Frequently Asked Question (FAQ) tentang Homeschooling SD

Pertanyaan yang biasa  muncul seputar homeschooling SD adalah: gimana ijazahnya, belajarnya gimana, jadwal belajarnya gimana….dan seterusnya. Di sini aku coba jawab satu persatu versi Ziyad ya dan versi yang aku ketahui ya. Artinya, aku sendiri masih terus belajar tentang homeschooling.

Ijazah

Ijazah untuk homeschooler – jika memang ingin mengambil ijazah – bisa melalui PKBM (pusat kegiatan belajar mengajar). Atau bisa juga ikut ujian di sekolah payung.  Ada juga yang tersedia secara internasional. Tapi aku sendiri masih belum “nyebur” untuk meneliti opsi yang terakhir.

Sebenarnya, dulu aku tahunya kalau orang yang ambil paket ini adalah orang yang putus sekolah atau gak lulus di sekolahnya hehehe. Konotatif banget ya. Tapi insya Allah seiring waktu, jadi bergeser ternyata keberadaan PKBM ini berarti untuk berbagai pihak. Banyak keluarga lain yang juga memilih homeschooling. Dan itu bukan berarti dari keluarga yang tak berpendidikan ataupun tak mampu. Jadi, tak usah khawatir. Insya Allah ijazah ini diterima untuk melanjutkan ke jenjang pendidikan berikutnya.

Untuk saat ini, opsi yang kami pilih adalah dengan jalur PKBM. Opsi lain bukannya berarti gak ambil. Bisa jadi berubah dalam perjalanannya.

Baca selengkapnya Frequently Asked Question (FAQ) tentang Homeschooling SD

Haruskah…?

Betapa keikhlasan sulit didapatkan…
Betapa kedudukan begitu menyilaukan…

Haruskah menyebut-nyebut sebuah tetes keringat yang dapat menghilangkan keikhlasan?
Haruskah melihat kedudukan untuk menerima kebenaran?
Haruskah merasakan kekayaan untuk menghilangkan iri hati?
Haruskah merasakan kemiskinan untuk menumbuhkan empati?

by cizkah

13 November 2013 (6 years ago :D)

* Lagi lihat dashboard ada postingan yang diprivate. Termasuk yang ini. Hmm…lupa kenapa masuk private-an. Publish aja ah…

* Edisi puitis dan merenung

Busa

Percakapan lain dengan Thoriq yang menyadarkan aku tentang kata yang sama secara huruf dan fonetiknya tapi bedaaa banget artinya. Hayo apa istilah bahasa Indonesianya. Homofon, homograf atauu…?

Weekend kemarin aku sempat beli busa tipis berwarna putih. Niatnya sih untuk dalaman tas yang pingin aku jahit. Terus Thoriq pegang-pegang busa itu sambil tanya, “Ini apa Mi?”

“Busa”

“Busa?” dia mengerenyitkan alis.

“Yang kaya di kamar mandi itu?”

He? Langsung berpikir cepat. Ohhhh…langsung ketawa aku. “Ya ya…itu beda sayang busanya. Tapi namanya sama.”

*Thoriq 4 tahun 4 bulan

22 Rajab 1436/11 Mei 2015

Sayaaang Sama Uang

Sejak beberapa hari yang lalu, Ziyad lagi terobsesi sama mainan yang bisa berubah (transform) dari mobil ke robot. Padahal dulu dia udah punya pas masih hadiah hafal surat Al-Lail...berarti sekitar umur 6 tahun.

Oh ya, alhamdulillah sejak 2 minggu yang lalu Ziyad sudah selesai juz 28. Masuk ke juz 27, kita bikin perjanjian baru. Karena gak bisa kasih hadiah per surat karena kepanjangan, akhirnya hadiahnya per halaman. Uang. Nilainya 10 ribu ;D. Kita dorong dia untuk nabung. Tabungannya itu nanti bisa dia manfaatkan untuk beli yang dia inginin. Plus kita arahkan juga untuk mengalokasikan – beraat bahasanya ;D – untuk shodaqoh.

Baca selengkapnya Sayaaang Sama Uang

Edit Sensor Buku, Aktifitas Mendidik dan Bermanfaat untuk Anak

Banyak pengetahuan yang memang bisa didapatkan dari buku. Banyak juga buku yang secara tampilan menarik untuk dibaca. Sayangnya, tidak semua isi dan ilustrasi buku baik dan bagus.

