Cerita Toilet Training Si Kembar Handzolah & Kholid

Usia mereka udah 21 bulan. Biasanya, kakak-kakaknya mulai toilet training sejak usia 18-19 bulan. Tapi aku kan merasa masih gak sanggup deh. Wong gak toilet training aja udah berapa kali bolak-balik ke kamar mandi, bolak-balik gendong mereka, dst. Intinya sih belum siap fisik dan mental.

Alhamdulillah, suatu malam, beberapa hari setelah lebaran, aku merasa kaya, pengen nyoba toilet training deh. Merasa lagi kuat fisiknya dan merasa cukup siap mental untuk menjalankan proses ini.

Mungkin karena efek libur kerjaan dan homeschooling selama 2 minggu ya. Jadinya pressure yang biasanya ada tiap hari berkurang.  Tambahan lagi, beberapa bulan terakhir ini aku mulai merasa pengeluaran buat diaper mereka ko gede banget ya.

Baca selengkapnya Cerita Toilet Training Si Kembar Handzolah & Kholid

Busa

Percakapan lain dengan Thoriq yang menyadarkan aku tentang kata yang sama secara huruf dan fonetiknya tapi bedaaa banget artinya. Hayo apa istilah bahasa Indonesianya. Homofon, homograf atauu…?

Weekend kemarin aku sempat beli busa tipis berwarna putih. Niatnya sih untuk dalaman tas yang pingin aku jahit. Terus Thoriq pegang-pegang busa itu sambil tanya, “Ini apa Mi?”

“Busa”

“Busa?” dia mengerenyitkan alis.

“Yang kaya di kamar mandi itu?”

He? Langsung berpikir cepat. Ohhhh…langsung ketawa aku. “Ya ya…itu beda sayang busanya. Tapi namanya sama.”

*Thoriq 4 tahun 4 bulan

22 Rajab 1436/11 Mei 2015

Ziyad 6 tahun 3 bulan/6 tahun 5 bulan – Mulai Mandiri In sya Alllah

Gak yakin bener ngitung umur Ziyad kalo secara hijriah :D.

Hafalan

Alhamdulillah Ziyad masih ngulang juz 30nya aja sama surat al-mursalat. Belum nambah-nambah dari kemarin. Masih suka lupa dan ketuker-tuker ayat-ayat yang dia hafal.

Sholat

cd sholat
Hadiah dari Eka Rohmah Ummu Ahmad di Karawang

Karena sudah umur 6 tahun, Ziyad pelan-pelan kadang aku minta sholat di masjid. Aku juga minta abang untuk mulai sering mengajak Ziyad ke masjid. Sama-sama sambil membiasakan. Sebelum itu menjadi sesuatu yang harus diperintahkan. Kadang (gak setiap hari) aku minta dia sholat 1 rokaat aja untuk memperlancar bacaan-bacaan sholatnya. Aku juga membenarkan gerakan-gerakan sholat yang masih salah. Walau sudah belajar wudhu di rumah, biasanya kalau wudhu di masjid seluruh bajunya basah kuyup. Jadi aku minta abang juga mengajarkan mengambil wudhu ketika di masjid.

Saat kondisinya aku sedang berada di masjid juga (mampir saat/dari perjalanan), kesempatan bagiku melihat hal-hal yang masih perlu diberitahu (kalo abang kan belum tentu bisa lihat karena sholat). Misalnya harus mengisi shaf yang kosong.

Sebenarnya ini juga sudah belajar dari buku belajar sholat yang terbitan Perisai Quran. Tapi yang namanya praktek kan memang lebih bagus ya. Kadang yang udah dibaca belum tentu ingat pas prakteknya hehe. Alhamdulillah kemarin juga dapat hadiah dari Eka. CD sifat sholat nabi untuk anak-anak. Masya Allah. Barokallahu fiha..bermanfaat banget soalnya. Ziyad suka banget nontonnya.

