18 weeks 6 days (Boy or Girl?) :)

Jarang cerita tentang periksa kehamilan nih. Karena memang baru 3 kali periksa ke dokter selama proses kehamilan ini alhamdulillah. Karena pengalaman hamil yang dulu-dulu, baik aku maupun abang lebih ‘njaga. Aku gak mau sampe cape-cape banget dan stress. Pun abang juga gak terlalu membebaniku dengan pekerjaan yang diburu deadline. Alhamdulillah para programmer masih sibuk dengan pembuatan aplikasi yang lain. Jadi aku gak pernah sampe begadangan banget (dulu biar lega pekerjaan selesai bahkan bisa gak tidur sampai pagi).

Periksa kehamilan 3 kali ini semuanya sama dokter. Karena memang ada tujuannya. Bukan asal pingin di USG aja hehe.

Pas udah tahu hamil, sengaja gak langsung periksa. Sengaja nunggu sampai 7-8 minggu, karena di usia itulah biasanya sudah terlihat adanya janin/tidak, adanya detak jantung atau tidak. Kalau masih 4-5 minggu biasanya cuma kantung rahim hitam yang terlihat (walaupun disana ada sel-sel yang sedang sibuk membelah diri :D). Pertimbangan ini karena pengalaman hamil anggur kemarin.

Baca selengkapnya 18 weeks 6 days (Boy or Girl?) 🙂

Galau SD bagian 2 (My Prespective)

Namanya juga galau. Mesti ada dua atau beberapa pemikiran yang bikin pendapat yang kita pilih jadi goyah. Kalau di postingan kemarin banyak menuliskan apa yang ada di pikiran abang..kali ini buat melegakan yang ada dipikiranku.

Setelah melihat dan mempertimbangkan beberapa hal, entah kenapa aku pada akhirnya cenderung memilih – jika memang akan menyekolahkan Ziyad -, sekolah negeri sebagai pilihan utama. Atau bisa juga pilihan yang lumayan seimbang dengan itu adalah salah satu sekolah muhammadiyah di Jogja. Sedangkan sekolah dasar dekat rumah menjadi pilihan terakhir.

Tapi ini pun ombang-ambing. Bisa jadi bahkan pilihan terakhir mungkin yang akan kami ambil. Hehe..

Sekolah negeri, karena latar belakangku dulu juga disekolahkan di sekolah negeri. Mama Papa, walaupun dengan ekonomi terbatas, berusaha mencarikan sekolah negeri yang berkualitas. Aku juga kurang ngerti kenapa bisa jadi beda-beda (kadang pake banget) antara sekolah negeri yang satu dengan yang lainnya.

Sekolah negeri jadi pilihan tengah-tengah. Karena biayanya tidak semahal SD swasta. Pun jika memilih sekolah yang tepat juga in sya Allah secara pendidikan akademik bagus. Latar belakang ekonomi keluarga masing-masing anak juga merata. Karena secara umum…sebagian besar orang tua ingin anaknya masuk sekolah negeri. Pertimbangan ini muncul waktu sempat menanyakan biaya masuk TK di sekolah Islam swasta di Jogja  – yang bagi kami sangat mahal -. Sempat ada keinginan untuk memasukkan Ziyad ke situ – walaupun biayanya mahal -. Tapi rasanya itu akan tempat bergaul yang kurang tepat untuk Ziyad. Dan lagi rasanya memang kami akan terlalu memaksakan diri jika memasukkannya ke sana.

Baca selengkapnya Galau SD bagian 2 (My Prespective)

Juz 30 (Ziyad 6 tahun)

Juz 30

Alhamdulillah Ziyad sudah menyelesaikan hafalan juz 30-nya awal Agustus kemarin. Tepatnya tanggal 5 Agustus (lihat catetan :D).

