Jarang-Jarang…

Salah satu kenikmatan hidup di Jogja adalah sering ada Islamic Book Fair. Gampang dijangkau dari rumah alhamdulillah. Cuma 15-30 menit bisa sampai, gak pakai macet :D.

Salah satu kenikmatan lagi pas Islamic Book Fair kali ini, si abang lagi dapat rezeki tambahan dari Allah.
Salah satu kenikmatan lainnya lagi adalah, suami yang juga ikut semangat melengkapi perlengkapan permainan edukatif di rumah sejak kejadian kemarin.

Jadi, berangkatlah kami Ahad ini ke Islamic Book Fair.Walau sempat salah tempat karena ternyata bukan di  gedung Wanita Tama – dimana biasanya Book Fair di adakan di situ – tapi kali ini diadakan di GOR UNY. Walau hampir gak jadi karena hujan yang luar biasa lebat. Walau terjebak di Masjid Kampus UGM selama hampir 2 jam karena hujan itu.

Baca selengkapnya Jarang-Jarang…

Hallo Blog

stasiun tugu jogja
Pulang dari Jakarta, sampai pukul 5 pagi. Keluar dari stasiun jam 6-an.

Hampir 2 weekend ini “sibuk”.
Weekend kemarinnya lagi, sibuk persiapan mo berangkat ke nikahan adik di Jakarta.
Weekend yang baru saja berlalu, acara nikahannya itu sendiri (dan tentu saja aku berharu biru menahan tangis huhu…love my lil brother so much!). Plus acara balik ke sini langsung malam hari itu juga. Capek.
Banyak banget yang mo diceritain.
“PR” postingan sebelum bepergian kemarin udah banyak. Tambah lagi cerita menarik pas kami di Jakarta masyaAllah.
Tambah lagi kejadian-kejadian yang baru aja…
Tapi gak tahu kapan bisa mostingnya.
Badan langsung ngedrop pulang dari Jakarta. Pusing gak ilang-ilang.
Stock dagangan poster pas abis. Pas lagi dapat sms pesenan yang alhamdulillah udah pada kenal semua, jadi bisa pengertian dengan kondisi ngedropkuh dan semoga bisa bersabar yah.
Kerjaan yang banyak. Bayangin 2 aplikasi, pake gambar2 semua. Belum interfacenya…
Mudah-mudahan pelan-pelan bisa diurai dan dibereskan satu persatu.
InsyaAllah.
Aamiin.

Belajar Berhitung

Alhamdulillah…sejak sekitar 4 mingguan yang lalu, Ziyad mulai belajar berhitung. Maksudnya sudah mulai masuk dalam ranah belajar yang lebih diseriuskan hehe. Sebelum-sebelumnya secara tidak langsung sudah belajar dasar-dasar. Dilakukan dalam kegiatan sehari-hari. Misalnya ketika dia minta kertas, aku bilang “Lima ya, coba dihitung dulu benar 5 gak?” Terus hitung deh.

Mulai belajar berhitung juga karena aku lihat perkembangan belajar membaca latin dan arabnya alhamdulillah bagus. Proses belajar kedua materi itu sudah berjalan lebih  ringan. Bahkan, untuk baca latin  karena satu halaman sudah lancar dan cepat, bisa aku rapel 2-3 halaman. Walau baru AISM 4, Ziyad sudah sering buka buku dan berusaha baca karena menikmati dia sudah mulai bisa membaca. Alhamdulillah 🙂

Nah…sebelum mulai proses belajar berhitung ini, aku banyak melihat dan download dari youtube. Terutama cara belajar di Montessori. Proses belajar berhitung ini, aku lihat jadi lebih terlihat mudah. Salah satu video yang aku lihat ini:

Baca selengkapnya Belajar Berhitung

Tak Seberapa…

Merasa “susah” dengan tingkah polah anak kita?
Merasa lelah dengan segala yang kita lakukan untuk mereka?

Itu tak seberapa…
Karena mereka begitu berharga…

*Sedih melihat anak-anak Palestine yang meninggal dan telah dikafani 🙁

Allahumma athil hayatanaa…’alaa tho atika wa ahsin ‘amalanaa…

Allaahummanshur muslimiina fii falisthin…

 

Nikmatilah Hidup Anda

Beberapa hari yang lalu, dapat hadiah dari Uus. Buku. Judulnya, “Nikmatilah Hidup Anda”.

