“Cintanya Boni”

Setelah -ternyata- hampir sebulan gak post apapun di instagram, postingan pertama aku bahas yang “ringan” dulu.

View this post on Instagram

Kalau di instagram, cerita ini mungkin jadi cerita ringan yang kesannya fokusnya tentang Boni semata. Walau adanya Boni dan kucing-kucing lainnya yang ada di kehidupan kami memang selalu punya cerita dan perhatian tersendiri. Tapi kenapa sampai aku catat di buku catatan tentang anak-anak adalah tentang fokus ke kalimat yang dipilih Handzolah.

Baca selengkapnya “Cintanya Boni”

Salah Satu Momen Setoran; Sambil Rebahan di Kasur

Ga ada foto dan rekaman aktivitas yang lagi mau diceritain, jadi pakai foto September 2022.

Mau catat salah satu kondisi hafalan anak-anak.

Hari ini agak meriang jadi sambil nunggu Abang beli lauk, aku rebahan. Aku ajak kembar duluan yang setoran supaya terasa lebih ringan karena mereka lagi setoran di juz 30, setoran surat Al-Balad, Asy-Syams, Al-Lail, Adh-Dhuha.

Setorannya alhamdulilah berjalan dengan smooth. Mereka sambil duduk dekat aku, aku peluk-peluk atau mereka yang dusel-dusel di sekitarku. Sebelumnya juga bisa cium-cium dulu pipi mereka.

Ini sekalian buat meluruskan kesalahpahaman bahwa setoran hafalan itu harus dengan kondisi yang strict banget.

Di beberapa postingan saat kembar masih bayi, bisa dibilang setoran kakak-kakaknya hampir selalu di kamar karena harus menyusui mereka.

Tadi yang setoran, giliran pertama Handzolah baru Kholid.

Pas Handzolah udah selesai, aku bilang ke dia untuk ngelancarin 1 ayat baru yang masih agak kelibet di surat Al-Qolam (kemarin aku tes).

Dia kelihatan keberatan – karena baru aja setoran 3 halaman. Alhamdulillah bisa dibilangin, “Itu cuma 10x Han, Handzolah udah hafal kok. Cuma perlu dibenerin biar ga kelibet.”

Biar dia merasa itu bukan hal yang berat banget.

Yang namanya anak-anak berat ketika ibadah itu wajar, yang dewasa aja gitu kan. Tugas kita bimbing dan didik.

Ada satu syubhat yang aku lihat bersliweran ttg mendidik anak menghafal Al-Qur’an kemudian diidentikkan dengan sekedar mendidik kognitif anak atau hal-hal “negatif” karena anak dipaksa menghafal.

Akhirnya jadi pembenaran untuk “Iya ya, ga usah didik anak hafal Al-Qur’an.”

Semoga Allah mudahkan buat meluruskan pola pikir ini ya.

Disclaimer:
Sendal Handzolah pas lagi rusak terus pakai sendal lama bang Thoriq-nya 😊

13 Juli 2023
Jogja
cizkah

Al-Qur’an dan Ramadhan 2023

Awal Ramadhan (28 Maret 2023)

Ada waktu yang diluangkan untuk mereka.Ga usah khawatir jatah waktu buat tilawah kita sendiri berkurang insya Allah.

Karena yang kita harapkan adalah keberkahan dari setiap aktivitas kita, maka lebih-lebih lagi kalau yang kita luangkan waktu buat mengajarkan Al-Qur’an.

Ke satu anak? Insya Allah lebih-lebih lagi bisa diluangkan ya.

Ke dua anak?
Gpp, semoga Allah mudahkan kita di urusan lainnya.

Tiga anak?
Alhamdulillah, sebenarnya ini sebentar ko.
Ga sampai 1 jam insya Allah.

Baca selengkapnya Al-Qur’an dan Ramadhan 2023

Imamah Kembar

Sebelum berlalu waktu, pingin catet tentang imamah kembar. Aku tahunya dari dulu ini namanya imamah. Sebenarnya, punya imamah ini udah lama banget. Bahkan yang warna hijau udah ada dari zaman Ziyad. Udah sampai lupa, masing-masing itu dapatnya dari mana.