Alhamdulillah pas lagi masa-masa berat kehamilan trimester pertama, tetap bisa jalan proses hafalan Ziyad. Walaupun hampir selalu dengan mata sepet, badan berat, kepala pusing. Selesai nemenin Ziyad hafalan, biasanya aku langsung ke tempat tidur hehe. Ngantuuuk banget sama pusing. Jadi selama 2 bulan (sekarang pelan-pelan mulai lagi belajar yang selain hafalannya). Yang biasanya muroja’ah bisa sampai 1/4 juz plus hafalan baru, kemarin-kemarin ya cuma nambah hafalan sama muroja’ah satu dua surat. Pinginnya sebenarnya libur aja deh huhu..tapi bisa “bahaya” nih kalo gak dimuroja’ah.

Alhamdulillahnya lagi…pas lagi masa-masa berat gitu, Ziyad pas lagi mudaaah banget nambah hafalan barunya. Ini kerasa banget efek mendengarkan murottal sebelum tidur. Favoritnya Ziyad adalah Abu Usamah yang dari radio Rodja hehe. Udah coba diperdengarnya syaikh-syaikh lainnya, teteep aja nanti ujung-ujungnya dia mintanya “Abu Usamah Mi.”

Baca selengkapnya Juz 30 (Ziyad 6 tahun)

Galau SD

Mungkin ada beberapa yang pernah melihat aku  menulis #galauSD di beberapa tempat. Hehe…ini ceritanya berarti lanjutan cerita tentang homeschoolingnya Ziyad bagian 4 ya :D.

Ziyad udah 6 tahun..udah bisa baca latin, bisa al-quran, bisa hitung-hitungan sederhana. Terus? Ko gak masuk SD aja sih? Pas banget dia bulan Juli kemarin 6 tahun. Kalo berdasar kalender hijriah sih udah sebelum itu malahan 6 tahunnya hehe.  Samar-samar, rasanya pingin masukin dia ke SD. Sayang-sayang dia udah bisa ini itu terus masih setahun lagi. Tapiii…tapinya itu banyaak banget…

Baca selengkapnya Galau SD

Produk Terbaru Cizkah: Poster Angka Arabic, Poster Warna Arabic, Tongkat Angka, Matching 2D Shape

In sya Allah untuk poster angka arabic dan poster warna arabicnya sudah jelas tanpa perlu dijelaskan hehe. Kalau yang tongkat angka sama matching 2d shape sebenarnya karena kebutuhan pribadi. Ini biasa digunakan dalam pendidikan montessori. Model kertas gini ternyata juga ada (kalo di youtube kan beneran batang kayu ya). Sourcenya dari buku Teach Me To It Myself edisi terjemahan (ini baru terbit tahun 2013 ini).

Poster Warna Arabic

Poster Warna Arab
Berisi 12 warna secara arabic (mudzakar dan muanats)

Baca selengkapnya Produk Terbaru Cizkah: Poster Angka Arabic, Poster Warna Arabic, Tongkat Angka, Matching 2D Shape

Soundbook Hijaiyah dan Soundbook Alphabet (The Story)

Soundbook Montessori

Lanjutan postingan kemarin. Jadi, aku kepikiran, dari ide dasar soundbook alphabet montessori itu, kenapa gak dibikin juga versi hijaiyah. Bersemangatlah bikin. Karena mikir mesti ada sesuatu yang beda dan harusnya itu bikin produk ini bisa lebih baik dari yang ada, maka tercetuslah ide untuk menambahkan ilustrasi untuk setiap huruf.  Prosesnya cukup panjang karena mesti gambar satu persatu manual  (gak cuma foto kaya pas Buku Mini Hijaiyah).

Sambil proses gitu, bikin juga lah yang alphabet. Kayanya di Indonesia juga belum ada yang bikin.

Alhamdulillah, akhirnya datang harinya semuanya selesai, dalam arti sudah aku setting juga dalam bentuk buku (paket software Adobe Indesign). Ke percetakan. Ini dia hasilnya.

Baca selengkapnya Soundbook Hijaiyah dan Soundbook Alphabet (The Story)

Tahukah Anda Tentang Sandpaper Letter atau Soundbook?

Yep…ini adalah salah satu metode yang digunakan dalam pendidikan Montessori untuk anak mengenal huruf.

