Doa Dijauhkan dari Musibah Dunia dan Akhirat

Pingin simpan ini di sini. Semoga bermanfaat.

اللَّهُمَّ اقْسِمْ لَنَا مِنْ خَشْيَتِكَ مَا يَحُولُ بَيْنَنَا وَبَيْنَ مَعَاصِيكَ

Ya Allah, berilah kami bagian dari rasa takut kepada-Mu yang menghalangi kami dari maksiat kepada-Mu

وَمِنْ طَاعَتِكَ مَا تُبَلِّغُنَا بِهِ جَنَّتَكَ

Dan berilah kami bagian dari ketaatan yang menyampaikan kami ke surga-Mu

وَمِنَ الْيَقِينِ مَا يَهْوُنُ عَلَينَا مُصِيبَاتِ الدُّنْيَا

Dan berilah kami keyakinan yang meringankan musibah dunia

Baca selengkapnya Doa Dijauhkan dari Musibah Dunia dan Akhirat

Monkeytype.com: Ukur Kecepatan Ngetik Sekaligus Hiburan di Rumah

Semakin anak besar, ternyata ada pengetahuan ada hal-hal baru yang kita dapat justru dari anak kita. Salah satu contohnya, monkeytype.com ini. Tadinya aku gak terlalu gimana-gimana dengan monkeytype.

Tapi, ketika kejadian meninggalnya mba Maya, sebenarnya aku masih berat buat melakukan aktivitas pekerjaan, ngajar atau yang lain-lainnya di depan komputer.

Ternyata, monkeytype ini jadi hiburan tersendiri. Transisi sebelum melakukan pekerjaan. Karena ada semacam relaksasi ketika ngetik. Gak pakai mikir, cuma langsung ngetik. Menariknya kalau pas ngetik di bagian quote, karena suka ketemu quote-quote bagus, walau banyak juga yang agak aneh.

Cognitive Shifting
Ternyata ada istilahnya. Ini aku cari tahu setelah nulis ini. Cognitive Shifting. Mungkin bisa diterapkan ke anak-anak juga ketika proses belajar. Aktivitas transisi.
Baca selengkapnya Monkeytype.com: Ukur Kecepatan Ngetik Sekaligus Hiburan di Rumah

Tahun Duka Belajar Lebih Sabar

Kalau dipikir-pikir…tahun 2025 ini, kalau bisa dibilang tahun duka…mungkin akan aku sebut tahun duka. Tapi… mungkin jadi seperti berlebihan. Karena alhamdulillah masih banyak kemudahan dan kebahagiaan mengiringi kesedihan itu.

Tahun ini, adalah tahun yang benar-benar penuh tangis.

Kesedihan-kesedihan yang memang bagian dari ujian dalam hidup yang harus terus dihadapi pasti ada. Tapi ada ujian-ujian besar, yang tangisnya ga selesai dalam waktu sehari. Sedihnya ada yang melekat. Pembicaraan tentang hal terkait kesedihan itu, seperti ga ada habisnya.

Mulai dari awal tahun yang dengar kabar sedih dari mas Lyno bercerai.

Abang kecelakaan di bulan Juli, yang bahkan efeknya masih terasa sampai sekarang dalam kehidupan. Saat aku menulis ini, berarti sudah hampir 6 bulan berlalu, dan kehidupan masih belum berjalan seperti sebelum Abang kecelakaan dulu.

Belum juga tuntas aku cerita kesedihan yang satu, ternyata sudah hadir cerita lainnya.

Kali ini, cerita tentang kehilangan seseorang yang aku sayangi.

Baca selengkapnya Tahun Duka Belajar Lebih Sabar

Mengurai Sedih

Mba Maya meninggal…
Menyadari ini, malam ini aku nangis lagi.
Menyadari bagaimana dan dengan sebab apa, membuatku lebih menangis lagi.

Kehidupanku, caraku memandang dunia, bagaimana aku memandang dalil dan informasi…semua jadi jungkir balik karena apa yang terjadi pada mba Maya dan apa yang terjadi ketika proses semuanya ini….

