Darojat dan Darokat; Tingkatan di Akhirat Beda Arah

Sama-sama tingkatan, beda arah.
Untuk ٱلدَّرَجَٰتُ, Al-Qur’an menyandingkannya dengan kata Al-‘Ula (الْعُلَى) = Paling Tinggi.

Untuk ٱلدَّرْكِ, Al-Qur’an menyandingkannya dengan kata Al-Asfal (الأَسْفَل) = Paling Bawah.

Contoh di ayat:

وَمَن يَأْتِهِۦ مُؤْمِنًا قَدْ عَمِلَ ٱلصَّٰلِحَٰتِ فَأُو۟لَٰٓئِكَ لَهُمُ ٱلدَّرَجَٰتُ ٱلْعُلَىٰ

“Dan barangsiapa datang kepada-Nya dalam keadaan beriman, lagi sungguh-sungguh telah beramal saleh, maka mereka itulah orang-orang yang memperoleh derajat-derajat yang tinggi (di Surga).” (Surat Thaha : 75)

إِنَّ ٱلْمُنَٰفِقِينَ فِى ٱلدَّرْكِ ٱلْأَسْفَلِ مِنَ ٱلنَّارِ وَلَن تَجِدَ لَهُمْ نَصِيرًا

“Sesungguhnya orang-orang munafik itu (ditempatkan) pada tingkatan (lubang) yang paling bawah dari neraka. Dan kamu sekali-kali tidak akan mendapat seorang penolong pun bagi mereka.” (Surat An-Nisa’ : 145)

Baca selengkapnya Darojat dan Darokat; Tingkatan di Akhirat Beda Arah

Untuk Apa Belajar Bahasa Arab

Lebih dari 10 tahun yang lalu, seorang kenalan Abang bertanya, “Bang Hen, buat apa belajar bahasa Arab? Kan udah banyak buku terjemahan?”

Mungkin pertanyaan itu muncul karena yang tersebar saat memotivasi untuk belajar bahasa Arab adalah “Bisa baca kitab.”

Waktu itu, Abang menjawab, “Kita ga bisa sepenuhnya mengandalkan terjemahan, Mas. Kita ga bisa merasakan dzauq-nya. Rasa bahasa itu sendiri.”

Terus terang, aku mikirin jawaban yang lebih mudah lagi dipahami karena aku sendiri masih kurang “mantep” dengan jawaban Abang.

Kadang, tolak ukur dan target pencapaian mempengaruhi proses kita memandang sesuatu, sikap yang kita ambil dan tekad yang muncul dari diri.

Baca selengkapnya Untuk Apa Belajar Bahasa Arab

Homeschooling dari SD-SMA, Alhamdulillah Ziyad Lulus SNBT

Menulis potongan cerita dalam satu foto itu lebih mudah. Makanya kalau cerita di story Instagram, bisa cepat. Apalagi kalau memang cerita pada saat itu juga. Yang bikin cerita ini berat adalah karena sebenarnya ada banyak sekali kejadian sebelum sampai di pengumuman kelulusan SNBT. Kita mulai dari perjalanan homeschooling Ziyad ya.

Homeschooling dari SD-SMA

Kadang aku lupa, ada hal yang jadi momok dari orang tua sehingga menghindari jalan homechooling untuk pendidikan anaknya. Ini terjadi bukan sekarang aja. Memang dari dulu. Yang paling dikhawatirkan adalah gimana masa depannya? Gimana ijazahnya? Gimana nanti kalau mau meneruskan kuliah?

Aku ingat ada “suara” yang sampai ke aku dari seorang yang sebenarnya ada kepikiran untuk menjalankan homeschooling, tapi suaminya meragukan proses pendidikan ini.

Aku hampir lupa kalau ada kekhawatiran ini, sampai ketika pengumuman kelulusan Ziyad kemarin ada yang memberi selamat dan ikut terharu karena, “Sesama homeschooler.”

Alhamdulillah, Ziyad sudah melalui ujian kelulusan di 3 level pendididikan, SD, SMP dan SMA dengan mengikuti ujian paket A, paket B dan paket C. Begini cerita ringkas setiap tahapannya.

Baca selengkapnya Homeschooling dari SD-SMA, Alhamdulillah Ziyad Lulus SNBT

Antara Al-Qur’an dan Ujian-Ujian Ziyad

Menjelang akhir bulan Maret berbarengan dengan berakhir bulan Ramadhan, aku dan Abang mempertimbangkan hal yang akan Ziyad hadapi di bulan April nantinya setelah Ramadhan.