Sandpaper Letter

Untuk sandpaper letter, intinya, pada bagian huruf itu dibuat dibahan kertas sandpaper (ini kurang tahu kalo di indonesia ada gak. Intinya kertasnya memiliki tekstur ya kertas amplas). Biasanya huruf-huruf yang bertekstur itu berada di tengah kotak yang kokoh. Bisa digunakan anak yang right-handed atau kidal. Hurufnya pun dibuat sederhana, bukan tipikal hururf serif semacam times new roman yang punya kaki-kaki.

Sandpaper letter ini dikenalkan setelah anak mengenal suara dari setiap huruf tersebut (jadi gak diberikan bareng).

Sambil anak menyuarakan huruf tersebut, si anak meraba huruf tersebut sesuai arah menulis huruf tersebut. Ini video gimana seharusnya guru mengajarkan dengan metode ini.

Baca selengkapnya Tahukah Anda Tentang Sandpaper Letter atau Soundbook?

Perbaikan Mindset saat Homeschooling

Waktu pertama masuk daycare tahun 2009, Ziyad mesti membayar uang sumbangan awal hampir sekitar 2 juta. SPP perbulan selalu > 350 ribu. Per semester ada daftar ulang Rp 175.000. Kemudian juga ada wisata edukatif yang ikut gak ikut mesti bayar ,biaya sekitar Rp 75.000. Pas masuk TK gak jauh beda. Uang sumbangan awal sekitar 1 juta (ini yang versi menengah. TK lain bisa sampai 2-5 juta masuknya :D). SPP perbulan sekitar Rp 235.000. Persemester ada daftar ulang dan untuk biaya wisata sekitar Rp 175.000 *lupa tepatnya.

Hmm…lumayan ya, untuk ukuran aku ini juga mesti perjuangan. Lucunya, kalau udah berurusan sama sekolah gini kan, mo ada gak ada, uangnya ya mesti diada-adain. Salah satu upaya untuk memperingan biaya-biaya tersebut adalah NYICIL.

Senyicil-nyicilnya, setiap bulan tetap harus menguras uang sekitar Rp 500 ribu untuk bayar SPP dan cicilan. Terus lagi, waktu cicilan udah selesai, masih ada tanggungan lagi bayar daftar ulang. Jadinya gak selesai-selesai mengeluarkan uang sekitar Rp 300.00 – Rp 500.000 setiap bulan.

Ini di Jogja ya. Kalau yang di Jakarta, aku gak tau deh. Kemarin sempat lihat blog orang gak sengaja. SPP anak SD kisarannya > Rp. 500 ribu. Uang masuknya antara 11 juta – 18 juta. Wiiiiiyy….

Sekarang coba jawab pertanyaan di bawah ini secara jujur.

Kalau anak kita minta dibeliin Quran yang ukuran besar seharga Rp 250 ribu, mikir gak?

  • Bakal diusahain ga?
  • Berapa jatah beli buku sebulan di rumah untuk anak-anak?
  • Mau gak ngeluarin setiap bulan sekitar Rp 150 ribu – 200ribu untuk beli buku untuk anak-anak?
  • Ada jatah untuk beli mainan edukatif atau non edukatif gak?

TIAP BULAN loh hehe. Seperti laiknya kalau kita ngusahain bayar SPP+cicilan sekolah.

Angka-angka yang aku sebut sebenarnya cuma buat pelecut aku pribadi dan sebagai pembanding dengan biaya yang kami keluarkan pas Ziyad dulu sekolah. Bukan berarti teman-teman harus mengeluarkan dana segitu atau lebih banyak lagi untuk membuktikan kecintaan pada pendidikan anak yah.

Baca selengkapnya Perbaikan Mindset saat Homeschooling

Gaya Belajar Montessori

Montessori adalah salah satu tokoh pendidikan. Itu jawaban simpel buat temen-temen yang mungkin belum tahu.

