Stripping of The Membrane – Induksi Manipulatif?

Udah baca kan kisah yang kemarin. Yang kata bu Mus itu, aku itu di stripping. Malam ini penasaran lagi.

Yang jelas, di postingan kemarin, aku bilang kan kalau bersyukur kalo yang aku alami itu bukan ngelepas plasenta…Ternyata…stripping itu beda tippis. Stripping di sini…adalah melepas selaput ketuban secara manuaall…ha ha ha…Ketawa mo nangis. Pantesan aja sakit ya. Ini ternyata termasuk salah satu cara induksi..tapi masuk ke induksi manipulatif.

Ini nih, info singkatnya:

Baca selengkapnya Stripping of The Membrane – Induksi Manipulatif?

Lahirlah Luma…

Cerita selanjutnya…lahirlah Luma.

The End… 😀

Haha…dari kemarin mau ketak-ketik kisah selanjutnya kok gimanaa gitu. Udah kelamaan soalnya ceritanya. Yah, lanjutin sedikit aja – mudah-mudahan gak jadi panjang ;D –

Saat aku sudah mulai pindah ke ruang bersalin, salah satu tetangga aku datang buat jagain Ziyad Thoriq di luar ruangan. Sebentar banget tapi karena dia katanya ada keperluan. Alhamdulillah akh Zakkiy datang kemudian full jaga mereka.  Kayanya bareng sama Abang juga datang.

Alhamdulillah Abang bisa ikut nemenin aku di ruang bersalin seperti biasa. Alhamdulillah, proses melewati fase persalinan masih terkontrol. Hampir sesuai harapan aku pas waktu lahiran Thoriq dulu hehe. Ga pake acara meringis kesakitan, entah mo ngapain, nangis dll. Setiap kontraksi datang, langsung konsentrasi nafas aja…Selesai kontraksi, ngobrol kaya biasa ke mba bidan junior yang nemenin (lupa namanya..padahal kemarin udah kenalan).

Sempat juga ngobrol masalah gentle birth, delayed umbilical cord. Pas terakhir-terakhir periksa, sebenarnya aku udah nanya-nanya tentang ini ke bu Mus. Cuma jawabannya karena itu gak masuk bagian dari SOP, jadi gak bisa dilaksanakan. Manfaatnya juga kurang signifikan, intinya gitu. Sedih juga sih waktu itu. Sempat cerita ke teman di wa, namanya Rima. Pas dapat kalimat yang intinya, “Bisa pro ASI dan IMD dah alhamdulillah, kalo bisa yang lainnya itu bonus.” Hehe..bener juga ya. Yang udah ada disyukuri aja. Semoga semuanya normal.

Flashback Awal Kehamilan

Pas awal-awal hamil, sebenarnya aku banyak baca-baca dan cari tahu tentang gentle birth. Walaupun udah hamil beberapa kali, setiap kehamilan aku tetap belajar dan bersyukur bisa mendapat pengetahuan baru. Nah, waktu itu ada beberapa musykilah di gentle birth. Misal senam yoga, kata-kata afirmasi ke diri sendiri, dan yang lainnya. Masih mikir, gimana ya supaya bisa dialihkan ke sesuai sunnah. Akhirnya karena sudah terlalu lelah karena kondisi TM 1 yang menguras energi, mood, dll, aku tinggalin deh cari-cari info. Walau sempat terakhir aku nonton videonya Ina May. Takjub banget melihat orang-orang yang melahirkan dengan tersenyum, tenang. Walaupun sakit tapi tetap tenang. Berharap banget bisa lahiran seperti itu.

Baca selengkapnya Lahirlah Luma…

Kisah Proses Melahirkan Lumah Lamiah

Nulis kisah di bawah ini tanggal 12 Maret, tapi belum selesai, terus aku tinggalin lamaaa karena pingin menikmati masa-masa gak di depan laptop selama sebulanan kemarin ^^ (sekarang udah balik kerja lagi alhamdulillah ^^)

***

Ahad 23 Feb 2014

Keluar flek. Kontraksi-kontraksi yang lebih sering dari biasanya. Aku anggap masih Braxton Hicks.