Beberapa buku pengetahuan kami, isinya disampaikan dengan model komik. Ada tokohnya, ada pembicaraannya, ada ceritanya. Anak-anak sukaa sekali dengan buku ini.

Sayangnya, terkadang, dari pembicaraan yang dilakukan tokoh ada hal-hal yang sebenarnya kurang baik berdasarkan syariat Islam. Atau bahkan alur cerita yang kurang mendidik bahkan bisa merusak akidah. Yang seperti ini, biasanya kami edit.

Buku yang lain, memuat pengetahuan dengan ilustrasi yang menarik.

Sayangnya, banyak wanita digambarkan dengan aurat terbuka. Yang seperti ini pun, kami edit :).

Karena kita pada asalnya, bertanggung jawab atas anak-anak kita.

Jangan sampai anak-anak “rusak” akidah dan pemikirannya karena buku-buku yang kita belikan untuk mereka.

Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam juga bersabda:

كُلُّكُمْ رَاعٍ وَكُلُّكُمْ مَسْئُولٌ عَنْ رَعِيَّتِهِ اْلإِمَامُ رَاعٍ وَمَسْئُولٌ عَنْ رَعِيَّتِهِ وَالرَّجُلُ رَاعٍ فِي أَهْلِهِ وَهُوَ مَسْئُولٌ عَنْ رَعِيَّتِهِ وَالْمَرْأَةُ رَاعِيَةٌ فِي بَيْتِ زَوْجِهَا وَمَسْئُولَةٌ عَنْ رَعِيَّتِهَا

Setiap engkau adalah pemelihara, dan setiap engkau akan dimintai pertanggung jawaban mengenai apa yang menjadi tanggung jawab pemeliharaannya: Seorang pemimpin adalah pemelihara, ia akan dimintai pertanggung jawaban mengenai apa yang menjadi tanggung jawab pemeliharaannya. Seorang laki-laki juga pemelihara dalam keluarganya, ia akan dimintai pertanggung jawaban mengenai apa yang menjadi tanggung jawab pemeliharaannya. Dan seorang perempuan adalah pemelihara dalam rumah suaminya, ia akan dimintai pertanggung jawaban mengenai apa yang menjadi tanggung jawab pemeliharaannya. [HR. Bukhari]

Manfaat Aktifitas Ini:

  • Orang tua mengetahui isi bacaan anak.
  • Anak sambil belajar mengetahui mana yang patut dan tidak patut untuk dilihat ataupun diserap ilmunya.
  • Anak belajar mengetahui mana yang benar dan salah.

Alhamdulillah, di buku-buku selanjutnya yang kami miliki, anak-anak mulai paham dan bahkan mereka sendiri yang kemudian memberitahu jika mereka menemukan hal yang perlu untuk diedit.

Yuk lihat-lihat buku-buku kami yang telah diedit.

Lihat, ada aktifitas yang mengajarkan anak untuk membuat jimat. Padahal jimat sangat terlarang dalam Islam.
Aurat yang telah ditutup
Pada buku ditulis kodok bernyanyi. Padahal suara kodok adalah tasbih. Sangat berbeda jauh antara nyanyian yang melalaikan dan tasbih yang berarti memuji dan mengingat Allah bukan?

Kesimpulan:

Yuk…edit dan sensor buku bersama anak.

Tak usah merasa sayang bukunya akan rusak atau kotor. Karena kita sedang menjaga agar anak kita tidak rusak dan kotor akhlaq dan pikirannya ^^.

Hadits-hadits yang berkaitan dengan buku di atas adalah sebagai berikut:

  • Suara katak adalah tasbih.
    لا تقتلوا الضفادع فإن نقيقها تسبيح
    “Janganlah kalian membunuh katak, karena suaranya adalah tasbih.”(Riwayat Al-Baihaqi, no. 19166. Al-baihaqi mengatakan, Keterangan ini mauquf (keterangan sahabat), dan sanadnya sahih).
  • Hukum makan katak adalah haram. Karena sesuatu yang haram untuk dibunuh konsekuensinya haram untuk dimakan.
  • Hukum memakai jimat adalah haram karena bisa menjatuhkan seseorang dalam kesyirikan.
    Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam lantas bersabda, “Gelang tadi malah membuatmu semakin lemah. Buanglah! Seandainya engkau mati dalam keadaan masih mengenakan gelang tersebut, engkau tidak akan beruntung selamanya.” (HR. Ahmad 4: 445 dan Ibnu Majah no. 3531).

