Salah satu peran kita sebagai ibu yang menyiapkan makanan untuk keluarga adalah memberikan makanan yang sehat. Salah satunya adalah telur. Ada beberapa cara untuk mengetahui umur telur. Berikut tipsnya:
Category: Tips-Tips
Tips Membuka Tutup Botol Putar Menggunakan Pintu
Terkadang, kita tidak bisa selalu mengandalkan orang yang kuat (alias suami kita), atau bahkan ada saat-saat di mana suami kita juga ikutan tidak bisa membuka tutup botol putar. Botol putar biasanya terdapat pada tutup botol madu,sirup, sari kurma, yoghurt botolan, minuman dll. Nah, kita coba tips membuka botol dengan memanfaatkan “bantuan” pintu.
Baca selengkapnya Tips Membuka Tutup Botol Putar Menggunakan Pintu
Doa Saat Orang Lain Tertimpa Musibah
Dunia dihebohkan dengan rekaman anak kecil perempuan bernama Wang Yue (yang kini telah meninggal), karena tertabrak van dan truk, namun tidak ada yang menolong walaupun ada 18 orang yang melewati jasadnya yang terkapar di tengah jalan. Kita tidak akan membahas siapa yang salah dalam insiden ini.
Habbatussauda sebagai Obat Ruam Popok
Saya ingat, waktu ikut pelatihan bekam, sang pembicara mengatakan bahwa habbatussauda memiliki kandungan antiseptik paling tinggi dibandingkan obat/zat sejenis yang dibutuhkan saat pembekaman. Di rumah kami pun, saat kami terluka biasanya kami akan cepat mengoleskan luka tersebut dengan habbatussauda. Alhamdulillah biasanya, luka tersebut cepat mengering dan sembuh bi idznillah.
Semasa usia 2 bulan sampai sekitar 1,5 tahun, Ziyad termasuk pemakai diaper setia (dulu sama sekali belum mengenal cloth diaper). Alhamdulillah selama pemakaian itu, hanya sekali ia terkena ruam popok. Ruamnya terjadi di daerah pinggang belakang, lebar merata. Yang pertama terbersit pun memakaikan minyak habbatussauda untuk obatnya. Hasilnya?
9 Hal Bermanfaat Pengisi Waktu Luang
Dulu, waktu baru menikah dan belum memiliki anak, rasanya waktu luang mudah sekali didapatkan. Mungkin ada dari kita yang sampai kebingungan, harus diisi dengan kegiatan apalagi supaya bermanfaat. Berikut adalah daftar kegiatan yang bisa menjadi pilihan untuk mengisi waktu luang Ummahat. Sebenarnya ide ini baru muncul justru ketika waktu luang yang saya miliiki sudah sangat sedikit – tapi justru karena itulah saya membuat tulisan ini agar Ummahat dapat memanfaatkan waktu luang sebaik-baiknya -.
Masker Teh Sebagai Penghilang Jerawat
Wajah wanita kerap mudah dihinggapi jerawat. Hal ini dipengaruhi berbagai faktor, baik makanan, minuman, jenis kulit itu sendiri, stress atau penyebab lainnya. Berbagai produk kecantikan mungkin dicoba untuk menghilangkan jerawat ini. Atau produk yang bisa diolah sendiri, semacam masker bengkoang, mentimun, dan lainnya. Namun, sudahkah ada yang mencoba teh sebagai penghilang jerawat?
Bermain Gelembung Sabun
Di benak saya, main gelembung sabun yang dijual di pinggir-pinggir jalan itu mahal. Mungkin juga karena dari kecil, saya hampir tidak pernah dibelikan permainan itu walaupun sungguh saya sangat suka. Waktu kecil, biasanya saya membuat sendiri campuran dari sabun colek dan air. Dulu sih, saya merasa cukup berhasil.
Tapi, waktu saya mencoba membuatkan untuk Ziyad, kok tidak bisa jadi gelembung cantik yang melayang di udara ya? Hasilnya malah langsung pecah begitu saya tiup.
