Buku Pelajaran Homeschooling Ziyad Kelas 1 SD

Ziyad mulai kegiatan homeschooling untuk tingkat SD kelas 1 sekitar bulan Desember 2013. Waktu itu aku lagi hamil Luma 7 bulan. Alhamdulillah waktu ke Toga Mas, buku paket serta LKS tersedia. Untuk LKS, yang tersedia hanya untuk semester 2. Mungkin karena memang pada saat itu sudah mau pergantian semester kedua. Jadilah kami membeli buku-buku paket dan LKS untuk semester 2 kelas 1. Beberapa buku memang ada yang untuk satu tahun ajaran.

Cerita kegiatan homeschooling Ziyad – terutama pas awal-awal – in sya Allah di tempat lain ya hehe. Postingan kali ini biar fokus bahas tentang buku.

Mungkin ada yang bilang bahwa semua buku pada dasarnya sama aja. Alasannya, karena pada dasarnya materi yang dibahas di buku sama. Nah..kalau aku tapi tipikal tetep yang pilih-pilih…lihat isi…dll. hehe.  Karena ngerasain aku yang nyampein ke Ziyad, jadi bisa kerasa kalau gak semua buku sama walaupun isi bahasannya ya sama. Lebih berasa lagi karena antara kelas 1 dan kelas 2 kurikulum yang kita pake beda, buku pelajarannya juga beda-beda.

Baca selengkapnya Buku Pelajaran Homeschooling Ziyad Kelas 1 SD

Thoriq Ibrohim (3th) Sebulan Lulus Iqro 1

Alhamdulillah…bulan Juli kemarin…Thoriq aku coba mulai tawarkan belajar Iqro. Sebelum-sebelumnya, aku lihat video dia yang lama dimana dia udah hafal banyak huruf. Terus mikir, kok aku gak maksimalin sih. Cuma karena dia cadel – banget – padahal. Akhirnya aku mulai lebih rajin  nyodorin flashcard hijaiyah.

Lagi proses kaya gitu, terus mulai ada berita tentang Musa (usia 6 tahun) udah hafal AL-Qur’an. Masya Allah. Salah satu cara awal Musa itu dengan ditempelkan hijaiyah. Kalau yang ini kan udah dari bayi banget Thoriq juga ngerasain. Cuma ya gitu. Aku merasa aku kurang maksimalin. Atau karena terlalu banyak was-was dari setan yang bikin pikiran “Jangan di forsir”, “Belum waktunya”, “Gak usah terlalu bergegas”.  Barokallahu fihim untuk keluarga Musa yang telah menginspirasi banyak orang. Aku sampai diskusi panjang lebar di sebuah grup tentang ini. Apakah kita termasuk akan terlalu bergegas kalau melakukan seperti apa yang Abu Musa dan Musa lakukan? Apakah kita akan mewujudkan superkids versi Islam?

Baca selengkapnya Thoriq Ibrohim (3th) Sebulan Lulus Iqro 1

Playdate Homeschooler Muslim Jogja

play clay taman pintar

Alhamdulillah…bahagiaa banget bisa ikutan playdate kali ini. Terwujud playdate kali ini juga scene-per-scene takdir Allah yang tentu saja sangat menakjubkan. Dimulai dari seperti biasa chat ringan di whatsapp dengan Icha tentang homeschooling. Terus dibentuknya group HS di whatsapp. Tadinya mau lintas daerah (dengan luar jogja). Cuma ko kayanya bakal lebih banyak jadi tempat komunikasi ke teman-teman di Jogja. Akhirnya sementara isinya yang di Jogja aja. Terus seperti biasa, ide kegiatan playdate muncul dari Icha atau Noli. Ternyata HS Al-Ishlah ( Avie dkk) memang ada rencana ke Taman Pintar. Waktu pada janjian, aku masih ragu bisa ikut apa engga.

Pertama, karena hari kerja, hari Jumat (hari kerja untukku, kalo abang mah tiap hari kerjanya).
Kedua, musykilah transportasi gimana bisa ke sananya (insya Allah ada postingan lain nih tentang ini).

