Kabar Homeschooling Ziyad

Lama tak jumpa.^^
Bagaimana kehidupan kalian. Kehidupanku sama seperti kemarin. Hanya semakin crowded :D. Homeschooling, pekerjaan rumah tangga, ngurus 1 balita dan 1 bayi, kerjaan desain web, jualan dll dll dll.

Homeschooling? Jadinya masih homeschooling (HS)?
Alhamdulillah, sampai saat ini jawabannya “Yap. Semoga Allah mudahkan kami dalam perjalannya.”

Kenapa tetap homeschooling?
Baca selengkapnya Kabar Homeschooling Ziyad

Sangkek Asoy

Abang sering bercerita tentang masa kecilnya. Masa-masa dia masih di sekolah dasar di desa Mersam, Jambi. Dari situ biasanya aku dapat istilah atau kata dalam bahasa Jambi. Salah satunya adalah sangkek asoy.

Sangkek asoy artinya plastik. Biasanya lebih mengarah ke plastik hitam.

Abang bilang, dulu teman-temannya ke sekolah masih banyak yang membawa buku dengan sangkek asoy.

Beberapa anak, datang ke sekolah sambil berjualan. Termasuk abang :).

Baca selengkapnya Sangkek Asoy

Tujuh Tahun Pun Tlah Tiba…

Alhamdulillah…Ziyad masuk usia 7 tahun di bulan Rajab kemarin.

Itu artinya, Ziyad sudah wajib diperintahkan untuk sholat (di masjid karena dia laki-laki). Sebenarnya deg-degan banget pas udah mau masuk bulan Rajab. Seperti aku pernah ceritakan di tulisan sebelumnya, beberapa bulan sebelumnya sudah mulai lebih sering diajak atau disarankan  (bukan diperintah loh ya) untuk ikut abang ke masjid.

Deg-degannya karena dua hal. Pertama…membiasakan Ziyad..yang kedua… membiasakan abang (suamiku tercinta). Cemas-cemas gimanaa gitu. Karena pas masih pembiasaan mulai sering ke masjid kemarin, abang masih seringnya ya gak terlalu ngajak..hehe. Jadi lebih akunya yang pro aktif untuk nyaranin Ziyad untuk ke masjid. Belum pake acara wudhu-wudhu-an juga.

Baca selengkapnya Tujuh Tahun Pun Tlah Tiba…

Kenapa Bayi Akhirnya Bisa Tegak?

Belajar Al-Quran itu memang menyenangkan. Itu yang aku harapkan juga dirasakan Ziyad. Dulu, waktu aku baru-baru mulai menghafal Quran, biasanya ada bagian-bagian tertentu di surat yang aku hafal yang bikin aku semangat menghafal. Bikin aku suka sama surat itu. Kadang dari lafalnya…kadang juga dari isinya.

Baca selengkapnya Kenapa Bayi Akhirnya Bisa Tegak?

Cara Efektif Kasur Tetap Awet – Bebas Ompol, Bebas Kutu, Bebas Bau

Dulu waktu zaman Thoriq, belum punya sprei waterproof. Nah, pas lagi toilet training…sering banget kebablasan dia pipis di kasur (ngompol). Setiap kali gitu, biasanya aku ambil sikat atau lap, terus kasih pengharum/sabun, terus kasurnya disikat-sikat. Biar najisnya hilang. Alhasil setiap kepipisan, kasurnya basah, dipasangin kipas angin seharian dengan harapan kasurnya kering. Kalau dijemur keluar terlalu melelahkan karena kasurnya kan beraat..

Pas udah gedean, masalahnya lain lagi. Sisa makanan, susu tumpah atau hal-hal lain yang bikin kasur berbahan kain itu jadi gak bisa bersih atau tetap bagus. Kejadian terakhir yang bikin mikir adalah Thoriq yang gatal-gatal parah. Sampai luka berdarah-darah. Curiganya…karena kasurnya yang lembab atau kotor. Terus diskusi dengan para ummahat, dikasih usul sama dr. Maya di cilacap yang jadi cikal bakal produk ini hehe. Tapi kita lanjutin dulu ceritanya in sya Allah. Yang jelas aku bikin pelindung kasur ini untuk anak-anak. Kasur gede belum sempat kebikin, dah keburu lahiran Luma.

Oiya…saking pengalaman dengan kasur yang kaya gitu, pas kita beli kasur gede baru setahun yang lalu, bungkus plastiknya gak kita buka bukaaa…haha. Iya, jadi selalu ada suara kresek-kresek setiap naik kasur. Akhirnya setelah setahun, kita buka. Serius, itu kasur kaya masih baru alhamdulillah.

