The Sweetest Word…

Romantis itu, apa yang bisa bikin hangat hati.

Udah pernah cerita kan ya, kalo Abang tu bukan tipikal yang romantis ngasih hadiah bunga. Kayanya selama 10 tahun nikah, cuma 2x ngasih aku bunga. Pertama, karena aku minta beliin hag hag hag. Dan yang aku minta waktu itu bunga Anggrek. Aku lebih suka bunga Anggrek daripada bunga Mawar. Baunya lebih enak ketika terpajang di rumah. Terus, kali lain pas aku minta beliin bunga Sedap Malam. Lupa kenapa waktu itu minta. Apa karena lebaran atau apa yah..yg jelas gak tepat pas lebaran. Rumahnya biar bau wangi bunga segar. Ternyata pas pulang, selain bawain bunga sedap malam, abang juga bawain mawar. Cieeh…

Baca selengkapnya The Sweetest Word…

Tips Mengkhatamkan Al-Qur’an di Bulan Ramadhan untuk Ibu-Ibu; Spesial untuk Tips ke-5 (Disertai Video)

Alhamdulillah, Allah masih mempertemukan kita dengan bulan Ramadhan kali ini. Bulan ini begitu spesial karena banyak hadits yang menunjukkan pahala yang berlipat ganda untuk amalan ibadah di bulan ini.

Salah satu amalan ibadah yang utama untuk dilakukan di bulan ini adalah membaca Al-Qur’an. Dari contoh teladan kita nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam dan pemimpinnya para malaikat yaitu Jibril ‘alaihissalam, menyetorkan bacaan Al-Qur’an di bulan ini (mengkhatamkannya). Contoh dari para generasi terbaik umat ini, yaitu para sahabat rodhiallahu ‘anhum dan orang-orang shalih yang datang sesudahnya pun menaruh perhatian khusus untuk membaca dan mengkhatamkan Al-Qur’an di bulan ini.

Lalu bagaimana dengan kita ibu-ibu? Apalagi yang anak-anaknya masih usia balita.
Yang pekerjaannya hampir tak pernah henti. Yang rasanya masih kurang 24 jam untuk menyelesaikan semua pekerjaan dan tanggung jawab rumah tangga dan keluarga? Apakah kita masih bisa meraih dan mengkhatamkan Al-Qur’an di bulan yang penuh berkah ini?

Baca selengkapnya Tips Mengkhatamkan Al-Qur’an di Bulan Ramadhan untuk Ibu-Ibu; Spesial untuk Tips ke-5 (Disertai Video)

3 Pilihan Masjid untuk I’tikaf Keluarga di Jogja

Pas dipostingan tentang awal aku hamil, aku sempat tulis rencananya pingin hamil setelah lebaran. Salah satu sebabnya sebenarnya pinginn banget bisa i’tikaf bareng sama keluarga. Maksudnya, kalo memang gak sama anak-anak gak mungkin, berarti ya sama anak-anak. Udah ngomong sama abang juga jauh-jauh hari. Sebenarnya pingin juga dari kemarin-kemarin, tapi biasanya pas ada mertua di Jogja, atau pas aku mudik ke Jakarta, atauu…pas aku lagi hamil muda yang kondisi fisik aku pasti super weak hehe.

Nah, walaupun hamil, tetap menyimpan asa itu. Kemarin tanya ke teman-teman di whatsapp. Ada beberapa alternatif pilhan di Jogja. Ga tau nanti bisa terwujud apa engga, yang penting tau infonya dulu :D.

  1. Masjid Nurul Fikri di Deresan
  2. Masjid Syuhada
  3. Masjid UII di Kaliurang atas.

Baca selengkapnya 3 Pilihan Masjid untuk I’tikaf Keluarga di Jogja

Percakapan Ibu-Ibu dengan Aku yang Bercadar

Alhamdulillah bisa ikutan puasa kali ini. Yang lebih bersyukur lagi adalah bisa full masak, gak pake beli di luar. Buat bukaan, sahur, nyiapin minuman berbuka dan makanan tambahan pasca sholat tarawih sendiri. Seneng banget walaupun sajiannya sederhana tapi insyaallah lebih sehat dan bikin selera makan dibanding beli lauk di luar. Yang pasti lagi, ya lebih hemat.

