Sekian tulisan sebelumnya, sebenarnya backup dari instagram. Ini aku lakuin karena instagram dari awal udah kurang bagus di sistem pencarian. Kita gak bisa search konten kita sendiri. Harus scroll. Dia juga gak muncul di pencarian google. Cuma ada sistem tag. yang kalau tag itu umum dan dipakai orang, bakal muncul jugalah postingan orang yang pakai tag yang sama.
Jadi, tulisan kita di caption, foto, atau apalagi story, itu gak akan bisa disearch.
Dulu aku pikir, ya udah posting cepat, pendek sesuai video atau foto yang tersedia sesuai dengan hal yang mau aku ceritain. Ada beberapa bahasan yang rencananya mau aku satuin dan bahas secara keseluruhan dalam satu tulisan. Tapi ternyata gak terwujud setelah sekian lama.
Mau dibilang 2 tahun ini tahun yang sangat berat…tapi malu. Karena 2 tahun ini juga banyak sekali kemudahan dan hal-hal yang sangat patut disyukuri yang itu luar biasa.
Biasanya, kembar pakai Al-Qur’an Al-Fatih besar (A4) seperti dari kemarin terlihat. Al-Qur’an Al-Fatih, terbitan Indonesia, ada terjemahan per kata dan terjemahan ayat.
Dulu, kami beli 3 Al-Qur’an Al-Fatih. Yang 2 sudah pernah dipakai dipakai Ziyad dan Thoriq sampai lusuh dan pretel. Satu Al-Qur’an lagi, sengaja dibelikan persediaan untuk Luma.
Suatu pagi, aku minta krucil untuk belanja telur ke warung Bu Salim yang letaknya dekat rumah.
Selama mereka beli telur, aku nyiapin bahan di atas.
Mereka datang, campuran bahannya tinggal aku kasih telur, mixer sebentar, gak lama udah masuk oven.
Menjelang qoilulah, kuenya udah matang.
Sorenya, Luma nanya, “Kok Ummi tadi pagi bikin kuenya cepet banget.”
Aku jawab, “Alhamdulillah, kemudahan dari Allah.”Kemudian sebab selanjutnya adalah aku baru sadar kalau aku pernah bikin tulisan resep untuk Luma waktu minta tolong Luma siapin bahan.
Tulisan di resep juga aku udah kali 2.
Aku nimbang pakai tulisan resep di kertas yang udah dikali 2. Jadi, ga bolak-balik lihat hp (iya aku lihat di blog aku sendiri resepnya biasanya hehe) dan juga ga perlu mikir lagi beratnya kalau 2x resep.
Alhamdulillah. Ngaruh banget supaya jadi lebih sat set insya Allah.
Tapi resep yang aku tulis buat Luma akhirnya udah kotor dan basah. Jadinya aku tulis ulang lagi.
Biar ga kena basah-basah atau terigu dan ga mesti nulis ulang, aku tempel deh itu resep andalan di tembok ^^.
Baru ingat dulu juga pas awal bikin roti juga gitu sampai akhirnya jadi hafal.
*
Sebenarnya gula aren di tulisan di atas gula palem. Tapi gpp, sama-sama enak insyaAllah.
*
Foto di slide 3 bukan foto pas di cerita ini. Kalau itu foto beberapa hari yang lalu.
Ngabisin chocochip jadinya banyak taburan atasnya. Malah dikomentarin kembar, “Kok, banyak banget Mi coklatnya?”
#kuecizkah #resepcizkah
Kemudian sebab selanjutnya adalah aku baru sadar kalau aku pernah bikin tulisan resep untuk Luma waktu minta tolong Luma siapin bahan.
Setelah kembar mutar baca dari An-Naba – An-naas dengan melihat Al-Qur’an, aku tahu mereka sangat butuh perbaikan di SETIAP AYAT di SETIAP SURAT.
Tadinya, aku mikir, gimana cara perbaikan hafalan mereka. Soalnya, mereka udah nambah hafalan Al-Insan.
Akhirnya mutusin untuk stop hafalan baru. Perbaikan dulu aja hafalan lama.
Alhamdulillah, Allah mudahkan. Tetap pakai cara pengulangan per ayat tapi proses dan hasilnya alhamdulilah lebih cepat. Ga seperti hafalan baru.
Prosesnya ketika akan ngulang satu ayat, aku tes dulu. Misal ayat yang diulang agak berat ga lancarnya, ulang 10x. Kalau agak ringan dan lancar, ulangnya 5x.
Alhamdulillah, biasanya dapat 3-4 AYAT yang diperbaiki, kemudian aku minta gabung.
Mereka ngulang dari surat An-Naba. Tapi aku selingin juga ngulang ke surat yang di belakang supaya ga kelamaan ga dimuroja’ah.
Kalau pas surat pendek bagian belakang, satu hari bisa perbaikan 2-3 SURAT alhamdulillah.
Alhamdulillah kemarin mereka sudah selesai perbaikan An-Naba dan alhamdulilah aku cek sangat jauh lebih baik daripada sebelumnya insya Allah.
Proses belajar si kembar untuk iqro dan hafalan seperti ini ^^. Kadang yang lagi baca iqro harus nunggu dulu aku benerin yang lagi dibenerin bacaan Al-Qur’an-nya :).