Setelah bujukan rayuan ala istri  selama beberapa hari :D, sampai pagi hari-H (Jumat, 29 Agustus 2014), so kewl nanya ke abang,

“Jadi gimana nih kita? (Ikut apa ngga gitu?).

Baca selengkapnya Playdate Homeschooler Muslim Jogja

Kabar Homeschooling Ziyad

Lama tak jumpa.^^
Bagaimana kehidupan kalian. Kehidupanku sama seperti kemarin. Hanya semakin crowded :D. Homeschooling, pekerjaan rumah tangga, ngurus 1 balita dan 1 bayi, kerjaan desain web, jualan dll dll dll.

Homeschooling? Jadinya masih homeschooling (HS)?
Alhamdulillah, sampai saat ini jawabannya “Yap. Semoga Allah mudahkan kami dalam perjalannya.”

Kenapa tetap homeschooling?
Baca selengkapnya Kabar Homeschooling Ziyad

Kenapa Bayi Akhirnya Bisa Tegak?

Belajar Al-Quran itu memang menyenangkan. Itu yang aku harapkan juga dirasakan Ziyad. Dulu, waktu aku baru-baru mulai menghafal Quran, biasanya ada bagian-bagian tertentu di surat yang aku hafal yang bikin aku semangat menghafal. Bikin aku suka sama surat itu. Kadang dari lafalnya…kadang juga dari isinya.

Baca selengkapnya Kenapa Bayi Akhirnya Bisa Tegak?

Share Kegiatan Homeschooling Ziyad

Sabtu kemarin (31 Mei 2014), ceritanya aku ma Siwi diminta untuk berbagi kegiatan homeschooling masing-masing di rumah. Pertamanya ragu, bisa gak yah. Bisa ngeshare materinya…sama bisa waktunya. Soalnya Luma pas lagi gak teratur ritme tidurnya…eh terus juga habis demam 5 hari. Alhamdulillah pas hari H-nya, malamnya aku dapat tidur 3,5 jam. Pagi-pagi sms Icha, ngasih tahu insyaAllah bisa berangkat.

Baca selengkapnya Share Kegiatan Homeschooling Ziyad

Produk Baru: Poster Alphabet Huruf Kecil

Jual Poster Alphabet Huruf Kecil

Jual Poster Alphabet Huruf Kecil
Penampakan setelah dicetak…
Suka sendiri sama hasilnya alhamdulillah ^^

Alhamdulillah, hadir lagi produk baru yang in sya Allah lebih sesuai dengan perkembangan anak. Sebenarnya bikin ini udah lama loh. Tapi masih kurang puas dengan font yang ada waktu itu. Alhamdulillah yang ini in sya Allah mudah ditangkap anak, dan juga mudah diikuti pula alurnya. Ini juga baca-baca karena anak lebih baik diperkenalkan satu jenis huruf dulu (yaitu huruf kecil/smallcase). Supaya gak bingung.

Baca selengkapnya Produk Baru: Poster Alphabet Huruf Kecil

Produk Update: Poster Hijaiyah (New Layout & Color)

Jual Poster Hijaiyah

Karena merasa perlu ada perbaikan dan efisiensi ruang ketika memasang poster-poster cizkah…akhirnya memutuskan membuat poster hijaiyah versi potrait. Sekalian, mainin warna. Jadi dibikin warna gradasi pelangi.

In sya Allah lebih cute, lebih minimalis, eye catchy ke anak. In sya Allah ketika postingan ini dibuat masih ada stock sedikit poster hijaiyah yang lama…mo ngabisin yang itu dulu, selanjutnya in sya Allah poster hijaiyah akan dicetak dengan format terbaru ini ^^.

jual poster hijaiyah

Baca selengkapnya Produk Update: Poster Hijaiyah (New Layout & Color)

“Double U…”

Ceritanya, aku gak terlalu ngoyo dan gak pingin ngoyo ngajarin Thoriq berkaitan dengan baca-bacaan. Kegiatan belajar flashcard juga akhirnya gak tiap hari heheh… (semoodnya aja pokoknya).

Pengalaman belajar dari mengajar Ziyad, hasil baca-baca sana sini…kalau memang belum waktunya kayanya memang sebaiknya gak usah dipaksakan.