Zaman Ziyad dulu, pernah mainan imamah ini sebentar. Bahkan ada videonya. Sampai ada orang yang ngirimin iqol karena ngeliat Ziyad pakai imamah tanpa iqol. Tapi iqolnya kecil dan sering lepas kalau dipakai. Jadinya jarang dipakai.

imamah ziyad
Ziyad kecil, tahun 2010 usia 3 tahun.
Ziyad tahun 2014. Baru masuk usia 7 tahun.
Ziyad tahun 2014. Baru masuk usia 7 tahun.
Baca selengkapnya Imamah Kembar

Kembar Mulai Sholat di Masjid

Waktu Ziyad dan Thoriq baru masuk pondok, aku sempat langsung tersadar kalau untuk selanjutnya, Abang bakal sendirian saat pergi ke masjid.

Buat yang udah punya anak yang biasa bareng berangkat ke masjid, mesti tau gimana terkadang persiapan ke sholat tuh mesti diatur supaya kamar mandinya bisa dipakai bergantian.

Ada momen berangkat bareng ke masjid dan pulang bareng dari masjid.

Aku pikir, Abang bakal mendapati momen itu bersama kembar, nanti ketika mereka usia 7 tahun insya Allah.

Kembar baru masuk usia 6 tahun Oktober 2022 ini.

Aku juga mengira, karena akan ada jeda yang cukup panjang sampai kembar usia 7 tahun, Abang mungkin butuh adaptasinya lebih-lebih lagi, karena mungkin udah lupa rasanya berangkat sholat yang diiringi harus mengingatkan anak-anaknya yang masih belajar sholat untuk persiapan. Apalagi ini yang perlu dididik dan dibiasakan 2 orang anak kecil.

Itu logika aku dan perkiraan aku.

Baca selengkapnya Kembar Mulai Sholat di Masjid

Hafalan Luma dan Kembar

Beberapa waktu yang lalu, ada yang mengomentari salah satu story yang aku buat di instagram. Berkaitan tentang balance-nya aku dalam berkegiatan bisa di dunia maya dan bermedia sosial.

Jawaban aku :)?

Itu kemungkinan karena “kelihatannya”. Padahal sebenarnya, saat aku bikin story di instagram itu, setelah hampir 10 harian aku gak bikin story atau bikin postingan di feed.

Bahkan kalau dibilang balance berbagai hal di kehidupan nyata ya bisa dibilang “nggak juga”. Yang jelas berusaha menjalankan prioritas.

Utamanya kalau untuk aku, dalam pendidikan anak, prioritas paling utama adalah mendidik Al-Qur’an.

balance kehidupan
Baca selengkapnya Hafalan Luma dan Kembar

Abu Bakar dan Julaibib

Tadi malam, aku dapati kembar lagi pegang buku yang bisa dibilang buku favorit mereka hehe.

Aku tanya lagi baca siapa?
Handzolah baca Abu Bakar.
Kholid baca tentang Kholid.

Kemudian Handzolah nanya, “Emang Abu Bakar nemenin Nabi pas ke Madinah?”

Aku jawab, “Iya dong. Abu Bakar tuh yang selalu nemenin nabi. Yang langsung beriman sama nabi. Makanya Abu Bakar tuh sahabat yang paling disayangin Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam.”

Handzolah langsung nyahut, “Kalau Julaibib?”

Baca selengkapnya Abu Bakar dan Julaibib

Mengulang-Ngulang Saat Belajar Iqro

Seperti aku ceritakan sebelumnya, saat video terakhir yang aku bagikan tentang Kembar Muroja’ah Hafalan Lama, kembar sudah iqro 5. Jadinya, ketika perbaikan hafalan, alhamdulillah sudah bisa sambil melihat Al-Qur’an dan membaca dan melihat posisi ayat.

Tapi, ketika melihat kondisi seorang anak sudah iqro 5, gak usah merasa wah apalagi insecure hehe. Karena, prosesnya – di tiap anak – panjang dan maju mundur.

mengulang iqro 1

Ini foto bulan Juli 2022.
Iqro berapakah itu yang ada di foto?
Iya benar, iqro 1.

