial banget :D).

Tapi beneran ko. Alhamdulillah karena proses pengenalan perhurufnya udah lancar, jadinya pas proses awal-awal belajar lebih mudah.

Tapi dalam perjalanannya, gak selancar di awal-awal hehe. Karena mungkin kerasa makin susah ya. Kalau misalnya rajin sebenarnya bisa baca latin atau Qur’an dalam 6 bulan. Tapi karena proses belajar itu banyak cobaannya, jadilah sedapat momentnya. Gimanapun kan soalnya anak gak bisa dipaksa ngeluarin huruf yang kita minta hehe.

Kalo Thoriq ini, akhir-akhir ini aku ngerasanya dia mulai ngerasa sulit di belajar iqro. Jadinya kaya beban kalo pas aku bilang baca iqro dulu ya. Biasanya berhasil/mau baca kalo emang dia dah pingin banget nonton. Padahal kalo dijalanin sebenarnya dia bisa-bisa aja kalo baca perhuruf. Akhirnya kemarin aku putusin untuk, “Ya udah Thoriq, kita ulang lagi dari awal ya iqro 5-nya.”

Terus kaya masih berat juga nih ngelihat materi di halaman pertama. Akhirnya aku bilang lagi, “Ah…kita ulang lagi aja dari Iqro 4 ya.”

Baca selengkapnya Proses Thoriq Belajar Baca Iqro dan Latin

Resep Pempek Ubi

Punya kuah pempek berlebih, tapi rasanya kok tak sempat lagi untuk membuat adonan pempek. Dibuang mubadzir. Disimpan, sepertinya malah akan tak termakan – berarti mubadzir juga-.

Alhamdulillah, ternyata pasangan kuah pempek itu gak melulu adonan campuran tapioka dan ikan loh. Resep ini saya dapatkan dari mertua tercinta yang berasal dari Jambi. Rasa saat di makan, tak kalah nikmat dengan pempek ikan.

Bahan:

2 – 3 ubi
Terigu
Minyak untuk menggoreng
Garam seujung sendok kecil

Cara membuat:

1. Potong-potong ubi memanjang kotak-kotak.

pempek-ubi-cizkah-ummiummi1
Ini agak kebesaran irisan ubinya 😀

 

 

2. Campur dengan terigu dan garam. Dikira-kira sampai semua terigu tercampur rata dan licin.

pempek-ubi-cizkah-ummiummi1

 

pempek-ubi-cizkah-ummiummi1
Supaya gak salah paham, sendok di gambar sebelumnya itu bukan sendok makan hehe. Bisa jadi pembanding ini antara sendok makan dan sendok sayurnya. Potongan irisan ubinya jadi kelihatan ya kira-kira seberapanya.

3. Goreng

— Selesai ^^

pempek-ubi-cizkah-ummiummi1

Alhamdulillah, panganan praktis, mudah dan sehat karena dibuat sendiri bisa menjadi santapan keluarga tercinta.

Tambahan:
Panganan ini biasa disajikan di Jambi tempat suami saya.
Bahkan saat acara pernikahan, pempek ubi ini disajikan untuk sajian snack tamu para ibu-ibu.

cizkah
2 April 2015
.

Agar Buahnya Tak Rusak

Hama dan penyakit sering menyerang  jahe merah, kudu alias wajib kita ketahui pada saat kita memutuskan mencoba budidaya tanaman ini.  Serangan hama dan penyakit sedapat mungkin kita cegah, karena ini adalah cara yang terbaik.  Namun apabila serangan terhadap tanaman sudah terlanjur terjadi, setidaknya ada usaha dan cara untuk menanggulanginya.


Ini adalah kutipan yang saya dapat dari sebuah website tentang tanam-menanam. Lihatlah ungkapan yang saya cetak tebal. Betapa seorang yang bergelut di bidang tanam menanan sangat memperhatikan tanamannya. Kata-kata itu sebenarnya segaris dengan hal yang perlu kita lakukan saat kita sedang membimbing buah hati.

Bagaimana maksudnya?

***

Mendidik anak adalah perjuangan. Apalagi jika menginginkan anak itu menjadi anak yang salih. Anak yang bisa menjaga ketakwaan dirinya. Bahkan setelah kita tak ada lagi di dunia ini. Menjadi bekal bagi kedua orang tua.