Nah, tapi kan gerak aku terbatas banget untuk belanja. Padahal warung sayur dekat rumah ternyata stock selama bulan puasa ini lebih sedikit daripada bulan-bulan biasa. Plus lagi, banyak bahan makanan yang cuma bisa aku dapatin di swalayan. Misal daging giling atau gurami hidup.

Akhirnya ngajak abang Sabtu ini ke swalayan. Berangkat cuma ngajak Luma. Ziyad sama Thoriq – yang lagi kurang enak badan – ditinggal di rumah. Luma pakai rok batik warna merah hasil beli di Beringharjo. Plus jilbab Jersey warna coklat muda. Lucu banget masya Allah.

Baca selengkapnya Percakapan Ibu-Ibu dengan Aku yang Bercadar

Tips Flashcard Anak Tetap Awet, Tak Mudah Hilang (Foto dan Video)


Ring ini bukan gantungan kunci. Namun, memang murni ring besi multi fungsi yang mudah dibuka dan ditutup kembali.
Mudah di sini maksudnya bagi orang tua. Jadi, jangan khawatir. Buah hati Bunda tidak mudah membukanya insya Allah.

Ring ini bisa biasanya bisa didapatkan di toko craft atau toko alat jahit. Bisa dicoba juga di toko alat tulis.

ring-besi

Ring ini sangat berguna karena

  1. Kartu bergambar yang sifatnya berurutan akan tetap tertata dan tidak harus kita susun setiap kali kita ingin mengajarkan kepada anak.
  2. Kartu bergambar yang sifatnya acak pun tetap akan tersimpan. Saat hendak digunakan bisa dibuka dan baru dimainkan. Semisal kartu bergambar berpasangan yang dimainkan untuk permainan memasangkan (matching games).

Tips untuk membolongi kartu:

  1. Bunda tidak perlu melaminating kartu bergambar/flashcard. Biasanya flashcard sudah menggunakan bahan kertas yang cukup tebal sehingga tidak mudah robek. Kecuali memang ditarik oleh anaknya hehe. Tapi dalam hal ini, yang menggunakan kartu biasanya adalah orang tua. Baik saat mengajarkan, maupun saat penyimpanan. Utamanya karena biasanya anak yang menggunakan flashcard berusia di bawah lima tahun. Adapun ketika anak dapat menggunakannya secara mandiri, insya Allah mereka juga tidak akan menariknya dan tahu bagaimana menggunakannya.tips-flashcard-awet
  2. Beri jarak dari pinggir flashcard  agar tidak mudah robek saat flashcard sering digunakan. Biasanya jika sering digunakan, lubang akan membesar. Maka perhitungkan letak lubang yang hendak Bunda buat.puncher-pembolong-kertas
    tips-flashcard-awet-ummiummi
    Bisa digunakan untuk flashcard lain yang mudah tercecer karena menggunakan ring kawat terbuka (lihat video untuk lebih jelasnya)

     

Catatan:
Untuk yang berada di Jogja, saya membeli ring ini di PROGO. Di bagian alat jahit (letaknya di dalam bagian alat tulis).  Alternatifnya, Bunda bisa membeli di toko JOLIE toko craft di jalan Diponegoro atau Bella Craft (letaknya dekat dengan Progo dan Pasar Beringharjo).

Video:

cizkah
7 Juni 2016/2 Ramadhan 1437

Perkembangan Kehamilan Si Kembar 15 Minggu 5 Hari

Biasanya di setiap kehamilan, aku memang udah kaya orang nunggu gajian deh kalo pas nungguin jadwal periksa. Tapi ini rasanya lebih lambat banget waktu berjalan. Tadinya saking pinginnya periksa, mau periksa di minggu 15 aja. Tapi masih bisa terlewati.

Kehamilan yang dulu-dulu, aku selalu nandain kalender setiap minggu biar ketahuan ini udah masuk minggu berapa. Biar gak usah ngitung-ngitung lagi dari awal setiap kali pas pingin tahu. Dan selalu suka banget baca artikel tentang perkembangan janin per minggu atau perbulan. Padahal udah hamil berapa kali ya :D. Aku pikir, di kehamilan yang ini…mungkin aku bisa gak kaya gitu. Soalnya kadang bikin jadi serba salah sendiri heheh. Susah jelasinnya.

