Sabtu kemarin (31 Mei 2014), ceritanya aku ma Siwi diminta untuk berbagi kegiatan homeschooling masing-masing di rumah. Pertamanya ragu, bisa gak yah. Bisa ngeshare materinya…sama bisa waktunya. Soalnya Luma pas lagi gak teratur ritme tidurnya…eh terus juga habis demam 5 hari. Alhamdulillah pas hari H-nya, malamnya aku dapat tidur 3,5 jam. Pagi-pagi sms Icha, ngasih tahu insyaAllah bisa berangkat.
Author: cizkah
Sunset di Madinah
Ada yang suka sunset? Walaupun sekedar melihat foto?
Ada yang “suka” dengan Madinah? Walaupun sekedar melihat foto?
Mari kita gabungkan keduanya…
Sunset kali ini spesial. Karena bukan di pantai. Tapi di Madinah.
Oh ya, ini bukan hasil jepretan saya.
Saya masih seperti beberapa orang lain di Indonesia yang belum menjejakkan kaki di sana :).
Saya masih seperti beberapa orang lainnya yang berharap bisa ke sana :).
Sumber:destinationjannah
cizkah
28 Rajab 1435 / 28 Mei 2014
Apakah yang Anda Lakukan ketika Anak Anda Menangis?
Tahukah Anda kisah batang pohon kurma yang menangis?
Bukan, ini bukan kisah fiktif atau sekedar dongeng pengantar tidur. Kisah ini benar-benar terjadi di zaman nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam. Diceritakan oleh banyak sahabat sehingga mencapai derajaat hadits mutawattir.
Baca selengkapnya Apakah yang Anda Lakukan ketika Anak Anda Menangis?
Doa Itu Terkabulkan…
Ketika saya merasakan lambatnya Ziyad – anak pertama saya – menghafal Qur’an, saya berpikir mungkinkah ia menjadi penghafal Qur’an? Bagaimanakah cara agar dia bisa menjadi penghafal Qur’an? Bagaimana agar dia cinta dengan Al-Qur’an? Teknik apa yang mesti saya perbaiki ketika mengajarkannya. Dan seterusnya…Pikiran-pikiran penuh kecemasan, yang bisa berujung keputusasaan. Na’udzu billah min dzalik.
Baca selengkapnya Doa Itu Terkabulkan…
Kelebihan yang Menutup Kekurangan
Manusia, pada umumnya lebih mudah melihat kekurangan yang dimiliki orang lain.
Hasilnya, seakan-akan seseorang memiliki kekurangan yang sangat banyak. Sehingga ketika diminta memunculkan kebaikan yang ada pada seseorang, lidah serasa kelu.
Minggu 39 Lewat 3 Hari…
Tulisan ini dibuat sekitar 1 jam sebelum aku cek ke Sakina Idaman…hari Jumat, 28 Februari 2014/27 Rabi Ats-Tsani 1435 H, sekitar pukula 13.00 – 13.30 wib.
***
وَاللّهُ أَخْرَجَكُم مِّن بُطُونِ أُمَّهَاتِكُمْ لاَ تَعْلَمُونَ شَيْئاً وَجَعَلَ لَكُمُ الْسَّمْعَ وَالأَبْصَارَ وَالأَفْئِدَةَ لَعَلَّكُمْ تَشْكُرُو
“Dan Allah mengeluarkan kamu dari perut ibumu dalam keadaan tidak mengetahui sesuatupun, dan Dia memberi kamu pendengaran, penglihatan dan hati, agar kamu bersyukur.” (QS. An-Nahl: 78)
Supik* belum lahir…
Masih kenceng-kenceng aja dari kemarin…Kenceng yang udah lumayan sakit. Malah pas hari Rabu malam udah 10 menitan sekali. Udah sampe mikir, ke rumah sakit gak ya. Ah…tapi kenceng-kenceng dari jam 7 sampai jam 11 malam kok tetep 10 menit. Tidur aja deh…kumpulin tenaga. Ternyata sampai subuh malah mulai berhenti kontraksinya.