Ziyad akan menghadapi ujian akhir SMA-nya dari tanggal 14 April selama hampir sepekan. Ternyata, ujian UTBK-SNBT waktunya berdekatan banget, yaitu tanggal 24 April. Gak sampe sebulan jaraknya.

UTBK-SNBT ini kalau zaman aku dulu namanya UMPTN. Dari segi soal sepertinya juga ada perbedaan.

Baca selengkapnya Antara Al-Qur’an dan Ujian-Ujian Ziyad

Progress

Progress

Simpan di sini untuk nyatet progressnya.

Rasanya malam ini kaya orang bingung. Udah semangat untuk gerak lagi, tapi ko bingung yang mana dan dari mana. Mutusin nerusin ngelanjutin buku, ternyata…masuk ke kebingungan lainnya. Kaya udah lama banget gak kesentuh. Emang udah lama sih ya. Anak-anak sakit aku gak bisa inget nyentuh ini apa engga, soalnya belum terwujud pingin nyatet progress ini di jurnal setiap harinya. Abis itu ada Mama di sini 2 pekanan, itu juga gak kesentuh sama sekali.

Baca selengkapnya Progress

Channel Murottal Tanpa Effect

Baru-baru ini, di suatu pagi, aku share video bacaan murottal tanpa auto tune. Nah, mungkin ada yang search berdasar nama yang muncul di layar, yaitu Omar Dia Aldeen. Tapi channelnya bukan khusus tentang beliau. Kalau Omar Dia Aldeen ada channelnya sendiri Channel Omar Dia Aldeen.

Nah, Omar Dia Aldeen yang waktu itu tampak di layar adalah satu qori yang bacaannya diedit lagi supaya efffect-effect suaranya hilang dan jadi seperti bacaan alami tanpa effect.

Baca selengkapnya Channel Murottal Tanpa Effect

Pakai Quran Madinah atau Quran Indonesia?

Kita bahas dikit-dikit lanjutan tentang fokus ke Al-Qur’an kemarin yah. Pingin ditulis secara keseluruhan kegiatan homeschooling terbaru kami, ko malah terasa berat.

Hafal Ayat dan  Paham Arti Ayat?

Ada yang bilang, yang penting hafal dulu aja deh. Nanti biar reflek sendiri. Ada juga yang bilang, tetap harus tau artinya per ayat. Aku gak terlalu menjadikan salah satu dari dua pendapat tersebut sebagai patokan. Tapi lebih berdasarkan pengalaman dan kebutuhan yang dirasa selama belajar bersama anak-anak.

Salah satu yang terbayang-bayang di benakku ketika memikirkan perbaikan hafalan anak-anak adalah  aku menunjuk secara perlahan ayat per ayat yang mereka hafal disertai terjemahan per ayat.

Baca selengkapnya Pakai Quran Madinah atau Quran Indonesia?

Decision… #homeschooling

Alhamdulillah, sampai saat ini masih mantep insya Allah dengan homeschooling. Bahkan tahun ini, sebenarnya jadwalnya Thoriq masuk SD. Dan kita gak daftarin dia kemanapun juga. Alias dia juga homeschooling.

Tapi bukan keputusan itu yang mau aku ceritain di tulisan ini.

Baca selengkapnya Decision… #homeschooling

Download Murottal Al-Qur’an per Juz dari Syaikh ‘Aziz Alili, Syaikh Ghamidi, Syaikh Shuraim dan Syaikh Sudais

Banyak pertanyaan yang masuk tentang download murotal Al-Qur’an dari artikel tentang speaker, maka kami buatkan daftar lengkap terkait tentang itu di sini insya Allah.

File yang disediakan dari QuranicAudio.com adalah persurat. Maka jika kita mendapatkan surat yang panjang dan terdiri dari beberapa juz semisal Al-Baqoroh, Bunda bisa memotong suara tersebut dengan menggunakan software gratis semacam Audacity. Cara pemakaiannya mudah, tinggal hapus bagian yang ingin dihilangkan kemudian save dengan nama baru.

Baca selengkapnya Download Murottal Al-Qur’an per Juz dari Syaikh ‘Aziz Alili, Syaikh Ghamidi, Syaikh Shuraim dan Syaikh Sudais

Tips Cara Memperdengarkan Al-Qur’an; Agar Anak Mudah Menghafal Al-Qur’an (Dengan Speaker)

Kita mungkin sering mendengar tips-tips agark anak lebih mudah menghafal Al-Qur’an. Namun seringkali kita bingung menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari.

