Mini Habits; Kebiasaan Kecil yang Bermanfaat

Pagi ini, dapat secercah inspirasi dari akun yang aku ikuti. Dulu ngikutin akunnya, karena beliau ahli typography. Sempat request ke Abang untuk ikut kursus onlinenya. Oh ya, ini karena aku berusaha serius atas berbagai hal yang aku perlukan untuk pekerjaanku insya Allah. Dan I do love what i do insya Allah. Baca selengkapnya Mini Habits; Kebiasaan Kecil yang Bermanfaat

Cerita Toilet Training Si Kembar Handzolah & Kholid

Usia mereka udah 21 bulan. Biasanya, kakak-kakaknya mulai toilet training sejak usia 18-19 bulan. Tapi aku kan merasa masih gak sanggup deh. Wong gak toilet training aja udah berapa kali bolak-balik ke kamar mandi, bolak-balik gendong mereka, dst. Intinya sih belum siap fisik dan mental.

Alhamdulillah, suatu malam, beberapa hari setelah lebaran, aku merasa kaya, pengen nyoba toilet training deh. Merasa lagi kuat fisiknya dan merasa cukup siap mental untuk menjalankan proses ini.

Mungkin karena efek libur kerjaan dan homeschooling selama 2 minggu ya. Jadinya pressure yang biasanya ada tiap hari berkurang.  Tambahan lagi, beberapa bulan terakhir ini aku mulai merasa pengeluaran buat diaper mereka ko gede banget ya.

Baca selengkapnya Cerita Toilet Training Si Kembar Handzolah & Kholid

Tips Merebus Telur; Matang dalam 5 Menit!

Alhamdulillah saya sudah mencoba tips ini berkali-kali sejak tahun 2017. Apalagi di waktu sahur. Jadi terasa lebih mudah karena cukup 5 menit, kompor bisa dipakai yang lain. Sebelum berpanjang-panjang, kita langsung masuk dulu ke tipsnya.

telur-rebus-cepat-5menit
Ini adalah tampilan telur ketika direbus. Saya buka tutupnya sebentar untuk mendokumentasikan tips merebus telur 5 menit ini

Baca selengkapnya Tips Merebus Telur; Matang dalam 5 Menit!

Ketika Sibuk “Ngurusin” Hidup Orang Lain

Hidup itu pasti ketemu orang yah. Apalagi pas momen lebaran gini. Kemungkinan ketemu orangnya makin banyak. Apalagi sama keluarga. Masalahnya, aku baru sadar kalo semakin kita ketemu banyak orang, semakin kemungkinan ghibahin orang itu terbuka lebar. Karena ketemu fulan kabarnya begini. Ketemu fulanah kabarnya begitu. Kalo ada yang gak sreg di hati, manusiawi default-nya pengen aja gitu ngomongin. Na’udzu billah min dzalik.

Kalo udah gitu, bagusnya momen-momen ketemu banyak orang kita ikutin dengan ibadah tambahan. Biar pikiran langsung teralihkan ke ketaatan aja. Gak jadi buat maksiat. Atau kalau kelepasan ghibah, biar cepat-cepat dihapus dengan kebaikan*. Tentu aja harus sadar diri kalo habis berbuat dosa jadi harus banyak-banyak istighfar dulu deh dan taubat.

Sebenarnya ada lagi sih kejadian lain yang bikin ketemu orang itu, bisa jadi salah-salah kalau hati gak dikelola dengan baik.

Kadang kita kepo sama urusan orang. Pas akhirnya tahu, terus gak sesuai ekspetasi, malah jadi bicarain.

Baca selengkapnya Ketika Sibuk “Ngurusin” Hidup Orang Lain

Malaikat itu Apa?

 

Sebuah percakapan dengan Luma.

Anak-anak kan suka dapat hadiah stiker/tatto pas beli coki-coki satu bungkus. Nah, jatah yang selalu dibagi kakak-kakaknya ke Luma itu stiker kuda poni. Oh…Luma gak kenal – alhamdulillah – kartun-kartun poni yang sepertinya lagi booming ya? Sekedar dia memang suka aja karena itu kuda dan bentuknya yang feminin kan. Kakak-kakaknya mana mau.