Cloth Diaper – Tips Memilih dan Cara Mencuci

Yeah…finally i use it for my luvly chubby lubby thoriq hihi…
Sebelumnya emang masih timbang-timbang bener-bener karena ngerasa kekuatan fisik terbatas, waktu terbatas plus uang buat beli clodinya juga kayanya kok tetep sayang ya.
Terus-terus, pas baru lahiran kemaren seperti aku bilang kan gak pake dispo diaper spt yg direncanain. Alasannya karena Thoriq kayanya kulitnya lebih sensi dari Ziyad, sempet ruam merah gitu dan dia nangis…duh…udah khawatir…padahal itu makein disponya kan cuma selingan, cuma sempet berturut-turut pake langsung ruam gitu. Trus alesan lainnya, Thoriq tuh sering banget BAB-nyaah. Kiran mah kan wajar ya karena new born. Ternyata sampe seusianya sekarang ini hampir 2 bulan, BAB-nya tetep bisa 5x, kadang sedikit-sedikit terus baru banyak. Kebayang deh kalo pake dispo mesti ganti tiap BAB.
Nah..alhamdulillah kemaren bikin keputusan cepat, pas usia Thoriq 4 minggu, aku mutusin nyoba beli clodi dari Uus. Tadinya niatnya mo beli 3 aja. Namanya juga mo coba. Eh….terus Uus bilang mo dianterin. Walah…sayang2 kalo jauh2 dianterin dari Bantul cuma beli 3. Ya udah deh beli 6 aja. Terus2…akhirnya seminggu kemudian karena merasakan manfaatnyah, aku nambah lagi beli 5 lagi hwehehe…alhamdulillah Thoriq sempet dapet kiriman dari Budhe sama Om-nya. Lumayan ya buat beli clodi.
Runtutannya yang sebenarnya gini…
Baca selengkapnya Cloth Diaper – Tips Memilih dan Cara Mencuci
Benang-Benang…
Dalam rangka meningkatkan sense of art *uhuk*…2 bulanan terakhiri ni alhamdulillah bisa beli pernak-pernik, perkakas, dan pendukung utk itu. Dan barang-barang tersebut sebelumnya emang udah jadi part of my life…cuma dulu kan sekedar hobi dan bener2 cuma sambilan aja. Tapi ternyata yang begituan tuh harusnya aku nikmatin yg akhirnya bisa ndukung sense of art itu. Mesti pada bingung deh huhu…yah pokoknya gitu deh.

Salah satunya adalah ngrajut euy. Kalo skill ini alhamdulillah diajarin sama Mama, tapi ya gitu, langsung praktek. Jadi aku tau teknik rajut tuh ada yg itu dan ini. Tapi penerapannya pake feeling. Gambar di atas, dua yg atas bikinnya udah lama, gak pake teori huhu. Nah, dua yg bawah bikinnya pake rumus dan sesuai tutorial buku *gak sesuai2 banget sii…:D*, setelah bulan kmaren beli buku khusus rajutan bayi hweehee…baru tau ada istilah chain, double chain, slip knot, etc…
Buat ngebantu temen-temen laen yg juga mungkin pengen ikutan, ini benang-benang yang aku beli kemaren buat eksperimen. (Dulu taunya beli benang wol, tapi pas beli kemaren, gak ada loh yang tulisannya bener2 “benang wol”).
Saran untuk yang Ingin Masuk ke Jurusan Teknologi Pendidikan
Nah, ini yang sering ditanyakan oleh adek-adek yang baru mau masuk kuliah ataupun sekarang masih SMA. Sebenarnya, sebagaimana saya selalu katakan kepada para penanya, sebaiknya tidak memilih jurusan ini bberkaitan dengan penggunaan musik.
Ada beberapa mata kuliah, yang jika mengikuti arus dan sekedar ingin dapat nilai bagus, maka mesti menggunakan musik (biasanya sebagai backsound).
Baca selengkapnya Saran untuk yang Ingin Masuk ke Jurusan Teknologi PendidikanTips Membeli Diaper
What’s the difference?