Waktu zaman kuliah dulu, kedapetan tugas bikin presentasi tentang beliau. Dan ketika membaca informasi yang ada, aku merasa cocok dengan cara yang digunakan. Bahkan dengan bekal pengetahuan tentang gaya pendidikan Montessori, waktu itu jadi sedikit berpengaruh pada  tulisanku tentang mendidik tanggung jawab pada anak :).

Yang paling aku ingat tentang sistem pendidikan Montessori adalah bagaimana menyediakan “lingkungan” yang sesuai dengan fisik dan perkembangan si anak.  Misalnya, naro gambar ya yang sejajar dengan jarak pandang matanya.

Jadi kalo menempelkan poster untuk anak jangan tinggi-tinggi yah :).

Coba dibayangkan- misalnya – kita melihat suatu pameran suatu karya dan karya tersebut diletakkan tinggi jauh di atas kepala kita. Ga bakal asyik lagi kan?

Atau misalnya menyiapkan gantungan baju sesuai jangkauan anak. Jadi jangan mengharapkan anak disiplin meletakkan barang-barang sesuai tempatnya, kalau tempatnya itu gak disediakan (kalau tinggi kan gak bisa ya). Dan hal-hal lain di sekitar rumah yang kita kadang mesti jeli dan berpikir dengan cara pikir mereka.

Dari artikel yang pernah aku baca pas zaman kuliah juga dikasih beberapa contoh kejadian. Misalnya saat anak memegang trotoar. Mungkin orang tua akan bereaksi, “Awas! Kotor. Aduh itu kotor” dll. Padahal dari situ dia bisa belajar tentang permukaan yang kasar, permukaan yang halus dsb. Atau ketika misalnya si anak pingin banget bantu orang tuanya dalam kegiatan rumah tangga, semisal cuci piring, pel. Maka kita dukung saja, sesuai kemampuan mereka. Kegiatan belajar juga lebih untuk ke praktek kehidupan sehari-hari.

The main premises of Montessori education are:

  • Children are to be respected as different from adults and as individuals who differ from each other.
  • Children possess an unusual sensitivity and intellectual ability to absorb and learn from their environment that are unlike those of the adult both in quality and capacity.
  • The most important years of childrens growth are the first six years of life when unconscious learning is gradually brought to the conscious level.

Ini beberapa contoh cara belajar Montessori (niatnya mo posting video-video Montessori…tapi…apa daya..masih di akhir2 trimester 1 :P) . I have lots video about this. Kalo ada yang mo copy, monggo. Lebih enak lagi kalo flashdisk ukuran besar ya.  Kayanya perlu diposting per bahasan sendiri kalo memang mo didownload.

 

Catatan:

Sekarang tanggal 25 Agustus 2013. Tulisan ini aku tulis tanggal 20 Desember 2012, kemudian beberapa kali mengalami pengeditan walaupun akhirnya tetap menjadi draft.

Hello there my blog…

Hello there my blog…how are you…?

Me? I’m gettin fine alhamdulillah..

Still not in the mood to do much thing I used to do. Including writing about anything that I think I should write it on you..you my blog..

And this night…I don’t know…

Feelin sad…not becoz of someone…just the “little” thing..but that thing I think I like and want others to have that thing too…

Oh..I tell you more in sha Allah…not on this post.

I’ve shared my feeling to abang…but still so many “sounds’ in my mind. So i decided to write that “sounds”.

Dan…

Buat teman-teman…semoga tetap mendapat manfaat dari blog ini. Ada beberapa draft tulisan yang sebenarnya sudah >50% jadi bahkan 80%. Tapi memang sedang tidak ingin dan tidak bisa berlama-lama di depan laptop. Tapi kali ini ada beberapa hal yang ingin aku bagi, dan seringkali itu berkaitan dengan draft tulisan yang belum dipublish. Yang akhirnya tulisan/wacana baru yang ingin disampaikan juga harus terpending atau sekedar jadi draft kedua…ketiga…dst..

In sya Allah setelah ini aku posting beberapa draft itu…gpp gak “sempurna”, tapi semoga inti ide/informasi yang ada bisa dimanfaatkan. Aamiin.