Selesai sholat…lagi mikir betapa malam tadi melelahkan karena nahan sakit kontraksi, tapi ternyata pagi ini belum lahir…mata mulai berkaca-kaca. Gak lama kedengeran abang ngobrol dengan akh Minan, tetangga sebelah rumah. Ternyata ada titipan dari Satria. Abang masuk, bilang ada titipan dari Satria. “Ko Satria ngasih abang coklat ya dek..” 😀
Abang belum nyadar kalau aku tuh lagi berkaca-kaca, soalnya sholat di ruangan depan yang gak aku nyalain lampunya.
Tutorial Cara Membuat Sprei
Membuat sprei sendiri sebenarnya sangat mudah in sya Allah.
Keuntungannya kita bisa membeli bahan yang kita inginkan dan tentu saja harganya jadi jauh lebih murah dibandingkan membeli jadi.
Hanya butuh 6 langkah untuk membuat sprei sendiri
Baca selengkapnya Tutorial Cara Membuat SpreiBuku Pendidikan Islam: Di Bawah Asuhan Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam
Buku Pendidikan Islam
Judul: Di Bawah Asuhan Nabi
Penulis: Muhammad Thalib
Penerbit: Hidayah Ilahi
Cetakan: Pertama, November 2003
Ukuran buku: 14 cm x 21 cm
Isi buku: 318 halaman
Buku pendidikan Islam ini secara susunannya mirip dengan buku yang aku review sebelumnya. Bedanya, penulisnya kali ini orang Indonesia. Pembagian babnya bukan berdasarkan umur tapi berdasar masuk ke ranah mana dalam pendidikan Islam.
Berikut pembagian babnya:
Bagian 1: Aqidah & Ibadah
Bagian 2: Akhlaq & Pergaulan
Bagian 3: Intelegensi & Emosi
Bagian 4: Kebersihan & Kesehatan
Setiap bagian terdiri dari poin-poin pembahasan pendidikan Islam. Misal pada bagian 1, beberapa poin yang dibahas adalah
- Mengajarkan kalimat tauhid
- Bercerita bertemakan ajaran tauhid
- Mendidik Mencintai Allah dan Rasul-Nya
- Menanamkan Rasa Takut Terhadap Ancaman Allah
- Mendoakan Agar Menjadi Orang yang Paham Agama
- dst…
Setiap poin berisi hadits yang menjadi dalil yang menjadi petunjuk penerapan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam kepada anak-anak di zaman beliau. Sayangnya, penulis tidak menyertakan derajat hadits tersebut. Hanya menyebutkan ini periwayat hadits tersebut. Alangkah lebih baik, jika pembaca memiliki bekal hingga bisa mengecek derajat hadits tersebut, apakah termasuk shahih, dha’if atau yang lainnya.
Baca selengkapnya Buku Pendidikan Islam: Di Bawah Asuhan Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam
Tips Cara Membuang Jarum
Terlihat remeh.
Tapi kita tidak bisa meremehkan sebuah kebaikan…pun sebuah perbuatan yang membahayakan saudara kita lainnya.
Bukankah telah sahih dari Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bagaimana seseorang bisa masuk surga karena menyingkirkan duri di jalan karena tidak menginginkan muslim lainnya teragnggu?
Hal kecil seperti itupun termasuk dari cabang-cabang keimanan. Maka tidak ada salahnya kita “berusaha” sedikit ketika membuang jarum yang tidak terpakai lagi agar tidak membahayakan saudara kita yang lainnya. Misalnya para pemulung yang mungkin mengais sampah-sampah rumah tangga sebagamana yang saya temui di waktu yang lalu.
Alternatif cara pertama adalah dengan membuang jarum tersebut di tanah yang sekiranya tidak terjamah oleh orang.
Semoga bermanfaat…
cizkah
Februari 2014
I Miss You Blog…
I miss you my blog…i miss you ummiummi…
Dah hampir 3 minggu gak ngisi blog. Kali ini bukan karena malas. Tapi gak sempetttt….Padahal banyaak in sya Allah yang mau ditulis. Di ummiummi baru sampai draft aja dari kemarin…sama juga yang di sini…baru ada satu draft…tapi yang mau ditulis in sya Allah sebenarnya banyaaak in sya Allah.
