Doa Itu Terkabulkan…

Ketika saya merasakan lambatnya Ziyad – anak pertama saya –  menghafal Qur’an, saya berpikir mungkinkah ia menjadi penghafal Qur’an? Bagaimanakah cara agar dia bisa menjadi penghafal Qur’an? Bagaimana agar dia cinta dengan Al-Qur’an? Teknik apa yang mesti saya perbaiki ketika mengajarkannya. Dan seterusnya…Pikiran-pikiran penuh kecemasan, yang  bisa berujung keputusasaan. Na’udzu billah min dzalik.
Baca selengkapnya Doa Itu Terkabulkan…

Tips Cara Membuang Jarum

Terlihat remeh.

Tapi kita tidak bisa meremehkan sebuah kebaikan…pun sebuah perbuatan yang membahayakan saudara kita lainnya.

Bukankah telah sahih dari Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bagaimana seseorang bisa masuk surga karena menyingkirkan duri di jalan karena tidak menginginkan muslim lainnya teragnggu?

Hal kecil seperti itupun termasuk dari cabang-cabang keimanan. Maka tidak ada salahnya kita “berusaha” sedikit ketika membuang jarum yang tidak terpakai lagi agar tidak membahayakan saudara kita yang lainnya. Misalnya para pemulung yang mungkin mengais sampah-sampah rumah tangga sebagamana yang saya temui di waktu yang lalu.

Alternatif cara pertama adalah dengan membuang jarum tersebut di tanah yang sekiranya tidak terjamah oleh orang.

Semoga bermanfaat…

cizkah
Februari 2014

Bukan Sekedar Popok dan Bedong

Kadang, saat hamil dan menanti saat-saat melahirkan, seorang ibu sangat bersemangat untuk membeli berbagai macam perlengkapan bayi. Apalagi jika itu anak pertama. Belum juga lahir, rasanya memegang baju-baju yang berbahan halus atau pernak-pernik warna-warni sudah memberikan kebahagiaan tersendiri.

Namun jangan sampai lupa, bahwa urusan bayi atau anak, bukanlah sekedar urusan popok, bedong dan segala aksesoris lucunya. Yang lebih penting adalah ilmu dan bekal untuk memberikan pendidikan terbaik bagi mereka.

Bekal dan ilmu ini tidak mesti dibaca saat kita telah memiliki anak. Akan lebih baik lagi jika sudah membaca jauh-jauh hari. Baik itu tentang pendidian Islam maupun tentang bekal parenting lainnya.

Dan saat-saat paling tepat untuk mengulang (memuroja’ah) bacaan-bacaan itu adalah saat hamil.

Berhubung saat-saat trimester pertama itu beraat sekali. Otak tidak bisa dipakai untuk aktifitas yang berat-berat. Maka proses baca-baca buku itu baru berjalan saat akhir trimester dua dan tiga ini. In sya Allah akan aku review bukunya lebih jelas beserta foto dan informasi lengkapnya ya. Mudah-mudahan bermanfaat. Tapi gak bisa langsung setelah postingan ini. Pelan-pelan. Semoga Allah memudahkan.

 

 

Dzikir Pagi dan Petang: Berlindung dari Kesyirikan

Berlindung dari Kesyirikan

Sudah sejak usia 6-7 tahun, Ziyad kami biasakan membaca dzikir pagi dan petang. Baru 2 dzikir. Tapi lebih sering dipraktekkan yang satu, yaitu dzikir

بِاسْمِ اللهِ الَّذِي لاَ يَضُرُّ مَعَ اسْمِهِ شَيْءٌ فِي الأَرْضِ وَ لاَ فِي السَّمَاءِ وَ هُوَ السَّمِيْعُ العَلِيْمُ

dibaca 3x (1)

dan dzikir

أَعُوذُ بِكَلِمَاتِ اللَّهِ التَّامَّاتِ مِنْ شَرِّ مَا خَلَقَ

Lebih kepada supaya dia berdoa sendiri juga untuk minta perlindungan kepada Allah dari segala keburukan. Kami juga tentu saja tetap membaca doa perlindungan untuk anak-anak kami
Baca selengkapnya Dzikir Pagi dan Petang: Berlindung dari Kesyirikan