Baca selengkapnya Perkembangan Kehamilan Si Kembar 15 Minggu 5 Hari

Resep Ayam Jahe Kukus

Sejak menyadari pentingnya menjaga kesehatan dari segi makanan. Saat memasak saya berusaha meminimalisir hasil masakan yang digoreng. Tidak sempurna, hanya meminimalisir.

Misalnya untuk olahan yang butuh dua kali proses masak, digoreng baru kemudian diolah lagi seperti ayam cabai hijau bumbu padang, atau balado terong, Maka saya lebih memilih mengukus ayam/terong dibandingkan menggorengnya terlebih dahulu.

Maka saat mendapatkan resep olahan masakan yang tidak digoreng, itu menjadi satu kebahagiaan bagi saya. Salah satunya adalah resep ini.

resep-ayam-jahe-kukus

 

Bahan:

  • ½ kg ayam (bagian sayap atau paha atas)
  • 2 cm jahe, iris tipis
  • 1½ sendok teh kecap ikan
  • ¼ sendok teh garam
  • 3 tangkai daun ketumbar (karena tidak selalu bisa mendapatkannya, saya ganti dengan daun seledri. Insya Allah kandungannya juga bagus).

Cara membuat:

  1. Lumuri ayam dengan kecap ikan dan garam. Diamkan 15 menit.
  2. Tata sebagian jahe di dasar pinggan tahan panas.
  3. Tata ayam di atasnya.
  4. Taburkan sisa jahe di atas ayam. Taruh daun ketumbar/daun seledri.
  5. Kukus 45 menit di dalam pengukus yang sudah dipanaskan di atas api sedang sampai matang.

Selesai…mudah dan praktis insya Allah.

Saat awal dikukus, tidak perlu khawatir bila terlihat kering tak berkuah. Hasil akhirnya akan berkuah insya Allah.
Dimodifikasi dari resep di buku Sedap Khusus Pemula edisi 61/XII/2011.

* Foto di atas diambil saat baru setengah matang :).

cizkah
1 Juni 2016/25 Sya’ban 1437

 

Pilihan Mainan untuk Bayi 0-1 Tahun (Foto)

Orang tua biasanya bingung memberikan mainan yang tepat untuk bayinya yang masih berusia 0-1 tahun. Hal ini dikarenakan kemampuan fisik bayi masih terbatas.

Untuk mengetahui mainan yang tepat, salah satu yang perlu disadari adalah kemampuan dasar dan perkembangan kemampuan yang dimiliki bayi usia 0-1 tahun. Bayi berkembang sangat cepat secara fisik maupun kemampuannya selama satu tahun pertama.

  • Baru lahir
    • Menyukai gerakan dibandingkan dengan benda atau orang yang tidak bergerak.
    • Benda-benda tiga dimensi dibanding dua dimensi
    • Warna dengan kontras tinggi dibanding dengan warna dengan kontras rendah.
  • Usia 3 bulan:
    • Bayi dapat meraih benda-benda yang berada dalam jangkauan tangannya dan mencoba mengambilnya.
    • Memberikan respon terhadap suara dan menjadi tenang saat mendengar suara yang lembut.
    • Dapat membedakan antara ayah dan ibunya.
  • Usia 6 bulan:
    • Dapat menggenggam benda.
    • Menggunakan jarinya untuk memasukkan benda ke dalam mulut sebagai langkah untuk menyuapi diri sendiri. Oleh karena itulah kita harus hati-hati memilih mainan yang aman dan tidak mudah dimasukkan ke dalam mulut bayi.
    • Mengenali namanya saat dipanggil.
    • Berteriak saat marah
    • Mengoceh saat bermain
    • Tertawa saat senang
    • Mengenali diri sendiri di depan cermin
  • Usia 9 bulan:
    • Dapat menunjuk benda yang menajadi perhatiannya.
    • Membuat gerakan melangkah saat ditopang diketiaknya
    • Membalas lambaian tangan saat seseorang melambai padanya.
  • Usia 1 tahun:
    • Dapat menuangkan air dari sebuah wadah
    • Dapat memanjat tangga
    • Menunjukkan rasa sayang kepada anggota keluarga lainnya.
    • Dapat mengikuti instruksi sederhana.

