Beberapa teman yang baru menjalani biduk rumah tangga, seringkali terkena syndrom “pulang”. Dulu aku juga mengalami. Apalagi waktu itu langsung hamil. Yang namanya orang hamil itu pada umumnya kepayahan. Kalau kepayahan/sakit, biasanya seseorang kepikiran pingin pulang. Pingin di rumah. Pingin di dekat Mama. Walau pada kenyataannya aku di rumah bukan orang yang tipikal dimanja. Bahkan pernah badan aku panas. Cuma karena adik-adik yang lain juga panas, sampai kayanya gak ketahuan kalau aku tuh juga panas. Karena pada dasarnya biasanya aku juga kalau sakit in sya Allah gak menunjukkan sakit. Gak tahu. Budaya di rumah seperti itu. Atau aku sendiri yang membentuk budaya pada diriku seperti itu hehe.
Author: cizkah
Isyarat Mati…
Pernah penasaran dengan hal ini?
Aku pernah…
Sering mungkin…
Ada juga perasaan antara percaya dan tidak percaya. Bahkan perasaan was-was sehingga seperti khawatir membahas tentang hal ini. Sedih karena bisa jadi itu adalah tanda-tanda kematian dari diri kita sendiri. Kemudian setelah kita meninggal, orang-orang akan berbicara, “Kemarin sempat dia ngomong ini dan itu…” yang seakan-akan memang menguatkan bahwa diri kita sebenarnya memberikan tanda-tanda kematian.
Metode Menghafal Surat Al Bayyinah
Metode menghafal Ziyad itu gak urut. Kadang aku lompati surat tertentu dengan beberapa pertimbangan. Pas kemarin mulai masuk TK, juga sempat mengikuti mengiringi apa yang sedang di hafal di TK. Sebelum melangkah ke surat Al-Bayyinah, surat terakhir yang dia hafal adalah surat Al-Insyiqoq.
Otodidak dan Setengah-Setengah [Edisi Melow]
Qodarullah, berbagai hal dan keterampilan yang sekarang aku miliki, sejak dulu “harus” aku pelajari dengan cara belajar sendiri.
Akibat dari hal itu, seringkali aku merasa tidak percaya diri. Beberapa kali aku curhat ke abang, “Bang…aku ko serba setengah-setengah ya?” Menanyakan itu dengan wajah sedih.
“Maksudnya gimana?”
Baca selengkapnya Otodidak dan Setengah-Setengah [Edisi Melow]
Kangen Olah Raga
Masih lanjut cerita barusan. Pas lagi ngerasa nafas pendek itu, aku jadi merasa pingin sekali olah raga. Terus baru sadar kalau dulu sebenarnya termasuk rajin olah raga. Cuma saat ini banyak olah raga yang biasa aku jalani kayanya gak memungkinan untuk dijalankan.
Renang
Aku bisa renang dari kelas 1 SD. Bisa berenang karena gak sengaja kepleset trus langsung gerak-gerakin kaki. Suka banget sama berenang. Cuma gaya kupu-kupu aja yang aku gak bisa. Gaya dada, gaya bebas, gaya kodok bisa 😀 in sya Allah. Walau abis berenang kulit langsung jadi kebakar. Waktu itu, berenang jadi ekstrakurikuler. Setelah itu, kalo lagi ada kesempatan ya ke tempat kolam renang umum sama mba Maya dan Jepi. Dulu Icad belum ada. Beda umur aku sama Icad (adik yang bungsu 10 tahun hehe).
Cerita Kopi
Akhir-akhir ini, Thoriq lagi masa-masanya pingin duduk ditemani bersama saat bermain. Sama seperti Ziyad dulu juga, aku diminta main mobil-mobilan atau mainannya, membuat suatu cerita, kemudia dia memperhatikan (baca: nonton) aku memainkan mainannya hehe… Belum lagi Ziyad yang juga suka sekali kalau aku berperan jadi si Dino boneka dinosaurus. Plus, Thoriq juga jadi jarang tidur siang sejak disapih.
Karena banyak waktu yang digunakan bersama anak-anak, waktu untuk pekerjaan di siang hari jadi berkurang. Alternatifnya harus memanfaatkan sebaik mungkin saat-saat mereka tidur. Karena hasrat badan sebenarnya ingin ikut tidur sama mereka, tapi karena banyak amanah yang harus dijalankan, maka aku harus melek. Terus jadi memberanikan diri minum kopi. Herannya, aku gak kena migraine atau maag seperti biasanya.
Baby Wrap Sendiri
Tadi siang posting tulisannya Rina di ummiummi. Baby wrap sendiri pake kain jarik tradisional yang biasa untuk gendong. Jadi ingat juga pernah melakukan hal yang sama ^^.

Alternatif Lem Super
Dalam rumah tangga, lem super adalah termasuk barang yang sifatnya insidental dibutuhkan. Biasanya, saat dibutuhkan, kami membeli lem super yang umumnya ada di toko atau swalayan. Dan biasanya lagi…lem itu cuma bisa sekali dipakai walaupun isi yang digunakan hanya sedikit.
Hasil Proses Penyapihan Thoriq Ibrohim
Secara kalender Syamsiah, Thoriq lahir tanggal 5 Januari 2011. Ketika mendapat saran penyapihan dengan cara hypnoparenting bulan November akhir. Walau ga saklekin harus pas 2 tahun berhenti, kata-kata yang aku perdengarkan ke Thoriq berkisar ;
“Thoriq in sya Allah umur 2 tahun berhenti nenen ya. Soalnya udah besar.”