Mulai dari crochet, cerita ziyad dan thoriq, kerjaan, hamil, tutorial ini dan itu…tips ini dan itu…plus ancer-ancer tulisan yang dari dulu sering direquest…tulisan (atau semacam tutorial) yang berkaitan sama web design…
Tapi seperti biasa…irodahku berbuncah-buncah…atau mungkin sampai tumpah…tapi qudrohnya (kemampuannya) terbatas. Hamil trimester ketiga…perut makin besar…yang mesti disiapin dah mepet-mepet, yang dikerjain makin banyak, tenaga makin dikit heheh, waktu juga cuma sedikit..hampir semuanya cuma bisa dikerjain pas weekend (iyes…blum ada cutiiii huhuy). Yang ada dah diniatin “Besok in sya Allah mo nulis 3 tulisan!”. Kejadiannya malah laptop pun gak kesentuh :D.
Tunggu aku ya…semoga bisa memberikan tulisan bermanfaat lainnya…aamiin.
*Ngebut nulis sambil nungguin THoriq ngabisin pisang sebelum ngelonin…phiew..
Agen Produk Cizkah di Bogor
Agen Produk Cizkah di Bogor
Alhamdulillah…yang di Bogor in sya Allah bisa beli produk-produk cizkah di toko Oka Kuswandi (di sana jual herbal juga loh). Jadi hemat ongkos kirim. In sya Allah hampir semua produk cizkah ada di sana.
Berikut alamatnya yaa:
Oka Kuswandi
Jl. Palayu V No 60 rt 03/07, Tegal Gundil, Bogor 16152, Indonesia
Dzikir Pagi dan Petang: Berlindung dari Kesyirikan

Sudah sejak usia 6-7 tahun, Ziyad kami biasakan membaca dzikir pagi dan petang. Baru 2 dzikir. Tapi lebih sering dipraktekkan yang satu, yaitu dzikir
بِاسْمِ اللهِ الَّذِي لاَ يَضُرُّ مَعَ اسْمِهِ شَيْءٌ فِي الأَرْضِ وَ لاَ فِي السَّمَاءِ وَ هُوَ السَّمِيْعُ العَلِيْمُ
dibaca 3x (1)
dan dzikir
أَعُوذُ بِكَلِمَاتِ اللَّهِ التَّامَّاتِ مِنْ شَرِّ مَا خَلَقَ
Lebih kepada supaya dia berdoa sendiri juga untuk minta perlindungan kepada Allah dari segala keburukan. Kami juga tentu saja tetap membaca doa perlindungan untuk anak-anak kami
Baca selengkapnya Dzikir Pagi dan Petang: Berlindung dari Kesyirikan
Beli Gas dengan Stroller
Barangkali ada yang bernasib sama dengan saya.
Ketika gas habis…
Suami sedang sibuk bekerja, tidak memungkinkan memintanya pulang.
Masakan sudah setengah di masak.
Warung yang menjual lauk matang letaknya cukup jauh.
Perut sudah membesar karena hamil, sehingga sangat tidak disarankan membawa beban tabung gas yang cukup berat.
Tidak terbiasa/tidak ada toko dekat rumah yang bersedia antar gas ukuran 3kg.
Anak-anak belum bisa dimintai tolong membawa tabung gas yang berat.
Tips Penyimpanan Minyak Goreng untuk Pakai Ulang
Waktu saya foto-foto untuk postingan kali ini, suami sibuk tertawa. Kenapa juga minyak goreng difoto hehe. Tapi begitulah. Bagi saya, “penemuan” ide penyimpanan ini sungguh berharga dan mungkin bisa bermanfaat untuk yang lain. Saya sendiri begitu bahagia karena akhirnya menemukan cara paling enak – saat ini – untuk menyimpan minyak goreng yang baru sekali digunakan.