Baca selengkapnya Ziyad 6 tahun 3 bulan/6 tahun 5 bulan – Mulai Mandiri In sya Alllah

Thoriq 2,5 Tahun + Ziyad

Video Thoriq Baca Hijaiyah

Ini agak kurang rajin kemarin-kemarin ngasih lihat flashcardnya. Alhamdulillah akhir-akhir ini bisa mulai rajin tiap hari. Kelemahannya mungkin karena lafal yang keluar belum sesuai walaupun mungkin maksudnya ya udah bener :D. Misalnya huruf Ka dia bilangnya Ca…Sya juga keluarnya Ca :D.

Baca selengkapnya Thoriq 2,5 Tahun + Ziyad

Adzan

Malam ini, kami keluar makan nasi goreng dan bakmi godok di sebuah warung di jalan Kaliurang.

Sebelumnya kami ke toko buku Toga Mas untuk mencari beberapa buku yang sedang ingin kubaca.

Sepertinya Ziyad dan Thoriq sudah cukup kenyang. Saat di toko buku, merkea sempat makan jagung masing-masng satu gelas. Saat menunggu kami menghabiskan makanan, Thoriq berlari kesana kemari dan akhirnya duduk memandangi pemilik warung membuat pesanan untuk pelanggan lainnya. Tak lama kemudian dia mulai seperti melantunkan sesuatu. Aku pikir dia sedang menyenandungkan salah satu surat Al-Quran yang sudah kami ajarkan.

Ternyata tak lama kemudian dia mulai menutup telinganya dan mengeraskan lantunannya.

“Allahu akbay..allahu akbay..laaiyaaha iyawyahhh…” Hihii…aku sama abang sama-sama kaget banget…

“Masya Allah, Thoriq lihat dimanaaa..? tanyaku. “Di video mas ya? Hihi…sembarangan aja nyebut semua anak pake kata “Mas” atau “Adek”.

Habis itu dia teruuuus seperti itu. Di jalan aku bacakan lafal-lafal adzan secara lengkap.

Masya Allah Thoriq…barakallahu fiik.

 

***

Usia Thoriq 2 tahun 5 bulan alhamdulillah

Mau Hidup Terus

Ziyad masih berumur 4,5 tahun saat mulai berkenalan dengan kematian. Kematian dari sosok yang dekat dengan dirinya. Kucing betina belang tiga, Telon namanya. Kucing yang selalu kami beri makan jika kami punya sisa-sisa makanan yang bisa diberikan. Namun dengan sebab itu pula, entah kenapa secara otomatis kucing itu menjadi milik kami. Waktu itu sepertinya Telon mati karena terkena racun.  Sepanjang hidupku memelihara kucing, saat mereka mati, mereka akan tiba-tiba menghilang. Allah memang Maha Bijaksana. Kalau semua makhluk hidup mati di tengah lalu lalang kehidupan manusia, betapa repotnya manusia mesti menguburkan semua binatang yang mati di sekitar. Mungkin hampir setiap saat.

Waktu kejadian, Telon terkencing-kencing beberapa kali di teras rumah, sebelum akhirnya tergeletak mati. Kejadiannya pun di depan Ziyad saat dia bermain bersama mas Ukkasyah.

Aku minta Abang pulang waktu itu.  Melihat kondisi Telon yang membujur kaku, aku sedih. Dua ekor lalat juga mengitari jasadnya. Di sekitar tubuhnya juga ada genangan-genangan kecil bekas kencingnya. Abang memilih menggali tanah di pinggir jalan depan rumah kami. Tanah yang biasanya menjadi tempat semak-semak tumbuh atau tempat sampah daun pohon rambutan kami timbun.

Ziyad melihat semua proses itu. Penggalian, penguburan. Kematian.

***

Kematian kedua yang Ziyad sadari adalah meninggalnya Fia karena sebab sakit ginjal. Sosok yang hanya beberapa kali kami temui. Namun semuanya penuh kesan. Bukan hanya bagiku, tapi bagi Ziyad. Dan ketika ia meninggal, itulah pertama kalinya aku mulai sadar, Ziyad sudah mulai paham dengan kematian.

“Dikubur, Mi?” tanyanya waktu itu.

