Ziyad Syaikhan – 4 tahun 10 bulan –

Ckckck…udah lama banget gak ngisi blog. Apa daya, apa daya…^^
Langsung aja ah..udah lama gak nyatet perkembangan Ziyad…Banyak yang kelewat ataupun sulit tercatat secara detail. Berbagai kejadian setelah Thoriq lahir, proses belajar di rumah, dan lain-lainnya.

Kalo lihat Ziyad sekarang, aku dan abang sering banget bilang, “Masya Allah…anak ummi udah gede sekarang, barokallahu fiik.” Aku ingeeettt banget satu moment ketika dia baru berusia sekitar 3 mingguan, waktu mba Susi istrinya ust Aris datang. Mba Susi komentar, “A itu itu udah gede.” Kayanya pembicaraannya berkisar Ziyad yang lahir dengan berat 2.75kg deh. Waktu itu aku memandang bayi Ziyad yang sedang tidur tertutup kojong (tau kan…yang kaya tudung saji buat menghindari dari nyamuk itu loh). Dan kalo inget itu..ah…dan tentu saja banyak memori lainnya…jadi terharu.

Baca selengkapnya Ziyad Syaikhan – 4 tahun 10 bulan –

Kabar BLW (Baby Led Weaning) Thoriq

Seorang teman memintaku mereview hasil BLW Thoriq kemarin. Apakah berhasil? Apakah Thoriq beneran gak jadi seorang picky eater. Apakah ini dan itu. Sebenarnya memang sudah niat mo menceritakan perkembangannya…makanya ada beberapa video dan gambar hasil dokumentasi.

Baca selengkapnya Kabar BLW (Baby Led Weaning) Thoriq

Bagaimana Memulai Homeschooling?

Homeschooling di Mataku

Homeschooling adalah label/nama/istilah. Bagiku seperti itu. Label yang membantu seseorang menjelaskan suatu aktifitas pendidikan/pembelajaran yang dilakukan di rumah. Dan bagiku sama saja ketika menyebutnya dengan Home Education. It’s just a name.

Jadi…saran pertamaku untuk teman-teman yang mau memulai homeschooling, gak usah pusing dengan berbagai deskripsi yang ada. Kita bukan sedang/akan melakukan sesuatu yang disesuaikan dengan suatu label. Tapi sebaliknya, kita akan melakukan sesuatu yang membantu perkembangan anak (peserta didik kita, mad’u kita) dari berbagai sisi – utamanya diniyah – terserah nanti namanya itu mau homeschooling, homeeducation, dll.

Baca selengkapnya Bagaimana Memulai Homeschooling?

Tips Mengajarkan Huruf “b” dan “d”

Berhubung kalo mo cerita full proses belajar Ziyad yang lain nanti malah gak keposting-posting, atau malah nunggu postingan review HP android juga malah gak jadi-jadi hehe, jadi posting sekilas tips ini aja. Yap, proses homeschoolingnya Ziyad masih berjalan alhamdulillah, walaupun mungkin kelihatannya kemajuannya tak sepesat anak lainnya, tapi aku tetap bersyukur masih bisa mendapatkan pahala itu insyaAllah…karena mengajarkan lafal per lafal, huruf per huruf, dan tahap per tahapan ke Ziyad.

Langsung saja, tak akan berpanjang-panjang.

Ziyad, mungkin seperti kebanyakan anak lainnya, atau mungkin tidak seperti kebanyakan anak lainnya, sulit membedakan antara huruf “b” dan “d”. Kalau pas satu huruf itu yang dipelajari sih lancar. Tapi kalo udah ketemu campur…nanti dia malah jadi takut salah karena memang hampir selalu salah. Kasihan, tapi ga boleh menyerah dan gak usah takut, kata aku. Salah itu wajar, kan lagi belajar, yang penting sabar.

