Alhamdulillah…Ziyad mulai belajar secara teratur menghafal Al-Quran sejak umur 3 tahun 3 bulan. Hal ini dikarenakan beberapa sebab. Dia baru mulai belajar/mau bicara umur 2 tahun 3 bulanan. Itupun setelah itu masih berat dalam pelafalan. Jadi konsen aja ngajarin dia ngomong waktu itu. Cerita lengkap ada di sini.
Beda anak, beda kemampuan, beda karakter, beda gaya belajar, beda lagi penerapan menghafal Quran. Alhamdulillah Thoriq bisa ngomong pas udah mau umur 2 tahunan. Mau sendiri. Diajarin kata per kata juga mau ngikutin. Jadinya alhamdulillah untuk perkembangan bicaranya juga cepat.
Kalau yang ngikutin perkembangannya Thoriq di blog ini, aku pernah cerita dia tipe suka nyenandung-nyenandung gitu kan. Kayanya lebih ke audio. Plus lagi dia sering denger Ziyad mengulang hafalan atau ditalqin hafalan Quran.
Hadiah menghafal surat Asy-Syams. Harga cuma Rp 6.500.
Alhamdulillah pas menghafal surat As-Syams, Ziyad gak terlalu mengalami kesulitan. Padahal kalau dirunut-runut ada beberapa juga yang mirip kayanya. Pokoknya tahu-tahu udah beliin dia mainan ini.
Ceritanya mraktekin tips dari mba Desti di Riyadh. Anak beliau saat ini sudah hafal 16 juz di usia 9 tahun.
Seperti biasa, kali ini tips rumah tangga adalah berdasarkan trial dan error selama menjalani sebagai ratu rumah tangga :D. Terkadang suatu produk itu, secara umum kita ketahu fungsinya ini, eh ternyata akan lebih maksimal kalau digunakan untuk yang itu. Apa sajakah itu?
Seperti biasa, kali ini tips rumah tangga adalah berdasarkan trial dan error selama menjalani sebagai ratu rumah tangga :D. Terkadang suatu produk itu, secara umum kita ketahu fungsinya ini, eh ternyata akan lebih maksimal kalau digunakan untuk yang itu. Apa sajakah itu?
Ini adalah salah satu sebab aku suka label. Tau label kan? Bentuknya macam-macam. Biasanya buat nempel2 harga atau semacam itu.
Ini video kapan ya lupa. Inspirasinya dari film Baby pas bagian anak Jepang. Berarti ini sebenarnya bisa dilatih dari umur 1 tahunan.
Kalo mau pakai stiker juga boleh. Kalo label ini kan murah ya. Harga 2000 an bisa isi berapa lembar. Bentuknya macam-macam. Yang ditempel di video ini yang bentuknya lingkaran :). Cocok buat nempel-nempel benda yang ada gambar wajahnya yang beredar di rumah.
Pas dijawab udah umur 31-an (aku lahir Oktober 81 :)), terus dijawab, “Pantes gaya bicaranya masih kaya anak muda.”
Hehe…kalo itu gak tahu karena umur atau apa sih. Atau…jadi mikir, harusnya seperti apa ya? Atau mungkin gaya ibu-ibu banget yang udah berumur…Eh..tapi umur berapa ya. Balik-baliknya lagi, kayanya juga bukan masalah umur.
Mo nulis tentang ini udah lama. Tentang perkembangan…mmh…apa ya kata tepatnya.
Yang jelas…sampe kemarin aku umur 29 tahunan…seakan-akan yang ada di otak aku – secara sikap dll – aku tuh masih umur 23 :D. Serius. Gak merasa udah makin tua atau semacam itu. Mungkin suatu saat kalian yang masih muda-muda bakal ngerasain. Makanya sempat juga nulis tentang masih aneh di panggil Bu.
Masih ingat dengan video ini yang saya publish di artikel “30 Penghafal Quran“. Di artikel tersebut kami tulis Imam Cilik dari Afghanistan. Waktu saya tuliskan hal tersebut sebenarnya berdasarkan kopiah yang dikenakan di kepala – yang setahu saya – berasal dari Afghanistan.
Masih ingat dengan video ini yang saya publish di artikel “30 Penghafal Quran“. Di artikel tersebut saya tulis Imam Cilik dari Afghanistan. Waktu saya tuliskan hal tersebut sebenarnya berdasarkan kopiah yang dikenakan di kepala – yang setahu saya – berasal dari Afghanistan.
Ternyata saya salah.Jika melihat video-video terbarunya, maka yang benar Ashim tinggal di Texas Amerika. Namanya adalah Ashim Bilal Bani Khalid (عاصم بلال حسين بني خالد). Tahun ini perkiraan dia berusia 11 tahun, berarti kelahiran 2002.Gurunya adalah Qari Hashim, yang duduk di sebelah kanan Ashim di video ini.