Baca selengkapnya Cara Efektif Kasur Tetap Awet – Bebas Ompol, Bebas Kutu, Bebas Bau

Ziyad, Thoriq dan Kehadiran Luma

Alhamdulillah dari awal sikap Ziyad dan Thoriq  sayang dan menyambut Luma. Apalagi Ziyad memang sudah paham akan hadirnya sosok bayi di rumah. Sebagaimana dulu dia pernah mengalami kehadiran Thoriq. Karena karakter Ziyad ma Thoriq beda, wujud sayangnya juga beda.

Ziyad itu tipe yang sering mengutarakan sayangnya lewat kata-kata. Atau dituangkan juga ke hasil-hasil karyanya. Jadi, dia serriing banget ngomong,

Baca selengkapnya Ziyad, Thoriq dan Kehadiran Luma

Catatan Ketika Punya Anak Perempuan

Karena anak pertama dan kedua laki-laki, pas tahu anak ketiga perempuan ada rasa cemas, senang, campur aduk. Pas lahir pun masih seperti mimpi…masya Allah…beneran perempuan. Ada berbagai hal yang serasa jadi kaya ibu baru. Masih cari-cari informasi sana-sini. Dapat masukan dari sana-sini. Berikut beberapa hal yang aku rasa bisa dibagikan ke ibu-ibu lainnya.

Baca selengkapnya Catatan Ketika Punya Anak Perempuan

Tutorial Belajar Web Design

Terkadang ada orang-orang yang nanya-nanya tentang web design. Kadang jawabannya sebenarnya sama aja. Dan kalo jelasin yang beginian di SMS atau whatsapp lumayan bisa keriting tangan hihi. Jadi biasanya jawab umum, mudah-mudahan bisa bikin tutorial web design di blog. And here it is.

Mesti belajar apa aja?

Baca selengkapnya Tutorial Belajar Web Design

Stripping of The Membrane – Induksi Manipulatif?

Udah baca kan kisah yang kemarin. Yang kata bu Mus itu, aku itu di stripping. Malam ini penasaran lagi.

Yang jelas, di postingan kemarin, aku bilang kan kalau bersyukur kalo yang aku alami itu bukan ngelepas plasenta…Ternyata…stripping itu beda tippis. Stripping di sini…adalah melepas selaput ketuban secara manuaall…ha ha ha…Ketawa mo nangis. Pantesan aja sakit ya. Ini ternyata termasuk salah satu cara induksi..tapi masuk ke induksi manipulatif.

Ini nih, info singkatnya:

Baca selengkapnya Stripping of The Membrane – Induksi Manipulatif?

Lahirlah Luma…

Cerita selanjutnya…lahirlah Luma.

The End… 😀

Haha…dari kemarin mau ketak-ketik kisah selanjutnya kok gimanaa gitu. Udah kelamaan soalnya ceritanya. Yah, lanjutin sedikit aja – mudah-mudahan gak jadi panjang ;D –

Saat aku sudah mulai pindah ke ruang bersalin, salah satu tetangga aku datang buat jagain Ziyad Thoriq di luar ruangan. Sebentar banget tapi karena dia katanya ada keperluan. Alhamdulillah akh Zakkiy datang kemudian full jaga mereka.  Kayanya bareng sama Abang juga datang.

Alhamdulillah Abang bisa ikut nemenin aku di ruang bersalin seperti biasa. Alhamdulillah, proses melewati fase persalinan masih terkontrol. Hampir sesuai harapan aku pas waktu lahiran Thoriq dulu hehe. Ga pake acara meringis kesakitan, entah mo ngapain, nangis dll. Setiap kontraksi datang, langsung konsentrasi nafas aja…Selesai kontraksi, ngobrol kaya biasa ke mba bidan junior yang nemenin (lupa namanya..padahal kemarin udah kenalan).

Sempat juga ngobrol masalah gentle birth, delayed umbilical cord. Pas terakhir-terakhir periksa, sebenarnya aku udah nanya-nanya tentang ini ke bu Mus. Cuma jawabannya karena itu gak masuk bagian dari SOP, jadi gak bisa dilaksanakan. Manfaatnya juga kurang signifikan, intinya gitu. Sedih juga sih waktu itu. Sempat cerita ke teman di wa, namanya Rima. Pas dapat kalimat yang intinya, “Bisa pro ASI dan IMD dah alhamdulillah, kalo bisa yang lainnya itu bonus.” Hehe..bener juga ya. Yang udah ada disyukuri aja. Semoga semuanya normal.