Baca selengkapnya Mau Hidup Terus

Thoriq 1 Tahun 10 Bulan

Mau nulis perkembangan Thoriq kok gak jadi-jadi terus yah. Padahal rencana nulisnya pas dari kapan. Tahu-tahu dah mo umur 2 tahun insyaAllah. Ada juga yang sudah ditulis di kertas, tapi diniatin sekalian ini ah, sekalian itu ah. Malah gak jadi-jadi. Pelajaran pentingnya memang, JANGAN MENUNDA-NUNDA.

Karena mungkin udah terlalu jauh kalau menulis perkembangan dia beberapa bulan kemarin, mo nulis yang dekat-dekat ini aja deh.

Bicara

Sempat berusaha berlapang dada kalau Thoriq bakal lama juga proses bisa ngomongnya. Alhamdulillah Thoriq tapi mau belajar ngomong. Mau diajari ngomong. Kalau Ziyad dulu kan diajari ngomong langsung lari. Plus lagi, aku lebih cepat mengoleskan madu + garam ke lidahnya. Ini saran dari Ibnul Qoyyim. Kalau Ziyad dulu kan pas udah mo 2 tahun. Baru kebaca lagi tips ini dari buku Tuhfatul Maulud.

Alhamdulillah udah banyaak banget kosa-kata yang Thoriq bisa. Banyak juga yang masih belum jelas dan mungkin cuma aku yang ngerti hehe.  Misalnya kejadian beberapa waktu yang lalu. Thoriq lagi di dapur sama abang. Aku lagi di depan.

“Ici…” Maksudnya permisi. Seneng deh, anak umur segitu udah tahu permisi hihi. Abis permisi gitu (ceritanya dia mo ngambil susu di kulkas), trus dituangin kan susunya sama abang.

“Aci…” Maksudnya makasih. Kalo yang ini juga alhamdulillah Thoriq gak mesti dibilangin.

Dia juga udah jelas manggil Ummi. Kalo Abi masih sering manggil Mi juga. Tapi dia udah bisa juga manggil Abi.

Banyak hal (kemampuan) yang mungkin lebih cepat terserap karena sudah ada contohnya (dari Ziyad).

Baca selengkapnya Thoriq 1 Tahun 10 Bulan

Toilet Training Thoriq Versi Siang

Baru 7 hari sih Thoriq menjalani proses toilet training. Tapi karena berkesan mo aku catat keburu terlupakan dengan kesan-kesan lain di hari mendatang insyaAllah.

Usia Thoriq 17 bulan (atau hampir 1,5 tahun). Dulu Ziyad toilet training usianya pas 1,5 tahun.  Alasan aku toilet training di usia ini karena pernah baca tabloid Nakita lama, berdasar hasil penelitian, toilet training yang dilakukan lebih dini malah memakan waktu lebih lama. Dan yang aku ingat, waktu baca kisaran yang disarankan, aku catat dalam hati, “InsyaAllah mau toilet training umur 1,5 tahun.” Alhamdulillah setelah 3 bulan proses toilet training, Ziyad lepas total dari diaper dan hampir gak pernah ngompol lagi siang malam.

Baca selengkapnya Toilet Training Thoriq Versi Siang

Ziyad Syaikhan – 4 tahun 10 bulan –

Ckckck…udah lama banget gak ngisi blog. Apa daya, apa daya…^^
Langsung aja ah..udah lama gak nyatet perkembangan Ziyad…Banyak yang kelewat ataupun sulit tercatat secara detail. Berbagai kejadian setelah Thoriq lahir, proses belajar di rumah, dan lain-lainnya.

Kalo lihat Ziyad sekarang, aku dan abang sering banget bilang, “Masya Allah…anak ummi udah gede sekarang, barokallahu fiik.” Aku ingeeettt banget satu moment ketika dia baru berusia sekitar 3 mingguan, waktu mba Susi istrinya ust Aris datang. Mba Susi komentar, “A itu itu udah gede.” Kayanya pembicaraannya berkisar Ziyad yang lahir dengan berat 2.75kg deh. Waktu itu aku memandang bayi Ziyad yang sedang tidur tertutup kojong (tau kan…yang kaya tudung saji buat menghindari dari nyamuk itu loh). Dan kalo inget itu..ah…dan tentu saja banyak memori lainnya…jadi terharu.