Baca selengkapnya Malaikat itu Apa?

Slow Living; Bagaimana Cara Menjalani Slow Living?

Karena kita muslim, cara berpikir juga harus dikuatin berpikir sebagai seorang muslim. Ketika mendapatkan sesuatu untuk diterapkan di kehidupan, mesti dipikir dan ditimbang lagi; ini gimana sih kalo dalam Islam? Sesuai gak sih sama syari’at? Atau malah jangan-jangan bisa bahaya buat agama kita.
Baca selengkapnya Slow Living; Bagaimana Cara Menjalani Slow Living?

Cara Merendam Baju dan Mencuci Baju Manual

Sejak ada sepupu suami yang nolongin aku di rumah, aku makin sadar ternyata pengetahuan tentang rumah tangga itu sebenarnya juga butuh magang atau pelatihan. Biar nanti pas udah jadi ibu rumah tangga punya bekal untuk mengerjakan berbagai urusan domestik. Ini terutama jika di rumah, sebelumnya tidak/belum memiliki bekal-bekal tersebut. Kalau ada yang belum punya pengetahuan ini, alamat adaptasi pas udah nikah mesti jatuh bangun. Atau berakhir dikerjakan sama ART (yang juga belum tentu punya pengetahuan maksimal hehe). Jadi dilematis kan?

Baca selengkapnya Cara Merendam Baju dan Mencuci Baju Manual

IXL dan Anak-Anak

Dulu, setelah nyoba sebulan IXL utk Thoriq, sempat ga lanjut lagi langganannya selama beberapa bulan. Ketika akhirnya mutusin langganan lagi, alhamdulillah kami memutuskan untuk berlangganan setahun sekalian untuk dua anak: Ziyad dan Thoriq. Bayar untuk 2 anak jatuhnya per anak sekitar 700ribuan/tahun. Mulai berlangganan awal Juli 2017.

Alhamdulillah ga nyesel insya Allah. Pengeluaran “besar” kaya gini, bagi kami yang homeschooling biasanya kami samakan dengan bayar uang gedung/pendaftaran ulang hehe. Tapi jauh lebih murah yang jelas. .

Tetap Jadi Guru untuk Mereka

Nge-ixl itu, bukan berarti aku bisa leha-leha nunggu beres mereka latihan.
Tetap ada saat-saat aku harus ngajarin berulang-ulang sebelum akhirnya mereka paham dan ngerjain soal sampai selesai.

Ada saat harus terus motivasi bahwa mereka mesti teliti. Bahwa mereka bisa. Karena ada saat (sering malah) mereka ngerasa ngedown ngerjain soal IXL. Terutama karena ketika mereka salah jawab, nilai mereka bakal turun lagi.IXL itu kan target selesainya kalau sudah mencapai nilai 100. Bukan berarti ngerjain 100 soal ya. Ada alogaritmanya sendiri. Biasanya soalnya dibikin bertahap. Kalau sudah mencapai nilai 90 biasanya masuk ke tahap yang lebih harus teliti lagi dan lebih ke soal yang anak itu diyakini sudah paham konsep dasarnya baru bisa ngerjain. Kalau salah, turunnya kadang langsung jeglek jadi 80-an lagi. Dan itu yang suka bikin mereka kesal.

Baca selengkapnya IXL dan Anak-Anak

Jatah

Sebagai orang yang lahir di keluarga dengan anak banyak (lima itu cukup banyak kan yah), aku cukup terbiasa dengan sistem penjatahan. Apalagi kondisi ekonomi Mama Papa saat aku masih kecil memang serba tak pasti. Sudah biasa bagi kami untuk mendapat jatah makan satu rempela dan satu hati perorang untuk makan siang malam. Terserah nanti mau pilih makan hati dulu atau rempela dulu. Ziyad terheran-heran sekali mendengar cerita ini. Mungkn karena sebab itupula aku juga jadi penyuka lauk hati. Karena lauk hati bisa dicuil sedikit-sedikit tapi tetap berasa cukup sampai suap nasi terakhir, sedangkan rempela harus digigit ukuran lebih besar dan cepat habis sebelum nasinya habis. Jika lauknya telur, maka jatah per orang adalah satu setengah telur untuk makan siang dan malam. Silakan diatur sendiri apa mau makan setengah telur saat siang dan satu telur saat malam atau sebaliknya. Biasanya aku makan setengah untuk makan siang, biar puas pas makan malamnya. Makan lauk tanpa nasi, atau dalam bahasa kami “Gadoin lauk” itu adalah peristiwa langka. Sekalinya dibolehkan, senangnya luar biasa.