Update Desember 2021:
Sampai masa kembar, aktifitas ini masih terus dilakukan. Salah satu manfaat edit sensor, anak juga tahu penerapannya dalam praktek sehari-hari yang baik seperti apa. Contoh penerapannya ada di tulisan Sensitif dengan Kata Untung.

cizkah
2 Mei 2015

.

Playdate #4

Acara hari playdate kali ini beragendakan kreasi flanel, games anak tentang rukun iman dan sharing antara ibu tentang proses belajar apa yang telah berhasil dilalui bersama anak dan apa yang belum. Oh ya satu lagi, bapak-bapak yang ikutan nganter kali ini juga bisa ada kesibukan belajar panah :D.

bahan-kreasi-flanel-homeschooling-jogja
Bahan kreasi flanel

Baca selengkapnya Playdate #4

Proses Thoriq Belajar Menulis (4 tahun)

latihan menulis latin
Salah satu gambar thoriq, terinspirasi game piggy yang merakit-rakit berbagai komponen biar jadi kendaraan. Lihat berbagai garis yang bisa menjadi dasar untuk sebuah huruf 🙂

Pada dasarnya, aku masih menggunakan cara yang sama seperti pas ngajarin Ziyad dulu. Dalam arti, gak banyak materi (formal) yang diajarin. Fokus.

Menulis, adalah sebuah aktifitas yang membutuhkan effort yang cukup besar dari seorang anak. Apalagi di usia balita heheh.

Jadi, sampai saat ini, sebenarnya aku gak pernah “menugaskan” Thoriq untuk belajar menulis.

Model belajar kami di rumah – terutama untuk usia balita –  adalah unschooling. Unschooling itu secara mudah bisa dipahami proses belajar tanpa kurikulum tertentu – yang biasanya ada jadwal terstrukturnya setiap hari – .  Model unschooling, anak dibiarkan explore belajar. Tapi bukannya dibiarkan tanpa aturan dan tanpa arahan atau sampe sama sekali gak ada acara “dibimbing dan diajarkan” :). Aku merasa cocok dengan model ini, karena sejatinya, setiap hal bisa dijadikan pelajaran. Dan kita belajar itu untuk diamalkan dalam kehidupan.

Baca selengkapnya Proses Thoriq Belajar Menulis (4 tahun)

Proses Thoriq Belajar Baca Iqro dan Latin

Proses belajar latin Thoriq memang lebih cepat dari Ziyad. Karena proses belajar Iqro-nya dia juga lebih cepat dari Ziyad. Bukan aku yang nyepetin…tapi dianya alhamdulillah yang lebih mudah. Mungkin juga faktor sering ngelihat flashcard atau poster wkwkwk 😀 (yang ini advertorial banget :D).

Tapi beneran ko. Alhamdulillah karena proses pengenalan perhurufnya udah lancar, jadinya pas proses awal-awal belajar lebih mudah.

Tapi dalam perjalanannya, gak selancar di awal-awal hehe. Karena mungkin kerasa makin susah ya. Kalau misalnya rajin sebenarnya bisa baca latin atau Qur’an dalam 6 bulan. Tapi karena proses belajar itu banyak cobaannya, jadilah sedapat momentnya. Gimanapun kan soalnya anak gak bisa dipaksa ngeluarin huruf yang kita minta hehe.

Kalo Thoriq ini, akhir-akhir ini aku ngerasanya dia mulai ngerasa sulit di belajar iqro. Jadinya kaya beban kalo pas aku bilang baca iqro dulu ya. Biasanya berhasil/mau baca kalo emang dia dah pingin banget nonton. Padahal kalo dijalanin sebenarnya dia bisa-bisa aja kalo baca perhuruf. Akhirnya kemarin aku putusin untuk, “Ya udah Thoriq, kita ulang lagi dari awal ya iqro 5-nya.”

Terus kaya masih berat juga nih ngelihat materi di halaman pertama. Akhirnya aku bilang lagi, “Ah…kita ulang lagi aja dari Iqro 4 ya.”