Belum lagi jika kita sebagai orang tua ingin menghantarkan anak kita ke tingkatan tertinggi di dalam surga. Rasanya memang tak mungkin jika badan ini kemudian mendapatkan itu dengan bersantai-santai. Lalu apa bedanya kita dengan mereka yang dijadikan dunia dan isinya indah namun terhempas dalam nestapa di akhirat nanti?

Tingkatan tinggi yang saya maksud tadi adalah apa yang dikabarkan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam kepada kita, bahwa seorang penghafal Qur’an, akan menaiki tangga sesuai bacaan (hafalan) yang dimilikinya*. Semakin banyak hafalannya tentu semakin tinggi tingkatannya. Bahkan bagi yang telah sempurna menghafalkannya, dapat memberikan mahkota kepada kedua orangtuanya.

Antara Asa dan Realita

Harapan tinggi itu, harus dihadapkan dengan segala apa yang ada pada seorang anak. Rasa malas, rasa ingin bermain terus, rasa ingin bersenang-senang. Jika membiarkannya, tentu saja mudah. Hidup mungkin jadi lebih santai.

Saat saya sedang terpuruk dengan rasa ketidakberdayaan, saya terus berpikir, bagaimana dan bagaimana. Namun saya tidak ingin kehilangan asa itu. Saya tidak ingin kalah. Apakah saya sudah cukup berdoa? Apakah saya sudah berusaha semaksimal mungkin? Apakah saya sudah bertawakal dengan baik kepada Allah?

Tiba-tiba saja, entah kenapa saya teringat kepada pak petani.

Lalu saya tersadar bahwa saya masih jauh dari pak petani. Saya salah ketika mengharapkan “tanaman” itu tumbuh dalam semalam. Saya sedang dalam masa merawat dan menjaga. Agar hasil dan buahnya nanti baik dan tidak rusak.

Belajar dari Pak Tani

Pak petani, tentu berusaha dengan sepenuh hati. Agar tanamannya tumbuh dengan baik. Diberi pupuk, dijauhkan dari hama. Di sisi lain, tak ada yang dapat tahu apa yang terjadi besok dengan tanaman yang ia tanam. Maka ia bertawakal kepada Allah sepenuhnya. Bukankah Allah sudah berjanji, siapa yang bertawakal kepada Allah, maka Allah akan cukupkan baginya?

Perenungan itu menghibur dan menyadarkan saya. Bahkan saya sampaikan dari hati ke hati kepada anak saya yang telah berusia 8 tahun itu.

Kita ingin menjadi salih, maka harus berusaha. Dirawat, di siram, diberi pupuk, dijaga dari gangguan, dijauhkan dari sesuatu yang menyakiti dan berbahaya.

Pak petani, akan menghilangkan rumput-rumput di sekitar tanamannya. Ia kecil-kecil, tapi biasanya banyak. Ini membahayakan. Menyerap sari-sari yang seharusnya bisa diserap oleh tanaman utama. Bisa merusak hasilnya sebagiannya atau bahkan seluruhnya.

Ia akan menjaga tanamannya dari hama. Diusirnya jauh-jauh.

Maka jika diterapkan kepada anak kita, semua usaha tersebut bisa kita terjemahkan seperti ini.  Gangguan tentu akan selalu ada, bahkan banyak (rumput-rumput kecil). Maka kita harus sabar menguranginya, satu persatu, agar hasilnya nanti tak sampai rusak. Bahkan jika ada gangguan besar yang membahayakan dan berpengaruh besar, semisal kawan yang buruk, lingkungan yang buruk, maka kita harus segera menjauhkan anak kita dari hal tersebut. Ini demi kebaikan mereka sendiri di masa mendatang.

Maka mari Bunda salihah, kita bersabar, berdoa dan terus menjaga buah hati kita. Jangan menyerah dan jangan putus asa. Yang kita inginkan adalah anak salih. Buah yang baik. Semoga Allah selalu menjaga anak-anak kita dan kita dimudahkan untuk menjaga anak kita. Aamiin ya robbal ‘alamiin.

Oleh: cizkah ummu ziyad
Artikel: ummiummi.com

 

 

Tips Ketika Prahara Rumah Tangga Melanda

Diam kata orang adalah emas. Belum lagi ada hadits yang menyatakan bahwa berkata baik atau diam. Atau bisa dibilang, kalau mau bicara yang jelek-jelek -apalagi tentang suami- lebih baik ga usah aja, diam saja.