Baca selengkapnya Jatah

Kisah Persalinan si Kembar Bagian 3; Bukan Karena Banyak Uangnya

Akhir-akhir ini, alhamdulillah dapat kabar gembira dari orang-orang yang dekat dengan kami akan hadirnya buah hati – insya Allah – di antara mereka. Nah…di sela-sela obrolan ini itu tentang kehamilan, muncul juga pembicaraan tentang biaya yang dicover asuransi kesehatan tertentu.

Intinya, ada yang karena khawatir tentang biaya persalinan, untuk kemudian merasa perlu untuk menggunakannya. Ada juga tadinya tahunya itu haram, tapi dengar kabar-kabar angin dari teman lainnya bahwa itu boleh kok, udah halal kok.

Biasanya, kami tetap menyarankan untuk berusaha dengan dana mandiri. Tapi gak maksa juga. Cuma memberi masukan aja. Keputusan tetap di keluarga masing-masing kan ya.

Waktu akhirnya aku diputuskan harus caesar, dan dengan mantapnya Abang bilang gak pake suatu jaminan/asuransi kesehatan, itu bukan karena…
Baca selengkapnya Kisah Persalinan si Kembar Bagian 3; Bukan Karena Banyak Uangnya

Ketika Harga Ayam Naik

Harga ayam akhir-akhir ini naik. Kalau aku mengomentari hal semacam ini, biasanya Abang jawabnya sederhana aja, yang intinya ya udah gpp. Lha wong kita mo nernak sendiri juga belum tentu bisa. Ini kan enak, udah disembelihin, udah dibersihin, udah dipotongin. Tinggal beli aja. Kalau tentang makanan nanti jawabnya, “Adek kalo bikin mungkin jualnya lebih mahal lagi. ” Ngomong sambil ceringisan sama-sama.

Baca selengkapnya Ketika Harga Ayam Naik

Mba Luma

Pergantian tahun 2015-2016 dilalui Abang dengan umroh (gratis).  Rezeki diajak ust. Abduh, sekalian membuat dokumentasi tentang umroh.  Waktu itu umur Luma belum genap 2 tahun.  Tepatnya 1 tahun 10 bulan. Mama datang dari Jakarta untuk menemaniku mengurus anak-anak.

Alhamdulillah waktu itu aku udah mulai bisa naik motor. Bahkan, waktu itu jadi moment aku menambah skill karena gimanapun aku harus belanja untuk makanan anak-anak dan  ngeposin pesanan poster.  Dan semuanya itu, pasti mesti ke jalan besar.

Baca selengkapnya Mba Luma

Review Buku: Totto Chan’s Children; A Goodwill Journey to the Children of the World

review-buku-totto-chans-children-cizkah

Bulan kemarin,  aku lagi pingiin banget baca buku yang ringan-ringan.  Selingan dari buku bacaam yang ada di rumah. Pas akhirnya udah di toko buku,  seperti biasa, aku manfaatin sisa-sisa waktu terakhir untuk milih buku yang mau aku beli. Waktu terbesar mah untuk milih buku anak-anak dan pritilannya mereka

Maksud hati sih beli buku cerita fiksi ringan atau bukunya yang agak nyastra dikit. Mungkin karena emang pas milihnya buru-buru, jadinya ngerasa gak ada yang cocok di hati. Mungkin juga, karena kriterianya adalah bacaan yang bukan fiksi percintaan non-halal apalagi yang berbau kesyirikan hehe. Berat beneerr syaratnya.

Baca selengkapnya Review Buku: Totto Chan’s Children; A Goodwill Journey to the Children of the World