Baca selengkapnya Mengulang-Ngulang Saat Belajar Iqro

Kembar Muroja’ah Hafalan

[Versi Instagram bisa diakses di postingan Kembar Hafalan; postingan tanggal 23 Agustus 2022]

Hafalan kembar banyak yang pretel. Tapi memang seperti itu juga dengan kakak-kakaknya. Setelah masuk juz 29, hafalan juz 30 nya setengah buyar hehe.

Sabar (aku pun berusaha sabar). Diulang lagi pelan-pelan. Alhamdulillah kali ini bisa sambil lihat Al-Quran. Karena mereka udah bisa sedikit-sedikit (mereka iqro 5 udah mau selesai alhamdulilah).

Makanya bisa dibilang, malah kembar yang paling butuh intensif dan waktu khusus buat diajar.

Karena mereka belum bisa hafalan sendiri dan belum bisa baca sendiri juga.

Kalau udah dibilang intensif itu, maksudnya aku harus meluangkan waktu khusus untuk ngajarinnya, dan gak terlalu bisa disambi-sambi.

Jangan dibayangin kaya gini terus prosesnya. Aku lagi bolak-balik memanfaatkan berbagai kesempatan dan cari celah. Karena ini dua anaak hehehe.

Kadang sambil masak (lihat situasi apakah masaknya agak selo). Ini biasanya pas nambah hafalan.

Jadi mereka di dapur. Ngulang 1 ayat ganti-gantian.

Kadang, pas yang satunya lagi baca iqro, yang satunya lagi di dekat aku, ngulang 1 ayat. Sebelumnya dipastikan yang dibaca udah bener.

Baca iqro, satu halaman itu bisa lamaa ya…hehe. Nguapnya aja bisa 5x. Apalagi karena ini udah iqro 5, satu halaman tuh panjang yang di baca. Jadi cocok kalau yang satunya dikasih kesibukan yang bermanfaat.

Untuk muroja’ah hafalan lama, sementara seperti di video ini.

Ga selalu berhasil juga tiap hari.
Kadang cuma setoran (hafalan lama) tanpa ada Alqur’an di hadapan.

Entah berapa kali aku bilang, ya begini, rasanya kaya “berantakan”.
Keep moving forward aja.


Secara Masehi, Oktober ini insyaAllah kembar usia 6th.

#kembarcizkah#alquran#tahfidz#homeschooling

Anak-Anak dan TPA Ramadhan

Mau cerita yang lain-lain. Tapi ternyata banyak hal yang terkait dengan TPA Ramadhan ini. Biar bisa fokus ketika cerita tiap bahasan, jadi aku mau cerita tentang TPA Ramadhan dulu.

Di Kampung kami ini, setiap Ramadhan, di masjid dekat rumah, diadakan TPA tiap sore. Semuanya senang karena anak bisa menghabiskan waktu di sore hari dengan kegiatan bermanfaat sambil menunggu waktu berbuka.

Di sana juga, jadinya semua anak di kampung ini benar-benar berkumpul. Lebih banyak dari hari-hari TPA di bulan lainnya.

Ada hal lain yang menarik buat mereka. Setiap pulang dari masjid, mereka akan mendapatkan kotak makan takjil untuk berbuka. Biasanya berisi nasi lauk pauk dan minuman.

Baca selengkapnya Anak-Anak dan TPA Ramadhan

Kembar Puasa

Alhamdulillah kemudahan dari Allah. Sampai hari ini, kembar ikut puasa Ramadhan. Full day langsung dari hari pertama.

Usia mereka sekarang 5,5 tahun.

Sebenarnya, keinginan mereka untuk puasa itu udah ada dari kemarin-kemarin. Karena hutang puasa aku lumayan banyak dan belum lunas, bulan Rajab aku mulai intensif ngejar menyelesaikan qodho puasa.

Setiap mereka tahu aku lagi puasa (bukan hanya ketika bulan Rajab kemarin), mereka juga pingin puasa. Aku bilang insya Allah nanti ya pas bulan Ramadhan. Aku pikir, insya Allah sepertinya mereka udah bisa diajarin pelan-pelan. Dalam arti, aku masih belum terlalu yakin. Alhamdulillah, Thoriq dan Luma juga mulai puasa full ketika mereka sudah usia 6 tahun.

Ketika sahur, biasanya masih ngantuk. Habis sahur, bakal main-main kaya biasa.

