Buku ini beli tahun 2018. K,etika kami lagi beli buku pelajaran di toko buku Toga Mas. Yang namanya lagi beli buku pelajaran, berarti pengeluarannya sebenarnya udah banyak.
Tapi Thoriq pingin banget buku ini. Dia request di saat-saat terakhir. Aku ragu untuk menyetujui, karena tulisan di bukunya terlihat kecil-kecil dan padat. Bukunya juga tebal. Khawatir kalau buku ini ga dibaca.
Samar-samar aku mengingat bagaimana akhirnya aku menemukan buku ini di daftar buku yang muncul di halaman Google Play Books.
Selama ini, aku berusaha tetap baca buku insyaAllah. Buku apa aja. Biasanya aku selang-seling dari topik satu ke topik lainnya.
Waktu itu, aku sudah selesai membaca salah satu buku dengan topik yang lebih banyak membahas ke motivasi usaha atau manajemen. Bukunya ringan. Bisa aku selesaikan cukup cepat. Aku sudah membeli dua buku dari satu penulis ini. Akhirnya aku mulai membaca buku yang kedua.
Tapi rasa hati kurang nyaman kalau membaca dari jenis yang sama secara berurutan. Apalagi bukunya buku umum. Aku merasa harus membaca buku yang berkaitan dengan agama.
Bulan kemarin, aku lagi pingiin banget baca buku yang ringan-ringan. Selingan dari buku bacaam yang ada di rumah. Pas akhirnya udah di toko buku, seperti biasa, aku manfaatin sisa-sisa waktu terakhir untuk milih buku yang mau aku beli. Waktu terbesar mah untuk milih buku anak-anak dan pritilannya mereka
Maksud hati sih beli buku cerita fiksi ringan atau bukunya yang agak nyastra dikit. Mungkin karena emang pas milihnya buru-buru, jadinya ngerasa gak ada yang cocok di hati. Mungkin juga, karena kriterianya adalah bacaan yang bukan fiksi percintaan non-halal apalagi yang berbau kesyirikan hehe. Berat beneerr syaratnya.
Membaca bab awal buku ini, saya pikir buku ini biasa saja. Bahkan cenderung terlalu klise. Tapi saya meneruskan membaca karena memang isi bukunya ringan dan kalimat-kalimatnya mudah dicerna.
Namun makin ke dalam saya menemukan berbagai ilmu tambahan tentang bagaimana bersikap kepada anak – dan semoga saya selalu ingat ketika harus mempraktekkannya 🙂 -.
Buku ini dari awal terkesan ringan di baca karena tidak terlalu tebal. Sampulnya soft cover. Dari awal sudah dapat dirasakan ringannya karena penulis selalu membagi bahasan dibatasi dengan judul yang hanya terdiri dari beberapa paragraf pendek atau membahas topik tertentu dengan poin-poin.
Sudah lama, setiap habis beli buku, aku berencana untuk ngereview buku yang kami beli. Tapi sering ketunda karena aku nunggu mana sih buku yang recommended. Tapi karena ditunda dan kesannya nunggu sempurna, akhirnya malah gak jadi-jadi hehe.
Aku pikir, aku coba mulai bulan ini ngereview singkat buku-buku yang kami beli ya. Sekalian positif atau kurangnya dari si buku. Jadi gak mesti recommended. Semoga bermanfaat.
Toko Buku
Oh ya, kami biasanya beli buku ganti-ganti. Di Toga Mas, Gramedia atau Social Agency. Tapi paling sering di Toga Mas. Pertama karena buku-bukunya semuanya dapat diskon 10%-15%, kedua karena gak kalah lengkap dengan di Gramedia. Kalau di Social Agency, pilihan buku anaknya terbatas. Di Gramedia biasanya untuk mendapatkan buku yang gak ada di Toga Mas. Satu lagi yang kadang — tapi jarang kita kunjungi adalah toko buku Gema Insani Press.