Namun, yang terjadi biasanya saat prahara rumah tangga, kecenderungan seorang wanita adalah ingin berbicara. Ingin membela diri. Ditambah lagi…ketika tak sampai rasa hati kepada suami, akhirnya untuk mendukung perasaan bahwa dia adalah yang paling benar, ingin saja ditumpahkannya cerita segala “salah”nya suami dan betapa “benar”nya dia sebagai istri kepada orang lain – baik itu teman ataupun orangtuanya sendiri-.

Ada dua tips untuk ibu-ibu salihah agar prahara tersebut tak makin membesar, yaitu diam dan tak diam. Prahara rumah tangga memang bertingkat-tingkat. Namun seringkali, yang kecil-kecil bisa menjadi besar dan memalukan karena perkara diam dan tak diam ini. Merugi rasanya jika sebenarnya perkara itu karena sekadar lantaran sang suami yang letih atau istri yang sedang dalam masa PMS (pre menstrual syndrom). Tapi kemudian masalah – kecil yang menjadi besar itu – diketahui segelintir sahabat yang kemudian menyebar ke sahabat si sahabat. Atau akhirnya menjadi bahan yang membuat martabat suami jatuh di depan orang tua kita sendiri.

Diam

  • Diam saat suami melepaskan emosinya adalah hal yang lebih tepat dibandingkan terus menjawab dengan perasaan dan logika apapun dari seorang perempuan. Jika memang perlu berkata menerangkan, maka terangkan dengan santun dan baik. Jangan berkata yang hanya menimbulkan pertentangan dan menambah runyam keadaan.
  • Diam menahan diri untuk tidak membuat “pengumuman” dalam bentuk apapun di social media. Mungkin zaman dulu, tidak perlu ada poin ini. Namun kini, di saat ada facebook, twitter, instagram, whatsapp dan lain-lain terbentang lebar menggoda seseorang untuk melontarkan segala apa yang ada di otak dan perasaannya sebagai bentuk luapan kekesalan – yang tidak pada tempatnya -, poin ini menjadi begitu penting.

Tak Diam

Jika terus berdiam diri hanya akan menambah kesempatan setan untuk menjejalkan berbagai hal buruk tentang suami dan masalah yang kita hadapi, maka Anda bisa tak diam dengan melakukan hal berikut.

  • Ambil wudhu, sholat atau bacalah Qur’an.
  • Mainlah dengan anak-anak dengan aktifitas yang “lepas” dan menyenangkan. Meniup gelembung sabun, bermain siram air atau hal lainnya yang membuat anak-anak tertawa bahagia -, maka semoga Anda pun menjadi bahagia -. Syukurilah nikmat itu.
  • Bicaralah dengan kawan-kawan Anda. Bukan..bukan untuk curhat masalah yang sedang terjadi di rumah tangga Anda. Tapi untuk berbincang ringan. Berbagi manfaat.Hal ini insya Allah juga akan meredakan rasa sesak di dada. Membuat pikiran Anda lebih terbuka.Curhat tentang masalah prahara rumah tangga bisa jadi malah menambah sesak karena Anda tak mendapatkan solusi positif dari permasalahan – yang sebenarnya anda dan suamilah yang paling tahu letak masalahnya dan sebenarnya bisa mencari solusinya -.Dengan curhat, bisa jadi yang bertambah malah kebencian kepada suami Anda – , membuka aib suami atau rumah tangga. Dan jika curhat itu kepada orangtua, maka hal itu bisa mengurangi rasa cinta dan kepercayaan dari orangtua kepada suami Anda.

Maka jika prahara rumah tangga melanda, yuk endapkan dulu baik-baik masalah tersebut. Biarkan air yang keruh kembali jernih. Coba selesaikan masalah itu terlebih dahulu berdua bersama suami. Jangan buru-buru “mengumumkan” persoalan rumah tangga – yang tidak ada keluarga manapun bebas darinya -. Semoga Allah memudahkan kita bersama suami terus saling menasihati dan membangun ketakwaan kepada Allah Ta’ala.

Oleh: cizkah ummu ziyad
Artikel: ummiummi.com
.