Waktu Ziyad masih di Ibnu Mas’ud, beberapa kali ada yang menawarkan supaya Ziyad sekalian aja pulang bareng sama keluarga mereka yang naik mobil karena searah dengan rumah kami.
Jawabannya sama yaitu berterimakasih atas tawarannya dan ga menerima tawaran tersebut karena Abang tetap ingin menjemput sendiri.
Buku ini beli tahun 2018. K,etika kami lagi beli buku pelajaran di toko buku Toga Mas. Yang namanya lagi beli buku pelajaran, berarti pengeluarannya sebenarnya udah banyak.
Tapi Thoriq pingin banget buku ini. Dia request di saat-saat terakhir. Aku ragu untuk menyetujui, karena tulisan di bukunya terlihat kecil-kecil dan padat. Bukunya juga tebal. Khawatir kalau buku ini ga dibaca.
Maksud aku yang mengiringi anak ketika baca iqro, adalah:
Buku lain yang isinya sudah langsung keseluruhan hijaiyah
Poster harokat yang isinya juga sudah keseluruhan hijaiyah. Ini beneran memudahkan insya Allah karena anak tinggal tengok aja.
Buku iqro itu sendiri (misal yang sering lupa materi di iqro 3, berarti bawa iqro tersebut)
Jadi, kalau anak lupa, tinggal tunjuk si huruf. Atau ketika lupa materi, berarti dijelasin lagi.
Kadang, masih di iqro yang sama juga tetap harus dibolak-balik untuk mengingatkan materi yang mereka lupa.
Karena sebenarnya membaca hijaiyah ini, memang butuh latihan banyak, sedangkan satu materi di iqro, kadang cuma latihan 2 halaman sudah materi baru.
Misal:
Belajar fathahtain kalau diwaqof, maka ga dibaca tanwin, tapi dibaca mad ada di halaman awal iqro 5. Sampai akhir halaman iqro 5, anak-anak masih sering banget dijelasin ulang, lihat lagi ke halaman tsb.
Buat pengiring pengingat huruf, sebenarnya bisa buku apa aja. Cuma buat wasilah untuk bantuan anak mengingat. Dulu, waktu zaman Thoriq, pakai buku metode Asy-Syafi’ karya Abu Ya’la.
Nah, kalau buku yang di foto, ini buku klasik banget ya. Siapa yang masa kecilnya masih ketemu buku ini :)?
Buku turutan ukuran buku tulis besar, cover biru
Aku dulu sempat diajarin Mama, sekitar usia 7-8 tahun. Ujung-ujungnya mandeg cuma sampai halaman 2 hehe. Akhirnya belajarnya dari iqro, belajar dari guru TK aku – rohimahallah – yang buka kelas TPA di rumahnya.
Beli buku ini di Social Agency. Ke sana abis lebaran. Masih suasana libur, diajak Abang dadakan. Kita seneng banget di sana. Akhirnya kepegang buku ini, kirain buat nambah referensi aja di rumah. Ternyata kepakai alhamdulilah.
Aku pakai yang biru, karena lebih jelas.
Perbandingan ukuran buku turutan dan iqro.
Kebayang ya, buku-buku yang sederhana ini puluhan tahun bermanfaat buat orang belajar Al-Qur’an. Ga heboh-heboh atau dibranding “penulis best seller”, “buku best seller”.
Ga perlu.
Tapi pahalanya insyaAllah mengalir untuk orang yang membuat dan menyusunnya. Sederhana apapun manfaat dari ilmu yang diambil.
Iqro Cadangan
Tips lain buat ngajar anak iqro, sediakan iqro cadangan . Ini mungkin bisa beda-beda situasi di tiap keluarga.
Tapi, kalau di sini, selalu ada momen iqro-nya ketelingsut entaah dimana. Jadinya, nambah waktu buat nyari dulu. Akhirnya mutusin untuk beli lagi untuk cadangan.
Ternyata, cetakan terbaru Iqro Rasm Utsmani, ada perubahan.
Tulisan bertumpuk tetap ada, tapi ga sebanyak yang lama.
Tulisannya ga full padat seperti versi lama. Sebenarnya tulisannya ada yang terlihat jadi lebih kecil.
Seperti aku ceritakan sebelumnya, saat video terakhir yang aku bagikan tentang Kembar Muroja’ah Hafalan Lama, kembar sudah iqro 5. Jadinya, ketika perbaikan hafalan, alhamdulillah sudah bisa sambil melihat Al-Qur’an dan membaca dan melihat posisi ayat.
Tapi, ketika melihat kondisi seorang anak sudah iqro 5, gak usah merasa wah apalagi insecure hehe. Karena, prosesnya – di tiap anak – panjang dan maju mundur.
Ini foto bulan Juli 2022. Iqro berapakah itu yang ada di foto? Iya benar, iqro 1.
Bukan kebetulan kalau foto ini, yang di tengah halaqoh adalah Ziyad. Mukanya terlihat serius.
Dapat foto ini, Ahad, 7 Agustus 2022 di grup halaqoh Ziyad. Foto ini, tentu saja dikirim agar bisa dilihat oleh semua orang tua murid yang ada di halaqoh tersebut.
Kata ustadz Faiz (musyrif halaqoh) mengiringi foto ini, “Alhamdulillah, acara pagi ini, tasmi hafalan bulan Juli.”
Ketika dapat foto ini, pagi hari, masih jam 6.41 am.