Hari Pertama

Waktu sahur hari pertama, karena sudah janji, aku bangunin mereka.

Ternyata mereka beneran mudah dibangunin karena sudah niat mau puasa itu. Padahal, mereka kan tidurnya malam banget. Alhamdulillah tetap cepat bangunnya, diajak pipis dan kumur-kumur dulu.

Sahur hari pertama itu masih gak terlalu yakin mereka bakal puasa beneran full apa engga. Yang penting aku penuhin janji untuk bangunin mereka sahur dan ngajak mereka puasa. Jadi, nyuapin dan nyuruh mereka minum ya masih yang santai.

Ternyata, besoknya, mereka beneran gak seperti kesulitan alhamdulillah. Paling mereka nanya dan ngomong ketika udah jam 5-an sore.

“Buka, Mi?”
“Masih lama, Mi?”

Hehe, karena udah jam 5, jadinya malah tambah aku dorong untuk sabar, sebentar lagi dan seterusnya. Alhamdulillah, walau mereka gak TPA, mereka kan berdua udah kaya sahabatan. Jadi, ngabisin waktu tersisa itu gak kerasa karena udah asyik main berdua. Ini kemudahan dari Allah.

kembar puasa usia 5 tahun

Asupan

Untuk anak-anak semisa Luma, Thoriq dan Kembar, aku beri VCO tiap sahur terutama ketika kemarin-kemarin masa corona. Kalau sekarang, Thoriq gak terlalu soalnya stok vconya juga udah tinggal dikit heheh. Belum beli lagi, jadi diutamakan untuk Luma dan kembar. Terutama bahkan Kholid yang ada kecenderungan batuk-batuk seperti Thoriq kalau kena dingin. Saat sahur segera dikasih VCO dan tolak angin anak. Alhamdulillah biasanya reda dan bisa tidur. Ketika bangun udah gak batuk lagi. Agak cemas kalau sudah batuk karena biasanya mesti macam-macam buat ngeredainnya.

Tahun ini, Abang agak kurang intensif bikin jamu homemade. Karena sudah lelah mengantar anak-anak bolak-balik ujian paket. Sedangkan aku memang biasanya gak handle bikin jamu karena masih ada tanggung jawab lainnya. Intinya sih, aku gak biasa bikin jamu hehe. Itu seperti jadi pembagian tugas yang tak terucap dan disadari masing-masing pihak :D.

Kemungkinan Abang gak bisa bikin jamu ini, jadi pembahasan kami sebelum puasa. Akhirnya alternatifnya, Abang beli ekstrak kunyit dan jahe merah. Ekstrak kunyit ketika diseduh rasanya lebih ke rasa temulawak dan kekurangannya serbuknya agak kurang nyaman untuk anak-anak. Jadinya, gak sering bikin untuk mereka.

Jadinya lebih ke vitamin anak-anak aja yang diminum ketika malam (bukan ketika sahur). Kadang-kadang juga kami beli Kiranti.

Hafalan di Sore Hari

Kalau sudah sore dan aku sedang masak, kakak-kakaknya sudah berangkat TPA, aku malah ajak mereka hafalan supaya mereka gak merasakan waktu berjalan panjang.

Alhamdulillah mereka juga mau dan gak kelihatan lemas atau gimana.

Kadang-kadang aja mereka goda-godain aku dan ngomong, “Buka, Mi?” beberapa kali.

Aku malah jawab, “Ummi gak mau maksa. Kalau kalian mau buka ya gpp. Nanti kalian rasain gimana rasanya buka di tengah jalan. ”

Jadinya malah mereka cengar-cengir ketawa dan ya gak mau buka. Nerusin main mereka.

Gak Ikut TPA

Mereka belum ikut TPA. Karena untuk usia mereka, memang kami gak melepas anak main atau beraktifitas sendirian di luar rumah tanpa pengawasan.

Walaupun ada Ziyad, Thoriq dan Luma, tetap aja bukan yang akan bisa mengawasi sebagaimana layaknya seorang ibu :).

Jadi, kalaupun mereka sesekali aku ajak ke TPA seperti kakak-kakaknya dulu, ya sekedar cuma mampir dan menengok aja. Bukan untuk beraktifitas sebagai santri TPA hehe. Karena mereka alhamdulillah juga udah belajar di rumah. Jadi lebih untuk selingan kegiatan mereka aja.