Dzikir Pagi dan Petang: Berlindung dari Kesyirikan

Berlindung dari Kesyirikan

Sudah sejak…(lupa), Ziyad kami biasakan membaca dzikir pagi dan petang. Baru 2 dzikir. Tapi lebih sering dipraktekkan yang satu, yaitu dzikir

بِاسْمِ اللهِ الَّذِي لاَ يَضُرُّ مَعَ اسْمِهِ شَيْءٌ فِي الأَرْضِ وَ لاَ فِي السَّمَاءِ وَ هُوَ السَّمِيْعُ العَلِيْمُ

dibaca 3x (1)

dan dzikir

أَعُوذُ بِكَلِمَاتِ اللَّهِ التَّامَّاتِ مِنْ شَرِّ مَا خَلَقَ

Lebih kepada supaya dia berdoa sendiri juga untuk minta perlindungan kepada Allah dari segala keburukan. Kami juga tentu saja tetap membaca doa perlindungan untuk anak-anak kami
Baca selengkapnya Dzikir Pagi dan Petang: Berlindung dari Kesyirikan

Juz 30 (Ziyad 6 tahun)

Juz 30

Alhamdulillah Ziyad sudah menyelesaikan hafalan juz 30-nya awal Agustus kemarin. Tepatnya tanggal 5 Agustus (lihat catetan :D).

Alhamdulillah pas lagi masa-masa berat kehamilan trimester pertama, tetap bisa jalan proses hafalan Ziyad. Walaupun hampir selalu dengan mata sepet, badan berat, kepala pusing. Selesai nemenin Ziyad hafalan, biasanya aku langsung ke tempat tidur hehe. Ngantuuuk banget sama pusing. Jadi selama 2 bulan (sekarang pelan-pelan mulai lagi belajar yang selain hafalannya). Yang biasanya muroja’ah bisa sampai 1/4 juz plus hafalan baru, kemarin-kemarin ya cuma nambah hafalan sama muroja’ah satu dua surat. Pinginnya sebenarnya libur aja deh huhu..tapi bisa “bahaya” nih kalo gak dimuroja’ah.

Alhamdulillahnya lagi…pas lagi masa-masa berat gitu, Ziyad pas lagi mudaaah banget nambah hafalan barunya. Ini kerasa banget efek mendengarkan murottal sebelum tidur. Favoritnya Ziyad adalah Abu Usamah yang dari radio Rodja hehe. Udah coba diperdengarnya syaikh-syaikh lainnya, teteep aja nanti ujung-ujungnya dia mintanya “Abu Usamah Mi.”

Baca selengkapnya Juz 30 (Ziyad 6 tahun)

2,5 Tahun ber-Homeschooling

Cuma ingin menuliskan yang dari kemarin berpendar-pendar di kepala. Alhamdulillah, rasanya bahagiaaaa banget bisa menjalankan homeschooling bersama anak-anak. Udah 2,5tahunan ya proses belajar ber-homeschooling ria ini (6 bulanan waktu Ziyad nyicipin sekolah proses belajar di rumah alhamdulillah tetap berjalan terus). Dua setengah tahun itu berarti emang seumuran sama Thoriq, karena mulainya justru pas Thoriq baru lahir hehe. Alhamdulillah…

Apa yang aku baca di artikel ini juga emang berasa banget masya Allah. Terutama bagian yang ini nih,

Perkenalan dengan unschooling juga mengajariku bahwa yang terpenting di usia dini justru menumbuhkan rasa nyaman dan betah tinggal dirumah (dengan tidak keluar rumah terlalu dini) dan memberi kesempatan lebih panjang untuk saling mengenal (get connected) dengan anggota keluarga sendiri. Saya mempercayai pendapat yang bilang, setelah itu, kebutuhan ke luar rumah akan tumbuh secara alami dan dengan sendirinya, datang dari anak itu sendiri, dimana kapan kebutuhan tersebut muncul, akan bervariasi tiap anak.

