Agar Buahnya Tak Rusak

Hama dan penyakit sering menyerang  jahe merah, kudu alias wajib kita ketahui pada saat kita memutuskan mencoba budidaya tanaman ini.  Serangan hama dan penyakit sedapat mungkin kita cegah, karena ini adalah cara yang terbaik.  Namun apabila serangan terhadap tanaman sudah terlanjur terjadi, setidaknya ada usaha dan cara untuk menanggulanginya.


Ini adalah kutipan yang saya dapat dari sebuah website tentang tanam-menanam. Lihatlah ungkapan yang saya cetak tebal. Betapa seorang yang bergelut di bidang tanam menanan sangat memperhatikan tanamannya. Kata-kata itu sebenarnya segaris dengan hal yang perlu kita lakukan saat kita sedang membimbing buah hati.

Bagaimana maksudnya?

***

Mendidik anak adalah perjuangan. Apalagi jika menginginkan anak itu menjadi anak yang salih. Anak yang bisa menjaga ketakwaan dirinya. Bahkan setelah kita tak ada lagi di dunia ini. Menjadi bekal bagi kedua orang tua.

Belum lagi jika kita sebagai orang tua ingin menghantarkan anak kita ke tingkatan tertinggi di dalam surga. Rasanya memang tak mungkin jika badan ini kemudian mendapatkan itu dengan bersantai-santai. Lalu apa bedanya kita dengan mereka yang dijadikan dunia dan isinya indah namun terhempas dalam nestapa di akhirat nanti?

Tingkatan tinggi yang saya maksud tadi adalah apa yang dikabarkan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam kepada kita, bahwa seorang penghafal Qur’an, akan menaiki tangga sesuai bacaan (hafalan) yang dimilikinya*. Semakin banyak hafalannya tentu semakin tinggi tingkatannya. Bahkan bagi yang telah sempurna menghafalkannya, dapat memberikan mahkota kepada kedua orangtuanya.

Antara Asa dan Realita

Harapan tinggi itu, harus dihadapkan dengan segala apa yang ada pada seorang anak. Rasa malas, rasa ingin bermain terus, rasa ingin bersenang-senang. Jika membiarkannya, tentu saja mudah. Hidup mungkin jadi lebih santai.

Saat saya sedang terpuruk dengan rasa ketidakberdayaan, saya terus berpikir, bagaimana dan bagaimana. Namun saya tidak ingin kehilangan asa itu. Saya tidak ingin kalah. Apakah saya sudah cukup berdoa? Apakah saya sudah berusaha semaksimal mungkin? Apakah saya sudah bertawakal dengan baik kepada Allah?

Tiba-tiba saja, entah kenapa saya teringat kepada pak petani.

Lalu saya tersadar bahwa saya masih jauh dari pak petani. Saya salah ketika mengharapkan “tanaman” itu tumbuh dalam semalam. Saya sedang dalam masa merawat dan menjaga. Agar hasil dan buahnya nanti baik dan tidak rusak.

Belajar dari Pak Tani

Pak petani, tentu berusaha dengan sepenuh hati. Agar tanamannya tumbuh dengan baik. Diberi pupuk, dijauhkan dari hama. Di sisi lain, tak ada yang dapat tahu apa yang terjadi besok dengan tanaman yang ia tanam. Maka ia bertawakal kepada Allah sepenuhnya. Bukankah Allah sudah berjanji, siapa yang bertawakal kepada Allah, maka Allah akan cukupkan baginya?

Perenungan itu menghibur dan menyadarkan saya. Bahkan saya sampaikan dari hati ke hati kepada anak saya yang telah berusia 8 tahun itu.

Kita ingin menjadi salih, maka harus berusaha. Dirawat, di siram, diberi pupuk, dijaga dari gangguan, dijauhkan dari sesuatu yang menyakiti dan berbahaya.

Pak petani, akan menghilangkan rumput-rumput di sekitar tanamannya. Ia kecil-kecil, tapi biasanya banyak. Ini membahayakan. Menyerap sari-sari yang seharusnya bisa diserap oleh tanaman utama. Bisa merusak hasilnya sebagiannya atau bahkan seluruhnya.

Ia akan menjaga tanamannya dari hama. Diusirnya jauh-jauh.