Aku udah nulis sebagian cerita proses bagaimana ketika aku mendengar kabar dan mulai berangkat ke sana. Tapi masih terhenti. Karena dari sampai lagi ke Jogja di hari Kamis, sampai hari ini Ahad, masih ga habisnya mengolah dan mengurai semua hal terkait mba Maya.

Kemarin, aku, mas Lyno, Jepi dan Icad bahkan video call hampir 3 jam! Kami membicarakan banyak hal. Kami menyatukan kepingan-kepingan cerita.

Ya Allah…

Aku akan bercerita insya Allah.
Aku akan mencatat.

Supaya kalian yang mendapatkan kondisi yang sama, bisa lebih awal menyelamatkan. Supaya bisa mengenali sinyal tanpa harus mendapat panggilan.

cizkah
22 Desember 2025

Alat Pull Up di Rumah

Hampir dua bulan terakhir sejak kecelakaan, kayanya lebih banyaak yang kebahas di story. Semoga pelan-pelan bisa kesimpan dan dibahas di feed.

Sebenarnya bahasan Thoriq olahraga karena ada bahasan Ziyad yang olahraga dan saat ini jadi coach di Muslim Calisthenic Jogja.

Baca selengkapnya Alat Pull Up di Rumah

Catatan Kecelakaan

Sudah sebulan lebih beberapa hari sejak kejadian kecelakaan yang menimpa Abang dan Thoriq. Sampai saat ini, aku masih “beradaptasi” dengan semua hal yang terkait konsekuensi dari kecelakaan ini. Sebenarnya, aku sangat ingin menuangkan tentang adaptasi ini. Tapi, rasanya cerita ini akan lompat dan sulit dipahami. Kenyataannya, adaptasi ini sudah dimulai bahkan sejak awal kejadian.

Aku harus kuat…harus lebih kuat lagi…lebih dan lebih lagi daripada sebelum kecelakaan ini…

Saat Kecelakaan

Hari itu, Selasa tanggal 15 Juli 2025. Rasanya kehidupan berjalan lancar, damai dan alhamdulillah banyak yang bisa aku kerjakan.

Aku mulai ngerasa agak gak enak badan dari hari Ahad 13 Juli. Hari Ahad itu, aku sudah mengistirahatkan diri. Tapi karena sudah merebus stok daging kurban yang kami miliki, hari Senin 14 Juli, pagi hari, alhamdulillah aku bisa menyelesaikan masak Briyani. Catatan harian di tanggal ini adalah catatan terakhir yang aku tulis sebelum kecelakaan. Aku bisa tahu detail di hari tanggal 14 Juli itu. Siang hari, aku sudah mulai demam, pusing, mual. Alhamdulillah tapi semua lauk sudah tersedia. Karena demam inilah, aku tidur cepat di hari Senin tangggal 14 Juli.

Biasanya, kalau aku tidur cepat, tengah malam aku akan bangun dan kemudian beraktivitas sampai pagi karena biasanya sudah akan merasa lebih segar. Tapi malam itu ngga seperti biasanya. Aku tidur sampai Subuh. Menunjukkan memang aku benar-benar gak enak badan.

Baca selengkapnya Catatan Kecelakaan

Untuk Apa Belajar Bahasa Arab

Lebih dari 10 tahun yang lalu, seorang kenalan Abang bertanya, “Bang Hen, buat apa belajar bahasa Arab? Kan udah banyak buku terjemahan?”

Mungkin pertanyaan itu muncul karena yang tersebar saat memotivasi untuk belajar bahasa Arab adalah “Bisa baca kitab.”

Waktu itu, Abang menjawab, “Kita ga bisa sepenuhnya mengandalkan terjemahan, Mas. Kita ga bisa merasakan dzauq-nya. Rasa bahasa itu sendiri.”

Terus terang, aku mikirin jawaban yang lebih mudah lagi dipahami karena aku sendiri masih kurang “mantep” dengan jawaban Abang.

Kadang, tolak ukur dan target pencapaian mempengaruhi proses kita memandang sesuatu, sikap yang kita ambil dan tekad yang muncul dari diri.