Abaikan grammar ketika membaca tulisanku diatas hehe…*sendu.

 

Oh Ziyad…

Ceritanya…hari ini Ziyad tersiram air panas di punggung tangan kanannya. Qodarullah wa masya a fa’al…

Yang bikin aku terharu masya Allah, pas lagi nangis-nangis karena kesakitan..dia tetap sadar berdoa,

“Semoga nanti sembuh Mi…hwaaa…. (sambil nangis)”

Terus lagi, pas pulang dari dokter dia yang udah ketawa-tawa malah heran melihat aku murung. Sedih sih sebenarnya…karena aku yang nuang air panas itu. Plus karena panik, begitu masuk air, itu tangan langsung aku gosok (AAA!!!), jadi mengelupaslah dia. Padahal biasanya kalo kaya gini asal disiram air dingin trus dikasih minyak habbatussauda, walaupun melepuh dia bakal agak ngempes, gak sampai gelembung banget in sya Allah…qodarullah wa masya a fa’al.

Melihat aku murung,  malah dia yang ngomong,

“Sabar ya Mi. Doain Ziyad aja. Ziyad sabar in sya Allah….” Huhuhu…

Oh anakku…masya Allah..Barokallahu fiik.

Niatnya…

Niatnya…libur lebaran ini mo posting ini dan itu. Di blog ini atau di ummiummi. Mo nyelesein beberapa proyek pribadi…mo nambah hafalan banyak-banyak :D.

Qodarullah qudroh masih gak sesuai dengan irodah. Masih seperti hari-hari kemarin…sering terkapar karena pusing.  Agak kesulitan beradaptasi dengan keadaan fisik sekarang.  Ditambah lagi pas awal libur abang masih sangat disibukkan dengan kejadian kemalingan.

Mo mulai membiasakan lagi pelan-pelan dengan berbagai kesibukan yang ada insyaAllah. Contohnya nulis ringan kaya gini hehe…

Learning is a Journey

Pertama…kalo dalam proses belajar ada yang merasa stress…kemungkinan besar ada yang perlu diperbaiki. Mungkin metodenya yang salah, prakteknya yang kurang tepat, waktunya yang belum tepat dst.

Kedua…no no no..Jangan sampai kesan awal yang ditangkap anak saat menghafal Quran adalah sesuatu yang tidak menyenangkan, tidak menyenangkan dll.

Ketiga bertahap.

Keempat…sesuaikan dengan perkembangannya.

Kelima…learning is a journeeey…it’s not a race hehe..

Prakteknya gimana nih maksudnya?

Baca selengkapnya Learning is a Journey

Semeriwing HCG

Alhamdulillah, sekitar semingguan yang lalu, hasil tes menunjukkan 2 garis merah hehe. Belum telat sih. Tapi udah ada sedikit tanda-tanda, ngantuk luar biasa tak tertahankan. Kirain sebelumnya karena pilek. Pas lagi pilek gitu udah pingin makan macem-macem yang penting pedessssss banget. Kirain lagi karena mulut pahit. Tapi dipikir-pikir gak pahit juga sih. Trus siang-siang mikir, tes aja ah. Karena hampir selalu sedia tespack di rumah, alhamdulillah kelihatan samar-samar muncul garis merah ituh hihi.

Alhamdulillah lagi sampai saat ini blum mual-mual etc. Baru minggu kelima lewat 3 hari. Belum ke dokter juga. Pengalaman hamil udah 3 kali, jadi in sya Alah mo periksanya pas udah minggu 7 atau 8 (tiap hari jadi lihat kalender  :D). Biar udah ketahuan in sya Allah perkembangan janinnya seperti apa. Kalo masih minggu ke-5 gini kan biasanya masih cuma kelihatan kantung rahimnya aja (kantung hitam).

Na…makin ke sini udah makin semiriwing-semiriwing ni efek HCG hehe. Sekarang baru pusing-pusing aja plus udah mulai ada tanda-tanda gampang kena maag. Mudah-mudahan gak pake mual ya Allah 😀 *Ngareeeepp banget..aaamiiin. Satu lagi doa yang tahu riwayat hamilku yang kemarin-kemarin. Mudah-mudahan gak pake opnaaaam. Aamiin.

