Masakan dengan bahan tambahan tempoyak, termasuk makanan khas Melayu. Tempoyak sebenarnya buah durian yang sudah difermentasi. Bagi yang belum biasa, makan masakan dengan bumbu tempoyak butuh perjuangan sendiri. Namun, saat sudah menemukan kecocokan – sama seperti yang saya alami – muncul juga kerinduan. Rasa manis, asam yang tidak akan didapatkan di bumbu masakan lainnya.
Resep ini sebenarnya super sangat sederhana. Kekuatannya tentu saja di tempoyak itu sendiri. Sayangnya untuk daerah Jawa, tak ada orang yang menjual tempoyak. Alhasil, saya mengandalkan tempoyak yang biasa dibawa oleh ibu mertua dari Jambi ketika mengunjungi kami di Yogyakarta.
Palsu…itu kalo seseorang menulis atau membahas tentang kebahagiaan, padahal dia jauh dari Allah. Jauh dari Islam. Jauh dari syari’atnya.
Palsu…seperti para komedian. Yang berbuat sesuatu untuk ditertawakan, padahal ternyata dirinya sendiri tak bisa tertawa bahagia.
Palsu…seperti para aktor komedian luar, yang sepanjang hidupnya dikenal sebagai seorang yang humoris, lugu atau terlihat tanpa beban. Namun ternyata mengalami bipolar disorder…atau bahkan mati bunuh diri karena depresi.
Palsu…
Aku sangat yakin itu palsu.
Sedang bersedih karena seorang penulis yang aku sempat mengikuti perkembangannya beberapa tahun terakhir, akhirnya buka jilbab. Baca selengkapnya Palsu
Waktu kecil, aku sering merasa tidak bisa mengungkapkan keinginanku. Tidak bisa mengutarakan alasanku. Atau bahkan tidak bisa menyuarakan apa kata hatiku. Sampai akhirnya terbersit keinginan untuk mencatat apa yang ada di otakku. Alasannya, supaya nanti kalau aku punya anak, anakku tidak mengalami hal yang sama. Aku ingin aku mengerti anakku. Aku khawatir kalau aku lupa, bagaimana rasanya di posisi anak.
Sayangnya, ide itu gak aku wujudkan. Cuma beberapa kali muncul setiap kali ada rasa sesak di dada yang tak bisa diungkapkan saat Mama atau Papa memarahi atau melakukan sesuatu yang tidak sesuai kata hatiku.
Masa kecil, dewasa, orang tua, dan masa tua memang seperti ada wilayah di otak (atau hati?) yang punya cita rasa sudut pandang tersendiri, memorinya sendiri dan pengambilan kebijakan sendiri. Yang ketika telah lewat masanya, seperti seakan tak bisa dikembalikan lagi. Sudah habis terkikis bersama umur yang bertambah.
Ini sebenarnya buat catatan aku sendiri. Karena kerjaannya lompat-lompat, dari illustrator ke photoshop, dari photoshop terus ke dashboard, dari dashboard ke text wrangler (text editor) dst. Nah..karena aku gak pake software WYSIWYG web editor (what you see is what you get semacam dreamweaver, alias cuma pake semacam notepad gitu), makanya generator-generator yang bertebaran di web ni bermanfaat banget. Apalagi kaitannya sama kode-kode CSS.
Border-radius: http://border-radius.com/. Sebelum tahu ada generator ini, suka mikir dan searching dulu (karena gak hafal kodenya kalo udah mesti beda-beda tiap sudut). Alhamdulillah mudahin banget kalo pake ini.
Warna: http://www.0to255.com/ ini juga enak banget karena kita bisa milih warna dan akan terpampanglah berpuluh gradasi dari warna yang kita pilih.