Baca selengkapnya Untuk Apa Belajar Bahasa Arab

Kisah 1: Awal Hubungan Kami dengan Ustadz Abdurrohim

Aku rasa, aku perlu menceritakan, bagaimana hubungan kami dengan ustadz Abdurrohim terjadi.

Flashback…sekitar tahun 2013-an.
Waktu itu Abang berusia 33 tahun.
Anak kami, baru 2, Ziyad yang berusia 6 tahun dan Thoriq yang baru berusia 2 tahun.

Abang “melihat” kebaikan yang ada pada ust Abdurrohim yang pada saat itu berusia 17 tahun. Di suatu kajian seorang syaikh, setelah kajian selesai, Abang menghampiri ust Abdurrohim dan menyatakan keinginan belajar kepada beliau.

Baca selengkapnya Kisah 1: Awal Hubungan Kami dengan Ustadz Abdurrohim

Homeschooling dari SD-SMA, Alhamdulillah Ziyad Lulus SNBT

Menulis potongan cerita dalam satu foto itu lebih mudah. Makanya kalau cerita di story Instagram, bisa cepat. Apalagi kalau memang cerita pada saat itu juga. Yang bikin cerita ini berat adalah karena sebenarnya ada banyak sekali kejadian sebelum sampai di pengumuman kelulusan SNBT. Kita mulai dari perjalanan homeschooling Ziyad ya.

Homeschooling dari SD-SMA

Kadang aku lupa, ada hal yang jadi momok dari orang tua sehingga menghindari jalan homechooling untuk pendidikan anaknya. Ini terjadi bukan sekarang aja. Memang dari dulu. Yang paling dikhawatirkan adalah gimana masa depannya? Gimana ijazahnya? Gimana nanti kalau mau meneruskan kuliah?

Aku ingat ada “suara” yang sampai ke aku dari seorang yang sebenarnya ada kepikiran untuk menjalankan homeschooling, tapi suaminya meragukan proses pendidikan ini.

Aku hampir lupa kalau ada kekhawatiran ini, sampai ketika pengumuman kelulusan Ziyad kemarin ada yang memberi selamat dan ikut terharu karena, “Sesama homeschooler.”

Alhamdulillah, Ziyad sudah melalui ujian kelulusan di 3 level pendididikan, SD, SMP dan SMA dengan mengikuti ujian paket A, paket B dan paket C. Begini cerita ringkas setiap tahapannya.

Baca selengkapnya Homeschooling dari SD-SMA, Alhamdulillah Ziyad Lulus SNBT

Meniru Syaikh Abdur Rashid Sufi

Kembar punya Syaikh kesukaan yang didengar ketika nambah hafalan⠀

Tapi ini juga ga saklek. Ga selalu semua surat kemudian mendengarkan satu syaikh aja.⠀

Pas nambah hafalan surat Adz Dzariyat, mereka mendengarkan Syaikh Abdur Rashid Sufi (ini bukan sufi dengan arti nisbah ke pemahaman Sufi ya).⠀

Beliau ada salah satu muqri yang ada di zaman kita dan masih hidup alhamdulillah.⠀

Mendengarkan bacaan Syaikh ketika nambah hafalan untuk mencegah atau meminimalisir mereka salah dalam bacaan.



Di akhir video, bisa kedengaran nanti bacaan syaikh gimana. Mendengarkan bacaan Syaikh Abdur Rashid bisa lewat:⠀

Baca selengkapnya Meniru Syaikh Abdur Rashid Sufi

Behind The Scene: Ambil Hasil Cetak Poster

Salah satu behind the scene lumalumi.com adalah proses ambil poster di percetakan.

Dengan motor 😊.

Alhamdulillah selama ini dimudahkan..

Kami udah bisa perkiraan berapa bungkusan yang perlu dibawa. Misal cetak berapa, bungkusan berapa. Apakah aku bisa ikut supaya bisa bonceng di belakang?