Baca selengkapnya Proses Thoriq Belajar Baca Iqro dan Latin

Resep Pempek Ubi

Punya kuah pempek berlebih, tapi rasanya kok tak sempat lagi untuk membuat adonan pempek. Dibuang mubadzir. Disimpan, sepertinya malah akan tak termakan – berarti mubadzir juga-.

Alhamdulillah, ternyata pasangan kuah pempek itu gak melulu adonan campuran tapioka dan ikan loh. Resep ini saya dapatkan dari mertua tercinta yang berasal dari Jambi. Rasa saat di makan, tak kalah nikmat dengan pempek ikan.

Bahan:

2 – 3 ubi
Terigu
Minyak untuk menggoreng
Garam seujung sendok kecil

Cara membuat:

1. Potong-potong ubi memanjang kotak-kotak.

pempek-ubi-cizkah-ummiummi1
Ini agak kebesaran irisan ubinya 😀

 

 

2. Campur dengan terigu dan garam. Dikira-kira sampai semua terigu tercampur rata dan licin.

pempek-ubi-cizkah-ummiummi1

 

pempek-ubi-cizkah-ummiummi1
Supaya gak salah paham, sendok di gambar sebelumnya itu bukan sendok makan hehe. Bisa jadi pembanding ini antara sendok makan dan sendok sayurnya. Potongan irisan ubinya jadi kelihatan ya kira-kira seberapanya.

3. Goreng

— Selesai ^^

pempek-ubi-cizkah-ummiummi1

Alhamdulillah, panganan praktis, mudah dan sehat karena dibuat sendiri bisa menjadi santapan keluarga tercinta.

Tambahan:
Panganan ini biasa disajikan di Jambi tempat suami saya.
Bahkan saat acara pernikahan, pempek ubi ini disajikan untuk sajian snack tamu para ibu-ibu.

cizkah
2 April 2015
.

Agar Buahnya Tak Rusak

Hama dan penyakit sering menyerang  jahe merah, kudu alias wajib kita ketahui pada saat kita memutuskan mencoba budidaya tanaman ini.  Serangan hama dan penyakit sedapat mungkin kita cegah, karena ini adalah cara yang terbaik.  Namun apabila serangan terhadap tanaman sudah terlanjur terjadi, setidaknya ada usaha dan cara untuk menanggulanginya.


Ini adalah kutipan yang saya dapat dari sebuah website tentang tanam-menanam. Lihatlah ungkapan yang saya cetak tebal. Betapa seorang yang bergelut di bidang tanam menanan sangat memperhatikan tanamannya. Kata-kata itu sebenarnya segaris dengan hal yang perlu kita lakukan saat kita sedang membimbing buah hati.

Bagaimana maksudnya?

***

Mendidik anak adalah perjuangan. Apalagi jika menginginkan anak itu menjadi anak yang salih. Anak yang bisa menjaga ketakwaan dirinya. Bahkan setelah kita tak ada lagi di dunia ini. Menjadi bekal bagi kedua orang tua.

Belum lagi jika kita sebagai orang tua ingin menghantarkan anak kita ke tingkatan tertinggi di dalam surga. Rasanya memang tak mungkin jika badan ini kemudian mendapatkan itu dengan bersantai-santai. Lalu apa bedanya kita dengan mereka yang dijadikan dunia dan isinya indah namun terhempas dalam nestapa di akhirat nanti?

Tingkatan tinggi yang saya maksud tadi adalah apa yang dikabarkan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam kepada kita, bahwa seorang penghafal Qur’an, akan menaiki tangga sesuai bacaan (hafalan) yang dimilikinya*. Semakin banyak hafalannya tentu semakin tinggi tingkatannya. Bahkan bagi yang telah sempurna menghafalkannya, dapat memberikan mahkota kepada kedua orangtuanya.

Antara Asa dan Realita

Harapan tinggi itu, harus dihadapkan dengan segala apa yang ada pada seorang anak. Rasa malas, rasa ingin bermain terus, rasa ingin bersenang-senang. Jika membiarkannya, tentu saja mudah. Hidup mungkin jadi lebih santai.