Banyak banget sisi positif in sya Allah. Dan gak semuanya bisa tertuang di tulisan.

Ziyad alhamdulillah in sya Allah mulai terbiasa dengan saat-saat untuk formal education. Formal education yang paling utama bagi aku adalah hafalan. Hehe. Ini berlaku sejak awal. Aku juga bisa ngerasain tahapan dia belajar dari tadinya susah diajak duduk sampai seperti sekarang.

Dulu proses hafalan nyambi-nyambi. Sambil aku jemur baju sambil ziyad main-main, sambil aku masak, sambil ini sambil itu. Sekarang udah gak bisa lagi kaya gitu. Karena surat yang dihafal sudah panjang-panjang dan banyak yang mirip-mirip. Alhamdulillahnya, pas saat-saat seperti ini Ziyad udah bisa diajak duduk bersama (ya walau tetap keselip-selip dia lompat-lompat di kasur atau mesti diingatkan supaya gak sambil pegang mainan hehe) plus udah bisa baca Quran alhamdulilah. Dan karena hafalan surat baru ditambah muroja;ah hafalan sebelumnya. Biasanya prosesnya maksimal bisa sampai 1 jam.

Baca selengkapnya 2,5 Tahun ber-Homeschooling

“Abang Mau Nikah Lagi In Sya Allah”

Siang itu, abang makan di rumah. Abang gak terlalu sering makan di rumah. Bolak-balik kantor rumah, walaupun dekat katanya tetap makan waktu. Apalagi nanti tergoda pengen bercanda sama anak-anak.

Karena sekalian sholat Jumat dan makan di rumah, berarti abang agak lama di rumah. Makanya aku putusin, “Dandan ah”.

And then..pulang sholat Jumat..anak-anak pas udah hampir selesai makan siang. “Yuk bang, makan.”

Terus abis ngobrol-ngobrol tentang hal-hal yang ringan, mulailah pembicaraan itu.

“Dek…abang mau ngomong serius.”

Senyum-senyum.

“Abang mau nikah lagi in sya Allah.”

Baca selengkapnya “Abang Mau Nikah Lagi In Sya Allah”

Adzan

Malam ini, kami keluar makan nasi goreng dan bakmi godok di sebuah warung di jalan Kaliurang.

Sebelumnya kami ke toko buku Toga Mas untuk mencari beberapa buku yang sedang ingin kubaca.

Sepertinya Ziyad dan Thoriq sudah cukup kenyang. Saat di toko buku, merkea sempat makan jagung masing-masng satu gelas. Saat menunggu kami menghabiskan makanan, Thoriq berlari kesana kemari dan akhirnya duduk memandangi pemilik warung membuat pesanan untuk pelanggan lainnya. Tak lama kemudian dia mulai seperti melantunkan sesuatu. Aku pikir dia sedang menyenandungkan salah satu surat Al-Quran yang sudah kami ajarkan.

Ternyata tak lama kemudian dia mulai menutup telinganya dan mengeraskan lantunannya.

“Allahu akbay..allahu akbay..laaiyaaha iyawyahhh…” Hihii…aku sama abang sama-sama kaget banget…

“Masya Allah, Thoriq lihat dimanaaa..? tanyaku. “Di video mas ya? Hihi…sembarangan aja nyebut semua anak pake kata “Mas” atau “Adek”.

Habis itu dia teruuuus seperti itu. Di jalan aku bacakan lafal-lafal adzan secara lengkap.

Masya Allah Thoriq…barakallahu fiik.

 

***

Usia Thoriq 2 tahun 5 bulan alhamdulillah

Mau Hidup Terus

Ziyad masih berumur 4,5 tahun saat mulai berkenalan dengan kematian. Kematian dari sosok yang dekat dengan dirinya. Kucing betina belang tiga, Telon namanya. Kucing yang selalu kami beri makan jika kami punya sisa-sisa makanan yang bisa diberikan. Namun dengan sebab itu pula, entah kenapa secara otomatis kucing itu menjadi milik kami. Waktu itu sepertinya Telon mati karena terkena racun.  Sepanjang hidupku memelihara kucing, saat mereka mati, mereka akan tiba-tiba menghilang. Allah memang Maha Bijaksana. Kalau semua makhluk hidup mati di tengah lalu lalang kehidupan manusia, betapa repotnya manusia mesti menguburkan semua binatang yang mati di sekitar. Mungkin hampir setiap saat.

