Melow Sapih Kembar #MemoriASI

Hari ke-8 tanggal 8 Oktober kemarin. Sore hari. Kembar lagi tidur. Aku baru aja selesai ngopi-ngopi sama Abang.
Aku udah duduk di depan komputer siap-siap kerja. Luma di meja sebelah, jadwal boleh nonton sore hari.

Luma: “Mi…Ummi lagi ngapain?”

Aku: (Nahan nangis sesunggukan) Lagi pegang HP abis posting foto di IG

Luma: “Ummi lagi kerja ya?”

Baca selengkapnya Melow Sapih Kembar #MemoriASI

Cerita Toilet Training Si Kembar Handzolah & Kholid

Usia mereka udah 21 bulan. Biasanya, kakak-kakaknya mulai toilet training sejak usia 18-19 bulan. Tapi aku kan merasa masih gak sanggup deh. Wong gak toilet training aja udah berapa kali bolak-balik ke kamar mandi, bolak-balik gendong mereka, dst. Intinya sih belum siap fisik dan mental.

Alhamdulillah, suatu malam, beberapa hari setelah lebaran, aku merasa kaya, pengen nyoba toilet training deh. Merasa lagi kuat fisiknya dan merasa cukup siap mental untuk menjalankan proses ini.

Mungkin karena efek libur kerjaan dan homeschooling selama 2 minggu ya. Jadinya pressure yang biasanya ada tiap hari berkurang.  Tambahan lagi, beberapa bulan terakhir ini aku mulai merasa pengeluaran buat diaper mereka ko gede banget ya.

Baca selengkapnya Cerita Toilet Training Si Kembar Handzolah & Kholid

Malaikat itu Apa?

 

Sebuah percakapan dengan Luma.

Anak-anak kan suka dapat hadiah stiker/tatto pas beli coki-coki satu bungkus. Nah, jatah yang selalu dibagi kakak-kakaknya ke Luma itu stiker kuda poni. Oh…Luma gak kenal – alhamdulillah – kartun-kartun poni yang sepertinya lagi booming ya? Sekedar dia memang suka aja karena itu kuda dan bentuknya yang feminin kan. Kakak-kakaknya mana mau.

Baca selengkapnya Malaikat itu Apa?

Mba Luma

Pergantian tahun 2015-2016 dilalui Abang dengan umroh (gratis).  Rezeki diajak ust. Abduh, sekalian membuat dokumentasi tentang umroh.  Waktu itu umur Luma belum genap 2 tahun.  Tepatnya 1 tahun 10 bulan. Mama datang dari Jakarta untuk menemaniku mengurus anak-anak.

Alhamdulillah waktu itu aku udah mulai bisa naik motor. Bahkan, waktu itu jadi moment aku menambah skill karena gimanapun aku harus belanja untuk makanan anak-anak dan  ngeposin pesanan poster.  Dan semuanya itu, pasti mesti ke jalan besar.

Baca selengkapnya Mba Luma

​Thoriq Belajar Bilangan Romawi

Tadi pas lihat next exercise tentang Romawi, rasanya mau skip aja. Tapi cobalah.  Karena aku pikir cuma I, V sama X.

Terus aku kasih catatan di yellow notes paper di meja sambil ngajarin dia.

I : 1 (Nilainya lho.. Aku bilang. Maksudnya bukan berarti angka 1)
V: 5
X: 10

Trus aku jelasin dikit. Tiga tuh begini, sambil nulisin i tiga kali.  Kalo v dikanan i nambah jadi 6. V kalo dikiri i berarti berkurang 1 jd 4. Terus aku ke kamar, ninggalin dia, krn nenenin sambil nyimak Ziyad setoran hafalan.

Baca selengkapnya ​Thoriq Belajar Bilangan Romawi

Anak Perempuan dan Masuk Angin

Alhamdulillah punya anak perempuan. Jadi bisa belajar hal-hal yang terjadinya karena dia perempuan hehe.

