Kue Boyo (Buaya)

Mumpung…

Mumpung abang lagi pergi sama ziyad, laptopnya gak dipakai dan gambar (foto) kue boyo yg pernah aku buat ada di laptop ini dan kertas resepnya yang dah lecek bin kumel padahal aku mesti kalo bikin masih nyontek kertas itu…ya…mari kita tulis di sini aja buat catatan. Siapa tahu ada yang mo praktek ^^.

Kue Boyo ini khas Jambi (setahu aku sih). Dinamakan kue boyo karena mirip buaya.

Baca selengkapnya Kue Boyo (Buaya)

“Yang saya rindukan…” (?)

Sekitar pukul 19.00 wib, kami keluar dari gedung book fair  dan ternyata ada  acara bedah buku yang baru saja dimulai. Aku dan abang sempat berhenti sejenak melihat dan mendengarkan sang penulis buku – seorang pria beristri -, sebelum akhirnya memutuskan untuk keluar mencari tempat makan karena hari sudah cukup larut, terutama bagi jadwal makan Ziyad.

Ketika kami menuju tempat parkir dan keluar dari area book fair, sempat terdengar pembicara kedua yang merupakan seorang wanita bersuami – dan suaminya jelas bukan sang penulis itu sendiri – berkata, “Senang bisa bertemu dengan la bla … yang saya rindukan…bla bla.”

Baca selengkapnya “Yang saya rindukan…” (?)

Still In Unproductive Status

Ada beberapa hal yang membuat seorang cizkah, beserta tulisannya dan pekerjan-pekerjaan lainnya di luar pekerjaan mengurus si abang dan si bujang berada dalam status pending ataupun kalau dikerjakan sangat tertatih-tatih dan terbata-bata. Walaupun semangat sudah menggebu-gebu di hati dan jiwa, namun apa daya. (Ini namanya qudrah -keinginan- gak sesuai irodah -kemampuan-).

Yang paling utama adalah menghadapi buah hati yang sepertinya dalam fase perubahan tingkah laku yang penuh pemberontakan, menarik perhatian dalam bentuk protes, atau protes dalam bentuk pemberontakan, menginginkan sepenuhnya perhatian dari person lainnya (terutama si Ibu), menginginkan sekedar ditemani dalam berbagai permainannya. Semuanya membutuhkan energi dan waktu yang ekstra dan ekstra serta kesabaran yang juga mesti ekstra-ekstra.

Yang kedua adalah koneksi yang supppperrr bermasalah dari TelkomFlash.

Ada satu hal yang masih aku tunggu dalam mengatasi dua hal ini yang saling berkaitan satu sama lain. Dan kemungkinan akan membawa perubahan-perubahan dalam ritme kehidupan dan kehidupan kami sendiri. Mungkin ini adalah satu lagi saat bagi aku dan orang-orang di sekitarku untuk “melompat dari satu kehidupan ke kehidupan yang lainnya”. (Ini adalah quote buatanku yang sangat dihafal (hapal?) abang).

Antara Facebook dan Twitter

Tadi baca link yang dishare @dhezign di twitter. Dan isinya kurang lebih merupakan sebab yang membuat aku lebih merasa ‘aman’ membuka twitter. (Cuma reflek ‘menulis’ utk masalah beginian masih kurang deh).

Scoble bilang tentang penggunaan twitter yang gak ada fitur comment,

“That is a HUGE advantage for controlling noise and for keeping yourself productive.”

Baca selengkapnya Antara Facebook dan Twitter

Kontrol Pasca Kuret

Alhamdulillah, kemarin (23 Okt), kami sampai di Jogja sekitar jam 8 pagi. Sampe rumah, ternyata sesuai dugaan berdebu sekali. Walaupun abang udah dari kereta bilang, “Nanti langsung istirahat aja, Dek.” Aku gak pernah jawab, soalnya udah ngebayangin dan mikir, “Kayanya gak mungkin deh…” Hehehe…

Baca selengkapnya Kontrol Pasca Kuret

Cerita Kuretase Kehamilan Keduaku

Tanggal 9 September 2009, aku pendarahan. (pas bulan Ramadhan tu…). Mondok semalam di RSIB Sakina Idaman. Alhamdulillah udah ada kantong rahimnya. Usia kehamilan yang masih 5 minggu, jadi janin yang belum kelihatan waktu itu dianggap wajar.

Seminggu kemudian kontrol di bidan Harjuna, di USG. Kantung rahim membesar tapi blum ada janin. Ok…kita mulai khawatir deh. Mulai cari-cari info tentang blight ovum.

Dua minggu kemudian (tanggal 1 Oktober), kita cek lagi ke Sakina Idaman sama dr. Detty. Oh oh…ternyata belum juga muncul janinnya dan muncul massa. Mulai tambah khawatir, sebagaimana aku ceritain di post kemarin.