Saat saya sedang terpuruk dengan rasa ketidakberdayaan, saya terus berpikir, bagaimana dan bagaimana. Namun saya tidak ingin kehilangan asa itu. Saya tidak ingin kalah. Apakah saya sudah cukup berdoa? Apakah saya sudah berusaha semaksimal mungkin? Apakah saya sudah bertawakal dengan baik kepada Allah?

Tiba-tiba saja, entah kenapa saya teringat kepada pak petani.

Lalu saya tersadar bahwa saya masih jauh dari pak petani. Saya salah ketika mengharapkan “tanaman” itu tumbuh dalam semalam. Saya sedang dalam masa merawat dan menjaga. Agar hasil dan buahnya nanti baik dan tidak rusak.

Belajar dari Pak Tani

Pak petani, tentu berusaha dengan sepenuh hati. Agar tanamannya tumbuh dengan baik. Diberi pupuk, dijauhkan dari hama. Di sisi lain, tak ada yang dapat tahu apa yang terjadi besok dengan tanaman yang ia tanam. Maka ia bertawakal kepada Allah sepenuhnya. Bukankah Allah sudah berjanji, siapa yang bertawakal kepada Allah, maka Allah akan cukupkan baginya?

Perenungan itu menghibur dan menyadarkan saya. Bahkan saya sampaikan dari hati ke hati kepada anak saya yang telah berusia 8 tahun itu.

Kita ingin menjadi salih, maka harus berusaha. Dirawat, di siram, diberi pupuk, dijaga dari gangguan, dijauhkan dari sesuatu yang menyakiti dan berbahaya.

Pak petani, akan menghilangkan rumput-rumput di sekitar tanamannya. Ia kecil-kecil, tapi biasanya banyak. Ini membahayakan. Menyerap sari-sari yang seharusnya bisa diserap oleh tanaman utama. Bisa merusak hasilnya sebagiannya atau bahkan seluruhnya.

Ia akan menjaga tanamannya dari hama. Diusirnya jauh-jauh.

Maka jika diterapkan kepada anak kita, semua usaha tersebut bisa kita terjemahkan seperti ini.  Gangguan tentu akan selalu ada, bahkan banyak (rumput-rumput kecil). Maka kita harus sabar menguranginya, satu persatu, agar hasilnya nanti tak sampai rusak. Bahkan jika ada gangguan besar yang membahayakan dan berpengaruh besar, semisal kawan yang buruk, lingkungan yang buruk, maka kita harus segera menjauhkan anak kita dari hal tersebut. Ini demi kebaikan mereka sendiri di masa mendatang.

Maka mari Bunda salihah, kita bersabar, berdoa dan terus menjaga buah hati kita. Jangan menyerah dan jangan putus asa. Yang kita inginkan adalah anak salih. Buah yang baik. Semoga Allah selalu menjaga anak-anak kita dan kita dimudahkan untuk menjaga anak kita. Aamiin ya robbal ‘alamiin.

Oleh: cizkah ummu ziyad
Artikel: ummiummi.com

 

 

Tips Ketika Prahara Rumah Tangga Melanda

Diam kata orang adalah emas. Belum lagi ada hadits yang menyatakan bahwa berkata baik atau diam. Atau bisa dibilang, kalau mau bicara yang jelek-jelek -apalagi tentang suami- lebih baik ga usah aja, diam saja.

Namun, yang terjadi biasanya saat prahara rumah tangga, kecenderungan seorang wanita adalah ingin berbicara. Ingin membela diri. Ditambah lagi…ketika tak sampai rasa hati kepada suami, akhirnya untuk mendukung perasaan bahwa dia adalah yang paling benar, ingin saja ditumpahkannya cerita segala “salah”nya suami dan betapa “benar”nya dia sebagai istri kepada orang lain – baik itu teman ataupun orangtuanya sendiri-.

Ada dua tips untuk ibu-ibu salihah agar prahara tersebut tak makin membesar, yaitu diam dan tak diam. Prahara rumah tangga memang bertingkat-tingkat. Namun seringkali, yang kecil-kecil bisa menjadi besar dan memalukan karena perkara diam dan tak diam ini. Merugi rasanya jika sebenarnya perkara itu karena sekadar lantaran sang suami yang letih atau istri yang sedang dalam masa PMS (pre menstrual syndrom). Tapi kemudian masalah – kecil yang menjadi besar itu – diketahui segelintir sahabat yang kemudian menyebar ke sahabat si sahabat. Atau akhirnya menjadi bahan yang membuat martabat suami jatuh di depan orang tua kita sendiri.