Dari gambaran umum kemampuan bayi usia 0-1 tahun di atas, kita dapat mengembangkan mainan atau permainan yang cocok untuk mereka.  Permainan ini tidak harus dibeli atau berharga mahal. Bunda bisa memvariasikan dan menggunakan benda-benda yang telah ada di rumah. Berikut beberapa alternatif mainan untuk anak bayi usia 0-1 tahun.

  1. Mainan gantung. Contohnya seperti ini:

    gobbi-mobile mainan bayi 0-1 tahun
    Sumber: http://www.howwemontessori.com/

  2. Bola dengan berbagai variasi warna dan ukuran. Biasanya untuk anak bayi yang belum bisa duduk, bola dengan ukuran sedang (bola duri) yang lebih menarik dan fleksibel untuk permainan mereka. Cara bermainnya pun sederhana.
    • Bunda melempar bola (tidak terlalu tinggi)  ke atas kemudian ditangkap lagi sambil rebahan bersama anak.
    • Ketika anak tengkurap atau duduk, Bunda menjatuhkan bola dari atas (tidak terlalu tinggi) sehingga bola memantul di area pandang si anak.
    • Bisa juga diletakkan di atas badan si bayi, biarkan bayi meraba dan menyentuh permukaan bola tersebut.
  3. Buku flanel atau buku berhalaman karton keras yang berisi gambar sehari-hari.
  4. Balok plastik dan kayu.
  5. Gelas plastik
  6. Kartu bergambar (flashcard). Agar tidak mudah hilang, Bunda dapat menggunakan ring besi dan memasukkan satu set kartu bergambar dalam satu lingkaran besi.
    ring-flashcard-hijaiyah
  7. Area bermain.
  8. Sendok kayu dan panci
  9. Wadah untuk memasukkan benda dan mengambilnya. Cocok untuk anak yang sudah dapat bisa duduk mandiri atau berdiri.
    mainan bayi 0-1 tahun
    Sumber:http://busytoddler.com/

    mainan bayi 0-1 tahun
    Sumber:  Sumber: http://laughingkidslearn.com
  10. Cermin
  11. Mainan untuk mengembangkan panca indera dan koordinasi antar indera.
    main-sedotan

    mainan bayi 0-1 tahun
    Prinsip permainan ini adalah anak menarik/memasukkan benda ke wadah. Bisa diganti dengan bakul nasi dan sedotan :). Sumber: http://laughingkidslearn.com/

 

Ketika bayi sudah dapat duduk, Bunda bisa memberikan permainan tersebut pada satu area seperti ini:

mainan bayi 0-1 tahun
Permainan untuk melatih indera. Sumber: http://www.funathomewithkids.com/

 

mainan bayi 0-1 tahun
Melatih indera. Sumber: motherhoodandotheradventures.wordpress.com

 

mainan anak 0-1 tahun
Lihat lebih lengkap tentang activy board di sumber foto: rockwellali.blogspot.com. Untuk bagian memajang foto tidak perlu kita ikuti :).

Bunda Salihah untuk Mewujudkan Anak Salihah

Sebagai orang tua, kita juga perlu berusaha menjaga ketaatan kepada Allah. Bahkan dalam perkara mainan ini. Hal yang perlu diperhatikan dalam memilih mainan adalah agar tidak menyelisihi syari’at.