“Thoriq in sya Allah sebulan lagi umur 2 tahun. Berarti berhenti neneeenn…”
Ya…usaha aja, tapi sudah menyiapkan mental kalau-kalau satu bulan masih belum cukup untuk memberitahu dan mempersiapkan dia untuk menerima kenyataan lepas nenen itu hehe.
Pas udah mendekati harinya..aku ngomong ke Thoriq udah kaya menghitung hari. “Thoriq 5 hari lagi in sya Allah berhenti nenen ya..soalnya udah umur 2 tahun in sya Allah…”
“Thoriq, 3 hari lagi Thoriq udah 2 tahun. Berarti berhenti neneeenn…”
Begitu seterusnya sampe pas tinggal sehari lagi.
My Quran Clip [Updated]
Alhamdulillah, produk terbaru dari cizkah yang diberi nama My Qur’an Clip telah hadiir.
Ide produk ini sebenarnya dari kebutuhan pribadi. Sebagai seorang ibu, dengan berbagai kesibukannya, seringkali untuk mengulang hafalan Qur’an itu susah untuk menemukan waktu khusus. Susahnya lagi, pas lagi sibuk gitu, mo sambil mengulang hafalan juga jadi bingung sendiri.
Poster Perkalian
Alhamdulillah, hadir produk cizkah yang terbaru. Poster perkalian. Masih ingat postingan pas launching produk poster hijaiyah? Disitu disebut-sebut tentang poster perkalian dan keinginan tiba-tiba untuk bikin poster tersebut. Alhamdulillah terwujud juga.
Dalam matematika, ada beberapa hal yang akan memudahkan bagi seorang anak untuk ke depannya dengan cara di hafal. Salah satunya adalah perkalian. Aku masih ingat seorang teman yang begitu susah payah setiap menghadapi soal perkalian karena dia harus menambah secara manual satu persatu setiap angka (karena dia tidak hafal perkalian).
Misalnya soal: 63 x 5
Maka dia akan menyelesaikannya dengan cara 63 + 63 + 63 + 63 + 63
Banjir dan Banjir…
Waktu masih tinggal di Jakarta, aku pernah merasakan susahnya masa-masa Jakarta banjir seperti sekarang. Tepatnya waktu aku kerja sebagai desainer grafis di kawasan Bintaro awal tahun 2002.
Macet parah di tengah perjalanan ke tempat kerja. Harap cemas karena gak sampai-sampai. Akhirnya jalan jauuuuh sekali untuk sampai ke tempat kerja.
Pulang dari tempat kerja….rasanya lebih cemas lagi. Ada angkotkah? Bisa pulangkah? Gimana kalo gak ada angkot. Kan jauh banget Bintaro ke Andara.
Belajar Menulis Latin
Sekilas cerita lagi tentang cara Ziyad belajar menulis. Di awal-awal, gerakan tangannya masih banyak mengambang. Artinya masih harus mempersiapkan kesiapan belajar menulis itu sendiri.
Hal ini bisa dilakukan misalnya dengan mencetak dari benda-benda berbentuk lingkaran. Misalnya tutup gelas. Secara gak langsung dia sudah belajar menekan dan membuat garis lengkung.
Pada Ziyad, kesiapan belajar menulis ini terbentuk secara alami alhamdulillah. Karena dia banyak menggambar. Panah, gambar orang berperang, mobil dstnya. Dia juga sudah menyelesaikan belajar menulis satu buku untuk belajar menulis dasar (semua huruf masih ada titik-titiknya). Lupa di usia berapa. Setelah itu belajar menulisnya sifatnya insidental. Gak pingin maksa karena usianya toh memang masih segitu.
Jarang-Jarang…
Salah satu kenikmatan hidup di Jogja adalah sering ada Islamic Book Fair. Gampang dijangkau dari rumah alhamdulillah. Cuma 15-30 menit bisa sampai, gak pakai macet :D.
Salah satu kenikmatan lagi pas Islamic Book Fair kali ini, si abang lagi dapat rezeki tambahan dari Allah.
Salah satu kenikmatan lainnya lagi adalah, suami yang juga ikut semangat melengkapi perlengkapan permainan edukatif di rumah sejak kejadian kemarin.
Jadi, berangkatlah kami Ahad ini ke Islamic Book Fair.Walau sempat salah tempat karena ternyata bukan di gedung Wanita Tama – dimana biasanya Book Fair di adakan di situ – tapi kali ini diadakan di GOR UNY. Walau hampir gak jadi karena hujan yang luar biasa lebat. Walau terjebak di Masjid Kampus UGM selama hampir 2 jam karena hujan itu.
Pendidikan Tauhid untuk Bayi
Masih ingat cerita “Nyetain Awwal” nya Ziyad hihi…
Kali ini giliran Thoriq. Alhamdulillah dia melafalkannya lebih mendekatai keb
naran :D. Masih pengenalan tauhid rububiyah Allah…
Sebenarnya ada video yang lebih terang dan jelas. Tapi masih di hp abang dan perlu sedikit pengeditan karena ada penampakan aurot.
Usia Thoriq secara kalender syamsiyah sudah mendekatai 24 bulan (2 tahun) dalam beberapa hari in sya Allah.
Surat Untukmu…
Assalamu’alaikum…ukhti…
Maaf…
Sejujurnya aku sedang sedih. Melihatmu yang kini tak seperti dulu.
Mungkin engkau malu padaku, ketika tak kau sangka tegur sapa datang dariku.