Baca selengkapnya Tips Mengajarkan Huruf “b” dan “d”

Tukang Coret Kedua

Baiklah…sejak hari ini, resmi ada tukang coret kedua dalam rumah ini, yaitu bernama Thoriq Ibrohiimm…><‘

thoriq nyoret

Itu tadinya nyoret di ubin…hadeuh…”Ini sayang…di kertas ya…”

Malamnya dia asyik lagi corat-coret tanpa sepengetahuan aku…soalnya akunya lagi sibuk bikin bolu ketan item lhooo (request si abang tercintah). Eh enak banget ternyata yaa masyaAllah…cuma ada pelajaran yang didapat nih..tapi di postingan lain insyaALlah cerita tentang bolu ketan itemnya.

thoriq nyoret
Hasil coret-coret di ubin malam hari

Btw…Thoriq udah bisa jalan semingguan lebih nii…alhamdulillah…sama kaya Ziyad berarti, pas umur setahun udah bisa jalan.

 

Thoriq lagi (11 Bulan)

Perkembangan Thoriq ada yang kelupaan kecatet kemarin…plus ada yang udah nambah juga.

Koordinasi tangan-mata:
Bisa membolak-balikkan kertas buku. Ini dia suka banget, apalagi buku yang judulnya “Baba Gorila” (buku tentang pengurangan tapi dalam bentuk cerita gitu).

Nah kalo lagi bongkar-bongkar rak buku-buku Ziyad, yang biasa ditarik duluan itu biasanya buku “Super…”.(gak usah disebut judul lengkapnya deh hehe)…Ini buku tentang Himpunan.

Dia juga mulai suka menepatkan tutup toples/gelas dengan toples/gelasnya.

Baru-baru ini juga mulai bisa ngelus kepala Ziyad pake tangan dengan benar. Kalo dulu kan dikaplok hehe. Ternyata dikasih tau yang bener ini kaya ginii – sambil ngelus-ngelus Ziyad -, ngerti juga ya, masyaAllah.

Kelihatan kalau mulai mau ngomong dan berkomunikasi. Kata yang biasa dia maksudkan dia lagi ngomong itu, “papah…” gak papa maksudnya. Tadi aku main-main “Ammmm…”, nunjukin dia makan sisa jeruk dia yang berceceran, dia konsen ngeliatin mulut aku terus ngomong, “amm…” hihi…lucu masyaAllah.

Kecerdasan Thoriq Masya Allah (11 Bulan)

Di video ini, Thoriq sedang bermain pesawat dengan mengeluarkan suara “Ngeenng…ngeenngg…” Yang pinternya lagi masyaAllah, dia selalu cari posisi yang benar supaya roda pesawat/mobil di bawah.

Hehe…aku gak tau deh ini termasuk perkembangan pesat atau bukan…soalnya dulu seingat aku, Ziyad gak kaya gini (deuu…emang beda kali ya tiap anak). Thoriq termasuk anak yang bisa main sendiri alhamdulillah, gak harus selalu ditemani. Diam-diam, ngutak-ngatik, obrak-abrik (kalo ini semua anak kaliii).

Asal diberi contoh, insyaAllah Thoriq dengan cepat menangkap dan mengingat. Tapi setiap yang dipegang, termasuk misalnya mainan sapi atau kuda, nanti dia juga suaranya, “Ngeeenng….ngeennnggg” sambil dilambaikan di udara seakan-akan itu pesawat hehe. Atau mainan mobil juga gitu…tapi apa aja juga bisa jadi mobil.

Baca selengkapnya Kecerdasan Thoriq Masya Allah (11 Bulan)

Mainan Mahal

Salah satu perkembangan bayi, adalah dapat meraih benda yang ada di depannya (kordinasi tangan-mata) dan biasanya dimasukkan ke mulutnya. Entah kenapa, Thoriq suka sekali dengan handphone aku atau barang-barang elektronik dan barang kotor lainnya (contohnya mouse).

Dari akhir Agustus, hpku sony ericsson, resmi gak bisa dibuat telpon, karena suara aku gak kedengaran oleh penelpon. Tadinya gak ngeh kenapa. Sampai kemudian baru nyadar, kalo Thoriq itu suka banget ngisep2…dan yang diisep itu selalu bagian bawah hp-nya (pinter banget emang masyaAllah), dan di bagian bawah itu kan ada komponen yang buat nyarger (hp sony itu colokannya lebar gitu).

Padahal sebelumnya hp itu juga udah susah payah kalo dicharger…(dulu awal di jogja juga punya hpnya sony ericsson masalahnya sama…kemarin kok gak kepikiran ya pas beli).