Baca selengkapnya Ziyad Syaikhan – 4 tahun 10 bulan –

Tukang Coret Kedua

Baiklah…sejak hari ini, resmi ada tukang coret kedua dalam rumah ini, yaitu bernama Thoriq Ibrohiimm…><‘

thoriq nyoret

Itu tadinya nyoret di ubin…hadeuh…”Ini sayang…di kertas ya…”

Malamnya dia asyik lagi corat-coret tanpa sepengetahuan aku…soalnya akunya lagi sibuk bikin bolu ketan item lhooo (request si abang tercintah). Eh enak banget ternyata yaa masyaAllah…cuma ada pelajaran yang didapat nih..tapi di postingan lain insyaALlah cerita tentang bolu ketan itemnya.

thoriq nyoret
Hasil coret-coret di ubin malam hari

Btw…Thoriq udah bisa jalan semingguan lebih nii…alhamdulillah…sama kaya Ziyad berarti, pas umur setahun udah bisa jalan.

 

Thoriq lagi (11 Bulan)

Perkembangan Thoriq ada yang kelupaan kecatet kemarin…plus ada yang udah nambah juga.

Koordinasi tangan-mata:
Bisa membolak-balikkan kertas buku. Ini dia suka banget, apalagi buku yang judulnya “Baba Gorila” (buku tentang pengurangan tapi dalam bentuk cerita gitu).

Nah kalo lagi bongkar-bongkar rak buku-buku Ziyad, yang biasa ditarik duluan itu biasanya buku “Super…”.(gak usah disebut judul lengkapnya deh hehe)…Ini buku tentang Himpunan.

Dia juga mulai suka menepatkan tutup toples/gelas dengan toples/gelasnya.

Baru-baru ini juga mulai bisa ngelus kepala Ziyad pake tangan dengan benar. Kalo dulu kan dikaplok hehe. Ternyata dikasih tau yang bener ini kaya ginii – sambil ngelus-ngelus Ziyad -, ngerti juga ya, masyaAllah.

Kelihatan kalau mulai mau ngomong dan berkomunikasi. Kata yang biasa dia maksudkan dia lagi ngomong itu, “papah…” gak papa maksudnya. Tadi aku main-main “Ammmm…”, nunjukin dia makan sisa jeruk dia yang berceceran, dia konsen ngeliatin mulut aku terus ngomong, “amm…” hihi…lucu masyaAllah.

Kecerdasan Thoriq Masya Allah (11 Bulan)

Di video ini, Thoriq sedang bermain pesawat dengan mengeluarkan suara “Ngeenng…ngeenngg…” Yang pinternya lagi masyaAllah, dia selalu cari posisi yang benar supaya roda pesawat/mobil di bawah.

Hehe…aku gak tau deh ini termasuk perkembangan pesat atau bukan…soalnya dulu seingat aku, Ziyad gak kaya gini (deuu…emang beda kali ya tiap anak). Thoriq termasuk anak yang bisa main sendiri alhamdulillah, gak harus selalu ditemani. Diam-diam, ngutak-ngatik, obrak-abrik (kalo ini semua anak kaliii).

Asal diberi contoh, insyaAllah Thoriq dengan cepat menangkap dan mengingat. Tapi setiap yang dipegang, termasuk misalnya mainan sapi atau kuda, nanti dia juga suaranya, “Ngeeenng….ngeennnggg” sambil dilambaikan di udara seakan-akan itu pesawat hehe. Atau mainan mobil juga gitu…tapi apa aja juga bisa jadi mobil.

Baca selengkapnya Kecerdasan Thoriq Masya Allah (11 Bulan)

Mainan Mahal

Salah satu perkembangan bayi, adalah dapat meraih benda yang ada di depannya (kordinasi tangan-mata) dan biasanya dimasukkan ke mulutnya. Entah kenapa, Thoriq suka sekali dengan handphone aku atau barang-barang elektronik dan barang kotor lainnya (contohnya mouse).