Text-shadow (kalo ini baru searching sih hihihi…karena prinsip text-shadow sama kaya box shadow). Jadi, terdiri dari: [nilai shadow horisontal ] [nilai shadow vertikal] [nilai kebluran shadownya]. Tapi kalo mo coba-coba bisa ke http://www.cssportal.com/css3-text-shadow-generator/. Nah kalo lihat menu di samping kanan tuh malah banyaak lagi generator lainnya. Tapi mari kita fokus ke yang biasanya sering (aku) butuhkan :D. Alternatifnya pakai ini http://www.css3generator.in/text-shadow.html. Ada langsung pilihan yang mungkin mau dicoba-coba. Tapi aku biasanya pake standar aja.
Yeey..alhamdulillah jadi juga poster terbaru. Poster angka 1-100. Dan disertai gambar kendaraan sebanyak 100 buah loh!! Benar-benar gambar manual setiap kendaraannya, terus di inking, terus discan dan dibikin versi vectornya. Pas gambar sih lebih dari 100. Pas bikin versi vectornya aku bikin pas 100 buah hihihi.
Dan pas udah jadi, rasanya lega dan yang pasti seneng bangettt. Sampai gak sabaran rasanya pingin lihat versi cetaknya. Dan alhamdulillah, sore jadi, malam abang setuju ke percetakan. Karena emang kebetulan pas ada 2 jenis poster yang habis stocknya. Pas udah jadi, tambah seneng lagi. Karena lucu banget masya Allah. Langsung tempel buat anak-anak sendiri. Sengaja di pasang di sisi tempat tidur Thoriq.
Thoriq…dah 5 tahun (secara kalender hijriah). Tapi dari tingkahnya…ya gitu..hehe..Masih suka bikin ketawa. Walau udah mulai sering juga bikin ngelus dada :D. Tapi intinya sih, dia masih fase anak-anak balita banget.
Celetukan-celetukannya masih sering bikin kami cekikikan.
Contohnya pas kejadian kami lagi makan es alpukat bareng. Dikerok-kerok sendiri, kasih susu, gula..hmm…
“Mi..saudi arabica tuh dimana sih?”
Hag hag hag. Mungkin sering denger aku sama abang kalo lagi ngomongin kopi. Disamping dianya juga suka banget sama kopi.
“Arabica mah kopi Thoriq…” sambil cekikian.
Kejadian lain pas pagi-pagi dia baru bangun. Terus dia megang bagian sensitifnya. Aku sama abang yang lagi deket dia juga kebetulan ngeh.
“Mikir apa Thoriq?” aku tanya dia. Thoriq itu kalo mikir kelihatan. Posisi kepalanya tuh agak miring dan seperti ngelirik.
“Mi..ini isinya apa sih?” Hahaha…
“Darah”, kata abang.
Dia masih heran dan mengulang pertanyaan yang sama beberapa kali. “Isinya apa sih?” Maksudnya mungkin, ko darah bisa keras. Aku bilang aja, “Ya darah..kalo darahnya lagi ngalir deras, biasanya jadi keras. Kalo dingin juga. Kalo pagi-pagi juga.”
Video kartun binatang dan dinosaurus ini sangat menarik dan lain dari biasanya. Jangan tanya kenapa dinosaurus dibedakan dari binatang ;D. Mungkin karena memang dinosaurus spesies yang lain dari yang lain dan sudah punah. Jenisnya pun bermacam-macam, mulai dari yang di darat, udara dan air.
Video ini sebenarnya merupakan -semacam- trailer dari isi Big Noisy Book (Bisa didapatkan di amazon.com). Tapi isinya sudah sangat menghibur anak-anak. Penyajiannya juga sedikit berbeda dari kartun lainnya. Membuat anak betah melihatnya.
Video Kartun Binatang
Video Kartun Dinosaurus
Semoga bermanfaat dan memberi tontonan sehat untuk putra putri tercinta 🙂
Mati itu pasti.
Akhir-akhir ini banyak kematian di sekitar yang pastinya patut diambil pelajaran.