Budget
Karena kami gak bayar SPP tiap bulan, kami anggap pengeluaran untuk buku ini adalah SPP-nya anak-anak hehe. Pritilan beli pernak-pernik belajar bulanan juga masuk agenda, misal beli balon, plastisin, kertas, pena dll.
Ziyad sekarang udah bisa nentuin sendiri buku yang dia pingin beli. Thoriq juga kadang-kadang. Tinggal di-approve atau engga sama aku dan abang hehe. Biasanya aku tetap nyariin buku yang cocok buat mereka masing-masing.
Alhamdulillah, senang rasanya ada buku kisah para sahabat yang disajikan sederhana, menarik dan yang paling penting, berdasarkan hadits yang shahih.
Buku ini berjudul “Abdullah bin Mas’ud yang Jujur”. Penyusun: Idris Sadri dan M. Ridwan Penerbit: Muffin Graphic Harga: ±Rp 33.000
Abdullah bin Mas’ud rodhiallahu ‘anhu adalah termasuk sahabat yang dijamin masuk surga. Keutamaan beliau sangat banyak. Buku ini membawakan salah satu kisah yang terjadi ketika Abdullah bin Mas’ud pertama kali bertemu dengan nabi Muhammad shalallahu ‘alaihi wa sallam dan Abu Bakar rodhiallahu ‘anhu. Dapat diketahui bagaimana sifat Abdullah bin Mas’ud yang amanah dan jujur. Padahal beliau pada saat itu masih kecil.
Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah berkata kepada beliau, di awal dakwah, “Engkau pemuda yang terdidik.” (HR. Ahmad, no. 3599; dinilai sahih oleh Syuaib Al-Arnauth)
Kelebihan buku ini:
Berdasarkan hadits shahih
Dilengkapi ilustrasi yang menarik.
Sosok Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam tidak digambar namun kejadian dalam cerita tetap dapat dipahami.
Menggunakan hardpaper/cardboard sehingga cocok untuk anak balita.
Teksnya disajikan dengan kalimat pendek dan mudah dipahami anak-anak.
Teks cerita menggunakan warna yang berbeda per suku kata. Ini berguna untuk anak yang sedang belajar membaca.
Berisi contoh karakter jujur dan amanah.
Mengenalkan salah satu sifat yaitu Allah Maha Melihat. Secara tidak langsung, buku ini mengajarkan salah satu tingkatan dalam Islam, yaitu ihsan♦. Anak akan mengetahui bahwa walaupun tidak ada Ayah Bunda yang melihat, tapi Allah akan selalu melihat.
Masukan untuk buku ini:
Akan lebih baik lagi bila diakhri kisah dicantumkan sumber haditsnya dan tingkat kesahihannya, agar orangtua lebih yakin.
Melihat judul paling atas dari buku ini, yaitu “Seri Kisah Teladan”, sepertinya akan ada buku-buku lain yang sejenis yang akan diterbitkan. Namun ketika kami membeli buku ini di Toga Mas Jogja baru ada satu buku ini untuk seri ini.
Berikut video tentang buku ini agar Ayah Bunda dapat melihat lebih jelas isi buku ini:
♦ Hadits tentang ihsan, “Nabishallallahu ‘alaihi wa sallam menjelaskan mengenai ihsan yaitu ‘Engkau beribadah kepada Allah seakan-akan engkau melihat-Nya, dan jika engkau tidak mampu melihat-Nya, Allah akan melihatmu.’ (HR. Muslim no. 102).
Ada bed time story, kita bikin saja bed time hadits :).
Sampai saat ini, salah satu cara yang kami gunakan untuk menyampaikan hadits kepada anak secara menyenangkan adalah membacakannya saat akan tidur. Tentu saja banyak juga moment lain yang kita bisa manfaatkan saat kegiatan sehari-hari. Karena pada dasarnya, semua amalan yang berkaitan dengan ibadah membutuhkan hadits sebagai dalil yang sahih. Sehingga amalan itu jelas sesuatu yang diperintahkan oleh Nabi sehingga bisa bernilai ibadah.