Kelihatan mirip ya sama entry yang kemarin? Kalau kemarin kan tips memilih diaper. Sekarang tips membeli diaper. Kelupaan sih sebenarnya masukin di artikel yang kemarin. Tapi memang temanya beda ya.
Jadi, ini dia tips membeli diaper
1. Perhatikan perbandingan antara harga dan jumlah diaper.
Misal:
Kalau Mamypoko, Rp 70.000 tuh isi berapa untuk ukuran apa?
Kalau Sweety terakhir aku tahu Rp 47.000 sekian untuk isi 32 diaper ukuran XL.
Ya, intinya nanti ketahuan harga satuannya yang sesuai dengan kondisi keuangan kita yang mana.
2. Lebih baik langsung beli yang isi terbanyak.
Ini berdasar pengalaman pribadi saja sih sebenarnya. Selama ini beli diaper Sweety, ukuran L yang isi 40 dengan harga Rp 42.000 (tahun 2008 lho). Dan setelah lebaran, walaupun Ziyad beratnya belum > 13 kg, ternyata sudah kurang cocok memakai ukuran L, jadi kami belikan ukuran XL dengan harga Rp 47.000 sekian untuk isi 32.
Bandingkan jika membeli Sweety ukuran L isi 20 yang dengan harga Rp 24.000. Nah loh. Berarti kalau membeli ukuran L isi 20 sebanyak dua kali sudah rugi Rp 4000. Belum lagi kalau belinya sebanyak 80 diaper. Kalau beli yang isi 20, berarti harus beli 4 bungkus dan sudah rugi Rp 8000. Waw. Njelimet ya? Tapi belajar hidup frugal tuh ya gitu. Jangan asal ambil saja. Mungkin dengan Rp 8000 itu kita seharusnya sudah bisa membeli satu bungkus diaper isi 10 kan?
3. Bandingkan antara supermaket yang satu dengan yang lainnya.
Pengalaman kami, harga beli diaper di daerah kota (Yogyakarta) lebih murah dibandingkan membeli di daerah yang sudah mau pelosok (seperti Bantul). Bedanya lumayan juga, beberapa ribu. Tapi karena hitung-hitungannya nanti ke bensin, jadinya tetap membeli yang di dekat rumah.
Tips Memilih Popok; Lampin, Diaper
Sebenarnya lebih tepat kalau tidak dikatakan popok ya? Denotasinya kan kalau popok itu ya kan yang dijadikan alas untuk bayi ketika pipis dan biasanya dikenakan ketika berumur 1-2 bulan.
Untuk tahap awal, aku kasih pilihan berdasarkan yang pernah aku coba ya, diantaranya, diaper bermerk, mamy poko, EQ dry, Popoku, (satu lagi gak pernah lihat di swalayan, dulu aku beli di koperasi Taruna di daerah monjali itupun sepertinya sudah sangat lama, dan gak ingat merknya apa), terakhir adalah Sweety.
Mamy Poko
(kok ga ada webnya ya, mbo Penalette nawarin gih)
Pertimbangan untuk memilih di sini sebenarnya bervariasi. Biasanya untuk orangtua yang berkecukupan, alasan yang paling utama menjatuhkan pilihannya ke salah satu produk adalah karena tidak membuat iritasi. Dan ini jatuh pada produk Momy Poko.
Tapi harganya, Ya Allah. Untuk kita-kita (termasuk aku ya), kalau dikenakan tiap hari pada bayi dan sebulan penuh, budgetnya bisa melebihi budget makan sebulan lho. Aku pakai produk Momy Poko waktu itu Ziyad Syaikhan baru lahir dan mau periksa ke Rumah Sakit Sakina Idaman. Memang bahannya lembut, enak banget dan ada gambar petunjuk kalau panper sudah penuh atau belum (apa ya namanya, lupa aku).
EQ Dry
Ini juga enak bahannya. Pertimbangan tidak memakai ini juga karena harganya masih terlalu mahal jika dihitung secara total sebulan.
