Mini Habits; Kebiasaan Kecil yang Bermanfaat

Pagi ini, dapat secercah inspirasi dari akun yang aku ikuti. Dulu ngikutin akunnya, karena beliau ahli typography. Sempat request ke Abang untuk ikut kursus onlinenya. Oh ya, ini karena aku berusaha serius atas berbagai hal yang aku perlukan untuk pekerjaanku insya Allah. Dan I do love what i do insya Allah. Baca selengkapnya Mini Habits; Kebiasaan Kecil yang Bermanfaat

Ketika Sibuk “Ngurusin” Hidup Orang Lain

Hidup itu pasti ketemu orang yah. Apalagi pas momen lebaran gini. Kemungkinan ketemu orangnya makin banyak. Apalagi sama keluarga. Masalahnya, aku baru sadar kalo semakin kita ketemu banyak orang, semakin kemungkinan ghibahin orang itu terbuka lebar. Karena ketemu fulan kabarnya begini. Ketemu fulanah kabarnya begitu. Kalo ada yang gak sreg di hati, manusiawi default-nya pengen aja gitu ngomongin. Na’udzu billah min dzalik.

Kalo udah gitu, bagusnya momen-momen ketemu banyak orang kita ikutin dengan ibadah tambahan. Biar pikiran langsung teralihkan ke ketaatan aja. Gak jadi buat maksiat. Atau kalau kelepasan ghibah, biar cepat-cepat dihapus dengan kebaikan*. Tentu aja harus sadar diri kalo habis berbuat dosa jadi harus banyak-banyak istighfar dulu deh dan taubat.

Sebenarnya ada lagi sih kejadian lain yang bikin ketemu orang itu, bisa jadi salah-salah kalau hati gak dikelola dengan baik.

Kadang kita kepo sama urusan orang. Pas akhirnya tahu, terus gak sesuai ekspetasi, malah jadi bicarain.

Baca selengkapnya Ketika Sibuk “Ngurusin” Hidup Orang Lain

Cara Merendam Baju dan Mencuci Baju Manual

Sejak ada sepupu suami yang nolongin aku di rumah, aku makin sadar ternyata pengetahuan tentang rumah tangga itu sebenarnya juga butuh magang atau pelatihan. Biar nanti pas udah jadi ibu rumah tangga punya bekal untuk mengerjakan berbagai urusan domestik. Ini terutama jika di rumah, sebelumnya tidak/belum memiliki bekal-bekal tersebut. Kalau ada yang belum punya pengetahuan ini, alamat adaptasi pas udah nikah mesti jatuh bangun. Atau berakhir dikerjakan sama ART (yang juga belum tentu punya pengetahuan maksimal hehe). Jadi dilematis kan?

Baca selengkapnya Cara Merendam Baju dan Mencuci Baju Manual

Jatah

Sebagai orang yang lahir di keluarga dengan anak banyak (lima itu cukup banyak kan yah), aku cukup terbiasa dengan sistem penjatahan. Apalagi kondisi ekonomi Mama Papa saat aku masih kecil memang serba tak pasti. Sudah biasa bagi kami untuk mendapat jatah makan satu rempela dan satu hati perorang untuk makan siang malam. Terserah nanti mau pilih makan hati dulu atau rempela dulu. Ziyad terheran-heran sekali mendengar cerita ini. Mungkn karena sebab itupula aku juga jadi penyuka lauk hati. Karena lauk hati bisa dicuil sedikit-sedikit tapi tetap berasa cukup sampai suap nasi terakhir, sedangkan rempela harus digigit ukuran lebih besar dan cepat habis sebelum nasinya habis. Jika lauknya telur, maka jatah per orang adalah satu setengah telur untuk makan siang dan malam. Silakan diatur sendiri apa mau makan setengah telur saat siang dan satu telur saat malam atau sebaliknya. Biasanya aku makan setengah untuk makan siang, biar puas pas makan malamnya. Makan lauk tanpa nasi, atau dalam bahasa kami “Gadoin lauk” itu adalah peristiwa langka. Sekalinya dibolehkan, senangnya luar biasa.