Selama 17 hari puasa, baru sekali mereka berhasil aku ajak ke TPA. Itu juga karena mereka minta. Kalau Handzolah pernah dengan bang Hen. Kholid gak mau keluar kalau bukan sama aku.

Kenapa gak bisa sering-sering. Karena aku biasanya masih masak dan berakifitas di rumah. Plus juga nunggu momen yang tepat. Gak mungkin kan ninggalin Abang di rumah sama H (yang bantu di rumah). Pilihannya, nyuruh H pulang lebih cepat, atau Abang ikut juga ke TPA hehehhe. Begitulah salah satu perjuangan aku untuk keluar dengan kembar.

Tapi alhamdulillah mereka juga gak pernah yang maksa-maksa atau merengek untuk ikut terus ke TPA. Karena insya Allah di rumah juga tetap bisa beraktifitas menyenangkan.

Hadiah?

Untuk hadiah puasa, dari dulu aku gak bilang ke anak-anak, “Kalau kalian puasa full, kalian akan dapat begini dan begitu.”

Gak seperti itu. Karena itu seperti jadi prasyarat. Jadi lebih ke kalimat lepas aja semisal, “Insya Allah nanti beli hadiah ya buat kalian. Nanti boleh dibuka pas lebaran insya Allah ya.”

Itupun setelah proses berjalan dan melihat prosesnya mereka. Bukan diomongi dari awal. Malah khawatir menganggu fitrah keinginan beribadah yang sudah muncul dari mereka.

Gak pernah juga kasih hadiah uang sesuai mereka full day atau half day puasanya. Alhamduilllah, Allah beri petunjuk untuk ikut berpuasa ke anak-anak tanpa perlu diiming-imingi ini. Benar-benar smooth tanpa tangisan atau rengekan karena memang keinginan untuk ikut berpuasa dari mereka alhamdulillah.

Semuanya karunia dari Allah.

Bisa ngebayangin aku bangunin 5 anak tiap sahur? ^^

cizkah
Ramadhan malam ke 18/20 April 2022

Bangunin Kembar Sahur

Catatan kembar puasa udah ada di blog alhamdulillah.

Sampai hari ini alhamdulillah bi fadhlillah, kembar masih full puasa.

Singkatnya, dari jauh-jauh hari, mereka memang pingin banget puasa.

Selama ini mereka ga rewel atau ada acara nangis-nangis minta buka alhamdulillah.

Baca selengkapnya Bangunin Kembar Sahur

Ngerasain Pelit

Alhamdulillah tahun ini, TPA Ramadhan ada lagi di masjid kampung ini.

Kali ini, Luma udah ikutan secara mandiri ❤️. Alhamdulillah.

Setiap pulang, anak-anak TPA bawa kotak makan takjil.

Luma selalu makan bertiga sama adik kembar, Masya Allah tabarokallah.



Kemarin, ujian untuk berbagi — yang sebenarnya lebih mudah — terjadi ke semua anak kecuali Ziyad karena dia masih di masjid.

Baca selengkapnya Ngerasain Pelit

Ketika Kembar Ikut ke Progo

Kemarin, tanggal 11 April 2022, alhamdulillah akhirnya dapat momen tepat buat keluar rumah. Makanan buat buka udah selesai. Gak hujan. Bertepatan dengan Thoriq dan Luma yang ikut ke TPA yang diadain tiap sore selama bulan Ramadhan.

Jam 4-an aku bilang ke Abang, “Yuk, ke Progo sekarang. Bisa gak?”

Karena beberapa hari yang lalu, udah sempat ada kejadian yang menunjukkan aku tuh udah lama banget gak keluar yang sifatnya buat narik napas dari segala rutinitas, Abang tanpa ragu juga nge-iya-in.

Alhamdulillah, tahun ini, benar-benar menunjukkan akan berakhirnya pandemi. Kami yang udah melalui beberapa sakit yang mengarah ke kena si virus, juga insya Allah gak sestrict dulu 1,5 tahun awal pandemi berlangsung.

Baca selengkapnya Ketika Kembar Ikut ke Progo