Maka jika diterapkan kepada anak kita, semua usaha tersebut bisa kita terjemahkan seperti ini.  Gangguan tentu akan selalu ada, bahkan banyak (rumput-rumput kecil). Maka kita harus sabar menguranginya, satu persatu, agar hasilnya nanti tak sampai rusak. Bahkan jika ada gangguan besar yang membahayakan dan berpengaruh besar, semisal kawan yang buruk, lingkungan yang buruk, maka kita harus segera menjauhkan anak kita dari hal tersebut. Ini demi kebaikan mereka sendiri di masa mendatang.

Maka mari Bunda salihah, kita bersabar, berdoa dan terus menjaga buah hati kita. Jangan menyerah dan jangan putus asa. Yang kita inginkan adalah anak salih. Buah yang baik. Semoga Allah selalu menjaga anak-anak kita dan kita dimudahkan untuk menjaga anak kita. Aamiin ya robbal ‘alamiin.

Oleh: cizkah ummu ziyad
Artikel: ummiummi.com

 

 

Jual Poster Perkalian, Bonus Versi Siap Print Gratis Ukuran A4

Karena Ziyad sudah kelas 2, sudah menghadapi pelajaran perkalian. Akunya juga sadar, di poster sebelumnya ada kesalahan yang aku buat.

Alhamdulillah, seiring perjalanan waktu, jadi sadar gimana sih poster perkalian yang lebih cocok untuk anak-anak in sya Allah. Untuk memudahkan, di setiap kolom perkalian ada judul jelas angka perkalian berapa. Jadi misalnya anak lagi nyari 4 x 7. Ayo coba cari di perkalian 4. Langsung bisa lebih mudah ke kolomnya.

Dan jadilah versi terbaru dari poster perkalian ini.

Yang dijual yang ukuran A3+ seperti ini ya (33cm X 48cm). Harga Rp 15.000 R 12.000

poster perkalian - jual poster perkalian - gratis download poster perkalian

Untuk versi gratis ukuran A4 bisa didownload di [download id=”40″].

*

Buku Pelajaran Homeschooling Ziyad Kelas 1 SD

Ziyad mulai kegiatan homeschooling untuk tingkat SD kelas 1 sekitar bulan Desember 2013. Waktu itu aku lagi hamil Luma 7 bulan. Alhamdulillah waktu ke Toga Mas, buku paket serta LKS tersedia. Untuk LKS, yang tersedia hanya untuk semester 2. Mungkin karena memang pada saat itu sudah mau pergantian semester kedua. Jadilah kami membeli buku-buku paket dan LKS untuk semester 2 kelas 1. Beberapa buku memang ada yang untuk satu tahun ajaran.

Cerita kegiatan homeschooling Ziyad – terutama pas awal-awal – in sya Allah di tempat lain ya hehe. Postingan kali ini biar fokus bahas tentang buku.

Mungkin ada yang bilang bahwa semua buku pada dasarnya sama aja. Alasannya, karena pada dasarnya materi yang dibahas di buku sama. Nah..kalau aku tapi tipikal tetep yang pilih-pilih…lihat isi…dll. hehe.  Karena ngerasain aku yang nyampein ke Ziyad, jadi bisa kerasa kalau gak semua buku sama walaupun isi bahasannya ya sama. Lebih berasa lagi karena antara kelas 1 dan kelas 2 kurikulum yang kita pake beda, buku pelajarannya juga beda-beda.

Baca selengkapnya Buku Pelajaran Homeschooling Ziyad Kelas 1 SD

Thoriq Ibrohim (3th) Sebulan Lulus Iqro 1

Alhamdulillah…bulan Juli kemarin…Thoriq aku coba mulai tawarkan belajar Iqro. Sebelum-sebelumnya, aku lihat video dia yang lama dimana dia udah hafal banyak huruf. Terus mikir, kok aku gak maksimalin sih. Cuma karena dia cadel – banget – padahal. Akhirnya aku mulai lebih rajin  nyodorin flashcard hijaiyah.

Lagi proses kaya gitu, terus mulai ada berita tentang Musa (usia 6 tahun) udah hafal AL-Qur’an. Masya Allah. Salah satu cara awal Musa itu dengan ditempelkan hijaiyah. Kalau yang ini kan udah dari bayi banget Thoriq juga ngerasain. Cuma ya gitu. Aku merasa aku kurang maksimalin. Atau karena terlalu banyak was-was dari setan yang bikin pikiran “Jangan di forsir”, “Belum waktunya”, “Gak usah terlalu bergegas”.  Barokallahu fihim untuk keluarga Musa yang telah menginspirasi banyak orang. Aku sampai diskusi panjang lebar di sebuah grup tentang ini. Apakah kita termasuk akan terlalu bergegas kalau melakukan seperti apa yang Abu Musa dan Musa lakukan? Apakah kita akan mewujudkan superkids versi Islam?