Flashback Awal Kehamilan

Pas awal-awal hamil, sebenarnya aku banyak baca-baca dan cari tahu tentang gentle birth. Walaupun udah hamil beberapa kali, setiap kehamilan aku tetap belajar dan bersyukur bisa mendapat pengetahuan baru. Nah, waktu itu ada beberapa musykilah di gentle birth. Misal senam yoga, kata-kata afirmasi ke diri sendiri, dan yang lainnya. Masih mikir, gimana ya supaya bisa dialihkan ke sesuai sunnah. Akhirnya karena sudah terlalu lelah karena kondisi TM 1 yang menguras energi, mood, dll, aku tinggalin deh cari-cari info. Walau sempat terakhir aku nonton videonya Ina May. Takjub banget melihat orang-orang yang melahirkan dengan tersenyum, tenang. Walaupun sakit tapi tetap tenang. Berharap banget bisa lahiran seperti itu.

Baca selengkapnya Lahirlah Luma…

Kisah Proses Melahirkan Lumah Lamiah

Nulis kisah di bawah ini tanggal 12 Maret, tapi belum selesai, terus aku tinggalin lamaaa karena pingin menikmati masa-masa gak di depan laptop selama sebulanan kemarin ^^ (sekarang udah balik kerja lagi alhamdulillah ^^)

***

Ahad 23 Feb 2014

Keluar flek. Kontraksi-kontraksi yang lebih sering dari biasanya. Aku anggap masih Braxton Hicks.

Senin 24 Feb 2014
Masih keluar flek dan lendir. Sedikit. Kontraksi masih tak teratur.

Selasa 25 Feb 2014
Masih kontraksi lagi…gak ada perubahan…flek masih keluar. Jelas bukan termasuk nifas. Masih sholat dan beribadah seperti biasa.

Rabu 26 Feb 2014
Kontraksi teratur dari jam 7 malam. Abang sudah menelpon Zakkiy. Rencana yang kami susun adalah Zakkiy ini yang akan menemani anak-anak ketika abang udah masuk bersama aku ke ruang bersalin. Menjelang tengah malam,  Zakkiy juga masih sempat meng-sms abang untuk menghubungi kapan saja kalau memang sudah saatnya. Intinya, kirain bakal ada kemungkinan lahiran dini hari itu. Tapi kita memang gak tahu apa yang terjadi di masa depan. Sampai subuh Kamis esok harinya, kontraksi malah berhenti.

Kamis 27 Februari 2014

Sengaja aku mengajak jalan (kaki) anak-anak.  Beberapa waktu sebelumnya aku juga memang kurang berjalan kaki. Mulai dari debu abu gunung Kelud, sampai Thoriq yang kena Hand Foot Mouth Deasease aka Flu Singapura di minggu 38 kehamilan.

Tempat yang jadi tujuan jalan kaki kali itu adalah ke warung yang ada es krimnya. Cuma sekitar 200m dari rumah.

Qodarullah, karena mati lampu, si penjaga warung tak berani membuka kulkas es krim. Akhirnya aku putuskan berjalan ke jalan raya besar. Tujuan utama, indomaret. Jauhnya…hmm…mungkin ada 1,5-2 km. Alhamdulillah ternyata mereka kuat. Pulangnya kami sempat terkena rintik-rintik hujan. Petualangan…^^.

Saat pulang, di pertengahan jalanThoriq sempat bertanya, “Abi mana Mi?” Mungkin karena dia sudah merasa lelah. Biasanya abang yang akan menggendongnya. Takjubnya aku, dia sama sekali gak minta gendong ke aku. Seakan-akan memang sudah mengerti bahwa dia gak akan/gak bisa digendong.

Jumat 28 Februari 2-14

Pagi masih curhat-curhatan sama Abang. Membicarakan si baby yang belum lahir juga. In sya Allah semua ada hikmahnya. Saat sholat Dzuhur, dalam sujud aku berdoa, “Ya Allah, semoga bisa lahir hari ini ya Allah…” Kontraksi hari itu memang lebih sakit dari biasanya. Tapi masih tak teratur.

Setelah makan siang, aku ngajak Abang untuk periksa ke Sakina. Cuma cek aja. Karena sudah 5 hari kondisinya gak ada perubahan. Pingin ngecek denyut jantung bayi. Tadinya mo berangkat sore hari. Tapi Abang bilang juga mo syuting. Ya sudahlah…siap-siap. Sampai di Sakina jam 3-an.

Melihat di catatan medis yang dicatat perawat di luar ruangan, bidan “periksa dalam”. Anak-anak dibawa keluar oleh abang.

Ternyata oh ternyata…mba Yani -bidan yang memeriksaku- berkata,

“Ini udah bukaan 3 ini….Mondok aja ya…”

Baca selengkapnya Kisah Proses Melahirkan Lumah Lamiah

Buku Pendidikan Islam: Menanti Buah Hati dan Hadiah Bagi yang Dinanti

buku pendidikan islam - parenting islami

 

Buku pendidikan Islam ini cukup tebal (400-an halaman) dan didesain dengan hard cover. Kelihatan seperti buku yang cukup berat untuk dibaca, padahal sebenarnya tidak juga. Karena huruf yang digunakan dalam buku cukup besar, membacanya jadi nyaman dan mungkin itulah yang menyebabkan isinya jadi memakan banyak lembaran kertas.