  • Tidak mengandung musik.
    Sungguh, akan ada orang-orang dari umatku yang meminum khamr, mereka menamakannya dengan selain namanya. Mereka dihibur dengan musik dan alunan suara biduanita. Allah akan membenamkan mereka ke dalam bumi dan Dia akan mengubah bentuk mereka menjadi kera dan babi. (HR. Ibnu Majah dan Ibnu Hibban. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini shahih)
  • Tidak menjadikan bahan makanan sebagai mainan. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam sangat memuliakan makanan.
    Jika sepotong makanan salah seorang diantara kalian terjatuh hendaknya ia membuang kotoran darinya kemudian memakannya. Dan janganlah membiarkannya untuk setan.” Beliau memerintahkan kami agar membersihkan makan yang tertinggal di piring (dengan tangan). Kemudian bersabda, “Sesungguhnya kalian tidaklah tahu, makanan mana yang mengandung berkah.” (HR. Muslim)
    Jika makanan yang jatuh saja kita diperintah untuk membuang kotorannya dan memakannya kembali, lalu apakah kita menjadikan itu sebagai permainan? Lihat penjelasan lengkapnya di artikel ini.
  • Jika permainan itu memajang gambar makhluk hidup, upayakan untuk ditutup. Bisa dengan menggunakan label yang dijual dengan berbagai ukuran di toko alat tulis. Bisa juga dengan menutupnya dengan spidol atau cara lainnya. Hal ini agar rumah kita tetap terjaga dan malaikat dapat masuk. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
    Para malaikat tidak akan masuk ke rumah yang terdapat gambar di dalamnya (yaitu gambar makhluk hidup bernyawa)” (HR. Bukhari 3224 dan Muslim no. 2106)

Bermain di Luar

Permainan-permainan yang ada, pada dasarnya adalah untuk menstimulasi bayi untuk mendorong perkembangan sang bayi.

Melalui penglihatan, suara, sentuhan, proses belajar akan mengalami kemajuan sesuai dengan berbagai pengalaman baru di lingkungan bayi. Terkadang, Bunda cukup mengajak anak jalan keluar untuk mendapatkan stimulasi tersebut. Dengan melihat pemandangan di luar, mendengar suara burung, gemirsik daun atau meraba rerumputan, makan anak mendapat pengalaman baru dan nyata.
 

cizkah

29 Mei 2016

Artikel www.ummiummi.com

 

Still Continue Our Journey; Homeschooling

Sebenarnya, kalau ada yang belum mencoba melakukan kegiatan homeschooling terus nanya pertanyaan terkait masa depan seperti, “Nanti kuliahnya gimana?” “Pakai ijazahnya bisa kepake untuk daftar kuliah?”

Itu jawabannya mudah banget. Coba dulu homeschooling SD-nya :). Tapi ya wajar pertanyaan itu muncul. Berarti memang sempurna gak tahu menahu tentang homeschooling. Karena homeschooling gak mesti terus menerus sampe SMA. Setiap tingkatan ada ijazah. SD dapat ijazah paket A, nanti saat SMP bisa beralih ke jalur sekolah. Begitupun nanti kalau pas SMA-nya.

Ngomong-ngomong coba dulu homeschooling SD. Soalnya disitu bakal berasa banget deh, semangat naik turun. Galau pudar dan menebal. Pokoknya butuh perjuangan dan gak melulu bisa “istiqomah”.

Jadi gak usah mikir jauh-jauh sampe SMA. Coba dulu, bisa gak melalui homeschooling tingkat SD. Ya karena homeschooling itu satu sisi pasti melelahkan. Sisi lain…terlihat “mencemaskan” atau “mengkhawatirkan” berkaitan dengan masa depan. Ah..tapi kan itu semua tergantung dari sisi mana atau siapa yang melihat.

Dan kami pun melalui masa-masa galau, pudar semangat dan ingin istirahat dari homeschooling.

Baca selengkapnya Still Continue Our Journey; Homeschooling

Review Buku Anak “Abdullah bin Mas’ud yang Jujur” (Foto & Video)

Alhamdulillah, senang rasanya ada buku kisah para sahabat yang disajikan sederhana, menarik dan yang paling penting, berdasarkan hadits yang shahih.

Buku ini berjudul “Abdullah bin Mas’ud yang Jujur”.
Penyusun: Idris Sadri dan M. Ridwan
Penerbit: Muffin Graphic
Harga: ±Rp 33.000

Abdullah bin Mas’ud rodhiallahu ‘anhu adalah termasuk sahabat yang dijamin masuk surga. Keutamaan beliau sangat banyak. Buku ini membawakan salah satu kisah yang terjadi ketika Abdullah bin Mas’ud pertama kali bertemu dengan nabi Muhammad shalallahu ‘alaihi wa sallam dan Abu Bakar rodhiallahu ‘anhu. Dapat diketahui bagaimana sifat Abdullah bin Mas’ud  yang amanah dan jujur. Padahal beliau pada saat itu masih kecil.