Senin 24 Feb 2014
Masih keluar flek dan lendir. Sedikit. Kontraksi masih tak teratur.

Selasa 25 Feb 2014
Masih kontraksi lagi…gak ada perubahan…flek masih keluar. Jelas bukan termasuk nifas. Masih sholat dan beribadah seperti biasa.

Rabu 26 Feb 2014
Kontraksi teratur dari jam 7 malam. Abang sudah menelpon Zakkiy. Rencana yang kami susun adalah Zakkiy ini yang akan menemani anak-anak ketika abang udah masuk bersama aku ke ruang bersalin. Menjelang tengah malam,  Zakkiy juga masih sempat meng-sms abang untuk menghubungi kapan saja kalau memang sudah saatnya. Intinya, kirain bakal ada kemungkinan lahiran dini hari itu. Tapi kita memang gak tahu apa yang terjadi di masa depan. Sampai subuh Kamis esok harinya, kontraksi malah berhenti.

Kamis 27 Februari 2014

Sengaja aku mengajak jalan (kaki) anak-anak.  Beberapa waktu sebelumnya aku juga memang kurang berjalan kaki. Mulai dari debu abu gunung Kelud, sampai Thoriq yang kena Hand Foot Mouth Deasease aka Flu Singapura di minggu 38 kehamilan.

Tempat yang jadi tujuan jalan kaki kali itu adalah ke warung yang ada es krimnya. Cuma sekitar 200m dari rumah.

Qodarullah, karena mati lampu, si penjaga warung tak berani membuka kulkas es krim. Akhirnya aku putuskan berjalan ke jalan raya besar. Tujuan utama, indomaret. Jauhnya…hmm…mungkin ada 1,5-2 km. Alhamdulillah ternyata mereka kuat. Pulangnya kami sempat terkena rintik-rintik hujan. Petualangan…^^.

Saat pulang, di pertengahan jalanThoriq sempat bertanya, “Abi mana Mi?” Mungkin karena dia sudah merasa lelah. Biasanya abang yang akan menggendongnya. Takjubnya aku, dia sama sekali gak minta gendong ke aku. Seakan-akan memang sudah mengerti bahwa dia gak akan/gak bisa digendong.

Jumat 28 Februari 2-14

Pagi masih curhat-curhatan sama Abang. Membicarakan si baby yang belum lahir juga. In sya Allah semua ada hikmahnya. Saat sholat Dzuhur, dalam sujud aku berdoa, “Ya Allah, semoga bisa lahir hari ini ya Allah…” Kontraksi hari itu memang lebih sakit dari biasanya. Tapi masih tak teratur.

Setelah makan siang, aku ngajak Abang untuk periksa ke Sakina. Cuma cek aja. Karena sudah 5 hari kondisinya gak ada perubahan. Pingin ngecek denyut jantung bayi. Tadinya mo berangkat sore hari. Tapi Abang bilang juga mo syuting. Ya sudahlah…siap-siap. Sampai di Sakina jam 3-an.

Melihat di catatan medis yang dicatat perawat di luar ruangan, bidan “periksa dalam”. Anak-anak dibawa keluar oleh abang.

Ternyata oh ternyata…mba Yani -bidan yang memeriksaku- berkata,

“Ini udah bukaan 3 ini….Mondok aja ya…”

Baca selengkapnya Kisah Proses Melahirkan Lumah Lamiah

Minggu 39 Lewat 3 Hari…

Tulisan ini dibuat sekitar 1 jam sebelum aku cek ke Sakina Idaman…hari Jumat, 28 Februari 2014/27 Rabi Ats-Tsani 1435 H, sekitar pukula 13.00 – 13.30 wib.