Sayangnya, kami sebagai orang tua juga belum banyak menghafal hadits secara teksnya. Dengan adanya bed time hadits ini, kita bisa membacakan lafal hadits yang diucapkan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam beserta artinya. Setelah itu dilanjutkan dengan penjelasan hadits yang sebenarnya ujung-ujungnya juga akan bercerita :).
Contohnya adalah salah satu hadits yang kami bacakan di bawah ini:
Biar Thoriq memperhatikan, malam itu saya bantu dengan menggambarkan 2 tokoh anak. Si A dan si B. Kalau anak A mencela orang tua B, biasanya yang terjadi anak B akan mencela pula orang tua si A. Jadilah ini yang dinamakan mencela kedua orang tuanya sendiri.
Gambar saya yang di atas, kemudian dikembangkan oleh Ziyad jadi seperti sebuah peperangan antar kelompok karena masing-masing person punya orang-orang yang membelanya. Sounds familiar eh? hehe…
Tampilan depan dan salah satu halamannya. Yang hadits tentang jangan mencela orang tua juga dari buku ini,
Daftar Isi. Hadits-hadits tersebut dikelompokkan menjadi 3 Bab.
Hadits-hadits dalam buku ini dikelompokkan menjadi 4 bab.
Bab 1: Sayangi Sesama
Contoh haditsnya adalah tentang:
Berakhlaq Mulia
Orang Penyayang Disayang Allah
Menyayangi Adik dan Menghormati Kakak
Tidak Menghina Orang
dst
Bab 2: Aku Anak Muslim
Muslim Pasti Masuk Surga
Muslim Tidak Kekal di Neraka
Sesama Muslim Bersaudara
Cinta Sesama Muslim
Berkatalah yang Baik
dst
Bab 3: Aku Bisa
Ilmu Memudahkan Jalan ke Surga
Kewajiban Menyebarkan Ilmu
Jawablah dengan Ilmu
Keutamaan Seorang Ulama
Menyukai Kebaikan
dst
Bab 4: Generasi Qur’ani
Keutamaan Belajar Al-Qur’an dan Mengajarkannya
Al-Qur’an Bacaan Mulia
Perumpaan Orang yang Tidak Menghafal Al-Qur’an
Keutamaan Membaca Al-Qur’an
dst
Judul Buku: Aku Anak Baik
Penerbit: Pustaka Al-Kautsar
Penyusun: Abu Nadifa
Cover buku dan daftar isi buku “Aku Anak Saleh”
Contoh tampilan isi. Memang tidak semuanya isinya benar-benar hadits :). Karena Al-Qur’an dan Sunnah (hadits nabi) memang sumber landasan kita beramal salih.
Judul Buku: 42 Kisah Pilihan Hadits Arba’in untuk Anak
Penerbit: Pustaka Al-Kautsar
Penyusun: Muhammad Yasir, Lc
Buku hadits mengadopsi hadits-hadits yang terdapat dalam kitab yang berisi 42 hadits karya imam An-Nawawi. Seorang ulama yang juga menulis kitab yang sangat bermanfaat dan kita kenal, yaitu kitab Riyadush Shalihin.
Dalam buku Hadits Arba’in untuk anak-anak, selain terdapat hadits, juga terdapat kisah yang dialami oleh Rasulullah dan para sahabatnya yang masih berkaitan dengan hadits yang dibahas. Pun setelahnya juga diberikan pesan-pesan moral untuk anak sebagai pembaca.
Catatan:
Hadits yang disampaikan ke anak dan patut dijadikan dalil adalah hadits-hadits yang sahih dari Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. In sya Allah buku-buku yang kami tampilkan di sini memuat hadits-hadits dan kisah-kisah yang sahih – sebagian besar dibawakan oleh Bukhari dan Muslim -.