Cara lama penyimpanan minyak yang telah digunakan yang saya ketahui adalah diletakkan di mangkuk, kaleng bekas kue atau botol bekas sirup.
Jika memakai mangkuk…
Keraguan terbesar menggunakan mangkuk sebagai wadah adalah wadah tersebut mungkin sekali tidak tertutup. Saya hanya berjaga-jaga terhadap hadits Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam untuk selalu menutup wadah makanan.
عَنْ جَابِرِ بْنِ عَبْدِ الله رضي الله عنه قَالَ سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- يَقُولُ « غَطُّوا الإِنَاءَ وَأَوْكُوا السِّقَاءَ فَإِنَّ فِى السَّنَةِ لَيْلَةً يَنْزِلُ فِيهَا وَبَاءٌ لاَ يَمُرُّ بِإِنَاءٍ لَيْسَ عَلَيْهِ غِطَاءٌ أَوْ سِقَاءٍ لَيْسَ عَلَيْهِ وِكَاءٌ إِلاَّ نَزَلَ فِيهِ مِنْ ذَلِكَ الْوَبَاءِ ».
“Jabir radhiyallahu ‘anhu meriwayatkan bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, “Tutuplah tempat-tempat makanan, tempat-tempat minuman karena sesungguhnya di dalam setahun ada sebuah malam yang turun di dalamnya wabah penyakit tidak dia melewati sebuah tempat makanan atau minuman yang tidak tertutup, atau tidak ada penghalang di atasnya melainkan turun di dalamnya dari wabah penyakit tersebut.” (HR. Muslim)
Hadits dari Abu Humaid as Sa’idi Radhiyallahu ‘anhu, ia berkata:
أَتَيْتُ النَّبِيَّ بِقَدَحِ لَبَنٍ مِنَ النَّقِيْعِ لَيْسَ مُخَمَّراً، فَقَالَ: أَلاَ خَمَّرْتَهُ؟ وَلَوْ تَعْرُضُ عَلَيْهِ عُوْداً؟ ، قَالَ أَبُوْ حُمَيْدٍ: إِنَّمَا أَمَرَ بَالأَسْقِيَةِ أَنْ توكأ لَيْلاً وَبِالأَبْوَابِ أَنْ تُغْلَقَ لَيْلاً.
“Aku mendatangi Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam dengan membawa bejana berisi susu dari daerah an Naqi`yang tidak bertutup. Lantas beliau bersabda: “Tidakkah engkau menutupnya, walaupun hanya dengan membentangkan sebatang ranting pohon di atasnya?” Abu Humaid berkata,”Sesungguhnya beliau memerintahkan agar wadah air diikat (ditutup) pada malam hari, dan pintu-pintu ditutup pada malam hari” (HR. Muslim)
Saya khawatir saya terlupa menutup mangkuk tersebut dengan sesuatu atau tutupnya tersenggol atau hal-hal lainnya.
Jika memakai kaleng bekas kue…
Saya adalah orang yang suka dengan hal-hal yang sifatnya minimalis. Saya ingin ada banyak ruang di sekitar kompor. Dan bagi saya, kaleng bekas kue terlalu besar, tidak efektif dan efisien untuk acara buka tutupnya.
Jika memakai botol bekas sirup…
Tidak praktis karena harus memakai corong ketika memasukkan. Tidak mudah pula untuk membersihkannya.
Gunakan wadah bekas selai!

Inilah wadah yang saya gunakan saat ini. Kenapa cara ini menurut saya sangat efektif.
- Ketika minyak masih panas pun, in sya Allah minyak sudah bisa diletakkan ke dalam wadah dan penggorengan bisa dilanjutkan untuk menggoreng atau menumis sayuran lainnya
- Saya tidak membutuhkan tambahan corong untuk memasukkan minyak bekas dari wajan sehingga mengurangi cucian kotor.
- Mudah dibersihkan. Lemak-lemak bekas minyak seringkali menggumpal dan membekas di sekitar wadah. Walaupun masih ada isinya, kita tetap mudah menncucinya dengan sabun cuci piring. Karena tutup selai biasanya sangat rapat. Kalaupun minyak sudah tidak layak pakai dan wadah telah kosong, kita juga dengan mudah dapat membersihkannya.