***

 

وَاللّهُ أَخْرَجَكُم مِّن بُطُونِ أُمَّهَاتِكُمْ لاَ تَعْلَمُونَ شَيْئاً وَجَعَلَ لَكُمُ الْسَّمْعَ وَالأَبْصَارَ وَالأَفْئِدَةَ لَعَلَّكُمْ تَشْكُرُو

“Dan Allah mengeluarkan kamu dari perut ibumu dalam keadaan tidak mengetahui sesuatupun, dan Dia memberi kamu pendengaran, penglihatan dan hati, agar kamu bersyukur.” (QS. An-Nahl: 78)

 

Supik* belum lahir…

Masih kenceng-kenceng aja dari kemarin…Kenceng yang udah lumayan sakit. Malah pas hari Rabu malam udah 10 menitan sekali. Udah sampe mikir, ke rumah sakit gak ya. Ah…tapi kenceng-kenceng dari jam 7 sampai jam 11 malam kok tetep 10 menit. Tidur aja deh…kumpulin tenaga. Ternyata sampai subuh malah mulai berhenti kontraksinya.

Selesai sholat…lagi mikir betapa malam tadi melelahkan karena nahan sakit kontraksi, tapi ternyata pagi ini belum lahir…mata mulai berkaca-kaca. Gak lama kedengeran abang ngobrol dengan akh Minan, tetangga sebelah rumah. Ternyata ada titipan dari Satria. Abang masuk, bilang ada titipan dari Satria. “Ko Satria ngasih abang coklat ya dek..” 😀

Abang belum nyadar kalau aku tuh lagi berkaca-kaca, soalnya sholat di ruangan depan yang gak aku nyalain lampunya.

Baca selengkapnya Minggu 39 Lewat 3 Hari…

Bukan Sekedar Popok dan Bedong

Kadang, saat hamil dan menanti saat-saat melahirkan, seorang ibu sangat bersemangat untuk membeli berbagai macam perlengkapan bayi. Apalagi jika itu anak pertama. Belum juga lahir, rasanya memegang baju-baju yang berbahan halus atau pernak-pernik warna-warni sudah memberikan kebahagiaan tersendiri.

Namun jangan sampai lupa, bahwa urusan bayi atau anak, bukanlah sekedar urusan popok, bedong dan segala aksesoris lucunya. Yang lebih penting adalah ilmu dan bekal untuk memberikan pendidikan terbaik bagi mereka.

Bekal dan ilmu ini tidak mesti dibaca saat kita telah memiliki anak. Akan lebih baik lagi jika sudah membaca jauh-jauh hari. Baik itu tentang pendidian Islam maupun tentang bekal parenting lainnya.

Dan saat-saat paling tepat untuk mengulang (memuroja’ah) bacaan-bacaan itu adalah saat hamil.

Berhubung saat-saat trimester pertama itu beraat sekali. Otak tidak bisa dipakai untuk aktifitas yang berat-berat. Maka proses baca-baca buku itu baru berjalan saat akhir trimester dua dan tiga ini. In sya Allah akan aku review bukunya lebih jelas beserta foto dan informasi lengkapnya ya. Mudah-mudahan bermanfaat. Tapi gak bisa langsung setelah postingan ini. Pelan-pelan. Semoga Allah memudahkan.

 

 

Insomnia…

Produktifitas menulis aku bulan ini “luar biasa” banget heheh. Pas gak sengaja ngeliat archive…November tertulis (1) postingan. Waww…

Tapi kenyataannya, memang lagi malas banget di depan laptop ketak-ketik. Kalaupun iya, aku lagi banyak browsing-browsing tentang crochet, knitting, dan yang terbaru adalah jahit menjahitt…waaa…sampe udah numpuk semua pattern dan berbagai info tentang itu. Alhamdulillah akhirnyat terwujuuud keinginan punya mesin jahit. Ceritanya kapan-kapan lagi in sya Allah kalo ada kesempatan :D.