Kejadian yang paling bikin aku mikir adalah tentang perempuan yang lagi ngambil S2 di Jogja. Usia masih sekitar 30-an. Meninggal dalam kecelakaan tunggal. Meninggalkan anaknya perempuan yang masih usia 3 tahun. Beritanya sempat nyebar di berbagai media sosial, karena ketika kecelakaan dia bersama anaknya yang masih kecil itu. Qodarullah ternyata dia meninggal dan anaknya selamat. Akhirnya karena gak ketahuan identitasnya, menyebarlah informasi supaya jika ada yang mengenali bisa membantu pihak rumah sakit mengidentifikasi.
Yang jadi renungan aku banget:
Betapa kita sebagai orang tua, pasti pingin banget bisa nemenin anak-anak sampai gede. Berharap mereka umur panjang dalam ketaatan. Berharap kita bisa nemenin terus mereka, bimbing mereka. Apalagi anak-anak yang masih kecil-kecil. Betapa kita tahu mereka tuh masih butuh banget sama keberadaan orang tua. Keberadaan ibunya. Tapi kita gak bisa nunda. Kalau memang sudah ajalnya. Kita juga gak bisa milih kita mau mati kaya gimana. Sakit dulu atau tiba-tiba. Atau bahkan mati dalam tidur. Gak ada yang tahu.
Rasa khawatir mikirin anak-anak itu udah gak bisa kita bawa. Karena diri kita sendiri yang sudah perlu dikhawatirkan. Apakah selamat dari adzab kubur? Apakah bisa mendapat kelapangan kubur? Apakah bekal kita cukup?
Terus gimana ya?
Terus aku bisa apa? Kalau misalnya ternyata terjadi pada diriku sendiri?
Jawabannya…sebenarnya sebagaimana sudah kita ketahui bersama.
Berusaha sebaik-baiknya menjadi hamba yang bertakwa.
Banyak doa…Doain diri sendiri, anak-anak, keluarga.
Pengen banget sih pesen (lagi) ke abang, untuk segera cari ibu baru untuk anak-anak kalau memang terjadi aku meninggalkan mereka lebih dulu. Tapi setiap mo ngomong malah jadi mo nangis heheh. Pengen juga pesen ke anak-anak, kalo ummi gak ada…………malah lebih lagi mo nangisnya heheh. Padahal reaksi mereka ada yang udah ngerti, ada yang setengah ga ngerti, ada yang gak ngerti sama sekali hehe.
Ya Allah, panjangkanlah umurku dan keluargaku dalam ketaatan, dan perbaguslah amalanku.
#edisirenungan
Aku kalo nulis blog gak selalu langsung jadi. Termasuk tulisan ini. Dan kemarin baru aja juga ada kabar ada pelajar LIPIA perempuan yang bernama Annisa Sholihah meninggal karena tertabrak bis. Allahummaghfirlaha warhamha…
Benar-benar kematian itu dekat yah.
Belajar arah mata angin itu sudah ada dari kelas 2 kalo gak salah. Nah, materi ini diulangi lagi di kelas 3. Materi dan soal yang diberikan agak lebih kompleks daripada pelajaran di kelas 2.
Nah..tapi inti materi dan soal yang biasa keluar adalah seperti yang aku buat dalam satu file arah mata angin di atas. Insya Allah anak jadi lebih mudah paham.
Untuk Ziyad, sebenarnya aku udah ajarain pake senandung mata angin yang dari dulu sudah beredar. Tapi gak bikin dia paham atau hafal juga hehehe. Alhamdulillah dibikinin dengan gambar di atas dan materi pokoknya dia ingat.
Beliau adalah Abdurrohim bin Syamsuri.
Beliau meraih juara 1 se-Asia Pasifik kategori 30 JUZ
Beliau juga meraih juara 4 pada lomba Dubai International Holy Qur’an Award ke-19 yang berlangsung di Dubai, Persatuan Emirat Arab (PEA)
Perilaku orang tua dalam mendidik mencerminkan suatu porsi besar masalah pendidikan anak. Orang tua yang sukses dalam mendidik anak adalah para orang tua yang memperoleh pengalaman mendidik dari anak-anak mereka. Mereka memperolehnya dari anak-anak mereka melalui perkembangan reaksi-reaksi mereka yang mengingatkan agar menahan marah ketika menghadapi perilaku-perlaku buruk anak mereka dan memberinya petunjuk agar berlaku lemah lembut.