Salah satu tips yang telah terbukti adalah memperdengarkan Al-Qur’an 1 juz/hari sebanyak 5 kali sejak mereka bayi. Satu juz yang sama ini diulang-ulang selama 1 bulan.  Hasilnya selama satu bulan berarti mereka telah mendengar satu  juz sebanyak 150 kali.  Dalam 2 ,5 tahun,berarti anak telah mendengar 30 juz Al-Qur’an.

Hal ini insya Allah akan memudahkan mereka di kemudian hari ketika menghafalkan Al-Qur’an. Syaikh Dr. Kamil Al Labudi telah mempraktekkannya kepada anak-anaknya. Semua anaknya hafal Al-Qur’an sebelum umur 5 tahun.

Merasa telat mempraktekkan ini? Jangan khawatir. Tak ada kata telat insya Allah. Mari kita praktekkan tips ini sesegera mungkin. Saya sudah mulai mempraktekkannya sekitar 6 bulan yang lalu. Baik kepada anak kembar saya yang masih bayi, maupun kepada kakak-kakaknya yang sudah berusia 3 tahun, 6 tahun dan 10 tahun. Alhamdulillah efeknya sangat terasa sekali. Apalagi ke anak saya yang berusia 6 tahun. Kelihatan sekali dia tipikal belajar audio. Dia bisa hafal ayat-ayat yang sedang dihafal kakaknya. Seringkali saat Ziyad (10 tahun) sedang menyetorkan hafalannya, Thoriq (6 tahun) tahu sambungan ayat selanjutnya. Barokallahu fiihim.

Bagaimana mempraktekkan tips memperdengarkan Al-Qur’an ini? Baca selengkapnya Tips Cara Memperdengarkan Al-Qur’an; Agar Anak Mudah Menghafal Al-Qur’an (Dengan Speaker)

Tips Mengkhatamkan Al-Qur’an di Bulan Ramadhan untuk Ibu-Ibu; Spesial untuk Tips ke-5 (Disertai Video)

Alhamdulillah, Allah masih mempertemukan kita dengan bulan Ramadhan kali ini. Bulan ini begitu spesial karena banyak hadits yang menunjukkan pahala yang berlipat ganda untuk amalan ibadah di bulan ini.

Salah satu amalan ibadah yang utama untuk dilakukan di bulan ini adalah membaca Al-Qur’an. Dari contoh teladan kita nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam dan pemimpinnya para malaikat yaitu Jibril ‘alaihissalam, menyetorkan bacaan Al-Qur’an di bulan ini (mengkhatamkannya). Contoh dari para generasi terbaik umat ini, yaitu para sahabat rodhiallahu ‘anhum dan orang-orang shalih yang datang sesudahnya pun menaruh perhatian khusus untuk membaca dan mengkhatamkan Al-Qur’an di bulan ini.

Lalu bagaimana dengan kita ibu-ibu? Apalagi yang anak-anaknya masih usia balita.
Yang pekerjaannya hampir tak pernah henti. Yang rasanya masih kurang 24 jam untuk menyelesaikan semua pekerjaan dan tanggung jawab rumah tangga dan keluarga? Apakah kita masih bisa meraih dan mengkhatamkan Al-Qur’an di bulan yang penuh berkah ini?

Baca selengkapnya Tips Mengkhatamkan Al-Qur’an di Bulan Ramadhan untuk Ibu-Ibu; Spesial untuk Tips ke-5 (Disertai Video)

Bacaan Murottal Juz 30 oleh Abdurrohim bin Syamsuri

Membiasakan anak mendengar bacaan Al-Qur’an dengan tajwid yang benar adalah bagian dari usaha yang perlu dilakukan oleh orang tua.

Berikut ini adalah salah satu bacaan anak bangsa yang bisa kita perdengarkan kepada buah hati.

Versi playlist dalam bentuk video bisa dilihat di sini:
https://www.youtube.com/playlist?list=PLUuYlj8dcEXY_h6a0CpmkeG49Xrn4bUp4

Untuk versi audio bisa Bunda dengarkan atau download lewat link berikut:

Jika ingin memasang di blog/website anda pribadi, bisa di embed kode di bawah ini:

Youtube:

<iframe src="https://www.youtube-nocookie.com/embed/videoseries?list=PLUuYlj8dcEXY_h6a0CpmkeG49Xrn4bUp4&amp;showinfo=0" width="560" height="315" frameborder="0" allowfullscreen="allowfullscreen"></iframe>

Tampilannya adalah seperti berikut ini:

soundcloud berikut ini:

[soundcloud url="https://api.soundcloud.com/playlists/159080683" params="auto_play=false&amp;amp; hide_related=false&amp;amp; show_comments=true&amp;amp; show_user=true&amp;amp; show_reposts=false&amp;amp; visual=true"width="100%" height="450" iframe="true" /]

Tampilannya adalah seperti berikut ini:

Semoga bermanfaat.