Diam

  • Diam saat suami melepaskan emosinya adalah hal yang lebih tepat dibandingkan terus menjawab dengan perasaan dan logika apapun dari seorang perempuan. Jika memang perlu berkata menerangkan, maka terangkan dengan santun dan baik. Jangan berkata yang hanya menimbulkan pertentangan dan menambah runyam keadaan.
  • Diam menahan diri untuk tidak membuat “pengumuman” dalam bentuk apapun di social media. Mungkin zaman dulu, tidak perlu ada poin ini. Namun kini, di saat ada facebook, twitter, instagram, whatsapp dan lain-lain terbentang lebar menggoda seseorang untuk melontarkan segala apa yang ada di otak dan perasaannya sebagai bentuk luapan kekesalan – yang tidak pada tempatnya -, poin ini menjadi begitu penting.

Tak Diam

Jika terus berdiam diri hanya akan menambah kesempatan setan untuk menjejalkan berbagai hal buruk tentang suami dan masalah yang kita hadapi, maka Anda bisa tak diam dengan melakukan hal berikut.

  • Ambil wudhu, sholat atau bacalah Qur’an.
  • Mainlah dengan anak-anak dengan aktifitas yang “lepas” dan menyenangkan. Meniup gelembung sabun, bermain siram air atau hal lainnya yang membuat anak-anak tertawa bahagia -, maka semoga Anda pun menjadi bahagia -. Syukurilah nikmat itu.
  • Bicaralah dengan kawan-kawan Anda. Bukan..bukan untuk curhat masalah yang sedang terjadi di rumah tangga Anda. Tapi untuk berbincang ringan. Berbagi manfaat.Hal ini insya Allah juga akan meredakan rasa sesak di dada. Membuat pikiran Anda lebih terbuka.Curhat tentang masalah prahara rumah tangga bisa jadi malah menambah sesak karena Anda tak mendapatkan solusi positif dari permasalahan – yang sebenarnya anda dan suamilah yang paling tahu letak masalahnya dan sebenarnya bisa mencari solusinya -.Dengan curhat, bisa jadi yang bertambah malah kebencian kepada suami Anda – , membuka aib suami atau rumah tangga. Dan jika curhat itu kepada orangtua, maka hal itu bisa mengurangi rasa cinta dan kepercayaan dari orangtua kepada suami Anda.

Maka jika prahara rumah tangga melanda, yuk endapkan dulu baik-baik masalah tersebut. Biarkan air yang keruh kembali jernih. Coba selesaikan masalah itu terlebih dahulu berdua bersama suami. Jangan buru-buru “mengumumkan” persoalan rumah tangga – yang tidak ada keluarga manapun bebas darinya -. Semoga Allah memudahkan kita bersama suami terus saling menasihati dan membangun ketakwaan kepada Allah Ta’ala.

Oleh: cizkah ummu ziyad
Artikel: ummiummi.com
.

 

Bed Time Hadits Yuk!

Ada bed time story, kita bikin saja bed time hadits :).

Sampai saat ini, salah satu cara yang kami gunakan untuk menyampaikan hadits kepada anak secara menyenangkan adalah membacakannya saat akan tidur.  Tentu saja banyak juga moment lain yang kita bisa manfaatkan saat kegiatan sehari-hari. Karena pada dasarnya, semua amalan yang berkaitan dengan ibadah membutuhkan hadits sebagai dalil yang sahih.  Sehingga amalan itu jelas sesuatu yang diperintahkan oleh Nabi  sehingga bisa bernilai ibadah.

Sayangnya, kami sebagai orang tua juga belum banyak menghafal hadits secara teksnya. Dengan adanya bed time hadits ini, kita bisa membacakan lafal hadits yang diucapkan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam beserta artinya. Setelah itu dilanjutkan dengan penjelasan hadits yang sebenarnya ujung-ujungnya juga akan bercerita :).