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah berkata kepada beliau, di awal dakwah, “Engkau pemuda yang terdidik.” (HR. Ahmad, no. 3599; dinilai sahih oleh Syuaib Al-Arnauth)

Review-Buku-Cerita-dan-Belajar-Anak-Abdullah-bin-Masud-yang-Jujur3-

Kelebihan buku ini:

  1. Berdasarkan hadits shahih
  2. Dilengkapi ilustrasi yang menarik.
  3. Sosok Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam tidak digambar namun kejadian dalam  cerita tetap dapat dipahami.
  4. Menggunakan hardpaper/cardboard sehingga cocok untuk anak balita.
  5. Teksnya disajikan dengan kalimat pendek dan mudah dipahami anak-anak.
  6. Teks cerita menggunakan warna yang berbeda per suku kata. Ini berguna untuk anak yang sedang belajar membaca.
  7. Berisi contoh karakter jujur dan amanah.
  8. Mengenalkan salah satu sifat yaitu Allah Maha Melihat. Secara tidak langsung, buku ini  mengajarkan salah satu tingkatan dalam Islam, yaitu ihsan♦. Anak akan mengetahui bahwa walaupun tidak ada Ayah Bunda yang melihat, tapi Allah akan selalu melihat.

Review-Buku-Cerita-dan-Belajar-Anak-Abdullah-bin-Masud-yang-Jujur2-

Masukan untuk buku ini:
Akan lebih baik lagi bila diakhri kisah dicantumkan sumber haditsnya dan tingkat kesahihannya, agar orangtua lebih yakin.

Review-Buku-Cerita-dan-Belajar-Anak-Abdullah-bin-Masud-yang-Jujur-

Melihat judul paling atas dari buku ini, yaitu “Seri Kisah Teladan”, sepertinya akan ada buku-buku lain yang sejenis yang akan diterbitkan. Namun ketika kami membeli buku ini di Toga Mas Jogja baru ada satu buku ini untuk seri ini.

Berikut video tentang buku ini agar Ayah Bunda dapat melihat lebih jelas isi buku ini:

♦ Hadits tentang ihsan, “Nabishallallahu ‘alaihi wa sallam menjelaskan mengenai ihsan yaitu ‘Engkau beribadah kepada Allah seakan-akan engkau melihat-Nya, dan jika engkau tidak mampu melihat-Nya, Allah akan melihatmu.’ (HR. Muslim no. 102).

cizkah ummu ziyad
21 Mei 2016/13 Sya’ban 1437 H
Artikel: www.ummiummi.com

.

Cerita Sapih Luma

Alhamdulillah, sapihnya Luma berjalan benar-benar kerasa muluuus dan soft banget masya Allah. Seperti aku bilang di atas, bawaannya udah gak pede duluan. Tapi hypno-nya jalan terus. Aku bilang ke dia dari usia 22 bulanan. Masih jarang-jarang. “Luma..nanti umur 2 tahun berhenti ya nenennya.” Gak mesti sama sih kosa katanya. Tapi setiap ngomong itu, sambil ngeliat dia yang kaya gak berhenti-berhenti nenen itu mikirnya mesti nyiapin mental aja kalo hasilnya bakal lewat dari 2 tahun. Campur rasa kasihan gitu deh. Kan anak perempuan, jadinya kaya masih pengen aja dia nempel :D.

Baca selengkapnya Cerita Sapih Luma

Toilet Training Luma

 

Proses TT Luma ini, alhamdulillah termasuk yang paling mudah. Kesannya paling lama prosesnya, tapi disisi lain paling mudah. Kok bisa?

Gak seperti abang-abangnya yang mulai “tet” umur 18 bulan, Luma mulai…mmm…ya lewat dari itu, tapi belum 2 tahun. Sekitar  umur 20 bulan-an.  Sebenarnya, Luma udah menunjukkan kemandirian sebelum itu.