Berikut surat yang menyertainya:

untuk teman baikku

biarpun tdk bs spt dulu, sering bertemu, ngobrol & berbagai cerita . tp bgku tetap spt dulu, tetap teman baikku . ^^

semoga nanti bs reunian di syurga.

uus yang dulu

he..he…:D

Hehe…senenng banget pas dapat hadiah buku ini. Oh ya…tulisan di atas dikutip persis tulisan aslinya, tapi gak pake tanda tangan. Dan khaas banget Uus yang pake huruf kecil semua.

Pas ngelihat buku ini di toko offlinenya Uus, udah naksir pas membaca sekilas isinya. Tapi waktu itu bimbang dengan pilihan-pilihan lain yang ada. Sampai rumah baru mantap pengen beli deh. Eeeeh…ternyata beberapa hari kemudian abang pulang bawa buku ini rapi dibungkus kado.

“Dari Uus…”

Baca selengkapnya Nikmatilah Hidup Anda

Hellow…Alhamdulillah!

Apa kabar dunia? Hehe…baru berlalu beberapa hari ya perasaan dari tulisan kemarin. Rasanya gak lengkap kalo weekend gak sempat nulis blog huhu. Tahu sendiri (atau pada belum tahu), bagi aku, blog ini adalah wujud ekspresi, hiburan, alat refreshing, catatan, dan lain-lain yang pokoknya yah…aku banget.

Minggu ini…sibuk belajar beberapa tutorial dan membiasakan diri dengan Intuos baru! MasyaAllah. (Dan tentu saja kesibukan tak henti-henti lainnya :D).

Intuos, Inkling
Fasilitas dari Yufid. Alhamdulillah

Sebelumnya pake Genius versi apa itu ya…yang sama sekali susah dibuat sketch, brushing atau yang lainnya. Buat gambar mesti neken..Yang bikin aku lumayan desperate dan rasanya lebih lancar pakai mouse daripada pakai alat itu buat kerja. Dan bikin jadi ngerasa, “Bisa gak yah…kapan ya bisa lancar” dll,

Terus pake Genius yang versi lebih baik lagi…yang jauh lebih baik…bla bla bla.

Sudah terlalu lelah untuk menulis hik hik…

‘Ala kulli haal….Alhamdulillah!

“If we were truly the people of  ‘Alhamdulillah‘, we wouldn’t find the time, energy, or motivation to complain.” – Nouman Ali Khan

MasyaAllah…bener banget. Blum tahu Nouman Ali Khan? Search di youtube ^^. Aku juga pernah ngeshare ceramahnya beliau tentang surat Al-Fatihah kalo gak salah. Bagus!

Kata-kata di atas dapat dari salah satu akhwat bule yang aku follow di Instagram ^^.

SO Alhamdulillah!

 

 

Deprecated

Istilahnya gak tahu tepat atau engga :). Nemu istilah ini kalo gak salah pas lagi nguplek-nguplek Google custom search engine. Ya inti yang aku dapat, sebuah layanan atau kode atau fasilitas tertentu tidak dilanjutkan. Deprecated.

Dan salah satu produk aku yang Buku Mini Hijaiyah, aku nyatakan deprecated.

Biasanya istilah deprecated dinyatakan untuk sesuatu yang telah tergantikan dengan sesuatu lainnya yang lebih baik. InsyaAllah isi dari buku mini Hijaiyah juga akan aku tuangkan dalam bentuk yang lebih baik dan lebih fleksibel dalam pembuatannya :D. Kecuali kalo ada penerbit yang mau menerbitkan produk aku ini, mungkin bentuknya akan tetap seperti kemarin insyaAllah.

 

Romantis

Sampai kemarin malam, aku berpikir romantis itu bukanlah hal yang sifatnya naluri atau natural. Maksudnya romantis disini yang berkaitan sama hal-hal “manis” yang disukai wanita pada umumnya, misalnya bunga. Tadinya juga aku berpikir, kalau orang yang suka kasih bunga itu mungkin juga sok romantis. Karena si pemberi bunga mungkin terpengaruh dengan tulisan yang dia baca, kisah yang dia dengar atau mencontoh dari kejadian orang lain. Tapi di rumah ini, ternyata ada yang dengan pikiran sederhananya, bisa berbuat sesuatu yang romantis, walau dia sendiri belum tahu apa arti romantis :).