Pernah cerita kan ya beberapa kali kalo kami di rumah terkadang melakukan percobaan-percobaan. Ini sifatnya gak mesti melulu ko. Selingan…yang penting asyik. Pas awal-awal aku gak terlalu yakin mereka paham. Soalnya seringkali tujuan percobaan kan menjelaskan suatu hal yang secara materi mungkin belum saatnya bagi mereka (Ziyad dan Thoriq). Misalnya tentang molekul air yang saling terkait – sah…dengar istilahnya aja rumit banget kesannya hihi…
Buku pendidikan Islam ini cukup tebal (400-an halaman) dan didesain dengan hard cover. Kelihatan seperti buku yang cukup berat untuk dibaca, padahal sebenarnya tidak juga. Karena huruf yang digunakan dalam buku cukup besar, membacanya jadi nyaman dan mungkin itulah yang menyebabkan isinya jadi memakan banyak lembaran kertas.
Ustadz Abul Hakim – sang penulis – membagi isi buku ini menjadi dua bab utama, yaitu bab “Sebelum Anak Itu Lahir” dan “Ketika Anak itu Lahir”.
Pada bab pertama, kita bisa mendapatkan banyak faidah yang tidak didapatkan di buku pendidikan Islam lainnya. Misalnya dorongan untuk memiliki anak dan kesalahan tentang orang-orang yang menghindari punya anak karena alasan kemiskinan atau miskin. Ada juga masalah fikih misalnya tentang hamil di luar nikah, nasab anak, hukum menikahkan wanita yang telah hamil lebih dulu. Yang menarik juga adalah pembahasan tentang bagaimana seorang anak bisa berjenis kelamin laki-laki atau perempuan. Bahkan kenapa seorang anak bisa mirip dengan ayah dan ibunya juga dibahas. Ternyata semua ada haditsnya dari Rasulullah shalllahu ‘alaihi wa sallam lho.
Judul: Di Bawah Asuhan Nabi
Penulis: Muhammad Thalib
Penerbit: Hidayah Ilahi
Cetakan: Pertama, November 2003
Ukuran buku: 14 cm x 21 cm
Isi buku: 318 halaman
Buku pendidikan Islam ini secara susunannya mirip dengan buku yang aku review sebelumnya. Bedanya, penulisnya kali ini orang Indonesia. Pembagian babnya bukan berdasarkan umur tapi berdasar masuk ke ranah mana dalam pendidikan Islam.
Berikut pembagian babnya:
Bagian 1: Aqidah & Ibadah
Bagian 2: Akhlaq & Pergaulan
Bagian 3: Intelegensi & Emosi
Bagian 4: Kebersihan & Kesehatan
Setiap bagian terdiri dari poin-poin pembahasan pendidikan Islam. Misal pada bagian 1, beberapa poin yang dibahas adalah
Mengajarkan kalimat tauhid
Bercerita bertemakan ajaran tauhid
Mendidik Mencintai Allah dan Rasul-Nya
Menanamkan Rasa Takut Terhadap Ancaman Allah
Mendoakan Agar Menjadi Orang yang Paham Agama
dst…
Setiap poin berisi hadits yang menjadi dalil yang menjadi petunjuk penerapan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam kepada anak-anak di zaman beliau. Sayangnya, penulis tidak menyertakan derajat hadits tersebut. Hanya menyebutkan ini periwayat hadits tersebut. Alangkah lebih baik, jika pembaca memiliki bekal hingga bisa mengecek derajat hadits tersebut, apakah termasuk shahih, dha’if atau yang lainnya.