Terus, “tahu-tahu”, ternyata usia kandungan alhamdulillah udah mo 26 minggu pas tanggal 26 November ini. Jadinya kira-kira tinggal 3 bulan lagi untuk nyiapin ini itunya buat si kecil in sya Allah. HPL tanggal 5 Maret in sya Allah. Tapi riwayat kemarin minggu 38 lahiran, berarti mudah-mudahan tanggal 20-an Februari udah lahir yaa…the baby girl in sya Allah.

Nah..kalo dihitung secara rasa kehamilan, 3 bulan ko masih lama yah. Tapi kalo mikirin…berbagai hal yang mesti disiapin…wah..ternyata udah mepet ya. Apa aja sih sampe mepet? 😀

Baca selengkapnya Insomnia…

Review: Dr. Enny, Rekomendasi Dokter Spesialis Kandungan Wanita Yogyakarta

Kenapa dr. Enny?

Karena pas pengalaman hamil Thoriq yang sedikit bermasalah itu, akhirnya setelah 2 bulan terombang-ambing gak jelas. pas periksa ke dotker Enny ya bisa dibilang puas in sya Allah.

Puas kenapa?

  1. Kalo kita konsultasi, dr. Enny ngejelasin panjang lebar.
  2. Kalo gak ada yang kita tanyain pun, dr. Enny akan menjelaskan panjang lebar apa-apa yang mesti diperhatikan pas hamil ini (sesuai usia kehamilan).
  3. Gak buru-buru
  4. Periksa USG-nya sampe puas banget

Bisa dilihat dipostingan aku yang ini, video dr. Enny lagi nge-USG. Itu 2 menitan kan ya videonya. Yang itu udah diedit. Asilnya, di USG lebih dari 10 menit deh kayanya. Lama kaaan…

Baca selengkapnya Review: Dr. Enny, Rekomendasi Dokter Spesialis Kandungan Wanita Yogyakarta

18 weeks 6 days (Boy or Girl?) :)

Jarang cerita tentang periksa kehamilan nih. Karena memang baru 3 kali periksa ke dokter selama proses kehamilan ini alhamdulillah. Karena pengalaman hamil yang dulu-dulu, baik aku maupun abang lebih ‘njaga. Aku gak mau sampe cape-cape banget dan stress. Pun abang juga gak terlalu membebaniku dengan pekerjaan yang diburu deadline. Alhamdulillah para programmer masih sibuk dengan pembuatan aplikasi yang lain. Jadi aku gak pernah sampe begadangan banget (dulu biar lega pekerjaan selesai bahkan bisa gak tidur sampai pagi).

Periksa kehamilan 3 kali ini semuanya sama dokter. Karena memang ada tujuannya. Bukan asal pingin di USG aja hehe.

Pas udah tahu hamil, sengaja gak langsung periksa. Sengaja nunggu sampai 7-8 minggu, karena di usia itulah biasanya sudah terlihat adanya janin/tidak, adanya detak jantung atau tidak. Kalau masih 4-5 minggu biasanya cuma kantung rahim hitam yang terlihat (walaupun disana ada sel-sel yang sedang sibuk membelah diri :D). Pertimbangan ini karena pengalaman hamil anggur kemarin.

Baca selengkapnya 18 weeks 6 days (Boy or Girl?) 🙂

Semeriwing HCG

Alhamdulillah, sekitar semingguan yang lalu, hasil tes menunjukkan 2 garis merah hehe. Belum telat sih. Tapi udah ada sedikit tanda-tanda, ngantuk luar biasa tak tertahankan. Kirain sebelumnya karena pilek. Pas lagi pilek gitu udah pingin makan macem-macem yang penting pedessssss banget. Kirain lagi karena mulut pahit. Tapi dipikir-pikir gak pahit juga sih. Trus siang-siang mikir, tes aja ah. Karena hampir selalu sedia tespack di rumah, alhamdulillah kelihatan samar-samar muncul garis merah ituh hihi.