Yep…siapa lagi kalo bukan Ziyad.

Baca selengkapnya Romantis

Dodo Tak Dodo…

Beberapa waktu akhir-akhir ini, anak-anak lagi suka film kartun Dodo tak dodo…eh…Dodo dan Syamil maksudnya hehe. Gak direview di ummiummi. Takut menuai pro dan kontra. Soalnya di film ini gak bebas juga dari musik dan beberapa catatan lainnya yang akan aku sebutkan di bawah. Yang jelas, film ini menurut aku lebih layak tonton daripada film kembar Upin & Ipin. Dan ini Indonesia punya loh. Kok gak ada TV yang nayangin ya? (Apa ada tapi aku gak tahu ya? Soalnya gak ada TV di rumah ^^).

Coba lihat contohnya di video penjelasan tentang Ziarah. Bagus deh insyaAllah.

Baca selengkapnya Dodo Tak Dodo…

Ayamku Bertelur!

Rasanya senaang bukan main waktu melihat ada telor di kandang ayam si Mbok. Langsung panas dingin grogi mikirin gimana nih, gimana nih. Aduh serasa ada bayi baru gitu deh haha…

Langsung buru-buru telpon abang tapi ditolak huhu, katanya lagi ngomong serius sama seorang ustadz.

Sore sebelumnya aku udah curiga, kok petak-petok terus sih gak kaya biasanya. Pas pagi sehabis subuh juga berisik petak-petok. Aku bilang ke abang pagi itu, “Mo kawin apa ya bang?”  Haha…kata abang kalo mo kawin nanti suaranya beda lagi (agak sotoy juga hihi). Terus beliau ngingetin aku waktu ngontrak di Bantul, ayam si mbah kan petak-petok kaya gitu bertelor. Yah pokoknya ini pembicaraan antara dua insan yang minim ilmu dalam dunia perayaman. Nah, jam 10-an aku mau isi tempat makannya ternyata ada telor itu.

Baca selengkapnya Ayamku Bertelur!

Jamilurrahman

Siang sampai sore tadi, kami berada di Bantul. Ke tempat Uus. Sahabat kami tercinta baru saja kehilangan buah hatinya yang berusia 5 bulan dalam kandungan. Kami tidak lama di sana. Banyak tamu lain berdatangan tepat ketika kami pamit pulang. Bukan pulang dalam arti sebenarnya. Aku ingin main ke tempat saudariku yang lain, Anik. Sama-sama di Jogja, tapi hampir 2 tahun tak bertemu. Ia tinggal tidak jauh dari rumah Uus. Tepatnya di kawasan pesantren Jamilurrahman.

Dan hatiku pun berdesir…

Jamilurrahman. Sebuah pesantren. Tidak. Dia bukan sekedar pesantren. Dia membentuk populasi. Populasi pemukiman penduduk para penggenggam bara. Ahlussunnah wal jama’ah. Memasuki wilayah ini, maka pemandangan anak-anak berseliweran dengan pakaian syar’i. Tanpa isbal ataupun berjilbab. Salam yang diberi dan diterima sepanjang jalan. Kami pernah tinggal di daerah ini sekitar satu tahun. Indah…

 

 

Kadang Aku Lupa…

Kadang aku lupa…kalau Ziyad itu masih anak-anak. Masih umur 5 tahun.

Masih membutuhkan rasa aman dan bukannya memberi rasa aman untuk ibunya.

Masih butuh dimengerti, bukannya diharapkan jadi anak pengertian.

Sedih. Marah. Kecewa. Lebih ke diri aku sendiri, yang membuat aku menangis terus sejak sore tadi.

Maafin ummi ya sayang…

– lagi sedih sangat –

Memelihara Ayam

Di Jambi, mertua memelihara ayam. Dua ayam bangkok – jantan dan betina –  yang dibeli dari sepupu suami. Dua ekor lainya adalah ayam kampung  yang habis disembelih ketika kami datang. Kelihatannya memelihara ayam mudah. Sampai di Jogja, ketika memandang halaman rumah dan samping rumah kontrakan kami yang lowong, aku usul ke abang untuk memelihara ayam. Semuanya setuju. Anak-anak senang. Ibu mertua yang diberitahu memberi saran untuk membeli ayam bangkok saja. “Tidak bisa terbang tinggi, ” katanya.

