Namanya juga galau. Mesti ada dua atau beberapa pemikiran yang bikin pendapat yang kita pilih jadi goyah. Kalau di postingan kemarin banyak menuliskan apa yang ada di pikiran abang..kali ini buat melegakan yang ada dipikiranku.
Setelah melihat dan mempertimbangkan beberapa hal, entah kenapa aku pada akhirnya cenderung memilih – jika memang akan menyekolahkan Ziyad -, sekolah negeri sebagai pilihan utama. Atau bisa juga pilihan yang lumayan seimbang dengan itu adalah salah satu sekolah muhammadiyah di Jogja. Sedangkan sekolah dasar dekat rumah menjadi pilihan terakhir.
Tapi ini pun ombang-ambing. Bisa jadi bahkan pilihan terakhir mungkin yang akan kami ambil. Hehe..
Sekolah negeri, karena latar belakangku dulu juga disekolahkan di sekolah negeri. Mama Papa, walaupun dengan ekonomi terbatas, berusaha mencarikan sekolah negeri yang berkualitas. Aku juga kurang ngerti kenapa bisa jadi beda-beda (kadang pake banget) antara sekolah negeri yang satu dengan yang lainnya.
Sekolah negeri jadi pilihan tengah-tengah. Karena biayanya tidak semahal SD swasta. Pun jika memilih sekolah yang tepat juga in sya Allah secara pendidikan akademik bagus. Latar belakang ekonomi keluarga masing-masing anak juga merata. Karena secara umum…sebagian besar orang tua ingin anaknya masuk sekolah negeri. Pertimbangan ini muncul waktu sempat menanyakan biaya masuk TK di sekolah Islam swasta di Jogja – yang bagi kami sangat mahal -. Sempat ada keinginan untuk memasukkan Ziyad ke situ – walaupun biayanya mahal -. Tapi rasanya itu akan tempat bergaul yang kurang tepat untuk Ziyad. Dan lagi rasanya memang kami akan terlalu memaksakan diri jika memasukkannya ke sana.