Seperti hari Sabtu malam, tangga 3 Mei.
Karena “ngejar” mau ambil pesenan notebooks di toko merah, berangkatlah kami walau cuaca mendung. [Ini cerita tiba-tiba jualan notebooks belum kecatat di blog. Karena proses jualannya emang “tiba-tiba”, padahal lagi mau ujian kuliahan :D]

Biasanya kalau udah gelap banget, ga berani ambil. Alhamdulillah hujan derasnya turun sekitar jam 9-an dan poster sudah aman sampai di rumah 🤍.

Cerita Mama Menulis Al-Fatihah

Mama dan Mas Lyno main ke Jogja dari tanggal 10 dan pulang tanggal 15 April 2025. Mas Lyno – yang dari Belanda dan udah 7 tahun gak ke Indonesia – memang khusus sudah merencanakan main ke Jogja dan ngajak Mama. Kayanya semua pihak udah paham bahwa kami belum memungkinkan untuk ke Jakarta ☺️.

Mama itu suka cerita. Super sanguinis. Aku dan Abang sering juga sambil bercanda menyarankan Mama untuk mencatat cerita perjalanan kehidupannya. Tulis aja pakai tangan. Aku tawarin juga buat beliin buku buat untuk nulis.

Di salah satu percakapan di bulan Desember 2024 pas Mama ke sini, Mama jawab, “Itu, buku dari Siska yang pas Mama di Padang masih ada. Mama baru pakai.” Tapi Mama gak cerita dipakai buat apa.

Tentang buku tulis ini, ceritanya, waktu tahun 2020, ketika corona baru mulai, Mama lagi diajak Icad ke sana, memenuhi janjinya untuk biayain Mama pasang gigi palsu (Usia Mama saat itu 66. Tahun ini Mama insya Allah 71 tahun). Icad ini, adik bungsuku yang sedang tugas di Padang. Karena corona, yang tadinya rencana hanya sebentar, akhirnya Mama tinggal setahun di Padang. Waktu itu, aku kirim buku dan pena untuk Mama. Aku bilang buat kegiatan Mama. Bisa buat dengerin kajian sambil nyatet :).

Tapi ya begitu ya. Kadang yang kita lakukan untuk orang lain, gak langsung digunakan atau sesuai banget dengan yang kita inginkan.

Baca selengkapnya Cerita Mama Menulis Al-Fatihah

Antara Al-Qur’an dan Ujian-Ujian Ziyad

Menjelang akhir bulan Maret berbarengan dengan berakhir bulan Ramadhan, aku dan Abang mempertimbangkan hal yang akan Ziyad hadapi di bulan April nantinya setelah Ramadhan.

Ziyad akan menghadapi ujian akhir SMA-nya dari tanggal 14 April selama hampir sepekan. Ternyata, ujian UTBK-SNBT waktunya berdekatan banget, yaitu tanggal 24 April. Gak sampe sebulan jaraknya.

UTBK-SNBT ini kalau zaman aku dulu namanya UMPTN. Dari segi soal sepertinya juga ada perbedaan.

Baca selengkapnya Antara Al-Qur’an dan Ujian-Ujian Ziyad

Sholat Ied di Lapangan Superindo

Alhamdulillah, sholat kali ini, aku merasa berkesan. Aku ngerasa damai banget masya Allah. Bener-bener muncul rasa manis dan bahagiaaa banget. Baik pas sholatnya, maupun pas doa penutuk khutbah ied. Bahagia banget ada doa untuk Palestina. Apalagi doa untuk kebinasaan untuk Yahudi yang juga pernah aku share di instagram. Jadi terharu sendiri ingat suasana kemarin.

Gak seperti waktu kecil yang ketika khotib berdoa, rasa-rasanya cuma ditanggepin “amin, amin” aja. Kali ini benar-benar bersyukur banget bisa meresapi setiap lafadz doa yang dilafalkan. Sebagian besarnya juga menjadi doa yang memang juga kupanjatkan rutin.