Baca selengkapnya Jatah

Kisah Persalinan si Kembar Bagian 3; Bukan Karena Banyak Uangnya

Akhir-akhir ini, alhamdulillah dapat kabar gembira dari orang-orang yang dekat dengan kami akan hadirnya buah hati – insya Allah – di antara mereka. Nah…di sela-sela obrolan ini itu tentang kehamilan, muncul juga pembicaraan tentang biaya yang dicover asuransi kesehatan tertentu.

Intinya, ada yang karena khawatir tentang biaya persalinan, untuk kemudian merasa perlu untuk menggunakannya. Ada juga tadinya tahunya itu haram, tapi dengar kabar-kabar angin dari teman lainnya bahwa itu boleh kok, udah halal kok.

Biasanya, kami tetap menyarankan untuk berusaha dengan dana mandiri. Tapi gak maksa juga. Cuma memberi masukan aja. Keputusan tetap di keluarga masing-masing kan ya.

Waktu akhirnya aku diputuskan harus caesar, dan dengan mantapnya Abang bilang gak pake suatu jaminan/asuransi kesehatan, itu bukan karena…
Baca selengkapnya Kisah Persalinan si Kembar Bagian 3; Bukan Karena Banyak Uangnya

Ketika Harga Ayam Naik

Harga ayam akhir-akhir ini naik. Kalau aku mengomentari hal semacam ini, biasanya Abang jawabnya sederhana aja, yang intinya ya udah gpp. Lha wong kita mo nernak sendiri juga belum tentu bisa. Ini kan enak, udah disembelihin, udah dibersihin, udah dipotongin. Tinggal beli aja. Kalau tentang makanan nanti jawabnya, “Adek kalo bikin mungkin jualnya lebih mahal lagi. ” Ngomong sambil ceringisan sama-sama.

Baca selengkapnya Ketika Harga Ayam Naik

Mesin Obrasku… 

Alhamdulillah punya mesin obras sejak… Mmh.. Kira-kira hampir 4tahun yang lalu. Ingatnya karena pas jahit-jahit rok Luma aku obrasin.

Untuk bujukin abang beliin obras ga selama pas bujukin mesin jahit hehe. Mungkin karena udah lihat emang InsyaAllah bakal aku pake beneran. Bukan cuma nangkring karena keinginan semata.

Baca selengkapnya Mesin Obrasku… 

Tolong Jangan Puji..

Tolong… 

Jangan puji aku.  

Apalagi tanpa doa keberkahan. 

… Sungguh itu malah menggundahgulanakan aku.

إِيَّاكُمْ وَالتَّمَادِحَ فَإِنَّهُ الذَّبْحُ

“Jauhilah olehmu saling memuji, karena itu berarti penyembelihan.” (HR. Ibnu Majah terdapat dalam ash-Shahihah)

Baca selengkapnya Tolong Jangan Puji..

Bikin Boneka Sederhana

Punya anak kembar trus ngecraft itu kaya sesuatu yang mustahil banget.

Apalagi punya anak kembar trus homeschooling :D.

Tapi rasa pengen bikin sesuatu – yang sebenernya ujung-ujungnya untuk anak-anak – tuh terus menggelitik. Udah lama juga pengen bikin boneka untuk Luma.

Akhirnya diputuskanlah bikin boneka sederhana yang – seharusnya – super gampil. Yang bahannya dari sisa-sisa kain yang ada.

bikin boneka sederhana
Kakinya dari sisa bikin rok lebaran Luma. Untuk tangannya itu sisa dari bikin rok luma yang terbaru dari lengannya yang kepanjangan. Untuk telinganya dari potongan kantong yang gak jadi dipakai.