Judul: Tumbuh di Bawah Naungan Ilahi
Judul Asli: آطفال المسلمين كيف ربّاهم النبي الأمين صل الله عليه ص سلم
Penulis: Syaikh Jamal Abdul Rahman
Penerjemah: Ghazali Mukri
Penerbit: Media Hidayah
Cetakan: Pertama, November 2002
Ukuran buku: 14 cm x 21 cm
Isi buku: 343 halaman
Judul: Kado Sang Bayi
Judul Asli: Tuhfatul Maudud bi Ahkaamil Mauluuud
Penulis: Ibnu Qayyim Al-Jauziyyah
Penerjemah: Abu Naoval Lc
Penerbit: At-Tibyan
Cetakan: Pertama, Maret 2003
Ukuran buku: 11, 8 cm x 18,4 cm
Isi buku: 166 halaman
Ini buku pertamaku yang berkaitan dengan anak dan Islam yang aku beli pas awal-awal ngaji. Tahun 2004. Belum nikah hehe. Kalau mau ulang bacaan, paling enak baca ini dulu. Bukunya kecil, dan bahasannya lumayan menyeluruh. Plus dari ulama yang kita kenal.
Saya bukan penggemar teori Glandoman. Bahkan sebenarnya cenderung kurang setuju dengan teorinya. Di satu sisi juga mungkin saya yang kurang telaten mengikuti instruksi yang menurut saya cukup jelimet. Saya lebih suka mengajak anak menyintai proses membaca itu secara alami. Misalnya membelikannya buku untuk kemudian kami baca bersama, atau bermain flashcard secara natural. Untuk urusan cepat dalam kemampuan membaca pun tidak menjadi target khusus. Tapi di sini saya tidak ingin mengemukakan atau menimbulkan pro kontra tentang teori ini. Yang suka dan berhasil menjalankannya, silakan dan alhamdulillah. Dan yang tidak menjalankan teori ini pun insyaAllah tak berdosa. Ya gak? 😀
Salah satu buku yang kami beli beberapa waktu yang lalu adalah buku berbentuk mini dengan ukuran 6,5 cm x 6,5 cm. Kami mencoba sub seri ABC Pertamaku. Alhamdulillah ternyata Thoriq sukaaa sekali. Bahkan setiap kali dia melihat buku tersebut, maka dia dengan ocehannnya yang saya pahami itu adalah permintaan untuk bermain (dibacakan) buku tersebut. Dalam proses Ziyad belajar mengenal huruf-huruf pun, buku mini ini juga cukup membantu karena ada contoh benda-benda di balik setiap huruf.
Bentuknya yang mini, membuat buku tersebut juga pas dipegang untuk ukuran bayi. Kertasnya yang cukup tebal membuat buku ini tidak mudah disobek. Hanya bagian lipatannya yang rentan disobek (dan kenyataannya sudah ada 2 halaman di buku ini yang tersobek oleh Thoriq hehe).
Thoriq yang hampir tiap hari dibacakan buku ini, sering menghubungkan gambar-gambar dengan kejadian sehari-hari. Contohnya, setiap sampai pada huruf N, ada foto nyamuk, maka dia langsung menepuk sambil bersuara, “Uh…uh”. Maksudnya dia menepuk nyamuk. Atau ketika sampai di huruf M dan ada gambar melon, dia langsung beraksi seperti memakan, “Amm…ammm” sambil tersenyum-senyum.
Seri buku mini Balita Cerdas ini terdiri dari 6 buku.
ABC Pertamaku
123 Pertamaku
Warna Pertamaku
Bentuk Pertamaku
Binatang Pertamaku
Buah Pertamaku
Penerbit: PT ELEx Media Komputindo
Penyusun: Taufik dan Dewi
Harga: @ Rp 20.000
Saya sendiri punya niat untuk membeli buku lainnya insyaAllah. Tapi sebenarnya saya mengharapkan ada buku sejenis untuk huruf hijaiyah atau arab. Alternatifnya, saya berniat membuatnya sendiri insyaALlah. Syukur-syukur kalau nanti ada yang memodali dan bisa dicetak dalam bentuk buku yang sama. Karena efeknya sangat bagus sekali insyaAllah. Tapi ini baru irodah (keinginan). Mudah-mudahan diberi kemampuan mewujudkannya.