Ambillah contoh situasi berikut ini
Anak-anak bermain dengan gaduhnya.
Ayah mereka menyuruh mereka bermain dengan tenang.
Mereka mengacuhkan kata-katanya.
Sang Ayah membentak, “Bermainlah dengan tenang atau kalian harus masuk kamar!”
Anak-anak menampakkan kepatuhan, “Ya Ayah, kami akan main dengan tenang”, akan tetapi mereka masih saja bermain seperti itu.
Sang ayah naik pitam, “Jika kalian tidak tenang juga, ayah hajar kalian!”
Anak-anak diam seribu bahasa.
Tetapi, apa yang mereka pelajari? Mereka belajar bahwa ayah mereka sungguh-sungguh hanya ketika mengancam akan memukul.
Dan apa yang dipelajari sang ayah? Ia belajar bahwa anak-anaknya tidak menyimak nasihat; mereka hanya mengerti bahasa “hajar”.
Kedua belah pihak, sang ayah dan anak-anaknya, mempelajari hal yang keliru.
Ambillah contoh lain berikut ini;
Setiap kali Khalid (bocah 5 tahun) pergi bersama ayahnya ke warung sayur, ia meminta sekantong permen. Suatu kali, sang ayah menolak memberinya. Mulailah Khalid mendesak. Sang ayah tetap menolak.
“Tidak, Khalid, ayah tidak akan membelikanmu permen apapun.”
Tak ayal, si bocah mengamuk dan menendang-nendang lantai; mukanya memerah dan tangisnya pecah. Ayahnya mengancam akan memukulnya jika ia tidak berhenti mengamuk dan menangis. Tetapi, Khalid malah menangis semakin keras dan mengejang semakin kencang.
Setiap orang yang ada di tempat itu pun memandangi Khalid dan ayahnya. Akhirnya, sang ayah menyerah dan membelikan permen yang anaknya inginkan.
Nah, apa yang Khalid pelajari dari situasi ini?
Ia benar-benar belajar bahwa ucapan “tidak” sama sekali tidak berarti. Sang ayah telah mengucapkannya lebih dari satu kali, tetapi toh ia tetap membelikan apa yang Khalid inginkan.
Ia juga belajar, apabila menghendaki sesuatu, ia harus mendesak, merengek, menangis dan menendang-nendang lantai; semua perilaku inilah yang membuat sang ayah menyerah dan memenuhi permintannya.
Dan apa yang dipelajari ayahnya?
Ia benar-benar mempelajari bahwa sarana untuk menenangkan Khalid dan cara agar tidak berada dalam posisi sulit di tengah situasi rumit adalah membelikan apa yang Khalid inginkan, apapun itu.
Demikianlah, kebanyakan orang tua berkeyakinan bahwa pasrah dan memenuhi berbagai permintaan anak merupakan satu-satunya sarana untuk memadamkan amarah dan jeritan mereka. Tidak perlu diragukan lagi, ini adalah suatu kesalahan yang memperparah keadaan. Sebab, tatkala kita mengganjar amukan dan rengekan anak dengan hadiah, berarti kita mengajari mereka untuk bertambah marah di masa depan. Akibatnya, perilaku mereka malah memburuk.
Walaupun cuma 3-4 kali sempat belajar sama ust.Abdurrohim, bagi Ziyad, Ust. Abdurrohim adalah gurunya.
Belajarnya juga sebentar, diajak abang. Video di atas adalah pertemuan Ziyad pertama kali dengan ust. Abdurrohim. Umurnya sekitar 6 tahun. Kelihatan agak grogi dia hehe.
Sudah baca artikel terbaru di ummiummi? Yuk, baca terus praktekin bagi yang belum mraktekin hihi. Mudah-mudahan dapat pahala. Anaknya siwakan, ibu bapaknya juga dong ya. Kita hidupin sunnah Nabi shallallau ‘alaihi wa sallam. Di artikel itu dibahas lengkap dari tips penyimpanan plus juga ada tips penggunaan/cara untuk menyiwaki bayi.