Seminggu kemudian (tanggal 6  Oktober), periksa ke bidan Harjuna. Tidak bisa memberi masukan apa-apa karena hasil USG gak bisa dibaca sang bidan (bukan bidangnya soalnya). Akhirnya besoknya, siang hari,  aku periksa ke dr. Muzayanah. Massa dianggap gak membesar dan kelihatan seperti sudah ada janinnya. Tapi belum ada detaknya. Masih dengan kekhawatiran blight ovum (BO). Akhirnya disaranin 2 minggu lagi periksa. Kalo belum ada detaknya, berarti BO dan mesti kuret.

Besoknya, aku ngeflek dikiiit. Seperti keputihan tapi warnanya coklat.

Besoknya lagi, Jumat, seperti itu juga. Tapi cuma dikit banget. Dan sorenya, aku mulai merasakan perut orang mau haid (gak mules sih), tapi kerasa seperti ada yg mau keluar. Bolak balik aku liat ada bercak darah atau engga.

Sampai akhirnya…

Baca selengkapnya Cerita Kuretase Kehamilan Keduaku

Kantong Rahimku Masih Kosong? (Blight Ovum?)

1 Oktober 2009, YogyakartaManusia memang hanya bisa berharap/tawwakal dan berusaha. Usaha ini pun sebatas kemampuan manusia (krn manusia itu memang lemah).

Sejak kemarin aku menghitung hari menantikan hari ini – hari pemeriksaan ke dokter -. Ada banyak harapan/keputusan yang baru bisa ketahuan setelah pemeriksaan ini. Harapan bahwa janinnya berkembang dg baik dan kandungannya baik-baik aja. Harapan dokter menyatakan kandungannya sehat sehingga aman untuk melakukan perjalanan ke Jakarta. Harapan untuk benarn bisa pulang ke Jakarta dalam waktu dekat, beberapa hari setelah waktu pemeriksaan.

Baca selengkapnya Kantong Rahimku Masih Kosong? (Blight Ovum?)

Bujang Satu-ku, Dua Tahun Dua Bulan (1)

Udah 2 bln gak nyatet perkembangannya bujang satuku. Mari kita muleeii…

Kebanjiran Bahasa
Alhamdulillah ‘ala kulli haall..hehhe…Ziyad masih sedikit niii nambah-nambahnya. Setelah terjadi diskusi (lagi) sama Anik (Ummu Muhammad), – kan belio dr psikologi- terus ngebahas tentang pengajaran bahasa ke anak yang menurut penelitian lebih baik kalo satu bahasa dulu. Nah, nah, dulu kita (aku sama abang) dah pernah denger masalah ini. Tapi masih gak terlalu gubris. Masi pingin ngajarin bahasa Arab juga.

Baca selengkapnya Bujang Satu-ku, Dua Tahun Dua Bulan (1)

Cerita Suka Duka Cita…

Banyaakk sekali kejadian beberapa bulan terakhir ini…dan bagi aku, semua kejadian itu lumayan besar pengaruhnya ke berbagai aktifitas. Dan kemarin uda cerita yang masalah penyapihan dan teman-teman akhwat.

Terakhir kemarin, kami disibukkan dengan pindahan rumah. Sebenarnya banyak juga yang bisa diceritain, intinya kami banyak mendapat banyak pelajaran dan hikmah. Gimana baiknya kalau insya Allah nanti punya rezeki dan bisa bangun rumah, apa aja yang mesti dipertimbangkan, terutama lingkungan.

Baca selengkapnya Cerita Suka Duka Cita…

Bujang Satuku – Dua Tahun Dua Bulan (bag 2)

Hehehe…banyak yg ketinggalan di catatan kemarin…’ala kullia haall…kalo direnung-renungin, semua proses mengajarkan -bayi- yg tadinya tidak bisa apa-apa emang butuh proses yg panjang dan butuh perjuangan tersendiri.

– toilet training –
Ziyad akhirnya bisa menyampaikan dia mau pipis sendiri membutuhkan waktu 5 bulanan.

– penyapihan –
Ziyad lepas ASI stlh 4 bulan penuh.

– gosok gigi –
Butuh sekitar 8 bulan sampai akhirnya Ziyad mau buka mulutnya tanpa dipaksa dan digosok seluruh giginya bahkan mau disikat lidahnya. Mulainya dari usia 1 th 2 bln.