Baca selengkapnya Bikin Boneka Sederhana

Baper…

Sebagai penjual…tentu punya prinsip. Sebagai pembeli…tentu juga punya prinsip. Sebaik-baik prinsip…adalah yang disebutkan dalam hadits Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, tentang sailng bermudah-mudahan dalam jual beli. Aku sendiri masih belajar. Sebagai perempuan yang biasanya memang lebih ketat dalam pengeluaran. Seringkali aku diingatkan oleh Abang, untuk masalah ini.

Secara kenyataan, masalah mudah memudahkan dalam jual-beli ini banyak tantangannya. Baik pas aku jadi penjual, maupun jadi pembeli.

Suatu hari kemarin, aku memutuskan untuk membeli baby walker tambahan. Karena sudah beberapa kali searching di salah satu media jual beli online, akhirnya ketemulah yang di Jogja. Ah, apalagi ada tulisan, “Gratis pengiriman untuk daerah Sleman dan Jogja bagian tertentu.”

Baca selengkapnya Baper…

Tips Cara Memilih Katun Jepang yang Bagus

Cara memilih Katun Jepang yang Bagus

Kok pakai ada cara memilihnya? Bukannya katun Jepang semuanya bagus.
Tadinya aku pikir juga gitu. Tapi ketika nyoba beli online, ternyata yang diharapkan beda dengan yang didapatkan. Karena sudah pernah beli bahan katun Jepang yang lembut, ketebalannya sedang, adem, makanya jadi tahu ternyata gak semua yang dibilang katun Jepang itu sama.

Lihat Merk Kain

Walau sama-sama ada kata Jepangnya, katun Jepang pilihanku adalah yang bermerk Japan Design. Baru nyadarnya pas foto bagian merk di tepi kain. Kalau toko online yang jual nyantumin Japan Design, alhamdulillah. Berarti ini emang bahan katun Jepang yang bagus insya Allah. Tapi kalo cuma nyantumin kata “katun jepang”, mendingan tanya merk kainnya.

Baca selengkapnya Tips Cara Memilih Katun Jepang yang Bagus

Rekomendasi Dokter Gigi UGM RSGM Prof. Soedomo UGM

Beberapa tahun yang lalu, aku pernah nulis rekomendasi tentang tempat periksa gigi di Jogja. Makin ke sini, tapi kami merasa makin gak bisa menyesuaikan diri dengan setiap biaya tindakan di sana. Untuk lebih jelasnya, kami merasa biayanya terlalu mahaaall. Apalagi gigi-gigi yang mesti diurus sekarang ada banyak.

Terakhir kali, selama dua bulan berturut-turut, mesti keluar biaya > 300 ribu untuk satu gigi! Pertama tambal. Tapi akhirnya berakhir dengan dicabut. Kalau mau scaling, bakal lebih dari 300 ribu juga. Cabut gigi anak, juga mahal. Padahal kan cabut gigi bawah atau atas itu effortnya gak terlalu banyak :D. Selama ini, alhamdulillah sering banget Ziyad cabut giginya sendiri yang udah goyang banget kalo giginya cuma gigi seri biasa. Setiap kali dia berhasil cabut giginya sendiri,  kami bercanda dengan mengatakan,”Alhamdulillah…hemat seratus ribu.. ” hihi.

Baca selengkapnya Rekomendasi Dokter Gigi UGM RSGM Prof. Soedomo UGM

“Cerita Ya…”

Satu malam, Ziyad menghampiri aku yang sedang menyusui si kembar di kamar. Karena kamar sudah gelap, dia otomatis berbicara sambil berbisik-bisik ke aku. Tetap sambil cekikikan kesenangan dia bercerita.

Dia menceritakan tentang kejadian yang baru saja terjadi di meja makan saat makan bersama ammah H. Kelihatan senang sekali. Bercanda tentang kepedasan Bon Cabe level 30. Ternyata ammah H sangat kepedasan dan tidak tahan.

“Tadinya pegang tangan Ziyad. Terus saking kepedasannya akhirnya nepuk-nepuk Ziyad.”

Dia ceritakan itu sambil ketawa seneng banget.

Reaksiku?

Baca selengkapnya “Cerita Ya…”