Dari akhir Agustus, hpku sony ericsson, resmi gak bisa dibuat telpon, karena suara aku gak kedengaran oleh penelpon. Tadinya gak ngeh kenapa. Sampai kemudian baru nyadar, kalo Thoriq itu suka banget ngisep2…dan yang diisep itu selalu bagian bawah hp-nya (pinter banget emang masyaAllah), dan di bagian bawah itu kan ada komponen yang buat nyarger (hp sony itu colokannya lebar gitu).

Padahal sebelumnya hp itu juga udah susah payah kalo dicharger…(dulu awal di jogja juga punya hpnya sony ericsson masalahnya sama…kemarin kok gak kepikiran ya pas beli).

Baca selengkapnya Mainan Mahal

Thoriq Ibrohim 4 Bulan

Buat yang ga terlalu suka dengan pencatatan milestone anak, yah di skip aja kalo gitu. Ini emang buat catatan aku sendiri dan tidak ada maksud untuk membandingkan dengan anak lain atau sebaliknya. Cuma sebagai catatan, oh, secara umum insya Allah perkembangannya sudah bagus. Gitu lowh.

Sebenernya udah terbatas banget waktunya buat nyatet beginian, tapi dibawa santay saja.

Thoriq, kalo secara kalender syamsiah, usianya 4bln 1 hari tgl 6 ini (woops, aku ngetik ini jam 00. 15, gimana dong…, jadi udah tanggal 7 ya).

Alhamdulillah perkembangannya bagus insya Allah, motoriknya, udah bisa megang mainannya dengan lebih mantep dan dibawa ke mulutnya. Udah bisa lihat Abi-nya walau dari kejauhan, dan ngerespon diajak ketawa dari jauh ketawa juga.

Kalo abang Ziyadnya nangis langsung ikut nangis, kalo abang Ziyadnya ketawa ikutan ngekek2.

Ngoceh masih sering…udah dari umur 2 bulan.

Udah berhasil masukin jempol ke mulut dari….eng…2 minggu yang lalu apa ya. Lupa. Oya, tentang ngisep jempol ni, kalo aku mah dibiarin aja, gak dilarang2. Kan banyak juga ibu2 yang ngelarang karena takut anaknya kebiasaan. Insya Allah engga kok. Pernah baca itu bagian dari perkembangannya dia. Dulu Ziyad juga gitu. Mungkin motorik dan indra ya.

Beratnya tanggal 3 kemaren ditimbang 8 kg! Pantes aja punggung ummi cenat cenut rajin pake koyo. Huhu…Sejak Thoriq lahir dan sukanya minta digendong terus, akhirnya nyoba pake koyo, kalo balsem takutnya kelupaan cuci tangan. Dulu2 gak pernah padahal pake koyo.

Hari ini dia juga udah bisa tengkurep sendiriiii…yeaayyy…alhamdulillah…Hihi…tapi ngerengek2 kalo udah tengkurep gak bisa baliknya. Ini tidurnya juga jadi gaya kesamping gitu sambil ngenyot jempol. Trus tau2 keterusan tengkurep, jadinya ngrintih2 mukanya nempel kasur *soalnya kan tidur*.

Hmm…apalagi ya…itu aja kali ya. *Postingan garing…* Biarinnn ini kan buat catetan akuuw…

Bujang Satuku – Dua Tahun Dua Bulan (bag 2)

Hehehe…banyak yg ketinggalan di catatan kemarin…’ala kullia haall…kalo direnung-renungin, semua proses mengajarkan -bayi- yg tadinya tidak bisa apa-apa emang butuh proses yg panjang dan butuh perjuangan tersendiri.

– toilet training –
Ziyad akhirnya bisa menyampaikan dia mau pipis sendiri membutuhkan waktu 5 bulanan.

– penyapihan –
Ziyad lepas ASI stlh 4 bulan penuh.

– gosok gigi –
Butuh sekitar 8 bulan sampai akhirnya Ziyad mau buka mulutnya tanpa dipaksa dan digosok seluruh giginya bahkan mau disikat lidahnya. Mulainya dari usia 1 th 2 bln.

Baca selengkapnya Bujang Satuku – Dua Tahun Dua Bulan (bag 2)