Mudah-mudahan pas minggu periksa nanti in sya Allah, janinnya udah berkembang ada detak jantungnya. Sehat terus semuanya. Aaamiin. Robbi habli minash sholihiiin….

 

Bahagia Bisa Membaca

Ini adalah Lanjutan postingan 2,5 Tahun ber-Homeschooling…

Kemarin diskusi dengan seorang ibu. Tentang kemampuan baca, tulis, hitung seorang anak. Kebetulan si ibu ini baru mulai menerapkan homeschooling di rumahnya.  Timbul pertanyaan,  “Apakah baca tulis hitung ini menjadi tolak ukur keberhasilan belajar seorang anak?

Jawabannya: enggaaaa…in sya Allah.

Jangan khawatir ya ibu-ibu yang anaknya masih dalam tahap belajar membaca atau menulis. Apalagi yang masih umur di bawah 7 tahun hehe.

Aku sendiri pernah terperangkap dengan perasaan ini. Waktu itu Ziyad baru tahap-tahap awal baca latin. Rasanya pas dengar anak lain seumuran dia udah bisa baca tuh jadi gimanaaaa gitu. Terus bawaannya jadi senewen, trus berasa banget jadinya ngajar Ziyad juga jadi senewen. Ah kasihan.

Baca selengkapnya Bahagia Bisa Membaca

2,5 Tahun ber-Homeschooling

Cuma ingin menuliskan yang dari kemarin berpendar-pendar di kepala. Alhamdulillah, rasanya bahagiaaaa banget bisa menjalankan homeschooling bersama anak-anak. Udah 2,5tahunan ya proses belajar ber-homeschooling ria ini (6 bulanan waktu Ziyad nyicipin sekolah proses belajar di rumah alhamdulillah tetap berjalan terus). Dua setengah tahun itu berarti emang seumuran sama Thoriq, karena mulainya justru pas Thoriq baru lahir hehe. Alhamdulillah…

Apa yang aku baca di artikel ini juga emang berasa banget masya Allah. Terutama bagian yang ini nih,

Perkenalan dengan unschooling juga mengajariku bahwa yang terpenting di usia dini justru menumbuhkan rasa nyaman dan betah tinggal dirumah (dengan tidak keluar rumah terlalu dini) dan memberi kesempatan lebih panjang untuk saling mengenal (get connected) dengan anggota keluarga sendiri. Saya mempercayai pendapat yang bilang, setelah itu, kebutuhan ke luar rumah akan tumbuh secara alami dan dengan sendirinya, datang dari anak itu sendiri, dimana kapan kebutuhan tersebut muncul, akan bervariasi tiap anak.

Banyak banget sisi positif in sya Allah. Dan gak semuanya bisa tertuang di tulisan.

Ziyad alhamdulillah in sya Allah mulai terbiasa dengan saat-saat untuk formal education. Formal education yang paling utama bagi aku adalah hafalan. Hehe. Ini berlaku sejak awal. Aku juga bisa ngerasain tahapan dia belajar dari tadinya susah diajak duduk sampai seperti sekarang.

Dulu proses hafalan nyambi-nyambi. Sambil aku jemur baju sambil ziyad main-main, sambil aku masak, sambil ini sambil itu. Sekarang udah gak bisa lagi kaya gitu. Karena surat yang dihafal sudah panjang-panjang dan banyak yang mirip-mirip. Alhamdulillahnya, pas saat-saat seperti ini Ziyad udah bisa diajak duduk bersama (ya walau tetap keselip-selip dia lompat-lompat di kasur atau mesti diingatkan supaya gak sambil pegang mainan hehe) plus udah bisa baca Quran alhamdulilah. Dan karena hafalan surat baru ditambah muroja;ah hafalan sebelumnya. Biasanya prosesnya maksimal bisa sampai 1 jam.

Baca selengkapnya 2,5 Tahun ber-Homeschooling