Bahan dasar luarnya agak kurang enak (lebih ke arah plastik), dibandingkan dengan bahan Popoku. Tapi dayaserapnya lebih banyak dari Popoku. Pilihanku selama ini jatuh pada produk ini. Coba bandingkan harganya dengan panper MamyPoko. Misalnya sebulan kalau pakai Sweety menghabiskan dana Rp 100.000, maka jika menggunakan Mamypoko bisa sampai Rp 400.000 sebulan. WaaaawW!!!! Mending dialihkan buat yang lain ya dananya? Huhuhu
Selama ini alhamdulillah, Ziyad juga (edited)<ins><strong>gak</strong></ins>mengalami masalah pada kulitnya (tidak mengalami iritasi). Mungkin kalau ini, selain faktor bahan diaper, frekuensi pergantian diaper juga mempengaruhi pengaruh terhadap kulit. Walaupun pernah ke dokter anak, dikatakan bagusnya mengganti diaper tiap 4 jam sekali (waduh!), selama ini aku memakai pola penggantian diaper sendiri, yaitu
Pagi hari (sekitar pukul 09.00 wib), setelah mandi pagi, memakai diaper baru.
Sore hari (sekitar pukul 16.00 wib), setelah mandi sore, memakai diaper baru.
Nanti malam hari, sebelum tidur (kebetulan Ziyad Syaikhan tidurnya malam) atau kalau sudah tidur dari sore, ganti diaper baru sekitar pukul 00.00 wib.
Jadi, sehari menghabiskan sekitar 3-4 diaper, jika BAB mesti langsung diganti lho, dan bersihkan benar-benar daerah pantat bayi supaya tidak tertinggal bakterinya. (jangan salahkan diapernya ya, Bu)
Popoku
diaper ini harganya masih di bawah Sweety. Tapi daya serapnya juga jauh di bawah Sweety. Walaupun bahan dasar luarnya enak, lembut dan ada gambar penunjuk kadar wet si diaper. Kalau daya serapnya kurang, otomatis jadi mesti lebih sering ganti dung. Jadi, kalau ditotal sebulan, tetap pengeluarannya nanti lebih besar jika dibandingkan menggunakan diaper Sweety.
Mau Lebih Hemat??
Nah, yang ini rada-rada berbau frugal ya. Yang namanya hidup frugal butuh ketelatenan, niat dan pembiasaan.
Pilihan pertama,
Pakai lampin plastik. Tapi ini gak aku sarankan. Aku sendiri gak pernah pakai ini. Soalnya benar-benar kurang sehat untuk kulit bayi. Kebayang kan kalau kita sendiri pakai yang plastik terus diisi kain, terus dibiarin pipis di situ. Kecuali mungkin kalau sering diganti isi kain di dalam lampin plastiknya.
Pilihan kedua,
Pakai lampin yang mirip bentuk diaper. Kalau pakai isi lampin, kemungkinan besar tetap bocor kemana-mana. (Yang ini aku juga pernah nyoba, dan kurang berhasil, tapi kemudian dapat saran dari Uswah). Sarannya, isi lampin dikasih kain biasa. Tapi sepertinya ini juga cocoknya kalau si bayi masih belum bisa kemana-mana. Kasihan sekali melihat daerah pinggangnya penuh terisi kain.
Pilihan ketiga,
Beli diaper yang agak mahal, seperti Mamypoko sekedar 2 atau 3 buah. diaper ini, perekatnya walaupun sudah dibuka tutup berkali-kali tetap bisa tahan. Nah, cara frugalnya adalah, isi diaper dikeluarkan. Dan kemudian untuk penadah ompolnya,tetap dikasih kain seperti cara pertama dan kedua. Kelebihannnya mungkin karena bahannya lebih enak ya. Nanti, diapernya setelah dipakai, bisa dicuci lagi bersamaan dengan kain di dalamnya kemudian dijemur dan dipakai lagi setelah kering.
Pilihan keempat,
Gak pakai diaper. Hah? Yap. Gak pakai diaper. Insya Allah bisa kok. Tapi ini nanti dikaitkan juga dengan toilet training ya, supaya meringankan beban ibu. Ada masa yang tepat untuk melatihnya. Ada juga efeknya jika terlalu cepat. Semoga bisa ditulis di artikel yang lainnya. Aamiin