Baca selengkapnya Thoriq Ibrohim (3th) Sebulan Lulus Iqro 1

Playdate Homeschooler Muslim Jogja

play clay taman pintar

Alhamdulillah…bahagiaa banget bisa ikutan playdate kali ini. Terwujud playdate kali ini juga scene-per-scene takdir Allah yang tentu saja sangat menakjubkan. Dimulai dari seperti biasa chat ringan di whatsapp dengan Icha tentang homeschooling. Terus dibentuknya group HS di whatsapp. Tadinya mau lintas daerah (dengan luar jogja). Cuma ko kayanya bakal lebih banyak jadi tempat komunikasi ke teman-teman di Jogja. Akhirnya sementara isinya yang di Jogja aja. Terus seperti biasa, ide kegiatan playdate muncul dari Icha atau Noli. Ternyata HS Al-Ishlah ( Avie dkk) memang ada rencana ke Taman Pintar. Waktu pada janjian, aku masih ragu bisa ikut apa engga.

Pertama, karena hari kerja, hari Jumat (hari kerja untukku, kalo abang mah tiap hari kerjanya).
Kedua, musykilah transportasi gimana bisa ke sananya (insya Allah ada postingan lain nih tentang ini).

Setelah bujukan rayuan ala istri  selama beberapa hari :D, sampai pagi hari-H (Jumat, 29 Agustus 2014), so kewl nanya ke abang,

“Jadi gimana nih kita? (Ikut apa ngga gitu?).

Baca selengkapnya Playdate Homeschooler Muslim Jogja

Gak Pa Pa

Wahai anakku…

Di dunia ini, sikap mengejek, merendahkan (untuk ortu bisa dibaca: bullying) itu bisa terjadi di mana saja, dari siapa saja.

Itu bisa terjadi padamu, pada ummi, abi.
Pada semuanya.

Ketika itu terjadi, ingat selalu pesan ummi.

Katakan pada dirinya yang melukai hatimu.
Katakan pada dirimu sendiri.

“Gak Pa Pa.”

***

Suatu kali, akhirnya ketahuan kenapa Ziyad gak mau pakai beberapa bajunya lagi. Dari yang aku lihat, yang dia gak mau itu baju yang model-model piyama.

Baca selengkapnya Gak Pa Pa

Kabar Homeschooling Ziyad

Lama tak jumpa.^^
Bagaimana kehidupan kalian. Kehidupanku sama seperti kemarin. Hanya semakin crowded :D. Homeschooling, pekerjaan rumah tangga, ngurus 1 balita dan 1 bayi, kerjaan desain web, jualan dll dll dll.

Homeschooling? Jadinya masih homeschooling (HS)?
Alhamdulillah, sampai saat ini jawabannya “Yap. Semoga Allah mudahkan kami dalam perjalannya.”

Kenapa tetap homeschooling?
Baca selengkapnya Kabar Homeschooling Ziyad

Tujuh Tahun Pun Tlah Tiba…

Alhamdulillah…Ziyad masuk usia 7 tahun di bulan Rajab kemarin.

Itu artinya, Ziyad sudah wajib diperintahkan untuk sholat (di masjid karena dia laki-laki). Sebenarnya deg-degan banget pas udah mau masuk bulan Rajab. Seperti aku pernah ceritakan di tulisan sebelumnya, beberapa bulan sebelumnya sudah mulai lebih sering diajak atau disarankan  (bukan diperintah loh ya) untuk ikut abang ke masjid.

Deg-degannya karena dua hal. Pertama…membiasakan Ziyad..yang kedua… membiasakan abang (suamiku tercinta). Cemas-cemas gimanaa gitu. Karena pas masih pembiasaan mulai sering ke masjid kemarin, abang masih seringnya ya gak terlalu ngajak..hehe. Jadi lebih akunya yang pro aktif untuk nyaranin Ziyad untuk ke masjid. Belum pake acara wudhu-wudhu-an juga.

Baca selengkapnya Tujuh Tahun Pun Tlah Tiba…

Kenapa Bayi Akhirnya Bisa Tegak?