Sebelumnya,  marilah kita gambarkan sosok Luma yang udah lama ga diceritain di blog ini.  Umurnya 3,5 tahunan. Ngomongnya masih cadel. Kalo udah ngomong pake suara yang ditinggiin jadi kedengaran cempreng. Padahal mah aslinya dia tipe suara alto.

Baca selengkapnya Anak Perempuan dan Masuk Angin

Decision… #homeschooling

Alhamdulillah, sampai saat ini masih mantep insya Allah dengan homeschooling. Bahkan tahun ini, sebenarnya jadwalnya Thoriq masuk SD. Dan kita gak daftarin dia kemanapun juga. Alias dia juga homeschooling.

Tapi bukan keputusan itu yang mau aku ceritain di tulisan ini.

Baca selengkapnya Decision… #homeschooling

Rasanya Punya Anak Kembar

Banyaaakk banget yang pingin diceritain. Tapi sungguh sekarang sedikiiit banget waktu yang ada. Tapi jadi semangat lagi pas baca catatan-catatan perkembangan Ziyad dan Thoriq. Merasa bersalah juga karena catatan perkembangan Luma juga masih terlalu sedikit. Pelan-pelan…mau nulis berbagai hal di rumah.

Usia si kembar sekarang masuk 8 bulan alhamdulillah. Tapi sekarang bukan mau catat tentang perkembangan mereka. Sekarang mau cerita tentang perasaan punya anak kembar. Banyak yang pingin punya anak kembar. Dari dulu pun pengen punya anak kembar. Sempat merasa gak sanggup punya anak kembar. Tapi pas hamil Luma malah kaya pengen lagi punya anak kembar. Dan terakhir, ternyata Allah benar mewujudkan harapan orang-orang di rumah ini bahwa kami dianugrahi anak kembar.

Baca selengkapnya Rasanya Punya Anak Kembar

“Cerita Ya…”

Satu malam, Ziyad menghampiri aku yang sedang menyusui si kembar di kamar. Karena kamar sudah gelap, dia otomatis berbicara sambil berbisik-bisik ke aku. Tetap sambil cekikikan kesenangan dia bercerita.

Dia menceritakan tentang kejadian yang baru saja terjadi di meja makan saat makan bersama ammah H. Kelihatan senang sekali. Bercanda tentang kepedasan Bon Cabe level 30. Ternyata ammah H sangat kepedasan dan tidak tahan.

“Tadinya pegang tangan Ziyad. Terus saking kepedasannya akhirnya nepuk-nepuk Ziyad.”

Dia ceritakan itu sambil ketawa seneng banget.

Reaksiku?

Baca selengkapnya “Cerita Ya…”

Full ASI untuk si Kembar

Dot dan Alat Peras

Sewaktu si kembar masih umur sebulanan, Umi yang sekarang tinggal di Aceh udah langsung ngontak untuk pake alat perasnya dia yang saat itu ada di Leily di Jakarta. Aku juga waktu itu masih gak ngerasa butuh cepet. Punya 3 anak dari dulu gak pernah meres ASI buat stok atau diminumin. Pernahnya  meres pas baru ngelahirin Ziyad, cuma untuk dibuang karena payudara bengkak. Alat perasnya pun seadanya.

Baca selengkapnya Full ASI untuk si Kembar

Kisah Melahirkan Kembar Handzolah dan Kholid (2): THE DAY

Sampai di RS, aku langsung aja ke bagian pendaftaran. Gak pake ngambil nomor antrian seperti kemarin. Periksanya ke bidan aja. Kan cuma mau periksa bukaan. Alhamdulillah ketemu sama bu bidan Gayatri — yang ternyata adalah pendamping bu Muslimatun sejak awal Sakina Idaman berdiri.