Nah. buat Thoriq…proses belajar ini seringkali terjadi secara alami.

Dia kan suka juga nonton Youtube. Yang dibuka kadang iklan-iklan mainan. Ini menurut aku masih mending dibanding film-film kartun yang penuh kekerasan kaya Tom & Jerry (ini termasuk dalam list film yang Ziyad udah tahu gak boleh ditonton heheh). Sering juga buka channel yang berkaitan sama bayi/anak-anak gitu. Tentang warna, kendaraan-kendaraan yang nanti ada suara-suaranya, plus juga tentang alphabet.

Baca selengkapnya “Double U…”

Curiousity

Masih ingat cerita tentang proses belajar jam?

Beberapa hari yang lalu Ziyad bertanya, “Mi…ko itu pindahnya gak ketahuan. Kapan pindahnya jamnya?”

“Maksudnya?”aku masih belum paham arah pertanyaannya.

“Itu..pindah jamnya kapan..gak kelihatan. Gimana caranya”

“Oohh…” Mulai ngeh. Maksudnya, kapan gerakan jam (jarum pendek) dari arah jam 2 ke jam 3, atau yang semisal itu.

Beberapa kali kami memang berusaha membetulkan jam dinding yang tiba-tiba mati. Ganti baterai, kemudian mencocokan dengan jam yang masih hidup. Terjadi beberapa kali kemudian kami sadar kalau jamnya yang bermasalah.

Sempat juga dua kali mengganti baterai jam dinding di kamar Ziyad dan Thoriq.

Biasanya aku memutar jam sampai mendapatkan posisi yang tepat.

Ah..entah dari mana keingintahuan itu. Yang jelas, Ziyad tahunya kalau pindah jam biasanya mesti diputar-putar. Jadinya sebuah misteri sebuah jam bisa bergerak dan berubah dari angka 2 ke 3.

Kesempatan bagus!

Baca selengkapnya Curiousity

“Banyak Temannya…”

Percakapan dengan Ziyad beberapa hari yang lalu. Pas abang lagi sibuk workshop, 5 hari udah kaya ditinggal pergi ke luar kota. Ngurusin 2 bujang padahal perut udah membuncit yang bikin berat banget rasanya kalo mesti bongan-bangun :D.

Percakapan terjadi di kamar, ZIyad sambil asyik gambar.

Aku (A): “Ziyad…Ziyad pingin masuk sekolah po?”

Ziyad (Z): “Iya”

A: “Kenapa emangnya pingin masuk sekolah?”

Z: “Yah…soalnya banyak temennya.”  (Nada khas Ziyad kalo ngomong, masih sering seperti terbata-bata)

A: “Kalo nanti Ziyad masuk sekolah…Ziyad mesti hati-hati ya. Gak semua orang baik. Gak semua yang ada mesti ditiru. Kalau misalnya yang baik gpp Ziyad ikutin. Ziyad kan udah lama belajar sama ummi.”

Masih ngelanjutin wejangan…

A: “Kaya misalnya yang diomongin S (salah satu teman main Ziyad di rumah). Pacaran. Ziyad tahu gak apa itu pacaran?”

Baca selengkapnya “Banyak Temannya…”

Ziyad 6 tahun 3 bulan/6 tahun 5 bulan – Mulai Mandiri In sya Alllah

Gak yakin bener ngitung umur Ziyad kalo secara hijriah :D.

Hafalan

Alhamdulillah Ziyad masih ngulang juz 30nya aja sama surat al-mursalat. Belum nambah-nambah dari kemarin. Masih suka lupa dan ketuker-tuker ayat-ayat yang dia hafal.

Sholat

cd sholat
Hadiah dari Eka Rohmah Ummu Ahmad di Karawang

Karena sudah umur 6 tahun, Ziyad pelan-pelan kadang aku minta sholat di masjid. Aku juga minta abang untuk mulai sering mengajak Ziyad ke masjid. Sama-sama sambil membiasakan. Sebelum itu menjadi sesuatu yang harus diperintahkan. Kadang (gak setiap hari) aku minta dia sholat 1 rokaat aja untuk memperlancar bacaan-bacaan sholatnya. Aku juga membenarkan gerakan-gerakan sholat yang masih salah. Walau sudah belajar wudhu di rumah, biasanya kalau wudhu di masjid seluruh bajunya basah kuyup. Jadi aku minta abang juga mengajarkan mengambil wudhu ketika di masjid.