Masalahnya, berbagai proses “belajar” Luma tuh dari akunya sendiri yang suka gak percaya diri. Karena merasa waktu dan tenaganya gak seleluasa pas ngajarin hal yang sama ke abang-abangnya. Belum lagi pikiran pas TT Ziyad sama Thoriq tuh butuh perjuangan banget. Acara ngepel-ngepel bocor dan bolak-balik ke kamar mandinya itu loh.

Baca selengkapnya Toilet Training Luma

Lusi, Iwan dan LGBT

Dakwah itu…pada dasarnya memang harus lembut. Karena dengan kelembutan, InsyaAllah akan lebih baik hasilnya. Pun menghiasi akhlak orang yang sedang berdakwah.

Dakwah kepada orang yang menderita LGBT pun begitu. Karena mereka juga ga semuanya bisa dipukul rata punya sifat yang sama. Tingkat keparahannya berbeda, penyebabnya berbeda dan seterusnya. Maka jika kemudian nasehat disampaikan kepada mereka tanpa nada emosional ataupun kebencian, InsyaAllah akan lebih baik lagi.

Kok aku bisa ngomong gini? Karena aku pernah hampir setahun kenal dengan orang seperti ini. Bertemu langsung. Bahkan – walaupun sedikit – berbicara dengan mereka. Ajaib ya.
Memang banyak yang belum aku ceritakan tentang hidupku. Salah satunya ya ini.

Waktu itu aku masih bekerja di warnet. Sudah pakai jilbab alhamdulillah. Tapi belum kenal sunnah seperti sekarang.

Warnet tempat aku bekerja cuma beberapa puluh langkah dari pasar Sumber Artha. Warnetku menempati blok keempat dari lima blok yang disewakan. Blok ketiga, dijadikan tempat usaha salon. Namanya, Salon Lusi.

Siapakah Lusi?

Sepertinya, dia adalah nama salah satu pendiri salon tersebut. Aku gak pernah tahu nama aslinya. Aku yakin Lusi bukan nama aslinya. Kecuali di dunia ini, ada orang tua yang kasih nama anak laki-lakinya Lusi.
Baca selengkapnya Lusi, Iwan dan LGBT

Roller Coaster…

Kehamilan kali ini…beda. Bedanya…banyaak banget.
Mulai dari harus searching lagi tentang dokter, rumah sakit, biayanya daaan banyak lagi.
Karena biasanya kan aku 3 kali ngelahirin alhamdulillah semuanya sampai terakhir periksa gak ada apa-apa. Jadi udah mantep banget lahiran sama bidan di Sakina Idaman. Karena udah tahu gimana kamarnya, harganya, pelayanannya, makanannya dll.

Kalau sekarang…

Baca selengkapnya Roller Coaster…

Sometimes, I Just Don’t Understand…

Kadang…apa sering yah, aku tuh gak ngerti sama percakapan mereka.
Anak-anak.
Ziyad, Thoriq yang suka banget cerita atau berkhayal sesuatu.
Seringkali aku berusaha konsentrasi mendengarkan cerita mereka. Dijelaskan dari gambar-gambar yang mereka buat, atau sambil memainkan mainan yang telah mereka buat.

Tapi gak paham. Gagal paham. Kadang aku menyahuti sedikit dari beberapa tokoh atau kata yang mereka lontarkan. Tapi kalo ditanya cerita sepenuhnya, aduh…serius..gak bisa deh.

Baca selengkapnya Sometimes, I Just Don’t Understand…

Cara Membuat Counting Beads Montessori

Counting beads atau bead bars montessori adalah manik-manik bersusun. Susunannya dimulai dengan angka satuan. Adapula yang telah disusun menjadi ratusan (square beads). Tahap lanjutan adalah susunan manik yang menjadi ribuan (cube beads).

Pada artikel kali ini, kita akan membahas dari yang paling dasar. Yaitu membuat bead bars satuan. Bead bars ini insya Allah sangat mudah dibuat. Manik-manik bersusun ini dapat digunakan sebagai salah satu media belajar untuk anak-anak. Manfaatnya sangat banyak. Mulai dari pengenalan sederhana angka 1-10. Sampai akhirnya kemudian mengenalkan puluhan dan satuan, penjumlahan bahkan perkalian (contoh foto penggunaan di bawah). Karena ada benda nyata yang dapat dihitung, insya Allah akan memudahkan anak untuk memahami materi yang sedang dipelajari.