Ada videonya juga. Sebenarnya, videonya mo dimozaik di bagian wajah Luma.
Tapi akhirnya ketahuan, kalo mo gimanapun, itu video susah kalo mo dibikin mozaik di bagian wajah. Akhirnya dengan “bismillah”, kita upload video itu. Jangan lupa doakan keberkahan ya, say Masya Allah wa barokallahu fiihaa.
Siwakan for baby ini udah mulai dari pas zamannya Thoriq. Tapi waktu itu belum kepikiran bikin artikel. Pas ngejalanin ini lagi di Luma, baru kepikiran. Mudah-mudahan bermanfaat. Yuk siwakan. Biar dapat ridho dari Allah. Plus sehat bangetttt insya Allah.
Ohya, kalo ada yang mikir, “Kok itu tangan kiri sih”
Anak-anakku semuanya pas bayinya refleknya kiri banget loh. Apalagi Luma. Alhamdulillah sekarang semuanya tetep pake tangan kanan^^. Kalau Luma masih proses. Tapi alhamdulillah udah mulai terbiasa kanan. Insya Allah kapan-kapan bikin tulisan tentang itu ya.
Gigi susu mulai tumbuh di usia sekitar 6 bulan atau di atas itu. Seiring waktu, gigi yang tumbuh semakin banyak. Pun jenis makanan yang masuk ke mulut sang bayi juga semakin beragam. Bahkan bisa jadi setelah satu tahun ke atas, mulailah sang bayi mengenal berbagai jenis makanan manis.
Biasanya orang tua memulai membersihkan gigi bayi dengan handuk atau dengan sikat gigi khusus bayi – dengan atau tanpa pasta gigi bayi -.
Islam dan Kebersihan Mulut
Alhamdulillah, Islam memberikan tuntunan dalam kebersihan. Termasuk tentang masalah gigi. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam adalah sosok yang suka bersiwak. Istri beliau tercinta, Aisyah rodhiallahu ‘anha menceritakan, bahwa hal yang pertama kali dilakukan Rosulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam saat masuk rumah adalah bersiwak*. Jika kita membaca sirah perjalanan nabi, maka di akhir hidupnya pun, beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam masih sempat juga bersiwak.
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam pun menjelaskan keutamaan bersiwak dalam sabdanya,
“Bersiwak itu akan membuat mulut bersih dan diridhai oleh Allah.” (Shahih, HR. An Nasa’i, Ahmad, dll)
Siwak dan Bayi
Jadi, kenapa kita tidak terapkan siwak ini sejak dini pada bayi kita. Kayu siwak yang digunakan untuk bersiwak tidak melalui proses atau penambahan zat kimia apapun. Kayu ini diambil dari pohon Siwak (atau lebih dikenal dengan pohon Arak). Sehingga insya Allah aman untuk bayi.
Bahkan, siwak telah direkomendasikan oleh WHO. Berikut kutipan dari wikipedia,
Dahan dan akar pohon ini selama berabad-abad digunakan sebagai pembersih gigi alamiah, sebagai mana dahan ranting yang berserat dan lembut telah direkomendasikan oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) untuk membersihkan gigi dan mulut secara alami. Penelitian menunjukkan bahwa di dalam serat pohon ini mengandung bermacam-macam zat yang sangat bermanfaat, seperti fluoride, abrasive, antiseptik, astringent, deterjen, danenzyme inhibitor. (wikipedia siwak)
Tips Penyimpanan Siwak
Saat digunakan orang dewasa, mungkin lebih mudah karena sering digunakan dan cepat habis. Nah, saat digunakan bayi sedikit butuh trik agar kayu siwak bisa dipergunakan semaksimal mungkin. Karena yang sering terjadi, kayu siwak masih panjang tapi sudah keburu kering. Saya mencoba berbagai hal berikut agar siwak lebih awet.