Contohnya adalah salah satu hadits yang kami bacakan di bawah ini:

 

bed time hadits

 

Biar Thoriq memperhatikan, malam itu saya bantu dengan menggambarkan 2 tokoh anak. Si A dan si B. Kalau anak A mencela orang tua B, biasanya yang terjadi anak B akan mencela pula orang tua si A. Jadilah ini yang dinamakan mencela kedua orang tuanya sendiri.

bed time hadits
Gambar saya yang di atas, kemudian dikembangkan oleh Ziyad jadi seperti sebuah peperangan antar kelompok karena masing-masing person punya orang-orang yang membelanya. Sounds familiar eh? hehe…

Buku Hadits untuk Anak

Judul buku: Rasulullah Teladanku

Penerbit: Gema Insani Press
Penyusun: Dr. Ahmad Luthfi Fathullah MA

rasulullah-teladanku-cizkahcom-ummiummicom
Tampilan depan dan salah satu halamannya. Yang hadits tentang jangan mencela orang tua juga dari buku ini,

bed-time-hadits-gema-insani-press
Daftar Isi. Hadits-hadits tersebut dikelompokkan menjadi 3 Bab.

Hadits-hadits dalam buku ini dikelompokkan menjadi 4 bab.
Bab 1: Sayangi Sesama
Contoh haditsnya adalah tentang:

  • Berakhlaq Mulia
  • Orang Penyayang Disayang Allah
  • Menyayangi Adik dan Menghormati Kakak
  • Tidak Menghina Orang
  • dst

Bab 2: Aku Anak Muslim

  • Muslim Pasti Masuk Surga
  • Muslim Tidak Kekal di Neraka
  • Sesama Muslim Bersaudara
  • Cinta Sesama Muslim
  • Berkatalah yang Baik
  • dst

Bab 3: Aku Bisa

  • Ilmu Memudahkan Jalan ke Surga
  • Kewajiban Menyebarkan Ilmu
  • Jawablah dengan Ilmu
  • Keutamaan Seorang Ulama
  • Menyukai Kebaikan
  • dst

Bab 4: Generasi Qur’ani

  • Keutamaan Belajar Al-Qur’an dan Mengajarkannya
  • Al-Qur’an Bacaan Mulia
  • Perumpaan Orang yang Tidak Menghafal Al-Qur’an
  • Keutamaan Membaca Al-Qur’an
  • dst

 

Judul Buku: Aku Anak Baik

Penerbit: Pustaka Al-Kautsar
Penyusun: Abu Nadifa

bed-time-hadits-aku-anak-baik-pustaka-alkautsar
Cover buku dan daftar isi buku “Aku Anak Saleh”

Contoh tampilan isi. Memang tidak semuanya isinya benar-benar hadits :). Karena Al-Qur’an dan Sunnah (hadits nabi) memang sumber landasan kita beramal salih.

bed-time-hadits-aku-anak-baik-pustaka-alkautsar2

bed-time-hadits-aku-anak-baik-pustaka-alkautsar3

 

 

 

Judul Buku: 42 Kisah Pilihan Hadits Arba’in untuk Anak

Penerbit: Pustaka Al-Kautsar
Penyusun: Muhammad Yasir, Lc

Buku hadits mengadopsi hadits-hadits yang terdapat dalam kitab yang berisi 42 hadits karya imam An-Nawawi.  Seorang ulama yang juga menulis kitab yang sangat bermanfaat dan kita kenal, yaitu kitab Riyadush Shalihin.

Dalam buku Hadits Arba’in untuk anak-anak, selain terdapat hadits, juga terdapat kisah yang dialami oleh Rasulullah dan para sahabatnya yang masih berkaitan dengan hadits yang dibahas. Pun setelahnya juga diberikan pesan-pesan moral untuk anak sebagai pembaca.

bed-time-hadits-arbain-pustaka-alkautsar

bed-time-hadits-arbain-pustaka-alkautsar2

 Catatan:
Hadits yang disampaikan ke anak dan patut dijadikan dalil adalah hadits-hadits yang sahih dari Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. In sya Allah buku-buku yang kami tampilkan di sini memuat hadits-hadits dan kisah-kisah yang sahih – sebagian besar dibawakan oleh Bukhari dan Muslim -.

Oleh: cizkah
Artikel: ummiummi.com
22 Maret 2015

Ternyata Berarti Bagi Mereka

Cerita tentang Khodimah (aka ART atau yang sering disebut sebagai pembantu)

Dulu, pernah aku seringkali mengharapkan ada ART. Melihat fulanah enak sepertinya bisa senggaang mo ngapa-ngapain. Apalagi kalau anaknya disekolahin. Kayanya waktu luang jadi seperti waktu masih gadis aja. Sedangkan aku, anak-anak homeschooling dan masih dengan tanggung jawab lainnya.  Dalam bayanganku, punya ART berarti enak :D.