Saat kondisinya aku sedang berada di masjid juga (mampir saat/dari perjalanan), kesempatan bagiku melihat hal-hal yang masih perlu diberitahu (kalo abang kan belum tentu bisa lihat karena sholat). Misalnya harus mengisi shaf yang kosong.

Sebenarnya ini juga sudah belajar dari buku belajar sholat yang terbitan Perisai Quran. Tapi yang namanya praktek kan memang lebih bagus ya. Kadang yang udah dibaca belum tentu ingat pas prakteknya hehe. Alhamdulillah kemarin juga dapat hadiah dari Eka. CD sifat sholat nabi untuk anak-anak. Masya Allah. Barokallahu fiha..bermanfaat banget soalnya. Ziyad suka banget nontonnya.

Baca selengkapnya Ziyad 6 tahun 3 bulan/6 tahun 5 bulan – Mulai Mandiri In sya Alllah

Galau SD bagian 2 (My Prespective)

Namanya juga galau. Mesti ada dua atau beberapa pemikiran yang bikin pendapat yang kita pilih jadi goyah. Kalau di postingan kemarin banyak menuliskan apa yang ada di pikiran abang..kali ini buat melegakan yang ada dipikiranku.

Setelah melihat dan mempertimbangkan beberapa hal, entah kenapa aku pada akhirnya cenderung memilih – jika memang akan menyekolahkan Ziyad -, sekolah negeri sebagai pilihan utama. Atau bisa juga pilihan yang lumayan seimbang dengan itu adalah salah satu sekolah muhammadiyah di Jogja. Sedangkan sekolah dasar dekat rumah menjadi pilihan terakhir.

Tapi ini pun ombang-ambing. Bisa jadi bahkan pilihan terakhir mungkin yang akan kami ambil. Hehe..

Sekolah negeri, karena latar belakangku dulu juga disekolahkan di sekolah negeri. Mama Papa, walaupun dengan ekonomi terbatas, berusaha mencarikan sekolah negeri yang berkualitas. Aku juga kurang ngerti kenapa bisa jadi beda-beda (kadang pake banget) antara sekolah negeri yang satu dengan yang lainnya.

Sekolah negeri jadi pilihan tengah-tengah. Karena biayanya tidak semahal SD swasta. Pun jika memilih sekolah yang tepat juga in sya Allah secara pendidikan akademik bagus. Latar belakang ekonomi keluarga masing-masing anak juga merata. Karena secara umum…sebagian besar orang tua ingin anaknya masuk sekolah negeri. Pertimbangan ini muncul waktu sempat menanyakan biaya masuk TK di sekolah Islam swasta di Jogja  – yang bagi kami sangat mahal -. Sempat ada keinginan untuk memasukkan Ziyad ke situ – walaupun biayanya mahal -. Tapi rasanya itu akan tempat bergaul yang kurang tepat untuk Ziyad. Dan lagi rasanya memang kami akan terlalu memaksakan diri jika memasukkannya ke sana.

Baca selengkapnya Galau SD bagian 2 (My Prespective)

Juz 30 (Ziyad 6 tahun)

Juz 30

Alhamdulillah Ziyad sudah menyelesaikan hafalan juz 30-nya awal Agustus kemarin. Tepatnya tanggal 5 Agustus (lihat catetan :D).

Alhamdulillah pas lagi masa-masa berat kehamilan trimester pertama, tetap bisa jalan proses hafalan Ziyad. Walaupun hampir selalu dengan mata sepet, badan berat, kepala pusing. Selesai nemenin Ziyad hafalan, biasanya aku langsung ke tempat tidur hehe. Ngantuuuk banget sama pusing. Jadi selama 2 bulan (sekarang pelan-pelan mulai lagi belajar yang selain hafalannya). Yang biasanya muroja’ah bisa sampai 1/4 juz plus hafalan baru, kemarin-kemarin ya cuma nambah hafalan sama muroja’ah satu dua surat. Pinginnya sebenarnya libur aja deh huhu..tapi bisa “bahaya” nih kalo gak dimuroja’ah.