Alhamdulillah lagi sampai saat ini blum mual-mual etc. Baru minggu kelima lewat 3 hari. Belum ke dokter juga. Pengalaman hamil udah 3 kali, jadi in sya Alah mo periksanya pas udah minggu 7 atau 8 (tiap hari jadi lihat kalender  :D). Biar udah ketahuan in sya Allah perkembangan janinnya seperti apa. Kalo masih minggu ke-5 gini kan biasanya masih cuma kelihatan kantung rahimnya aja (kantung hitam).

Na…makin ke sini udah makin semiriwing-semiriwing ni efek HCG hehe. Sekarang baru pusing-pusing aja plus udah mulai ada tanda-tanda gampang kena maag. Mudah-mudahan gak pake mual ya Allah 😀 *Ngareeeepp banget..aaamiiin. Satu lagi doa yang tahu riwayat hamilku yang kemarin-kemarin. Mudah-mudahan gak pake opnaaaam. Aamiin.

Mudah-mudahan pas minggu periksa nanti in sya Allah, janinnya udah berkembang ada detak jantungnya. Sehat terus semuanya. Aaamiin. Robbi habli minash sholihiiin….

 

Cerita Sunat Metode Clamp Ziyad

Alhamdulillah, Ziyad sudah disunat tanggal 11 bulan Maret 2013 kemarin. Proses menuju kesana sebenernya gak secepat pengambilan keputusan tanggal sunatnya tanggal segitu hehe.

Aku lupa sejak kapan memotivasi Ziyad untuk disunat. Sunat itu ibadah. Sunat itu biar bersih. Aku juga kasih lihat ke dia foto anak-anak yang disunat pake metode clamp. “In sya Allah Ziyad pake cara ini. Biar gak terlalu sakit.”

sunat-clamp-ziyad

Dia semangat banget dan gak ada keraguan untuk disunat. Pas lagi seperti itu, aku bujukin abang untuk benar-benar ambil keputusan untuk sunat ini. Gak disangka malah pakai hitungan hari. Abang nelpon tempat yang menyediakan fasilitas sunat clamp itu hari sabtu,trus tau-tau bilang, “Hari Senin aja kalau gitu in sya Allah.” Jiaa… Mulai deh akunya yang deg-degan.

Kenapa Clamp?

Ziyad itu tipe yang kalau sakitnya agak berat mengalami perubahan kelakuan. Pas abis sakit DB itu, lumayan lama untuk balik lagi ke Ziyad yang ceria. Pas sempat sakit panas tinggi banget  tahun lalu karena main hujan-hujanan, abis itu juga bawaannya murung, marah-marah. Terutama ke Ab-nya sama ke Thoriq. Sedih banget ngelihatnya. Padahal udah sembuh. Tapi murung aja. Sampai dibawa nonton acara lumba-lumba. Cerianya sesaat aja. Habis itu tetep cemberut. Sampai bingung. Alhamdulillah trus kita kasih lihat dia video-video dia yang lama. Gimana dia ceria. Gimana dia baik banget sama adiknya masya Allah. Trus pelan-pelan balik lagi ke Ziyad yang heboh, ceria banget masya Allah hehe.

Nah, karena sebab itulah, aku pingin banget proses sunat ini berjalan tidak terlalu menyakitkan bagi dia. Rasanya gak pengen kalau dia jadi murung dan bersikap lain kaya kemarin-kemarin kalau sakit lumayan berat. Setelah browsing sana-sini tentang metode sunat, aku in sya Allah yakin dengan metode clamp ini. Dari hasil browsing itu, entah kenapa di otak aku tuh, kalo pake metode clamp itu gak pake acara sayat-menyayat :D. Atau paling tidak bukan seperti yang kemarin aku lihat pas Ziyad sunat. Kirainnya, kalo pake metode clamp itu, nanti kalau udah dipasang, trus nanti dibiarkan alat tersebut beberapa hari, trus nanti kulitnya kan bakal mati tuh yang terjepit. Jadi bakal gampang untuk “membuang”nya. Gak tau apa mau disayat atau tau-tau ngeletek sendiri kulit matinya (ini ko bisa banget ya pikiran kaya gini haha…).