Bahan-bahan:

  • Kawat 1 mm – 1,5mm (tergantung lubang manik yang Bunda gunakan). Untuk alternatif, bisa menggunakan klip kertas – menghindari mendapatkan kawat yang mudah berkarat -.
  • Manik-manik. Untuk manik-manik ini, jika berdasarkan metode Montessori memiliki panduan warna sebagai berikut:
    tangga warna manik bersusun montessori

    • 1 = merah
    • 2 = hijau
    • 3 = merah muda
    • 4 = kuning
    • 5 = biru muda
    • 6 = ungu
    • 7 = putih
    • 8 = coklat
    • 9 = biru tua
    • 10 = emas/kuning tua

Alat:

  • Tang potong (cutter plier)
  • Tang putar (round nose plier)
  • Tang jepit (flat nose plier)

jenis tang

Tips Pendahuluan:

  • Coba buat dari yang paling mudah agar semakin terbiasa, yaitu dari susunan 10 manik.
  • Panjang kawat setiap susunan tergantung dari besar manik/mote yang kita gunakan.
  • Untuk mudahnya, susun dulu sesuai jumlah yang diinginkan. Lebihkan 2 cm untuk membuat loop di setiap ujung bar.

Yuk lebih jelasnya kita ikuti langkah membuatnya:

  1. Potong kawat sesuai panjang yang dibutuhkan.
  2. Buat loop di salah satu ujung. Caranya putar dengan menggunakan tang putar.langkah satu pembuatan bead montessori
  3. Biasanya setelah diputar, posisinya jadi tegak lurus, ubah agar menjadi lurus.
    meluruskan bead montessori
  4. Isi dengan manik-manik.

    manik-manik-berhitung-montessori
    jangan khawatir jika masih bengkok-bengkok…bisa kita luruskan nanti insya Allah
  5. Bengkokkan tegak lurus (90 derajat) sisa kawat yang ada (1cm) ke arah kanan.
  6. Putar ke arah 180 derajat ke arah berlawanan. Insya Allah untuk awal-awal mungkin perlu adaptasi. Tapi setelah terbiasa insya Allah kita akan bisa membentuk bulatan loop yang sempurna.langkah membuat
  7. Agar sama sisi kanan kiri (sejajar dan lurus menghadap ke muka), jepit salah satu loop dengan tang jepit dan loop lainnya dengan tang putar. Samakan arah loop agar hasil bead bar kita rapi :).
  8. Selesai
    manik-bersusun-montessori-indonesia

Lakukan untuk susunan warna manik lainnya. Untuk tahap awal, saya membuat 10-11 manik untuk masing-masing angka satuan. Simpan manik-manik yang Bunda telah buat di wadah agar anak mudah menggunakannya sewaktu-waktu.

counting-beads-montessori
Manik-manik 10 dibuat sebelum ada wadah dan ternyata telah menyebar kemana-mana 😀

Insya Allah cukup satu hari untuk melakukan ini jika dilakukan continue untuk masing-masing 10 tangkai setiap warna.

Untuk susunan satuan 10, jika ingin untuk tahapan mempelajari angka 1-100, maka kita perlu lebih banyak lagi membuat angka 10 ^^.

Berikut beberapa gambar penggunaan bead bars ini untuk mempelajari angka/berhitung pada anak-anak. Mulai dari yang sederhana seperti belajar satuan, sampai ke belajar perkalian atau pembagian.

belajar-satuan
Belajar satuan (sumber: ktw-worksheets.tech)

belajar-satuan dan belasan

belajar-puluhan-dengan manik bersusun
Belajar puluhan (Sumber http://www.familyfecs.com/)
faktorisasi
Belajar Faktor (Sumber: jojoebi-designs.com)
belajar perkalian bead bars
Belajar Perkalian (Sumber: montessorischoolathome.blogspot.com)
belajar-lompat-bilangan
Belajar bilangan lompat/skip count (Sumber: http://www.makingmontessoriours.com/)

24 April 2016

oleh: cizkah
Artikel: ummiummi.com

.