 

Catatan:

Beliau adalah Abdurrohim bin Syamsuri.
Beliau meraih juara 1 se-Asia  Pasifik  kategori 30 JUZ
Beliau juga meraih juara 4 pada lomba Dubai International Holy Qur’an Award ke-19 yang berlangsung di Dubai, Persatuan Emirat Arab (PEA)

Perjalanan Seorang Penghafal Al-Qur’an

 

Ziyad dan ust Abdurrohim

Walaupun cuma 3-4 kali sempat belajar sama ust.Abdurrohim, bagi Ziyad, Ust. Abdurrohim adalah gurunya.

Belajarnya juga sebentar, diajak abang. Video di atas adalah pertemuan Ziyad pertama kali dengan ust. Abdurrohim.  Umurnya sekitar 6 tahun.  Kelihatan agak grogi dia hehe.

Baca selengkapnya Perjalanan Seorang Penghafal Al-Qur’an

Proses Thoriq Belajar Baca Iqro dan Latin

Proses belajar latin Thoriq memang lebih cepat dari Ziyad. Karena proses belajar Iqro-nya dia juga lebih cepat dari Ziyad. Bukan aku yang nyepetin…tapi dianya alhamdulillah yang lebih mudah. Mungkin juga faktor sering ngelihat flashcard atau poster wkwkwk 😀 (yang ini advertorial banget :D).

Tapi beneran ko. Alhamdulillah karena proses pengenalan perhurufnya udah lancar, jadinya pas proses awal-awal belajar lebih mudah.

Tapi dalam perjalanannya, gak selancar di awal-awal hehe. Karena mungkin kerasa makin susah ya. Kalau misalnya rajin sebenarnya bisa baca latin atau Qur’an dalam 6 bulan. Tapi karena proses belajar itu banyak cobaannya, jadilah sedapat momentnya. Gimanapun kan soalnya anak gak bisa dipaksa ngeluarin huruf yang kita minta hehe.

Kalo Thoriq ini, akhir-akhir ini aku ngerasanya dia mulai ngerasa sulit di belajar iqro. Jadinya kaya beban kalo pas aku bilang baca iqro dulu ya. Biasanya berhasil/mau baca kalo emang dia dah pingin banget nonton. Padahal kalo dijalanin sebenarnya dia bisa-bisa aja kalo baca perhuruf. Akhirnya kemarin aku putusin untuk, “Ya udah Thoriq, kita ulang lagi dari awal ya iqro 5-nya.”

Terus kaya masih berat juga nih ngelihat materi di halaman pertama. Akhirnya aku bilang lagi, “Ah…kita ulang lagi aja dari Iqro 4 ya.”

Baca selengkapnya Proses Thoriq Belajar Baca Iqro dan Latin

Sambungan Cerita Tahsin

Waa….lama benerr ya mo nyambungin cerita yang kemarin. Sebenarnya, padahal mo cerita yang lainnya juga. Jadi dari kemarin nungguin link-link video bagus dari abang yang bisa diambil pelajarannya sesuai yang pingin aku tulisin. Balada aku tahunya juga dari abang. Mo ngesearch sendiri juga gak ketemu-ketemu. Akhirnya ini ngedownload manual dari facebook abang terus aku upload lagi. Pas ngedownload gak merhatiin ukuran…ternyata ukuran yang paling kecil. Gpp, yang penting suaranya masih jelas ya. Karena yang kita butuhin untuk materi pendukung postingan ini adalah suaranya hehe.

Baca selengkapnya Sambungan Cerita Tahsin

Belajar Tahsin

Nikmat dari Allah itu…
Gak mesti berupa harta kok…

Bahagia itu…gak mesti karena habis beli sesuatu…

Dapat ilmu itu juga bikin bahagia. Bahagianya sulit digambarkan…prosesnya juga kadang berliku-liku dan bikin takjub, bersyukur…alhamdulillah wa syukru lillah…

Ceritanya, seperti aku beberapa kali sebutin, abang (baca: suamikuh) belajar tahsin ke ust Abdurrohim. Prosesnya sering kepotong-potong karena ust Abdurrohim (yang baru umur 17th ituh) ikut lomba, menuntut ilmu, naik haji, jadi imam di daerah mana di bulan puasa. Proses belajarnya itu dibenerin dari huruf per huruf..baca, dikasih tahu kaidah-kaidahnya…daann seterusnya.

Baca selengkapnya Belajar Tahsin