Baca selengkapnya Bujang Satuku – Dua Tahun Dua Bulan (bag 2)

Saatnya Bercerita Tentang Proses Penyapihan

Ehem…hari ini tanggal 6 Agustus 2009, pukul 12.05 pm, buah hatiku Ziyad Syaikhan sudah lepas dari ASI selama 49 jam. Gak nyangka…akhirnya bujangku tersayang itu sudah melewati masa-masa 100% lepas dari ASI. Kemarin, setelah 24 jam-an Syaikhan gak ‘nenen’ lagi, ketika kami bercengkrama di tempat tidur, aku merasakan ada sesuatu yang hilang…Sedikit sedih, tapi aku pikir beginilah rasanya seorang Ibu ketika melepaskan satu tapakan hidup dari anaknya. Ketika ia sudah mulai tidak ‘tergantung’ lagi dengan si ummi. Ketika saat-saat kedekatan itu semakin berkurang. Saat-saat dimana mulut mungil itu meminta haknya, karena mengantuk, karena haus, karena sedih…Dan ternyata, yang merasakan ‘sedih’ ini bukan cuma aku. Si Abah juga merasakan saat-saat melow, tapi kayanya gak separah ummi deh…

Sekarang…cerita proses penyapihannya yah…*sambil hapus-hapus air mata yang menitik…*

Baca selengkapnya Saatnya Bercerita Tentang Proses Penyapihan

Saran untuk yang Ingin Masuk ke Jurusan Teknologi Pendidikan

Nah, ini yang sering ditanyakan oleh adek-adek yang baru mau masuk kuliah ataupun sekarang masih SMA. Sebenarnya, sebagaimana saya selalu katakan kepada para penanya, sebaiknya tidak memilih jurusan ini bberkaitan dengan penggunaan musik.

Ada beberapa mata kuliah, yang jika mengikuti arus dan sekedar ingin dapat nilai bagus, maka mesti menggunakan musik (biasanya sebagai backsound).

Baca selengkapnya Saran untuk yang Ingin Masuk ke Jurusan Teknologi Pendidikan

Hati-Hati Ketika Bermimpi

Maksud aku mimpi di sini adalah di luar mimpi tidur, dalam arti seperti angan-angan seseorang. Namun, sekarang ini makna mimpi bagi seseorang sepertinya lebih disempitkan lagi seperti menjadi cita-cita atau tujuan hidup, namun terkadang di luar jangkauan akal dan sepertinya sesuatu yang sulit sekali terjadi.

Aku akui, aku banyak belajar dari buku Hypnotic Writing-nya Joe Vitale. Tapi sebagaimana anjuran banyak ulama, ketika mengambil pelajaran dari orang kafir… adalah yang sesuai kebutuhan dan tidak bertentangan dengan syariat. Maka, aku sangat sangat dan sangat tidak setuju dengan teori dan keyakinannya bahkan dia menjadi ‘guru’ pada keyakinan tersebut, teori dan keyakinan yang dijadikan kemas dalam bentuk DVD dan buku The Secret yang dikarang oleh Rhonda Byrne.

Baca selengkapnya Hati-Hati Ketika Bermimpi

Buah Hatiku Menuju Bulan Ke-24

Insya Allah, tanggal 24 bulan Juli ini, buah hatiku tersayang berumur 24 bulan alias 2 tahun. Tapi seperti ketika ia berusia 1 tahun, kami melewati hari-hari tersebut sebagaimana hari-hari biasanya. Kenapa? Karena Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam tidak pernah mencontohkan merayakan atau menjadikan hari raya ketika seseorang memasuki tanggal lahirnya. Dan merayakan ulang tahun itu termasuk syiar dari kaum kuffar karena itulah kita gak boleh meniru-niru mereka. “Man tasyabbaha biqoumin fahuwa minhum.” (“Barangsiapa yang menyerupai suatu kaum, maka ia termasuk bagian dari mereka.”). Wal ‘iyyadzu billah. Baca selengkapnya Buah Hatiku Menuju Bulan Ke-24

Masih Malu Dikatakan Ibu-Ibu

Kemarin ada yang review website ini * jadi malu *. Tapi disitu banyak kata “ibu-ibu”nya. Hehehe…aslinya masih suka malu kalau dibilang ibu-ibu. Jujur juga masih belum ngerasa jadi ibu-ibu sihh…Kayanya si abang juga belum ngerasa jadi bapak-bapak. Maksud ibu-ibu dan bapak-bapak disini adalah orang yang sudah berumur dengan gaya tertawa ibu-ibu dan bapak-bapak yang khas dan nada bicara yang juga khas, berirama, berwibawa etc.

Makanya kalau kami sedang keluar bersama, kemudian ada yang manggil aku “Bu.” (maklum, gak kelihatan mukanya, cuma kelihatan bawa anak), biasanya abang langsung godain atau mesti dibahas di perjalanan. “Tadi adek dipanggil, Bu ya.” Hehehe…

Dulu waktu hamil Ziyad Syaikhan mulai besar, terus jalannya udah mulai lambat dan agak melebar, abang juga suka godain, “Kaya ibu-ibu…” Heheheh…tapi sekarang suka diterusin sih, “Lha emang udah jadi ibu-ibu kan?”