Alhamdulillahnya lagi…pas lagi masa-masa berat gitu, Ziyad pas lagi mudaaah banget nambah hafalan barunya. Ini kerasa banget efek mendengarkan murottal sebelum tidur. Favoritnya Ziyad adalah Abu Usamah yang dari radio Rodja hehe. Udah coba diperdengarnya syaikh-syaikh lainnya, teteep aja nanti ujung-ujungnya dia mintanya “Abu Usamah Mi.”

Baca selengkapnya Juz 30 (Ziyad 6 tahun)

Galau SD

Mungkin ada beberapa yang pernah melihat aku  menulis #galauSD di beberapa tempat. Hehe…ini ceritanya berarti lanjutan cerita tentang homeschoolingnya Ziyad bagian 4 ya :D.

Ziyad udah 6 tahun..udah bisa baca latin, bisa al-quran, bisa hitung-hitungan sederhana. Terus? Ko gak masuk SD aja sih? Pas banget dia bulan Juli kemarin 6 tahun. Kalo berdasar kalender hijriah sih udah sebelum itu malahan 6 tahunnya hehe.  Samar-samar, rasanya pingin masukin dia ke SD. Sayang-sayang dia udah bisa ini itu terus masih setahun lagi. Tapiii…tapinya itu banyaak banget…

Baca selengkapnya Galau SD

Perbaikan Mindset saat Homeschooling

Waktu pertama masuk daycare tahun 2009, Ziyad mesti membayar uang sumbangan awal hampir sekitar 2 juta. SPP perbulan selalu > 350 ribu. Per semester ada daftar ulang Rp 175.000. Kemudian juga ada wisata edukatif yang ikut gak ikut mesti bayar ,biaya sekitar Rp 75.000. Pas masuk TK gak jauh beda. Uang sumbangan awal sekitar 1 juta (ini yang versi menengah. TK lain bisa sampai 2-5 juta masuknya :D). SPP perbulan sekitar Rp 235.000. Persemester ada daftar ulang dan untuk biaya wisata sekitar Rp 175.000 *lupa tepatnya.

Hmm…lumayan ya, untuk ukuran aku ini juga mesti perjuangan. Lucunya, kalau udah berurusan sama sekolah gini kan, mo ada gak ada, uangnya ya mesti diada-adain. Salah satu upaya untuk memperingan biaya-biaya tersebut adalah NYICIL.

Senyicil-nyicilnya, setiap bulan tetap harus menguras uang sekitar Rp 500 ribu untuk bayar SPP dan cicilan. Terus lagi, waktu cicilan udah selesai, masih ada tanggungan lagi bayar daftar ulang. Jadinya gak selesai-selesai mengeluarkan uang sekitar Rp 300.00 – Rp 500.000 setiap bulan.

Ini di Jogja ya. Kalau yang di Jakarta, aku gak tau deh. Kemarin sempat lihat blog orang gak sengaja. SPP anak SD kisarannya > Rp. 500 ribu. Uang masuknya antara 11 juta – 18 juta. Wiiiiiyy….

Sekarang coba jawab pertanyaan di bawah ini secara jujur.

Kalau anak kita minta dibeliin Quran yang ukuran besar seharga Rp 250 ribu, mikir gak?

  • Bakal diusahain ga?
  • Berapa jatah beli buku sebulan di rumah untuk anak-anak?
  • Mau gak ngeluarin setiap bulan sekitar Rp 150 ribu – 200ribu untuk beli buku untuk anak-anak?
  • Ada jatah untuk beli mainan edukatif atau non edukatif gak?

TIAP BULAN loh hehe. Seperti laiknya kalau kita ngusahain bayar SPP+cicilan sekolah.

Angka-angka yang aku sebut sebenarnya cuma buat pelecut aku pribadi dan sebagai pembanding dengan biaya yang kami keluarkan pas Ziyad dulu sekolah. Bukan berarti teman-teman harus mengeluarkan dana segitu atau lebih banyak lagi untuk membuktikan kecintaan pada pendidikan anak yah.

Baca selengkapnya Perbaikan Mindset saat Homeschooling