Belajar Al-Quran itu memang menyenangkan. Itu yang aku harapkan juga dirasakan Ziyad. Dulu, waktu aku baru-baru mulai menghafal Quran, biasanya ada bagian-bagian tertentu di surat yang aku hafal yang bikin aku semangat menghafal. Bikin aku suka sama surat itu. Kadang dari lafalnya…kadang juga dari isinya.

Baca selengkapnya Kenapa Bayi Akhirnya Bisa Tegak?

Share Kegiatan Homeschooling Ziyad

Sabtu kemarin (31 Mei 2014), ceritanya aku ma Siwi diminta untuk berbagi kegiatan homeschooling masing-masing di rumah. Pertamanya ragu, bisa gak yah. Bisa ngeshare materinya…sama bisa waktunya. Soalnya Luma pas lagi gak teratur ritme tidurnya…eh terus juga habis demam 5 hari. Alhamdulillah pas hari H-nya, malamnya aku dapat tidur 3,5 jam. Pagi-pagi sms Icha, ngasih tahu insyaAllah bisa berangkat.

Baca selengkapnya Share Kegiatan Homeschooling Ziyad

Buku Pendidikan Islam: Menanti Buah Hati dan Hadiah Bagi yang Dinanti

buku pendidikan islam - parenting islami

 

Buku pendidikan Islam ini cukup tebal (400-an halaman) dan didesain dengan hard cover. Kelihatan seperti buku yang cukup berat untuk dibaca, padahal sebenarnya tidak juga. Karena huruf yang digunakan dalam buku cukup besar, membacanya jadi nyaman dan mungkin itulah yang menyebabkan isinya jadi memakan banyak lembaran kertas.

Ustadz Abul Hakim – sang penulis – membagi isi buku ini menjadi  dua bab utama, yaitu bab “Sebelum Anak Itu Lahir” dan “Ketika Anak itu Lahir”.

Pada bab pertama, kita bisa mendapatkan banyak faidah yang tidak didapatkan di buku pendidikan Islam lainnya. Misalnya dorongan untuk memiliki anak dan kesalahan tentang orang-orang yang menghindari punya anak karena alasan kemiskinan atau miskin. Ada juga masalah fikih misalnya tentang hamil di luar nikah, nasab anak, hukum menikahkan wanita yang telah hamil lebih dulu. Yang menarik juga adalah pembahasan tentang bagaimana seorang anak bisa berjenis kelamin laki-laki atau perempuan. Bahkan kenapa seorang anak bisa mirip dengan ayah dan ibunya juga dibahas. Ternyata semua ada haditsnya dari Rasulullah shalllahu ‘alaihi wa sallam lho.

Baca selengkapnya Buku Pendidikan Islam: Menanti Buah Hati dan Hadiah Bagi yang Dinanti

Aku Melankolis dan Mereka Anak-Anak…

Ceritanya, pas membuat kalimat itu dalam hati menyadarkan diri sendiri. Mau bagaimanapun melankolisnya aku, yang berarti pinginnya tuh rumah cling, rapi, tembok tetep bersih dan lain-lainnya itu gak bisa dipaksakan atau diatur-atur sedemikian rupa supaya anak-anak yang menyesuaikan dengan karakterku.

main origamiSebagaimana pernah aku ceritakan sebelumnya, salah satu persiapan aku sebelum lahiran adalah merapikan rumah. Sebenarnya ini juga rutinitas yang sifatnya kontinyu. Aku suka banget yang namanya rubah-rubah tata letak rumah. Kalo sudah ada barang-barang yang bertumpuk di satu tempat, aku merasa berarti ada tata letak yang perlu diperbaiki. Berarti ada yang masih kurang fleksibel sehingga kami yang di rumah tidak meletakkan suatu barang di tempat seharusnya.

Hobi ini sangat dipahami abang hehe. Jadi, kalo pulang kerja terus tata letak barang di rumah udah berubah, abang gak heran lagi. Biasanya aku rubah-rubah posisi lemari, rak dll itu sendiri, tapi pas hamil ini mesti nunggu abang huhu…jadinya mesti sabar nunggu weekend. Hobi pendukung lainnya dalam hal ini adalah tukang menukang. Aku gak perlu nunggu abang untuk maku dinding, ngecat rumah, dll :D.

Salah satu keuntungan hobi ini, biasanya rasanya rumah jadi lebih fresh. Ketahuan juga misalnya ada kotoran atau barang di balik lemari yang sudah lama dicari-cari, debu-debu bisa secara frekuentif dibersihkan, kalau ada yang berjamur atau tempat yang lembab juga ketahuan…dan seterusnya.