Ustadz Abul Hakim – sang penulis – membagi isi buku ini menjadi  dua bab utama, yaitu bab “Sebelum Anak Itu Lahir” dan “Ketika Anak itu Lahir”.

Pada bab pertama, kita bisa mendapatkan banyak faidah yang tidak didapatkan di buku pendidikan Islam lainnya. Misalnya dorongan untuk memiliki anak dan kesalahan tentang orang-orang yang menghindari punya anak karena alasan kemiskinan atau miskin. Ada juga masalah fikih misalnya tentang hamil di luar nikah, nasab anak, hukum menikahkan wanita yang telah hamil lebih dulu. Yang menarik juga adalah pembahasan tentang bagaimana seorang anak bisa berjenis kelamin laki-laki atau perempuan. Bahkan kenapa seorang anak bisa mirip dengan ayah dan ibunya juga dibahas. Ternyata semua ada haditsnya dari Rasulullah shalllahu ‘alaihi wa sallam lho.

Baca selengkapnya Buku Pendidikan Islam: Menanti Buah Hati dan Hadiah Bagi yang Dinanti

Aku Melankolis dan Mereka Anak-Anak…

Ceritanya, pas membuat kalimat itu dalam hati menyadarkan diri sendiri. Mau bagaimanapun melankolisnya aku, yang berarti pinginnya tuh rumah cling, rapi, tembok tetep bersih dan lain-lainnya itu gak bisa dipaksakan atau diatur-atur sedemikian rupa supaya anak-anak yang menyesuaikan dengan karakterku.

main origamiSebagaimana pernah aku ceritakan sebelumnya, salah satu persiapan aku sebelum lahiran adalah merapikan rumah. Sebenarnya ini juga rutinitas yang sifatnya kontinyu. Aku suka banget yang namanya rubah-rubah tata letak rumah. Kalo sudah ada barang-barang yang bertumpuk di satu tempat, aku merasa berarti ada tata letak yang perlu diperbaiki. Berarti ada yang masih kurang fleksibel sehingga kami yang di rumah tidak meletakkan suatu barang di tempat seharusnya.

Hobi ini sangat dipahami abang hehe. Jadi, kalo pulang kerja terus tata letak barang di rumah udah berubah, abang gak heran lagi. Biasanya aku rubah-rubah posisi lemari, rak dll itu sendiri, tapi pas hamil ini mesti nunggu abang huhu…jadinya mesti sabar nunggu weekend. Hobi pendukung lainnya dalam hal ini adalah tukang menukang. Aku gak perlu nunggu abang untuk maku dinding, ngecat rumah, dll :D.

Salah satu keuntungan hobi ini, biasanya rasanya rumah jadi lebih fresh. Ketahuan juga misalnya ada kotoran atau barang di balik lemari yang sudah lama dicari-cari, debu-debu bisa secara frekuentif dibersihkan, kalau ada yang berjamur atau tempat yang lembab juga ketahuan…dan seterusnya.

Balik lagi ke persiapan menyambut buah hati ke-3 in sya Allah…

Baca selengkapnya Aku Melankolis dan Mereka Anak-Anak…

Buku Pendidikan Islam: Tumbuh di Bawah Naungan Ilahi

tumbuh-di-bawah-naungan-ilahi review buku pendidikan islam

Judul: Tumbuh di Bawah Naungan Ilahi
Judul Asli: آطفال المسلمين كيف ربّاهم النبي الأمين صل الله عليه ص سلم
Penulis: Syaikh Jamal Abdul Rahman
Penerjemah: Ghazali Mukri
Penerbit: Media Hidayah
Cetakan: Pertama, November 2002
Ukuran buku: 14 cm x 21 cm
Isi buku: 343 halaman

Kesimpulan buku ini: recommended in sya Allah

Baca selengkapnya Buku Pendidikan Islam: Tumbuh di Bawah Naungan Ilahi

Pangsa Pasar

Jadi ingat kajiannya ust Yasir. Setiap hal itu ada pangsa pasarnya.

Di tempatku juga gak secepat di tempat mba Erna di Singapura itu habis flashcardnya. Selama ini juga belum pernah naro di toko offline yang ada di Jogja seperti Ihya.Pingin si…tapi belum kesampaian.

flashcard-hijaiyah-proses

Sejujurnya bahkan beberapa saat/minggu sebelum dapat pesanan dari Singapura, aku dalam kondisi lelaah banget dengan semua hal. Aku bilang ke 1-2 orang teman dekat, bilang ke abang, aku pingin mundur aja. Mo berhenti jualan :D.

Baca selengkapnya Pangsa Pasar