Alhamdulillah, anak-anak udah tahu semua mau pakai apa. Memang jauh-jauh hari mereka udah menghitung hari. Salah satu sebabnya adalah ada mainan lego yang memang dibeli sebagai hadiah hafalan, tapi memang diniatkan untuk dimainkan pas lebaran. Aku pesannya sengaja sebelum pertengahan Ramadan supaya di akhir Ramadhan bisa lebih tenang. Insya Allah tentang hadiah ini aku catat di tulisan yang berbeda.

Kembar yang sudah mulai besar sudah bisa juga diajak “aware” dengan mempersiapkan diri. Aku udah kasih batasan kapan jubah yang mau dipakai harus udah masuk mesin cuci supaya bisa dipakai pas lebaran. Alhamdulillah, mereka semua sesuai dengan arahan. Tanggal 28 semua udah harus gak dipakai lagi dan udah masuk mesin cuci. Ini karena aku perkirakan insya Allah bisa kering antara tanggal 28 atau tanggal 29-nya. Jaga-jaga lebarannya tanggal 30. Alhamdulillah karena ada dryer, jadi cucian hari itu bisa kering pada hari itu juga.

Luma juga udah aku ingetin buat siapin semuanya sehari sebelum lebaran. Aku ajak dia pertimbangin bajunya dan jilbabnya apa. Karena kemarin ada jilbab yang baru dibeli yang bisa dicocokin sama gamisnya yang udah ada. Dia pilih warna merah.

Pilihan Tempat Sholat

Ada tiga pengumuman lokasi sholat Ied yang dekat dengan rumah dari grup ibu-ibu RT. Lokasi pertama, lokasi yang memang bertahun-tahun selalu ada. Di area Monumen Jogja Kembali yang areanya memang sangat luas. Tapi kami gak pernah ke sana, karena di sana sangat ramai sekali. Dulu pertimbangan utama karena anak-anak yang masih kecil-kecil, jadi memilih yang lokasinya lebih kondusif dan aman insya Allah.

Lokasi kedua, lokasi yang paling dekat dari rumah, tapi lokasinya di masjid. Biasanya perempuan di area jalanan. Di jadwal, mulai sholatnya lebih cepat dari yang lainnya. Jam 6.30 wib.

Lokasi ketiga, lokasi terbaru. Area lapangan parkir superindo. Karena kami sudah biasa ke superindo jalan kaki, kami meniatkan sholat di sana.

Ziyad sempat ngomong mau coba sholat di Monjali. Thoriq bilang mau sholat di masjid An-Nur. Pertimbangannya karena cepat biar dia bisa pulang cepat. Sama seperti kembar, dia punya mainan lego yang ingin dirakit setelah sholat Ied. Dia bener-bener meeeenghitung hari. Sampai bosaaan semua dengernya hehe.

Tapi malam lebaran, Abang bikin keputusan. “Semua harus bareng sholat di lapangan superindo!”

Baca selengkapnya Sholat Ied di Lapangan Superindo

Lebaran 2025

Lebaran kali ini, tetap di Jogja aja, alhamdulillah. Dari pernikahan yang udah mau 19 tahun ini -alhamdulillah-, pernah mudik, lebaran di Jambi sekali, di Jakarta dua kali. Selain itu, kami lebaran di Jogja aja.

Karena bertahun-tahun lebaran di Jogja, ada hal yang kami udah tahu dan antisipasi. Misalnya warung-warung yang bisa dibilang 100% tutup. Jadi, semakin lebaran, semakin malah harus siap masak lauk. Karena kalau mau cari lauk matang di luar itu malah cape kelilingnya. Belum tentu yang didapat lauk yang memang sesuai harapan.

Di tulisan kali ini, aku mau catat berbagai hal terkait sebelum lebaran dan cerita lebaran insya Allah.

Antara Ramadhan dan Lebaran

Masing-masing keluarga, menjalankan aktivitas Ramadhan dan persiapan lebaran itu banyak faktor yang berpengaruh. Apakah merantau, apakah ada lebaran bersama keluarga besar, apakah masih kerja sampai hari terakhir Ramadan….daan masih banyak faktor lainnya yang bisa berpengaruh.

Baca selengkapnya Lebaran 2025