Aku cerita kalau pas hamil Luma juga gitu. Kontraksi gak teratur, tapi pas dicek ternyata udah bukaan 3. Akhirnya langsung rebahan dan periksa dalam.

“Tarik nafas panjang…”

Aku narik nafas dan berusaha rileks. Bu Gayatri bilang, “Wah bener ini…udah bukaan 3.”

“Tuh kan bener”, aku bilang.

Gak tau kenapa tapi aku sama abang yang gak panik gitu. Kalo hamil biasa, kemungkinan besar kalo lahir usia segini aku bakal panik dan sedih deh. Alhamdulillah. Salah satu faktor juga emang aku udah sering bilang juga ke abang – dari hasil baca berbagai referensi – bahwa kebanyakan kehamilan kembar memang lahir sebelum 38. Dan insya ALlah mereka tetap tumbuh normal.

Baca selengkapnya Kisah Melahirkan Kembar Handzolah dan Kholid (2): THE DAY

Kisah Melahirkan Kembar Handzolah dan Kholid

Sejujurnya, gak pernah nyangka kalau aku termasuk dari ibu-ibu yang pernah melalui operase cesar. Apalagi kondisi kehamilan si kembar kemarin dari usia 30 minggu, keduanya  kepalanya sudah di bawah. Bahkan posisi juga semakin bagus pas periksa terakhir usia 35 minggu. Terus ko bisa tetap cesar?

It’s a very long story.
Pengen banget cerita dari zaman kehamilannya. Tapi kita persingkat ke kejadian dua hari sebelum hari H itu.

Baca selengkapnya Kisah Melahirkan Kembar Handzolah dan Kholid

Uang Saku, Menabung dan Insiden Tabungan Ziyad

Uang

Ziyad mulai aku bisa amanahi membeli sesuatu sejak usia 5 tahunan. Dikasih catatan, dititipin uangnya, nanti bisa balik lagi insya Allah. Amanahinnya juga masih kecil-kecil nilainya. Paling beli bumbu dapur, tomat atau sayur mayur lain yang kadang suka ketinggalan pas belanja. Beda sama Thoriq yang sekarang juga usia 5 tahun lebih, ternyata belum bisa diamanahi itu. Pernah beberapa kali aku minta tolong beli benda-benda (nilainya gak lebih dari 8ribu), tapi ternyata dia belum sadar sepenuhnya. Bingung udah bayar apa belum, apa itu kembalian, mana kembalianya dll hehe. Akhirnya gak boleh berangkat sendiri kecuali cuma beli yang buat dia sendiri senilai seribu rupiah.

Uang Saku/Jajan

Ziyad mulai mengenal uang jajan/uang saku tepatnya bulan Agustus 2014. Ko bisa inget banget? Soalnya waktu itu masa-masa aku dan abang berusaha gimana keluarnya gak semotor berlima karena motornya masih satu. Salah satunya adalah dengan menggunakan waktu main Ziyad pas kami keluar. Dia main, kami keluar.

Baca selengkapnya Uang Saku, Menabung dan Insiden Tabungan Ziyad

Judinya Anak-Anak

 

Sebenarnya, Ziyad (9th) udah pernah dijelasin tentang judi. Tapi memang jenis permainannya beda dengan yang terjadi kemarin. Judi yang aku jelasin lebih ke permainan tepok-tepokan, gundu. Semuanya itu gak pake uang. Tapi kalo main terus mereka nanti ada yang “ngambil” mainan temannya karena “menang”, maka itu judi. Wajar sih kalo Ziyad belum ngerti. Kadang, kita sendiri sebagai orang tua masih bertanya-tanya atau baru tahu kalau ternyata permainan yang ini atau yang itu haram.

Satu sore menjelang Ashar di bulan Ramadhan ini,  Ziyad ngasih tahu, “Mi, nanti minta 1000 ya. “H” mo ngadain kuis di rumahnya.”

“Kuis apa?”

Baca selengkapnya Judinya Anak-Anak