Baca selengkapnya Cerita Sunat Metode Clamp Ziyad

Update Postingan tentang Family Dental Care

Bu ibu…karena postingan kemarin dibuat dalam waktu hanya beberapa menit *buru-buru*, dan gak dibaca ulang…ternyata isinya memang rodo kacau dan muter-muter plus belum lengkap. Sekarang sudah aku lengkapin. Perkiraan biaya, alamat (ada google mapnya), dan nomor telepon. Sengaja tetep aku update di postingan kemarin, biar yang nyasar dari search engine gak mesti baca 2 postingan untuk mendapatkan informasi yang lengkap.

Monggo….

Rekomendasi Dokter Gigi di Yogyakarta: Family Dental Care

Bagiku, informasi seperti ini sungguh berharga. Review, penjelasan dan lainnya untuk membuat keputusan. Makanya suka banget nulis-nulis beginian di blog. Sayangnya kemarin pas nyari info tentang Family Dental Care di Jogja malah minim banget. Dan dari dulu kalo aku puas sama sesuatu…bakal promosiin deh ke orang-orang (viral marketing). Contohnya…mo pena yang enak yang modelnya kaya pilot? Belilah yang merk Kenko. Warnanya jingga, ujung-ujungnya berwarna hitam. Sayangnya selalu gak ada yang jual, bahkan di toko merah sekalipun. Lho ko jadi ngomongin ballpoint hehe.

Baca selengkapnya Rekomendasi Dokter Gigi di Yogyakarta: Family Dental Care

Thoriq Juga Gak diImunisasi – Alhamdulillah –

PERHATIAN: Matikan volume komputer ketika menonton video di atas, karena ada musiknya.

(Update 2020: Videonya sudah diprivat ternyata)

Beberapa hari yang lalu, lagi ngobrol-ngobrol di rumah. Singkat cerita, lagi ngebrowse-ngebrowse tentang seorang dokter  di youtube. Terus malah ngeliat video-video lain tentang vaksinasi. Tapi aku ikutan lihat aja. Tadi malam tapi lihat video ini, rasanya sediih banget.. Hampir aja deh gak bisa tidur. Anak-anak lagi tidur aku cium-ciumin, aku doain dst.

Ada yang anaknya divaksinasi MMR? Alhamdulillah kalo gpp ya.

Baca selengkapnya Thoriq Juga Gak diImunisasi – Alhamdulillah –

Catatan Sakit

Sakit…panas tinggi…kepala berat luar biasa itu benar-benar membuat pikiran linglung ga karuan.

Salah satu contohnya ketika malam kedua dalam keadaan sakit. Tiba-tiba seakan-akan kamar tidur jadi semacam suatu tempat di luar angkasa dan bantal-bantal itu berubah jadi semacam bebatuan luar angkasa – yg empuk –

Baca selengkapnya Catatan Sakit

Ujian Kesabaran dari Satu Gigi (Hmm…atau Banyak Gigi?)

Pertama kali aku sarankan, untuk ibu-ibu yang sudah hamil dan menyusui, rajin-rajinlah memeriksa gigi sesuai anjuran yaitu 6 bulan sekali. Bagaimanapun, perawatan itu lebih murah daripada pengobatan bu ibu. #ihik

Ceritanya, pas usia kehamilan Thoriq 9 bulan (itu berarti setahun yang lalu), tambalan gigi gerahamku mulai lepas. Tapi kondisi waktu itu tidak memungkinkan untuk ke dokter gigi. Atau mungkin karena pikiran, “Cabut aja deh” , jadinya mikir mesti nunggu lahiran dulu (kan gak boleh nyabut gigi lagi hamil ya).

Baca selengkapnya Ujian Kesabaran dari Satu Gigi (Hmm…atau Banyak Gigi?)