- Tidak memakan banyak tempat.
Satu kali goreng, sisanya biasanya hanya butuh satu wadah bekas selai. Untuk saya pribadi, untuk jenis makanan yang digoreng biasanya tidak menggunakan satu minyak itu-itu saja. Misalnya bekas menggoreng ikan tidak saya gunakan untuk menggoreng pisang. Dan saya tidak akan merasa keberatan atau terganggu walaupun ada 2 atau 3 wadah bekas selai yang berjejer. Bandingkan jika kita menggunakan mangkuk atau kaleng bekas kue.
Semoga bermanfaat!
cizkah
12 November 2013
Ziyad 6 tahun 3 bulan/6 tahun 5 bulan – Mulai Mandiri In sya Alllah
Gak yakin bener ngitung umur Ziyad kalo secara hijriah :D.
Hafalan
Alhamdulillah Ziyad masih ngulang juz 30nya aja sama surat al-mursalat. Belum nambah-nambah dari kemarin. Masih suka lupa dan ketuker-tuker ayat-ayat yang dia hafal.
Sholat

Karena sudah umur 6 tahun, Ziyad pelan-pelan kadang aku minta sholat di masjid. Aku juga minta abang untuk mulai sering mengajak Ziyad ke masjid. Sama-sama sambil membiasakan. Sebelum itu menjadi sesuatu yang harus diperintahkan. Kadang (gak setiap hari) aku minta dia sholat 1 rokaat aja untuk memperlancar bacaan-bacaan sholatnya. Aku juga membenarkan gerakan-gerakan sholat yang masih salah. Walau sudah belajar wudhu di rumah, biasanya kalau wudhu di masjid seluruh bajunya basah kuyup. Jadi aku minta abang juga mengajarkan mengambil wudhu ketika di masjid.
Saat kondisinya aku sedang berada di masjid juga (mampir saat/dari perjalanan), kesempatan bagiku melihat hal-hal yang masih perlu diberitahu (kalo abang kan belum tentu bisa lihat karena sholat). Misalnya harus mengisi shaf yang kosong.
Sebenarnya ini juga sudah belajar dari buku belajar sholat yang terbitan Perisai Quran. Tapi yang namanya praktek kan memang lebih bagus ya. Kadang yang udah dibaca belum tentu ingat pas prakteknya hehe. Alhamdulillah kemarin juga dapat hadiah dari Eka. CD sifat sholat nabi untuk anak-anak. Masya Allah. Barokallahu fiha..bermanfaat banget soalnya. Ziyad suka banget nontonnya.
Baca selengkapnya Ziyad 6 tahun 3 bulan/6 tahun 5 bulan – Mulai Mandiri In sya Alllah
Thoriq 2 th 9 bln/11bln – Mulai Sering Bertanya
Lahir tanggal 5 januari/30 muharram. Makanya umurnya ada 2 versi :D.
Apa, Kenapa, Ngapain?
Yes..mulai kaya Ziyad dulu, Thoriq suka nanya gak berhenti-berhenti. Kadang yang ditanyain juga gak jelas apa. Yang jelas dia pinginnya nanya aja terus.
“Ini kenapa Mi?” (sambil nunjuk salah satu gambar di buku) / “Sedih..” / “Sedih kenapa Mi?” / “Soalnya rumahnya kebakar..na’udzu billah min dzalik..” / “Kebakar kenapa Mi?” / “Kenapa ya…gak tau..mungkin karena main api..makanya gak boleh main api..bahaya.. / “Bahaya kenapa Mi? / “Ya nanti jadi bisa kebakaran..” / “Kebakaran kenapa Mi?” / “Ya kan nanti jadi habis barang-barangnya…bisa sakit luka..”
😀 Itu versi yang bisa lanjut terus jawabannya. Itu lafalnya lafal masih anak-anak gak jelas gitu deh huruf-hurufnya :D.