Aktifitas baru Ziyad

Baca selengkapnya Memelihara Ayam

Pulang Mudik: Acara Selanjutnya adalah ADAPTASI

Helloww….siapa aja yang pulang mudik?! Yes…saya juga termasuk di dalamnya. Demi demi…demi silaturahim. Dengan berbagai pertimbangan dan kemungkinan (misalnya tahun depan insyaAllah hamil, abis itu ngelahirin), jadinya kalo tahun ini gak pulang, berarti masih 2-3 tahun lagi bisa mudik…ya sudah,huhu… semoga Allah melapangkan rezeki kami ya Allah…aamiin.

Dan lucunya, pulang mudik ini, lagi jumpalitan adaptasi lagi sama kesibukan super duper, beberapa orang (iya beberapa orang!), nanyain hal yang intinya sama. Gimana menej waktu dengan buah hati di sekeliling kita para wanita. Alhamdulillah pas ditanya pas udah mulai menata hati dan fisik, hihi…jadi bisa kasih jawaban yang menghibur (dan mudah-mudahan jadi solusi). Kalo engga nanti ceritanya jadi sama-sama melow memikirkan nasib jadi ibu rumah tangga yang luar biasa besar pahalanya namun penuh perjuangan.

Yang perlu ditata duluan emang hati ya bu ibu. Menata hati bahwa semua yang kita lakuin itu butuh pertolongan sama Allah dan mengharap ganjaran dari-Nya.

Trus kemarin yang juga mendorong aku untuk lebih kuat dan gak malas-malasan adalah keinginan untuk bikin kue yang gak kesampean sampe sebelum berangkat mudik. Ajib ya. Karena pingin bisa bikin kue, aku jadi mikir bahwa pekerjaan lain harus bisa diselesaikan seefektif dan seefisien mungkin supaya tersisa tenaga dan waktu untuk bikin kue hehe. Walaupun akhirnya hari ini ujung-ujungnya “cuma” bikin brownies kukus, tapi tetep alhamdulillah. Itupun juga kepotong karena listrik konslet, kertas roti yang ternyata udah dibuang sama si Abang karena katanya kotor dan pritil-pritil lain yang alhamdulillah gak merusak hasil browniesnya :D.  Bayangannya soalnya pengen nyoba resep kue yang pake butter… (bacanya: baththher ya…:D). Iya mentega. Udah dibeliin mentega merek Orchid (yg ada label halalnya dong) dari sebelum mudik…huhu…mudah2an minggu depan atau weekend ini bisa bikin sesuatu yang pake mentega! insyaAllah aamiin.

 

 

My Kid’s Name

Gak tau emang nama anak-anakku yang sulit secara pelafalan atau emang gimana. Atau karena mengandung huruf-huruf “berat” seperti Z dan Q? Apalagi untuk daerah Jawa, penggunaan kata Z seringkali diucapkan dengan “Y”. Jadinya, orang-orang suka salah menyebut nama Ziyad & Thoriq.

Ziyad:

Bisa berubah jadi Zihaad, Yihad, Jihad, atau ketuker jadi Zahid. Yang lebih “parah” lagi panggilan dari mbah tetangga kami di Bantul, “Ijat“. Haha…sampe ketawa ngakak-ngakak sama abang pas ngebahas ini.

Thoriq:

Gak terlalu sering sih. Tapi kemarin pas di toko Merah, mas yang jaga yang sepertinya suka anak kecil nanya gini ke Abang, “Namanya Shodiq ya mas?” Haha…sampe rumah kita ngakak-ngakak lagi. Ya ampuun. Jauh banget Shodiq sama Thoriq.

Tadi juga abang baru cerita ditanya sama mba Aminah yang biasa bantu bersih halaman masjid dekat rumah. “Thohirnya lagi tidur ya mas?”

Hahahaha….

Eh ada lagi deng, nama kun yah Abang. Nama bapak beliau Munzir. Sampai saat ini – di kalangan penuntut ilmu zaman belau dan ustadz-ustadz – beliau ma’ruf dengan nama Ibnu Munzir. Ini juga bermasalah. Ada yang manggil mas Munir. Hihi…lumayaan…cuma ilang satu huruf. Ada juga yang tahu tapi ngelafalinnya jadi, “Mas Munyir.” Hihihi…tambah ngikik…