Waktu kejadian, Telon terkencing-kencing beberapa kali di teras rumah, sebelum akhirnya tergeletak mati. Kejadiannya pun di depan Ziyad saat dia bermain bersama mas Ukkasyah.

Aku minta Abang pulang waktu itu.  Melihat kondisi Telon yang membujur kaku, aku sedih. Dua ekor lalat juga mengitari jasadnya. Di sekitar tubuhnya juga ada genangan-genangan kecil bekas kencingnya. Abang memilih menggali tanah di pinggir jalan depan rumah kami. Tanah yang biasanya menjadi tempat semak-semak tumbuh atau tempat sampah daun pohon rambutan kami timbun.

Ziyad melihat semua proses itu. Penggalian, penguburan. Kematian.

***

Kematian kedua yang Ziyad sadari adalah meninggalnya Fia karena sebab sakit ginjal. Sosok yang hanya beberapa kali kami temui. Namun semuanya penuh kesan. Bukan hanya bagiku, tapi bagi Ziyad. Dan ketika ia meninggal, itulah pertama kalinya aku mulai sadar, Ziyad sudah mulai paham dengan kematian.

“Dikubur, Mi?” tanyanya waktu itu.

Baca selengkapnya Mau Hidup Terus

Cerita Sunat Metode Clamp Ziyad

Alhamdulillah, Ziyad sudah disunat tanggal 11 bulan Maret 2013 kemarin. Proses menuju kesana sebenernya gak secepat pengambilan keputusan tanggal sunatnya tanggal segitu hehe.

Aku lupa sejak kapan memotivasi Ziyad untuk disunat. Sunat itu ibadah. Sunat itu biar bersih. Aku juga kasih lihat ke dia foto anak-anak yang disunat pake metode clamp. “In sya Allah Ziyad pake cara ini. Biar gak terlalu sakit.”

sunat-clamp-ziyad

Dia semangat banget dan gak ada keraguan untuk disunat. Pas lagi seperti itu, aku bujukin abang untuk benar-benar ambil keputusan untuk sunat ini. Gak disangka malah pakai hitungan hari. Abang nelpon tempat yang menyediakan fasilitas sunat clamp itu hari sabtu,trus tau-tau bilang, “Hari Senin aja kalau gitu in sya Allah.” Jiaa… Mulai deh akunya yang deg-degan.

Kenapa Clamp?

Ziyad itu tipe yang kalau sakitnya agak berat mengalami perubahan kelakuan. Pas abis sakit DB itu, lumayan lama untuk balik lagi ke Ziyad yang ceria. Pas sempat sakit panas tinggi banget  tahun lalu karena main hujan-hujanan, abis itu juga bawaannya murung, marah-marah. Terutama ke Ab-nya sama ke Thoriq. Sedih banget ngelihatnya. Padahal udah sembuh. Tapi murung aja. Sampai dibawa nonton acara lumba-lumba. Cerianya sesaat aja. Habis itu tetep cemberut. Sampai bingung. Alhamdulillah trus kita kasih lihat dia video-video dia yang lama. Gimana dia ceria. Gimana dia baik banget sama adiknya masya Allah. Trus pelan-pelan balik lagi ke Ziyad yang heboh, ceria banget masya Allah hehe.

Nah, karena sebab itulah, aku pingin banget proses sunat ini berjalan tidak terlalu menyakitkan bagi dia. Rasanya gak pengen kalau dia jadi murung dan bersikap lain kaya kemarin-kemarin kalau sakit lumayan berat. Setelah browsing sana-sini tentang metode sunat, aku in sya Allah yakin dengan metode clamp ini. Dari hasil browsing itu, entah kenapa di otak aku tuh, kalo pake metode clamp itu gak pake acara sayat-menyayat :D. Atau paling tidak bukan seperti yang kemarin aku lihat pas Ziyad sunat. Kirainnya, kalo pake metode clamp itu, nanti kalau udah dipasang, trus nanti dibiarkan alat tersebut beberapa hari, trus nanti kulitnya kan bakal mati tuh yang terjepit. Jadi bakal gampang untuk “membuang”nya. Gak tau apa mau disayat atau tau-tau ngeletek sendiri kulit matinya (ini ko bisa banget ya pikiran kaya gini haha…).