Ternyata Allah berikan rezeki punya ART pas hamil Luma kemarin. Kita sebut namanya mba N. Karena pengalaman sebelum-sebelumnya yang kalo aku hamil itu, tenaga kaya tinggal 20% hehe. Tapi, menjelang Luma lahir, aku udah minta ke abang, untuk stop saja. Aku mulai tidak nyaman dan merasa tidak mengenal dan “menguasai” medan rumah. Waktu itu tugas utama mba N memang membantu cuci piring, setrika, jemur baju dan bersih rumah. Mencuci baju, masak dll masih aku kerjakan sendiri. Tapi lama-lama aku seperti kehilangan privacy. Mau tidur mesti mencocokkan dengan datangnya mba N -apalagi waktu itu lagi hamil. Plus aku jadi banyak gak tahu letak barang :D. Ini sesuatu yang penting banget bagi aku. Kemudian qodarullah, ada alasan lain lagi yang membulatkan kami berdua untuk berhenti meminta bantuan mba N. Waktu itu usia Luma sekitar 3 bulan. Ziyad dan Thoriq tentu saja masih di rumah, belajar bersamaku. Jadi sekitar setahunan aku menikmati keberadaan ART.

Ternyata punya ART tidak membahagiakanku sebagaimana yang aku pikirkan waktu dulu.

Aku jadi merasakan bahwa ga ada ART itu juga membahagiakan. Bisa cuci piring sampai bersih berkilat itu menyenangkan. Bisa mengatur kembali semua barang-barang dan lain-lainnya itu menyenangkan.

Baca selengkapnya Ternyata Berarti Bagi Mereka

Jual Poster Perkalian, Bonus Versi Siap Print Gratis Ukuran A4

Karena Ziyad sudah kelas 2, sudah menghadapi pelajaran perkalian. Akunya juga sadar, di poster sebelumnya ada kesalahan yang aku buat.

Alhamdulillah, seiring perjalanan waktu, jadi sadar gimana sih poster perkalian yang lebih cocok untuk anak-anak in sya Allah. Untuk memudahkan, di setiap kolom perkalian ada judul jelas angka perkalian berapa. Jadi misalnya anak lagi nyari 4 x 7. Ayo coba cari di perkalian 4. Langsung bisa lebih mudah ke kolomnya.

Dan jadilah versi terbaru dari poster perkalian ini.

Yang dijual yang ukuran A3+ seperti ini ya (33cm X 48cm). Harga Rp 15.000 R 12.000

poster perkalian - jual poster perkalian - gratis download poster perkalian

Untuk versi gratis ukuran A4 bisa didownload di [download id=”40″].

*

It Can Be Sooo Complicated…

Pekerjaan rumah tangga itu…satu haaal aja…bisa jadi complicated pelaksanaannya. Makanya mungkin bagi orang yang belum mengalaminya atau mungkin ada juga para suami yang kemudian menganggap, ‘perasaan gampang deh, kalo aku kerjain’, ‘cuci piring kan gitu aja…’, ‘itu aku lihat kalo pembantu yang kerjain ko cepet banget ya..berarti kan gampang’. Daan berbagai keraguan bahwa pekerjaan rumah tangga itu…bisa jadi complicated, butuh kesabaran tinggi, perjuangan…dan tentu saja yang paling utama…butuh banget pertolongan Allah.

Satu contoh aja nih…jemur baju kaya yang kemarin aku alami.

Jemuran kali itu itu, sudah  dua hari melambai-lambai diterpa angin. Itupun jemuran hasil dua kali mencuci. Jemuran itu memang posisinya di dalam teras. Cuma sudah dekat sekali dengan tepi atap. Plus lagi ternyata ada beberapa baju yang sempat dijemur abang di samping rumah.

Di dalam rumah, ada seember besar cucian yang sudah mesti dijemur.

Rencananya…

Kalau dengan pikiran “gampang” sih ya udah ambil aja tuh jemuran di luar terus jemur yang baru kaan?

Kenyataannya…

Baca selengkapnya It Can Be Sooo Complicated…