Balik lagi ke persiapan menyambut buah hati ke-3 in sya Allah…

Baca selengkapnya Aku Melankolis dan Mereka Anak-Anak…

Bukan Sekedar Popok dan Bedong

Kadang, saat hamil dan menanti saat-saat melahirkan, seorang ibu sangat bersemangat untuk membeli berbagai macam perlengkapan bayi. Apalagi jika itu anak pertama. Belum juga lahir, rasanya memegang baju-baju yang berbahan halus atau pernak-pernik warna-warni sudah memberikan kebahagiaan tersendiri.

Namun jangan sampai lupa, bahwa urusan bayi atau anak, bukanlah sekedar urusan popok, bedong dan segala aksesoris lucunya. Yang lebih penting adalah ilmu dan bekal untuk memberikan pendidikan terbaik bagi mereka.

Bekal dan ilmu ini tidak mesti dibaca saat kita telah memiliki anak. Akan lebih baik lagi jika sudah membaca jauh-jauh hari. Baik itu tentang pendidian Islam maupun tentang bekal parenting lainnya.

Dan saat-saat paling tepat untuk mengulang (memuroja’ah) bacaan-bacaan itu adalah saat hamil.

Berhubung saat-saat trimester pertama itu beraat sekali. Otak tidak bisa dipakai untuk aktifitas yang berat-berat. Maka proses baca-baca buku itu baru berjalan saat akhir trimester dua dan tiga ini. In sya Allah akan aku review bukunya lebih jelas beserta foto dan informasi lengkapnya ya. Mudah-mudahan bermanfaat. Tapi gak bisa langsung setelah postingan ini. Pelan-pelan. Semoga Allah memudahkan.

 

 

Dzikir Pagi dan Petang: Berlindung dari Kesyirikan

Berlindung dari Kesyirikan

Sudah sejak…(lupa), Ziyad kami biasakan membaca dzikir pagi dan petang. Baru 2 dzikir. Tapi lebih sering dipraktekkan yang satu, yaitu dzikir

بِاسْمِ اللهِ الَّذِي لاَ يَضُرُّ مَعَ اسْمِهِ شَيْءٌ فِي الأَرْضِ وَ لاَ فِي السَّمَاءِ وَ هُوَ السَّمِيْعُ العَلِيْمُ

dibaca 3x (1)

dan dzikir

أَعُوذُ بِكَلِمَاتِ اللَّهِ التَّامَّاتِ مِنْ شَرِّ مَا خَلَقَ

Lebih kepada supaya dia berdoa sendiri juga untuk minta perlindungan kepada Allah dari segala keburukan. Kami juga tentu saja tetap membaca doa perlindungan untuk anak-anak kami
Baca selengkapnya Dzikir Pagi dan Petang: Berlindung dari Kesyirikan

Produk Baru: Poster Alphabet Huruf Kecil

Jual Poster Alphabet Huruf Kecil

Jual Poster Alphabet Huruf Kecil
Penampakan setelah dicetak…
Suka sendiri sama hasilnya alhamdulillah ^^

Alhamdulillah, hadir lagi produk baru yang in sya Allah lebih sesuai dengan perkembangan anak. Sebenarnya bikin ini udah lama loh. Tapi masih kurang puas dengan font yang ada waktu itu. Alhamdulillah yang ini in sya Allah mudah ditangkap anak, dan juga mudah diikuti pula alurnya. Ini juga baca-baca karena anak lebih baik diperkenalkan satu jenis huruf dulu (yaitu huruf kecil/smallcase). Supaya gak bingung.

Baca selengkapnya Produk Baru: Poster Alphabet Huruf Kecil

Produk Update: Poster Hijaiyah (New Layout & Color)

Jual Poster Hijaiyah

Karena merasa perlu ada perbaikan dan efisiensi ruang ketika memasang poster-poster cizkah…akhirnya memutuskan membuat poster hijaiyah versi potrait. Sekalian, mainin warna. Jadi dibikin warna gradasi pelangi.

In sya Allah lebih cute, lebih minimalis, eye catchy ke anak. In sya Allah ketika postingan ini dibuat masih ada stock sedikit poster hijaiyah yang lama…mo ngabisin yang itu dulu, selanjutnya in sya Allah poster hijaiyah akan dicetak dengan format terbaru ini ^^.

jual poster hijaiyah

Baca selengkapnya Produk Update: Poster Hijaiyah (New Layout & Color)