Sekarang saya akan memperlihatkan video-video lainnya baik ketika dia masih berusia 7 tahn maupun video-video terbaru dari Ashim. Yang paling menarik menurut saya adalah video-video ketika dia sedang belajar bersama gurunya, yaitu Qari Hashim Sab. Saya jadi berharap ada guru seperti Qari Hashim yang dengan kemampuannya mau mengajarkan Al-Qur’an, bahkan untuk anak usia yang masih belia ini.
Ketika masih berusia 6 tahun. So cute! Masya Allah.
Di video ini terlihat bagaimana Allah memberi anugrah besar kepada Ashim, hafidzahullah. Dari guru yang sama, namun kemampuan yang dimiliki murid berbeda-beda.
Giliran Ashim menyetorkan hafalannya.
Kurang tahu berapa kali Ashim menyetorkan hafalannya ketika belajar. Kali ini berbarengan dengan penghafal Quran lainnya yang bernama Zulkifli Bin Anwar.
Serius keren masya Allah.
Dalam acara anak-anak
Ketika memimpin tarawih 1
Ketika memimpin tarawih 2 di usianya 7,5 tahun. (Ini adalah versi lengkap dari video yang telah lalu. Terharu sekali ketika Ashim digendong oleh sang guru. Masya Allah). Di sini juga diperlihatkan ayah dari Ashim.
Ketika masih berumur 7 tahun
Masya Allah Masya Allah…
Masya ALlah, masih kecil banget ini. Usia 6 tahun. Sepertinya video ini diambil ketika di rumah.
Bonus: Ashim adzan.
Jika ingin mendownload video-video ini. Bisa dari halaman ini. Klik play salah satu video yang ingin didownload. Kemudian ikuti petunjuk download dalam tulisan saya lainnya.
Untuk yang mengupdate engine wordpressnya jadi versi 3.5.1 mungkin ada yang mengalami kejadian yang sama. Jadi button “LINK” sama “TEXT” (Dulu tulisannya HTML) itu gak aktif.
Setelah search sana sini, emang ini masalah umum yang terjadi. Entah itu karena disebabkan plugin atau memang bugs dari WordPress versi yang ini.
Nah, untuk mengatasinya, aku catat di sini aja ya.
Beberapa teman yang baru menjalani biduk rumah tangga, seringkali terkena syndrom “pulang”. Dulu aku juga mengalami. Apalagi waktu itu langsung hamil. Yang namanya orang hamil itu pada umumnya kepayahan. Kalau kepayahan/sakit, biasanya seseorang kepikiran pingin pulang. Pingin di rumah. Pingin di dekat Mama. Walau pada kenyataannya aku di rumah bukan orang yang tipikal dimanja. Bahkan pernah badan aku panas. Cuma karena adik-adik yang lain juga panas, sampai kayanya gak ketahuan kalau aku tuh juga panas. Karena pada dasarnya biasanya aku juga kalau sakit in sya Allah gak menunjukkan sakit. Gak tahu. Budaya di rumah seperti itu. Atau aku sendiri yang membentuk budaya pada diriku seperti itu hehe.
Ada juga perasaan antara percaya dan tidak percaya. Bahkan perasaan was-was sehingga seperti khawatir membahas tentang hal ini. Sedih karena bisa jadi itu adalah tanda-tanda kematian dari diri kita sendiri. Kemudian setelah kita meninggal, orang-orang akan berbicara, “Kemarin sempat dia ngomong ini dan itu…” yang seakan-akan memang menguatkan bahwa diri kita sebenarnya memberikan tanda-tanda kematian.
Metode menghafal Ziyad itu gak urut. Kadang aku lompati surat tertentu dengan beberapa pertimbangan. Pas kemarin mulai masuk TK, juga sempat mengikuti mengiringi apa yang sedang di hafal di TK. Sebelum melangkah ke surat Al-Bayyinah, surat terakhir yang dia hafal adalah surat Al-Insyiqoq.
Qodarullah, berbagai hal dan keterampilan yang sekarang aku miliki, sejak dulu “harus” aku pelajari dengan cara belajar sendiri.
Akibat dari hal itu, seringkali aku merasa tidak percaya diri. Beberapa kali aku curhat ke abang, “Bang…aku ko serba setengah-setengah ya?” Menanyakan itu dengan wajah sedih.
Masih lanjut cerita barusan. Pas lagi ngerasa nafas pendek itu, aku jadi merasa pingin sekali olah raga. Terus baru sadar kalau dulu sebenarnya termasuk rajin olah raga. Cuma saat ini banyak olah raga yang biasa aku jalani kayanya gak memungkinan untuk dijalankan.
Renang
Aku bisa renang dari kelas 1 SD. Bisa berenang karena gak sengaja kepleset trus langsung gerak-gerakin kaki. Suka banget sama berenang. Cuma gaya kupu-kupu aja yang aku gak bisa. Gaya dada, gaya bebas, gaya kodok bisa 😀 in sya Allah. Walau abis berenang kulit langsung jadi kebakar. Waktu itu, berenang jadi ekstrakurikuler. Setelah itu, kalo lagi ada kesempatan ya ke tempat kolam renang umum sama mba Maya dan Jepi. Dulu Icad belum ada. Beda umur aku sama Icad (adik yang bungsu 10 tahun hehe).