Baca selengkapnya Mainan Mahal

Omarmariam.irsyad.sg: E-Learning Bahasa Arab untuk Anak

Percaya atau tidak, Ziyad (4 tahun 3 bulan) bisa menyatakan isim isyaroh hadza dan hadzihi untuk Omar, Mariam dan Qittoh secara tepat tanpa saya ajarkan mana yang mudzakar dan mana yang muanats melalui website ini. Sama seperti kita atau para bayi kita belajar bahasa ibu, maka cara belajar bahasa terbaik adalah dengan mendengar dan mempraktekkannya melalui percakapan (muhadatsah). Al lughotu al muhadtsah, kata seorang ustadz.  Dan website omarmariam.irsyad.sg mengemasnya secara menarik untuk anak-anak.

Baca selengkapnya Omarmariam.irsyad.sg: E-Learning Bahasa Arab untuk Anak

Ziyad dan Surat Al-Falaq

Ceritanya…waktu Ziyad aku keluarin dari childcare, hafalan Ziyad masuk ke surat Al-Falaq. Tepatnya lupa sih, awal Februari atau akhir Januari, dan diminggu ke berapa. Soalnya biasanya, untuk masuk hafalan baru, prosesnya bertahap, hafalan sebelumnya dalam masa pemantapan.

Nah…seperti surat-surat sebelumnya, waktu menghafal surat Al-Falaq ini, untuk menghafal ayat kedua atau ketiga, maka dia mesti udah bisa ayat sebelumnya. Dalam arti lancar. Kadang-kadang kalo ada salah dikit kaya misal di surat Al-Lahab, sayashlaa naa ron…itu aja dia baru bener bulan Juli ini (alias udah hampir setengah taun lebih…sebelumnya kalo gak sayashnaa naa ron…atau kelibet2 dikit…tapi dia tau yg bener tuh gimana) ya dilanjut.

Baca selengkapnya Ziyad dan Surat Al-Falaq

Jual Cloth Diaper Second (Clodi 2nd) (SOLD)

gg-diaper-jual-second

Iya nih…pingin jual clodinya Thoriq. Setengah aja, hehe, soalnya masih aku pingin aku pakai yang setengah lagi (8 buah).

Ceritanya, emang dari cerita hampir menyerah yang kemarin, frekuensi pakai clodinya mulai berkurang banget.  Tadinya full day pakai clodi, terus jadinya kalau malam pake diaper, terus mulai pakai diapernya dari mandi sore sama malem, dan…akhirnya full diaper lagi deh. Tapi tetap dibatasi, cuma 3 diaper sehari. Jadi, kalo kira-kira Thoriq pup, atau sudah gak nyaman pakai diaper, aku gantiin pake clodi.

So…kenapa clodi ini layak jual?

Baca selengkapnya Jual Cloth Diaper Second (Clodi 2nd) (SOLD)

Kesalahan Orang Tua

Kalau buah yang kita tanam ranum, manis…rasanya bahagia banget ya. Tapi kalau yang terjadi sebaliknya, rasanya sungguh pahit. Rasanya ingin segala daya upaya dilakukan supaya hasil buah yang kita dapatkan kembali manis.

Ini yang aku rasakan saat ini.

Kemarin, sewaktu kami jalan-jalan ke Gramedia, perilaku Ziyad tidak seperti biasanya. Dia menempel terus padaku, bahkan tidak ingin melepaskan pegangan tangannya dariku. Aneh. Biasanya dia dengan percaya diri berlari kesana-kemari. Biasanya bang Hen akan sibuk memanggil atau mencari, “Ziyad…Ziyad.” Kali ini tidak. Ziyad seperti kehilangan percaya dirinya. Ziyad seperti ketakutan.

Sedih? Ya, aku sungguh sedih dan khawatir. Pagi ini aku dan bang Hen mendiskusikan hal itu. Aku pun berusaha mengingat apa kira-kira yang membuat Ziyad tiba-tiba seperti itu. Dan sungguh sedih, ketika kemungkinan-kemungkinan yang ada, disebabkan oleh “ulah” kami sendiri padanya.

Semoga ini hanya sementara. Semoga kami bisa “meralat” apa yang telah kami lakukan. Semoga kami bisa berlaku lebih baik lagi. Semoga Allah menjadikan kami orang tua yang lebih baik hari kehari…

Sungguh aku galau…