Setelah digunakan, masukkan siwak ke plastik kedap udara (plastik klip), Kemudian masukkan ke kulkas agar terjaga kelembabannya. Siwak paling awet jika disimpang dengan cara ini.
Jika tidak ada kulkas, bisa diletakkan di gelas yang berisi air (tempat yang lembab).
Jika terlanjur kering karena diletakkan di udara terbuka, rendam dalam air. Insya Allah kayu siwak akan kembali “berisi” dan segar.
Siwak yang atas patah, jadi ketika direndam hanya setengah bagian yang terkena air yang menjadi segar kembali
Potong ujung siwak setiap 2-3 hari.
Saat bayi mulai besar, siwak bisa diletakkan di kamar mandi. Karena lokasinya yang lembab, insya Allah siwak tidak mudah kering.
Ini adalah contoh gambar siwak yang sudah kering.
Cara Penggunaan Siwak pada Bayi
Sama seperti cara penggunaan pada gigi orang dewasa. Kulit ujung siwak kita potong terlebih dahulu. Kemudian bagian serabutnya dilembutkan. Baru kemudian digosokkan ke gigi sang bayi.
Untuk awalan, Bunda bisa sekedar sekali mengusapkan siwak ke gigi bayi. Hal ini bisa dilakukan kapan saja, tidak harus ketika mandi.
Saat masih hanya beberapa gigi, untuk memudahkan, Bunda bisa menyiwaki si kecil dengan posisi tiduran (seperti pada video).
Saat mulai besar, Bunda bisa mulai menyiwaki si kecil di kamar mandi. Biasaya saya memposisikan tubuh di belakang sang anak. Dengan posisi ini, kita lebih mudah mengatur kepala anak, mudah membuka mulutnya dan menyiwakinya dengan tangan kanan.
Silakan lihat video ini untuk melihat prakteknya secara langsung. Pada video ini, usia Luma sekitar 1 tahun. Giginya baru ada 6. Empat di atas dan dua di bawah. Jika gigi bayi sudah bertambah, maka disikat semuanya, termasuk geraham, lidah dan langit-langitnya. Insya Allah setelah terbiasa dan kita juga mempraktekkan dalam kehidupan sehari-hari, bayi tidak akan menolak saat kita hendak menyiwaki giginya.
Catatan hadits:
* عَنْ عَائِشَةَ أَنَّ النَّبِىَّ -صلى الله عليه وسلم- كَانَ إِذَا دَخَلَ بَيْتَهُ بَدَأَ بِالسِّوَاكِ
Dari Aisyah rodhiallahu ‘anha bahwasanya dia berkata, “Adalah Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bila hendak masuk rumah beliau mulai dengan bersiwak.” (HR Muslim: 253)
Sebenarnya udah lama banget ga terima pesenan web. Ngerjainnya kapaan hehe. Tapi beberapa bulan yang lalu akhirnya coba terima. Dengan anggapan ada bantuan untuk input data (minta bantuan adek ipar hag hag hag).
Alhamdulillah terlalui juga.
Pas ngerjain ini, jadi tahu biaya pendidikan sekolah formal di luar sana.
Sepertinya, mungkin dari pihak sekolah belum ada orang khusus yang menangani websitenya. Jadi, isi kontennya masih sama persis seperti aku selesein kemarin hehe.
Seperti aku bilang kemarin…Ziyad sudah sampai surat An-Najm alhamdulillah. Dan sudah mulai proses menghafal surat Ath-Thur.
Ini berarti Ziyad sudah hampir hafal 4 juz. Prosesnya masih terbilang lambat dengan track record dia menghafal yang sudah cukup lama hehe. Hafalan lainnya masih banyak PR untuk diperkuat.
Dari semua yang telah terjadi selama ini, sebenarnya, aku menyimpan sebuah harapan.
Ziyad, Allah bukakan hatinya, dan tergerak, kemudian bisa seperti Syarif dalam video Musafirul Ma’al Qur’an Syaikh Fahd Al Kandari di episode yang ini hehe.
Kalau belum nonton, tonton dulu deh sejenak. Nanti baru nyambung sama tulisan aku berikutnya.