Baca selengkapnya Cerita Sunat Metode Clamp Ziyad

Quran Clip V.2

quranclip9

Alhamdulillah…setelah berbulan-bulan lamanya :D, akhirnya weekend kemarin jadi juga yang versi spiral. Setelah diberi masukan oleh abang, in sya ALlah harga Quran Clip jauh lebih murah dari kemarin. Karena ini untuk membantu para penghafal Quran in sya Allah.

Keterangan:
Yang baru dari Quran Clip v.2, in sya Allah lebih lengkaaaappp:

  1. Ada batas per hizb
  2. Ada nomor hizb
  3. Ada batas per juz. Dalam satu juz juga ada batas per 1/4 juz.
  4. Ada nomor ayat
  5. Ada halaman ayat/surat. Mmengacu pada Al-Quran Madinah ya. Kalaupun sama cetakan Indonesia yang sama barisnya seperti Quran Madinah (15 baris) in sya Allah halamannya sama/beda 1 halaman aja.
  6. Ada nomor surat

Harga: Rp 40.000
Spiral: Spiral pure dari percetakan loh ini. Bukan di fotokopian. In sya Allah kheir. Sengaja kertasnya tetap yang tebal supaya tidak mudah rusak/lecek/robek in sya Allah.

Berikut preview Quran Clip v.2 selengkapnya:

quranclip7
Untuk perbandingan ukuran. Mudah dibawa di tas in sya ALlah. Bisa digantung juga dengan menambahkan tali dimasukkan spiral.

Baca selengkapnya Quran Clip V.2

Poster Makhorijul Huruf Syaikh Aiman Rusydi Suwaid

Syaikh Aiman Rusydi Suwaid adalah salah satu ulama qiroat zaman ini.  Kalo mo belajar tahsin, di youtube banyak juga video beliau. Di IQRA TV juga ada acara rutin beliau. Gak tahu masih berlangsung gak sampe sekarang. Salah satu murid beliau Syaikh Abdullah Ali Basfar juga bisa dijadikan rujukan untuk belajar. Ini sebenarnya untuk catatan aku pribadi. Karena untuk saat ini, masih suka susah mengingat nama-nama ulama. Semoga Allah memperbaiki dan menghilangkan kelemahan ini.

tahsin makhorijul huruf download poster

Baca selengkapnya Poster Makhorijul Huruf Syaikh Aiman Rusydi Suwaid

Hafalan Surat Al-Lail dan Asy-Syams

helikopter toys
Hadiah menghafal surat Asy-Syams. Harga cuma Rp 6.500.

Alhamdulillah pas menghafal surat As-Syams, Ziyad gak terlalu mengalami kesulitan. Padahal kalau dirunut-runut ada beberapa juga yang mirip kayanya. Pokoknya tahu-tahu udah beliin dia mainan ini.

Ceritanya mraktekin tips dari mba Desti di Riyadh. Anak beliau saat ini sudah hafal 16 juz di usia 9 tahun.

Baca selengkapnya Hafalan Surat Al-Lail dan Asy-Syams

12 Video Penghafal Quran Cilik: Ashim Bilal Bani Khalid [ummiummi.com]

Masih ingat dengan video ini yang saya publish di artikel “30 Penghafal Quran“. Di artikel tersebut kami tulis Imam Cilik dari Afghanistan. Waktu saya tuliskan hal tersebut sebenarnya berdasarkan kopiah yang dikenakan di kepala – yang setahu saya – berasal dari Afghanistan.


Baca selengkapnya 12 Video Penghafal Quran Cilik: Ashim Bilal Bani Khalid [ummiummi.com]